√ Pengertian Manajemen: Macam-macam Manajemen, Contoh dan Unsur Manajemen - Ilmu Bahasa

Wednesday

√ Pengertian Manajemen: Macam-macam Manajemen, Contoh dan Unsur Manajemen

Pengertian Manajemen dan Contohnya Terbaru - Tentunya anda tahu bukan tentang manajemen?, Ternyata Manajemen memiliki pengertian, fungsi, dan tujuan lho. Pada artikel ini, kami akan mengulas mengenai. Pengertian Manajemen: Macam-macam Manajemen, Contoh, dan Unsur Manajemen. Artikel ini dibuat oleh penulis kami mengingat kebutuhan pembacanya yang cukup banyak dan mencakup berbagai macam kaidah-kaidah di dalamnya. 

Dalam sebuah perusahaan, organisasi, atau institusi akan ada sesuatu yang disebut dengan manajemen. Fungsi dari manajemen sendiri adalah mengatur sesuatu hingga berjalan sesuai dengan rencana.

√ Pengertian Manajemen: Macam-macam Manajemen, Contoh, dan Unsur Manajemen


Agar lebih jelasnya, silahkan simak pengertian manajemen menurut para pakar berikut ini.

Pengertian Manajemen Menurut Pakarnya

Manajemen berdasarkan pada pakarnya memiliki beberapa pengertian berbeda. Meski demikian masing-masing memiliki tujuan yang sama. Perhatikan pengertian berdasarkan para pakar berikut.

Mary Parker Follet

Mary Parker Follet melihat manajemen sebagai sebuah seni menyelesaikan pekerjaan dengan memanfaatkan tenaga orang lain. Dengan kata lain, dalam pengertian manajemen menurutnya ada seorang manajer yang mengatur dan mengarahkan orang lain untuk mengerjakan sesuatu hingga mencapai tujuan bersama.

George R. Terry

Pengertian manajemen berdasarkan George. R Terry ialah sebuah proses yang terdiri dari beberapa susunan dan tindakan yang berisikan perencanaan, pengorganisasian yang saling menggerakkan dan melakukan pengawasan.

Semua kegiatan yang terencana itu dilakukan secara berkesinambungan dan konsisten untuk mencapai suatu tujuan bersama. Caranya adalah dengan mamanfaatkan semua jenis sumber daya yang ada.

Henry Fayol

Henry Fayol membuat pengertian manajemen sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian dan pengawasan terhadap sumber daya agar mencapai tujuan bersama yang sudah dirancang sedemikian rupa dengan cara yang efektif dan efisien.  

Ricky W. Griffin

Pengertian manajemen berdasarkan Ricky W. Griffin adalah sebuah proses perencanaan, organisasi, koordinasi, dan kontrol terhadap sumber daya untuk menjangkau tujuan secara efektif dan seifisien mungkin. Manajer dalam sistem manajemen ini harus mengarahkan anggotanya untuk mencapai tujuan dengan benar dan sesuai rencana.

Lawrence A. Appley

Lawrence A. Appley menyatakan pengerian manajemen ialah sebuah keahlian mangatur dari sebuah organisasi atau instansi untuk mengerakkan individu lain mengerjakan suatu kegiatan sampai mencapai tujuan tertentu.

Oey Liang Lee

Oey Liang Lee melihat pengertian manajemen adalah snei merencanakan, mengorganisasi, dan menyusun sebuah rencana untuk menggerakkan sumber daya hingga mencapai tujuan tertentu.

Hilman

Hilman memandang manajemen sebagai sebuah sistem yang berfungsi untuk mencapai tujuan sesuai dengan rencana melalui orang lain yang mengikuti arahan seorang koordinator pusat. Orang-orang tersebut mengawasi orang lain yang dapat menyelesaikan tugas sesuai dengan jobdesknya masing-masing sehingga target organisasi atau instansi bisa tercapai bersama-sama.

Dr. Ahujae

Dr. Ahujae menyatakan manajemen adalah susunan dari pihak-pihak yang menyediakan jasa untuk membidani dan berhubungan dengan pihak lain guna mencapai sebuah target instansi atau organisasi yang sudah dirancang dalam jangka waktu panjang.

Renville Siagian

Renville Siagian memaparkan manajemen adalah sebuah usaha untuk menggerakkan suatu jasa, pelayanan, atau produksi yang ditangani para tenaga ahli dan terampil hingga mencapai sasaran bersama.

Dr. Bennett N.B Silalahi, M.A

Dr. Bennett N.B Silalahi, M.A, memaparkan pengertian manajemen adalah sebuah sistem yang mengawasi perilaku atau aspek sosial eksak yang saling mempengaruhi satu sama lain. akan tetapi, aspek pentingnya bukan dari faktor tanggung jawab terhadap keselamatan melainkan pencapaian target produksi yang sesuai dengan perencanaan organisasi.

James A.F.Stoner

James A. F. Stoner mengatakan manajemen adalah sebuah proses perencanaan, leadership, pengorganisasian dan pengendalian kerja agar proses itu mencapai tujuan bersama yang sudah dirancang. Sumber daya dalam sebuah organisasi dikontrol dan digerakkan sesuai dengan jobdesknya untuk memproduksi sesuai guna mencapai sasaran yang sudah ditetapkan organisasi sebelumnya.

Demikian pengertian Manajemen berdasarkan pada pakarnya. Sementara itu, anda mungkin perlu memahami lebih jauh macam-macam manajemen. Simak pemaparan macam-macam manajemen berikut ini.

Macam-macam Manajemen


17 Macam-macam Manajemen dan Contohnya

Dalam penerapannya, ilmu manajemen kemudian mewujud menjadi beberapa macam manajemen. Macam-macam manajemen tersebut bekerja sesuai dengan fungsi dan tujuannya masing-masing.

Ada banyak sekali macam-macam manajemen dan contohnya. Anda mungkin sebenarnya sudah menjumpainya, namun tidak sadar bahwa itu adalah salah satu dari contoh manajemen. Maka, berikut kami sajikan daftar macam-macam manajemen dan contohnya.

1. Manajemen Strategi

Manajemen strategi contohnya bisa berkaitan dengan strategi keuangan perusahaan. Di mana orang-orang di dalamnya merancang pengeluaran dan pemasukan secara umum agar perusahaan tidak merugi melainkan mendapatkan untung.

2. Manajemen Administrasi Perkantoran

Manajemen administrasi perkantoran contohnya ada di mana saja, sebab administrasi merupakan hal dasar yang pasti dimiliki sebuah kantor untuk mengatur dan mengawasi hal-hal yang berkaitan dengan produksi kantor anda.

3. Manajemen Biaya

Manajemen biaya contohnya bisa berkaitan dengan manajamen strategi. Di mana manajer biaya mengtur keuangan secara langsung dengan proses produksi.

4. Manajemen Organisasi

Bentuk atau contoh manajemen organisasi sangat umum, di mana puncak pemimpin tertinggi dalam manajemen organisasi bisa seorang direktur yang mengawasi dan mengontrol jalannya produksi atau kegiatan organisasinya.

5. Manajemen Perusahaan

Manjemen perusahaan contohnya bisa dipegang oleh seorang direktur umum yang mengawasi dan mengontorl jalannya kerja setiap karyawan agar mencapai target.

6. Manajemen Pemasaran

Manajemen pemasaran akan dihadapi langsung oleh staf pemasaran dan manajernya dalam mengejar target penjualan.

7. Manajemen Produksi

Manajemen produksi akan ditangani langsung oleh tim produksi bersama manajernya untuk mencapai target produksi dan memastikan kualitas produk sesuai dengan rancangan.

8. Manajemen Waktu

Manajemen waktu berkaitan dengan kecepatan produksi, kecepatan menyelesaikan masalah, dan hasil dari proses produksi yang sudah dijalankan.

9. Manajemen Komunikasi

Manajemen komunikasi dirasakan oleh semua pihak yang tergabung dalam sebuah sistem. Di mana manajemen komunikasi akan memberi pengaruh kuat terhadap proses kegiatan produksi sebuah organisasi atau perusahaan.

10. Manajemen Pendidikan

Manajemen pendidikan contohnya berkaitan dengan program-program untuk meningkatkan mutu atau kualitas individu, baik dalam organisasi atau pun perusahaan.

11. Manajemen Konstruksi

Manajemen konstruksi akan nampak nyata contohnya pada perusahaan kontruksi bangunan. Di mana mereka mengontrol, mengawasi, dan melakukan pembangunan. Tanpa adanya kerjasama dari sebuah pihak, manajemen kontruksi ini tidak akan mencapai target hasil yang diharapkan.

12. Manajemen Agribisnis

Manajemen agribisnis berkaitan erat dengan bidang agribisnis, di mana bidang ini tidak dapat ditangani oleh sembarang orang. Bidang ini harus ditangani oleh orang yang sudah paham dan terampil di bidangnya.

13. Manajemen Stress

Manajemen stress contohnya bisa berkaitan dengan masalah pribadi. Di mana individu mencoba tetap berpikir positif dan bersemangat meski sedang mengalami masalah berat dalam kehidupannya.

14. Manajemen Sumber Daya Manusia

Manajemen sumber daya manusia biasanya akan dihadapi oleh HRD dalam sebuah perusahaan. Mereka akan berusaha mendapatkan dan menempatkan seorang tenaga kerja yang tepat untuk kebutuhan perusahaan.

15. Manajemen Risiko

Manajemen risiko umumnya akan dihadapi oleh supervisor manajer yang harus dapat melihat dampak panjang dan dampak pendek dari sebuah hasil produksi. Sistem manajemen risiko kadang sulit untuk diraba karena seorang manajer yang menangani manajemen risiko harus bisa bergerak dan membuat keputusan dengan cepat. Hingga risiko yang diramalkan terjadi bisa dihindari.

16. Manajemen Rantai Pasokan

Manajemen rantai pasokan contohnya umumnya dihadapi oleh tim industri di bidang makanan, tekstil, dan lain sebagainya. Sebab, mereka hasu memastikan pasokan yang dibutuhkan perusahaan untuk berproduksi bisa memenuhi target setiap hari.

17. Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja

Manajemen keselamatan dan kesehtan kerja contoh yang dapat dilihat dengan jelas adalah manajemen di antara pekerja bangunan. Untuk memastikan hal ini tertangani dengan baik mereka harus mendapatkan jaminan keselamatan dan kesehatan kerja, sebab pekerja bangunan memiliki risiko tinggi mengalami kecelakaan kerja.

Masih ada banyak lagi macam-macam manajemen dan contoh yang menyertainya. Masing-masing ilmu manajemen tersebut memiliki sub kerja yang sangat banyak.

Masing-masing manajemen yang berfungsi sesuai dengan fungsinya umumnya akan memperlancar proses produksi sebuah usaha. Ilmu manajemen tidak bisa dilepaskan dari hal sekecil apapun, bahkan termasuk manajemen waktu individu, contohnya datang tepat waktu.
Unsur Manajemen

Untuk memastikan sistem manajemen dapat berjalan lancar, dalam sebuah manajemen dibutuhkan unsur-unsur pembangun manajemen. Setiap unsur ini saling melengkapi sehingga tidak dapat dipisahkan satu sama lain.

Jika salah satunya mengalami cacat, maka hal itu akan memberikan dampak luas kepada seluruh manajemen produksi usaha. Oleh karena itu, setiap bidang manajemen harus ditangani oleh orang yang tepat.

Unsur-unsur manajemen


7 Unsur Unsur Manajemen

Jika itu adalah di sebuah perusahaan, maka unsur-unsur manajemen adalah sebagai berikut.

1. Manusia

Unsur manajemen manusia merupakan faktor paling menentukan kesuksesan sebuah usaha. Manusia di dalam unsur manajemen perusahaan tidak hanya yang berkedudukan sebagai pemimpin, melainkan sampai karyawan terkecilnya.

Dalam praktik manajemen, manusialah yang menjalankan seluruh proses manajemen. Mulai dari merancang sampai menghasilkan produk baru yang memiliki nilai lebih. Proses kerja ini tidak akan berlancar lancar tanpa kerjasama yang solid di antara manusia di dalam perusahaan tersebut.

Sumber daya manusia yang dibutuhkan oleh manajemen biasanya ada dua, yakni sumber daya terampil dan sumber daya manusia terdidik. Keduanya harus bekerjasama dalam satu tim mencapai target perusahaan.

2. Uang (Money)

Unsur kedua yang juga penting dalam sebuah proses produksi perusahaan ialah uang. Tidak hanya perusahaan, organisasi dan instansi pun membutuhkan dana untuk menjalankan rencananya.

Uang merupakan modal utama dari sebuah unsur manajemen untuk melakukan produksi. Sebab setiap bahan produksi perlu dibeli dengan uang.

Jumlah uang yang diperlukan dalam proses manajemen produksi usaha ini tidak dapat diukur kesamaannya. Setiap industri memiliki jenis kebutuhan yang berbeda. Jumlah keuangan yang dibutuhkan ditentukan oleh jenis industri yang sedang berjalan.

Akan tetapi, hal paling umum uang akan digunakan untuk membeli bahan produksi, peralatan operasional usaha seperti komputer, meja, dan lain sebagainya untuk peralatan kantor. Lebih daripada itu akan disesuaikan dengan jasa atau barang yang hendak disediakan oleh sebuah perusahaan.

3. Materials (Bahan)

Telah disinggung sedikit bahwa proses produksi dalam suatu sistem manajemen adalah uang untuk membeli bahan. Maka, bahan pun merupakan material penting dalam proses manajemen produksi suatu perusahaan.

Tanpa adanya bahan yang dibutuhkan maka jasa dan barang yang ingin disediakan oleh perusahaan tidak dapat disediakan tepat waktu. Apapun bentuk perusahaan atau layanan yang anda tawarkan, akan dibutuhkan bahan-bahan yang tepat.

Bahan-baha harus diperoleh dari tempat yang baik dengan harga yang sesuai dengan budget anda. Di samping itu perhatikan juga kualitas bahan.

Jika anda ingin menghadirkan barang atau jasa yang berkualitas, maka pastikan juga bahwa bahan produksi anda berkualitas. Konsumen tidak akan membeli hasil produksi anda jika hasil yang anda sediakan di bawah kualitas pesaing anda. Untuk itu, perlu dilakukan survei terhadap pasar. Minat pasar penting untuk menentukan bahan-bahan dan standar kualitas barang yang akan anda produksi.

Saran kami, jangan memproduksi barang yang bahannya di bawah kualitas kompetitor anda. Meski hasilnya bagus, namun konsumen cerdas mengetahui bahan yang tidak bagus akan lekas mengecewakan.

4. Mesin (Machines)

Mesin merupakan unsur manajemen yang juga berpengaruh pada proses produksi. Mesin ini bisa berupa teknologi digital yang jaman sekarang sangat berpengaruh pada proses produksi.

Mesin yang dapat bergerak dan bekerja cepat untuk mempermudah kerja manusia amat menentukan di era digital. Terutama digital maketing yang menjadi salah satu ujung tombak pemasaran di era digital ini.

Mesin yang memadai akan membantu dan memperlancar peningkatan hasil produksi serta pemasaran. Dengan demikian tujuan produksi perusahaan bisa tercapai. Mesin yang rusak harus segera diganti karena jika ada satu hambatan saja dari bagian produksi maka target produksi bisa terganggu. Selain tidak dapat menciptakan barang sesuai dengan jumlah yang ditargetkan, mesin yang rusak bisa merusak kualitas.

Mesin yang berkualitas mempengaruhi kualitas hasil produksi. Karena itulah kualitas mesin juga harus diperhatikan dalam proses produksi.

Jika tidak dapat memenuhi sendiri kebutuhan mesin, anda sebaiknya berhubungan dengan vendor terpercaya. Ada banyak vendor yang mengaku bisa menyediakan mesin berkualitas.

Akan tetapi, tidak semuanya bisa menyediakan yang sesuai dengan standar yang anda inginkan. Maka, pastikanlah standar mesin anda terlebih dahulu. Kemudian dapatkan mesin itu dengan baik.
Perawatan mesin harus dilakukan secara berkala. Kerusakan atau jika ada kejanggalan sedikit saja bisa menghambat proses produksi.

Hambatan sekecil apapun dalam manajemen profesional seharusnya tidak diteolelir apalagi sampai tidak mencapai target produksi. Karena itu, sumber daya manusia yang bekerja dengan mesin haruslah orang-orang yang paham dengan mesin tersebut.

5. Teknologi Digital

Di era digital, Teknologi digital sangat penting dalam membantu mewujudkan tujuan perusahaan. Proses produksi dan pemasaran digital dibutuhkan di era digital untuk menembus pasar. Pasalnya penduduk dunia sekarang akan mencari barang dan jasa tertentu melalui internet. Oleh karena itu, teknologi digital sangat berpengaruh pada proses pemasaran barang dan jasa.

Proses kerja memasarkan juga menjadi lebih mudah dengan menggunakan teknologi digital. Pekerjaan menjadi lebih terproyeksikan ke target dengan lebih efektif dan efisien. Teknologi digital yang paling umum saat ini untuk mendukung penjualan adalah toko online. Bagi anda yang memiliki bisnis penjualan barang dan jasa, maka membuka toko online akan jadi alat yang tepat untuk memasarkan produk anda.

Di era digital ini, anda bisa membangun website sebagai kantor virtual anda. Hampir semua orang dewasa ini akan membeli jasa atau barang dengan melihat kualitas websitenya.

Banyak yang tidak jadi berbelanja ketika melihat website produsen terlihat abal-abal. Masyarakat millenial sekarang melihat kualias produksi dan manajemen dari sebuah usaha melalui website mereka. Oleh karena itu, kami sarankan agar anda membuat website yang berkualitas. Teknologi digital ini sangat penting untuk meningkatkan branding usaha anda.

6. Metode (Methods)

Guna memastikan semua strategi produksi dan pemasaran memenuhi standar dan targetnya maka dibutuhkan metode. Unsur manajemen ini harus berjalan lancar ditangani oleh ahlinya.

Supervisor, direktur, dan manajer harus dapat bekerjasama untuk memastikan metode kerjasama di dalam perusahaan berjalan lancar. Metode untuk memastikan setiap jobdesk berjalan sesuai dengan sasaran pun sangat penting untuk kegiatan bisnis. Fasilias, waktu, dan uang merupakan bagian dari metode bisnis. Ketiganya musti ditangani dengan metode yang tepat agar mencapai hasil yang diinginkan. Metode yang sistematis dan baik pasti akan mengantarkan proses produksi pada hasil yang ditargetkan.

Metode yang paling penting untuk dilakukan untuk mendukung proses produksi adalah survey kemudian try and error. Survei  merupakan kegiatan mencari tahu jenis produk apa saja yang disukai pasaran. Termasuk juga mencari tahu harga bahan dan harga pasaran produk setelah diproduksi.

Tanpa informasi ini, anda bisa melakukan kerja buta, menciptakan produk tanpa tahu minat masyarakat maka anda bisa saja membuang-buang waktu. Mengetahui minat masyarakat adalah langkah awal untuk menyiapkan produk yang sesuai dengan yang dibutuhkan mereka.

Kemudian, untuk membuat mereka jatuh cinta dengan produk anda, anda harus menyediakan produk yang sesuai dan bahkan lebih baik dari ekspektasi mereka. Kualitas harus diutamakan sebelum kuantitas.

Kemudian, try and error merupakan bagian penting kedua dari proses produksi. Sebelum produk dipasarkan sebaiknya anda mencobanya terlebih dahulu. Anda harus tahu kelemahan dan kelebihan hasil produksi anda. Jangan lepaskan hasil produksi yang belum siap atau ketika masih ada kekurangan. Jika ini dilakukan anda bisa mencederai kepercayaan masyarakat. Produk pertama yang anda luncurkan harus berkesan di mata masyarakat.

Kemudian anda harus menjaga kualitas tersebut sebaik-baiknya. Try and error adalah metode yang baik untuk mengetahui bahwa produk anda masih sesuai standar perusahaan atau tidak.
Kuncinya adalah konsisten melaksanakan metode yang sudah ditetapkan. Jika hasil evaluasi menyatakan diperlukan perubahan, maka harus dilakukan survey, perubahan metode seperti apa yang paling tepat.

7. Pasar (Market)

Unsur dari manajemen yang berpengaruh selanjutnya untuk masa depan sebuah perusahaan adalah pasar. Pasar merupakan puncak dari proses produksi sebuah barang atau jasa. Di pasar, barang dan jasa hasil produksi akan mendapatkan tantangannya sendiri.

Pasar adalah tempat di mana semua hasil produksi akan bersaing satu sama lain. hasil dari penjualan di pasar akan menentukan apakah produk tersebut memberikan manfaat untuk perusahaan.

Anda tidak perlu khawatir jika produk anda berkualitas dan memenuhi minat dan daya beli konsumen, mereka pasti akan membelinya. Mereka juga akan segera menjadi pelanggan anda ketika mereka sudah bisa merasakan manfaat dan kualitas yang anda berikan.

Tidak perlu menjanjikan hal-hal yang muluk-muluk kepada pelanggan. Anda harus menyajikan produk barang atau jasa yang memang sesuai dengan kenyataan.

Untuk meningkatkan minat pasar, anda bisa membeberkan bahan apa saja yang anda gunakan untuk memproduksi barang dan jasa anda. bersikap terbuka dengan pasar dalam hal proses produksi bisa menguntungkan untuk anda.

Oleh karena itu, penjualan produk di pasar dipengaruhi oleh sistem marketing yang anda jalankan dengan tim anda. kalau anda berniat mendapatkan perhatian dan pelanggan yang banyak maka pastikan dulu produk anda memang sudah memenuhi ekspektasi masyarakat. Bagaimana hal itu bisa dicapai? Caranya adalah dengan suvery pasar. Hal ini terkandung dalam metode yang dilakukan oleh tim produksi dan tim pemasaran.

Jika keduanya menjalin kerjasama untuk menemukan jenis produk yang diminati, dijamin anda tidak akan kekurangan ide untuk menyediakan barang dan jasa yang dibutuhkan masyarakat.

Demikian pemaparan tentang pengertian manajemen dari para ahli, contoh manajemen, sampai dengan unsur-unsur manajemen. Semoga membantu anda berproses produksi.

Comments
0 Comments

Terimakasih sudah berkunjung, jangan lupa bagikan artikel diatas kepada orang-orang disekitar. Jangan ragu-ragu tinggalkan komentar dibawah. Kesan & pesan dari teman-teman adalah motivasi kami untuk selalu berkarya :)

 
❤ Tentang ☎ Hubungi Kami ✿ Daftar Isi ▲ Disclaimer ♛ Kebijakan Privasi
Back To Top