√ Makna Leksikal dan Makna Gramatikal

Posted on

Pengertian Makna Leksikal dan Gramatikal

Sesungguhnya makna memiliki berbagai jenis atau tipe berdasarkan beberapa kriteria dan sudut pandang. Berdasarkan jenis semantiknya, makna dibedakan menjadi dua, yaitu makna leksikal dan makna gramatikal

(Chaer, 2013: 59). 

Makna leksikal adalah makna kata yang terdapat dalam leksikal (kamus). Makna leksikal bersifat umum atau lugas artinya makna kata yang tidak dipengaruhi oleh bentuk lain.

Pengertian Makna Leksikal Menurut Ahli

Leksikal adalah makna yang bersifat leksikon, yang sesuai dengan
referennya, atau makna yang sungguh-sungguh nyata dalam kehidupan kita.

Makna leksikal merupakan gambaran nyata tentang suatu konsep seperti yang dilambangkan kata tersebut. Sebuah kata yang memiliki makna leksikal sudah jelas bahwa tanpa konteks pun memiliki referen atau makna langsung

(Chaer, 2013: 59).

Memang benar jika tidak semua kata dalam bahasa
indonesia memiliki makna. Kata cantik, tidur dan lain-lain disebut kata
tugas, walaupun memang memiliki makna leksikal 

Contoh: 
Mata              : indra untuk melihat   (makna leksikal)
Bermata          : memiliki mata         (makna gramatikal)
Memata-matai : mengamati secara diam-diam (makna gramatikal)

Makna gramatikal ialah makna yang timbul akibat peristiwa tata bahasa, yaitu proses melekatnya bentuk kata (morfem) yang satu dengan bentuk yang lain.

Bentuk (morfem) / ber / , / me-l / secara lepas atau berdiri sendiri belum memiliki makna. Morfem tersebut memiliki makna setelah bergabung dengan bentuk lain, peristiwa ini disebut proses morfologi.

Makna Gramatikal Menurut Ahli

Makna gramatikal adalah makna yang hadir sebagai akibat dari proses
gramatika seperti afiksasi, reduplikasi, dan komposisi. Makna gramatikal
bergantung pada konteks yang membawanya.

Implikasinya salah satunya
awalan ter- atau imbuhan lainnya, tentunya tidak mempunyai makna. Sebuah imbuhan baru dapat memiliki makna atau kemungkinan memiliki maknaapabila sudah berproses dengan kata lain. Kata ‘terangkat’ memiliki kemungkinan makna dapat atau tidak sengaja tergantung konteks kalimat yang membawanya.

Macam-macam Proses Morfologi

1. Afiksasi

Proses melekatnya afiks (imbuhan) kepada bentuk dasar. Akibat melekatnya afiks kepada kata dasar akan menimbulkan fungsi dan makna baru.

Macam-macam afiks bahasa indonesia

  • Prefiks (awalan)               = di, me, ber, pe, ter dan sebagainya
  • Infiks (sisipan)                 = in, el
  • Sufiks (akhiran)                = an, kan, i, lah
  • Konfiks (afiks gabung)     =pe – an, ke – an, se – nya
  • Simulfiks (afiks berurutan) =me – kan, me – i, di – kan

2. Reduplikasi

Proses pembentukan kata baru dengan cara mengulang bentuk dasar.
Bentuk perulangan kata meliputi:

  • Kata ulang utuh/penuh    = gedung-gedung
  • Kata ulang sebagian      = berlari-lari
  • Kata ulang berimbuhan   = anak-anakan
  • Kata ulang berubah bunyi  = sayur mayur
  • Kata ulang semu         = kupu-kupu, kunang-kunang

3. Komposisi

Gabungan dua kata atau lebih yang menimbulkan makna baru. Contohnya adalah sebagai berikut.

  • Rumah makan  = rumah digunakan untuk makan
  • Rumah sakit  = rumah digunakan untuk mengobati orang sakit
  • Rumah dinas  = rumah yang digunakan untuk kepentingan dinas

Selanjutnya adalah Makna Denotatif dan Makna Konotatif >>>

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *