Thursday

Cara Menghitung THR Karyawan Terbaru

Setiap karyawan pada setiap perusahaan pasti mendapatkan akan yang namanya THR. Tunjangan Hari Raya itu seperti uang pada hari Raya yang diberikan kepada setiap karyawan yang bekerja pada suatu perusahaan. Bagi anda yang belum paham tentang apa itu THR, berbahagialah anda yang membaca artikel ini. Tunjangan Hari Raya Keagamaan atau THR adalah pendapatan non upah yang wajib dibayarkan oleh Pengusaha kepada pekerja/buruh atau keluarganya menjelang Hari Raya Keagamaan, thr ini wajib dibayarkan paling lambat tujuh hari sebelum hari raya keagamaan.

Cara Perhitungan THR Karyawan Terbaru  


Oke, sekarang kita akan membahas tentang topik kali ini. Topik kali ini adalah cara perhitungan mengenai Tunjangan Hari Raya pada karyawan yang baru. Karyawan yang telah mempunyai masa kerja satu bulan, berdasarkan ketentuan Permenaker, berhak mendapatkan THR dengan perhitungan yang proporsional. Langsung saja kita ke pembahasan topik. Cara menghitung besaran THR, yaitu

1. Pekerja atau buruh yang telah mempunyai masa kerja 12 (dua belas) bulan secara terus menerus atau lebih dan diberikan sebesar 1 (satu) bulan upah

2. Pekerja atau buruh yang mempunyai masa kerja 1 (satu) bulan secara terus menerus tetapi kurang dari 12 (dua belas) bulan dan diberikan secara proporsional sesuai masa kerja dengan perhitungan sebagai  berikut

                                                  masa kerja x 1 (satu) bulan upah

                                                                 ------------------------------------------                                                                     
                                                                                       12

Yang artinya, anda yang telah memiliki masa kerja selama 1,3 tahun berhak mendapat THR penuh sebesar satu bulan gaji.

Sekarang upah 1 (satu) bulan yang dimaksud itu terdiri atas komponen upah, yaitu
a. Upah tanpa tunjangan yang merupakan upah bersih (clean wages)
b. Upah pokok termasuk tunjangan tetap.

Nah, ternyata jika pihak pengusaha terlambat memberikan THR atau tidak sama sekali memberikan THR kepada karyawannya itu akan mendapatkan sanksi. Lho, ada sanksinya?  Ada. Karena karyawan juga manusia dan karyawan juga butuh makan dan uang pada saat hari Raya apalagi hari Raya keagamaan dari karyawan itu sendiri. Sekarang kita akan membahas sanksi yang didapat pengusaha ketika tidak memberikan atau telat memberikan thr kepada karyawannya.

cara menghitung thr karyawan

Bagi para pengusaha yang terlambat membayar THR kepada pekerja atau buruh dikenai denda sebesar 5% (lima persen) dari total THR yang harus dibayar sejak berakhirnya batas waktu kewajiban pengusaha untuk membayar (tujuh hari sebelum hari raya keagamaan). Pengenaan denda tersebut tidak menghilangkan kewajiban pengusaha untuk tetap membayar THR kepada pekerja atau buruh.

Bagi para pengusaha yang tidak membayar THR kepada pekerja atau buruh juga dikenai sanksi administratif yang berupa,
a.    teguran tertulis
b.    pembatasan kegiatan usaha
c.    penghentian sementara sebagian atau seluruh alat produksi
d.    pembekuan kegiatan usaha.

Wah, ternyata ketika pengusaha tidak memberikan THR kepada karyawannya itu sangat berbahaya juga bagi perusahaan nya. Dan cara perhitungan THR bagi karyawan juga tidak mudah buat para pengusaha harus benar benar teliti dan profesional.

Cara dan Rumus Perhitungan THR Karyawan Dengan MS. Excel

Tahukah anda bagaimana perusahaan membayar THR kepada pegawainya / karyawannya? Atau bahkan anda menghitungnya tidak sesuai dengan standar yg sudah ditetapkan oleh pemerintah? Ternyata di dalam perusahaan menghitung gaji atau THR itu dengan menggunakan microsoft excel. Sampai detik ini norma penghitungan THR masih menggunakan Peraturan Menteri No. 4 tahun 1994. Menurut Peraturan Menteri (Permen) 04/1994, yang dimaksud thr adalah pendapatan pekerja yang wajib dibayarkan oleh pengusaha kepada pekerja atau keluarganya menjelang hari raya keagamaan yang berupa uang atau bentuk lain. Mungkin menurutnya karena thr merupakan pendapatan tambahan.

Pada kesempatan kali ini kita akan membahas cara menghitung berapa besaranya THR yang harus dibayarkan perusahaan atau pengusaha kepada pekerjanya yang menggunakan rumus excel. Berdasarkan ketetapan dan undang-undang dari Kementrian Pekerja dan Transmigrasi, berikut ini adalah ketentuan dan syarat-syaratnya secara garis besar tentang peraturan THR yaitu sebagai berikut :

THR akan diberikan kepada pekerja yang telah bekerja secara terus menerus minimal selama 3 bulan, jika kurang dari 12 bulan dengan perhitungan lama kerja (bulan) /12 dikali gaji upah 1 bulan.

                                                     THR = Lama kerja (bulan) /12  x  1 bulan upah

Jika pekerja atau karyawan sudah bekerja selama 12 bulan terus menerus atau lebih mendapat THR 1 bulan upah. Perhitungan THR berdasarkan gaji pokok ditambah tunjangan-tunjangan tetap.

Langsung saja kita buat rumus excel menghitung besarnya THR, caranya sangat mudah yaitu sebagai berikut, yang pertama adalah kita harus buat tabel terlebih dahulu. Data-datanya meliputi No, NIK, Nama, Jabatan, Tanggal Mulai Kerja, Lama Kerja, Penghasilan (Gaji Pokok dan tunjangan-tunjangan tetap), gaji pokok + tunjangan tetap dan THR. Selanjutnya, kita buat rumus-rumusnya. Kita buat rumus yang mulai dari :

1. Lama Kerja

Supaya muncul hasilnya lama kerja dalam bulan otomatis kita bisa gunakan rumus excel DateDif  hitung selisih tanggal dengan interval m (Month) dengan tanggal akhir now sesuai dengan tanggal pada komputer. Rumusnya adalah pada Cell F5 ketikan rumus =DATEDIF(E5;NOW();m)

2. Gaji Pokok + Tunjangan

Untuk menghitung THR yaitu berdasarkan gaji pokok ditambah dengan tunjangan-tunjangan tetap. Pada Cell I5 ketikan rumusnya =G5+H5 THR

Rumus THR yaitu dengan ketetapan diatas yaitu masa kerja minimal 3 bulan berturut-turut, jika karyawan baru bekerja kurang dari 12 bulan maka kita buat tulisan Belum Dapat THR, jika sudah bekerja 12 bulan atau lebih mendapat THR 1 bulan gaji (Gaji Pokok + Tunjangan-tunjangan Tetap). Rumus yang kita gunakan pada excel IF bertingkat atau majemuk. Rumusnya yaitu pada cell J5 ketikan rumusnya =IF(F5<3 span="">Belum Dapat THR;IF(F5>12;I5;F5/12*I5)). Selanjutnya, kita tarik saja rumus-rumusnya sampai bawah, selesai. Nah, mudah bukan caranya. Rumus rumus seperti ini bahkan kita sudah pernah mendapatkannya pada waktu kita SMA pada pelajaran teknologi informasi dan komunikasi, namun pelajaran ini akan berfungsi atau akan digunakan ketika bekerja disuatu perusahaan yang memang pekerjaannya yang membutuhkan keahlian dalam microsoft excel.

Hari-Hari Tertentu Dalam Pemberian THR Bagi Pegawai

THR, mungkin banyak dari para pegawai maupun karyawan yang selalu menunggu-nunggu akan hadirnya thr dalam hidup mereka yang bekerja di suatu perusahaan pada setiap tahunnya. Konsepnya sederhana saja, yaitu setiap hari raya keagamaan, pegawai akan menerima tunjangan hari raya (THR).

Pada umumnya, masih banyak yang kebingungan dalam proses pemberian dan penerimaan thr di Indonesia. Sedikitnya jumlah sosialisasi pun berisiko menyebabkan eksploitasi tenaga kerja semakin menjadi - jadi. Agar anda tetap menjadi pegawai yang informatif, berikut adalah petunjuk dan informasi seputar thr dari peraturan pemerintah terbaru untuk dijadikan panduan bagi anda.

Mungkin masih banyak orang yang masih belum mengerti dengan yang namanya thr. Bagi anda yang membaca artikel ini, beruntunglah anda bisa mengetahui apa itu thr. Oke, sekarang kita masuk ke topik pembahasan. Tunjangan Hari Raya atau singkatan dari THR adalah jenis tunjangan yang diberikan oleh perusahaan kepada pegawai pada hari raya keagamaan dalam bentuk uang atau yang lain.

Waktu pemberian thr ini disesuaikan dengan agama masing-masing pegawai. Misalkan, thr diberikan pada hari raya idul fitri untuk pegawai yang beragama Islam, pada saat hari raya Natal dibagikan kepada pegawai beragama Kristen Katolik dan Protestan, hari raya Nyepi dibagikan kepada pegawai yang beragama Hindu, dan pada hari raya Waisak dibagikan kepada pegawai yang beragama Buddha. Namun, hal ini juga tergantung klausa yang tercatat dalam perjanjian kerja. Untuk kemudahan dan alasan lain, banyak perusahaan yang membagikan thr pada waktu yang sama untuk seluruh pegawainya, biasanya saat Idul Fitri.

Kali ini kita juga akan sedikit membahas hal yang sama dari topik pembahasan pada kali ini. Berikut ini ada beberapa yang penting dalam aturan thr dari Kementerian Ketenegakerjaan, yaitu

1. Wajib Diberikan sekali dalam setahun

Pembayaran thr bagi pegawai ini wajib diberikan sekali dalam setahun oleh perusahaan dan pembayarannya sesuai dengan hari keagamaan masing-masing.

Ada perusahaan yang hanya memberikan thr Idul Fitri kepada pegawai yang beragama Islam, ada juga perusahaan yang memberikan thr kepada seluruh pegawai, meskipun tidak beragama Islam. Namun pada sekarang ini di hari keagamaan agama lain, perusahaan tidak memberikan thr lagi, hal ini tergantung kemampuan dan kebijakan perusahaan masing-masing.

2. Waktu pemberian THR

THR dari perusahaan kepada pegawai paling lambat diberikan 7 hari sebelum rari raya keagamaan. Bagi perusahaan yang terlambat membayarkan THR akan dikenakan denda sebesar 5 persen dari total THR yang harus dibayarkan kepada karyawannya. Nah, sekarang sudah paham kan tentang kapan thr dibagikan. Jadi, intinya adalah thr tersebut diberikan pada hari hari tertentu seperti hari keagamaan sesuai dengan agama pegawainya.

Peraturan Pemerintah Terhadap THR Karyawan Pada Tahun 2017

Jika anda masih menanti kejelasan akan thr dari perusahaan tempat anda bekerja, sebaiknya segera membaca isi Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) No. 6/2016 tentang Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan bagi Pgawai maupun karyawan di Perusahaan. Kali ini kita akan membahas mengenai peraturan pemerintah mengenai thr pada tahun 2017.

Dalam Permenaker yang telah diterbitkan pada 8 Maret 2016 ini telah diatur aturan yang cukup rinci seputar thr, mulai dari besaran thr hingga waktu pemberiannya. Sekarang, kita akan membahas beberapa poin penting dalam aturan thr dari Kementerian Ketenegakerjaan.

1. Wajib Diberikan sekali dalam setahun

Pembayaran thr bagi pegawai ini wajib diberikan sekali dalam setahun oleh perusahaan dan pembayarannya sesuai dengan hari keagamaan masing-masing.

Ada perusahaan yang hanya memberikan thr Idul Fitri kepada pegawai yang beragama Islam, ada juga perusahaan yang memberikan thr kepada seluruh pegawai, meskipun tidak beragama Islam. Namun pada sekarang ini di hari keagamaan agama lain, perusahaan tidak memberikan thr lagi, hal ini tergantung kemampuan dan kebijakan perusahaan masing-masing.

2. Waktu pemberian

THR dari perusahaan kepada pegawai paling lambat diberikan 7 hari sebelum rari raya keagamaan. Bagi perusahaan yang terlambat membayarkan THR akan dikenakan denda sebesar 5 persen dari total THR yang harus dibayarkan kepada karyawannya. Nah, sekarang sudah paham kan tentang kapan thr dibagikan. Jadi, intinya adalah thr tersebut diberikan pada hari hari tertentu seperti hari keagamaan sesuai dengan agama pegawainya.

3. Siapa yang Berhak Menerima THR

Pegawai maupun karyawan yang berhak mendapatkan thr perusahaan mulai dari mereka yang masa kerjanya mulai 1 bulan hingga 12 bulan dan seterusnya. Sebelumnya, thr ini hanya diberikan kepada karyawan maupun pegawai dengan masa kerja minimal tiga bulan.

4. Besaran THR

Besaran thr bagi pegawai yang mempunyai masa kerja mulai 1 bulan dihitung secara proporsional. Pegawai yang bermasa kerja 12 bulan secara terus menerus atau lebih maka mendapat thr sebesar satu bulan upah. Jika perusahaan telah mengatur pembayaran thr keagamaan dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan (PP), atau perjanjian kerja bersama (PKB) dan besarannya lebih baik dan lebih besar dari ketentuan pemerintah, maka thr yang dibayarkan perusahaan kepada pegaaai maupun karyawan harus dilakukan berdasarkan pada PP atau PKB tersebut.

5. Rumus THR

Hitungan THR secara proporsional adalah menghitung masa kerja dibagi 12 lalu dikalikan gaji pegawai sebulan full. Jika masa kerja anda satu bulan dan gaji anda sebulan Rp 10 juta, berarti thr yang anda terima sebesar Rp 835.000. Rumusnya adalah 1:12×10.000.000 = Rp 835.000 (dibulatkan ke atas).

6. Sanksi

Perusahaan yang terlambat membayarkan thr akan dikenakan denda sebesar 5 persen dari total thr yang harus dibayarkan kepada pegawainya. Selain itu, perusahaan yang tidak sengaja atau lupa juga akan dikenakan sanksi administratif. Sanksi berupa teguran tertulis dan sanksi pembatasan kegiatan usaha. Pengenaan sanksi pembatasan kegiatan usaha akan diberikan jika perusahaan tidak melaksanakan teguran tertulis. Selain itu, sanksi akan mempertimbangkan kondisi finansial perusahaan dalam 2 tahun terakhir, serta diaudit oleh akuntan publik. Cukup ketat juga peraturan yang diberikan pemerintah bagi perusahaan dalam hal pemberian thr. Tapi seperti itulah yang terjadi, untuk berjaga jaga sypaya tidak ada yang merasa dirugikan.

Hak Mendapatkan THR Bagi Pegawai yang Resign

Hai, bagi anda seorang pegawai di suatu perusahaan pasti sudah sangat menunggu dengan namanya THR. Pembagian THR bukan hanya sekadar tradisi saja pada setiap perusahaan, tapi juga diatur dalam undang-undang Ketenagakerjaan. Sebagaimana didefinisikan dalam undang-undang tersebut, setiap perusahaan wajib membayarkan thr kepada pegawainya yang telah bekerja lebih dari 1 (satu) bulan.

Berbeda dengan pegawai yang bisa merasakan riang gembira menunggu pembagian thr, perusahaan justru sering kali merasa was-was. Kok gitu?  Ya. Pasalnya, banyak pula pegawai yang menganggap momen menjelang hari raya keagamaan sesuai agama pegawai sebagai waktu yang paling tepat untuk mengundurkan diri atau resign, dan berpindah kerja ke perusahaan lain. Bahkan, tidak sedikit lho yang sengaja menahan diri untuk pindah kerja, meski sebenarnya suasana kantor sudah tidak mendukung, semata demi menunggu thr saja. Kalau ini sih sedikit main curang hanya untuk mendapatkan thr. Lalu, bagaimana hak thr bagi pegawai yang akan resign / mengundurkan diri dan pindah kerja? Apakah pegawai perlu menunggu sampai thr dibagikan, baru mengajukan pengunduran diri setelah itu? Semua pertanyaan itu ada jawabannya. Jawabannya anda harus membaca artikel ini dengan seksama dan teliti supaya anda dapat mengerti. 

Yang pertama adalah Hak THR untuk Pegawai Tetap. Dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor 6 Tahun 2016, terdapat ketentuan khusus mengenai thr bagi pegawai yang akan resign atau mengundurkan diri. Hal ini disebutkan dalam Pasal 7 Ayat (1) yang berbunyi sebagai berikut: "Pekerja/buruh yang hubungan kerjanya berdasarkan perjanjian kerja waktu tidak tertentu dan mengalami pemutusan hubungan kerja terhitung 30 hari sebelum Hari Raya Keagamaan, berhak atas THR Keagamaan."

Jika kita melihat pada pasal di atas, dapat disimpulkan bahwa berhak atau tidaknya pegawai dengan Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu (PKWTT) alias pegawai tetap atas uang THR bergantung pada waktu terjadinya pemutusan hubungan kerja, dan bukan pada hari pengajuan resign. Akan tetapi, jika anda mengajukan surat pengunduran diri 60 hari sebelum hari raya keagamaan, dan pemutusan hubungan kerja baru terjadi sebulan setelahnya, maka perusahaan wajib memberikan uang THR yang nilainya disesuaikan dengan masa kerja anda di perusahaan. 

Yang kedua adalah Hak THR untuk Pegawai Kontrak. Sama sepertu dengan pegawai tetap, hak thr bagi pegawai kontrak yang akan resign juga akan diatur dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor 6 Tahun 2016. Walaupun seperti itu, perbedaannya yaitu dijelaskan dalam Pasal 7 Ayat (3) yang berbunyi sebagai berikut: "Ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak berlaku bagi pekerja/buruh yang hubungan kerjanya berdasarkan perjanjian kerja waktu tertentu, yang berakhir sebelum Hari Raya Keagamaan." Dengan mengacu pada peraturan yang ada di atas, maka pegawai dengan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) hanya berhak atas thr apabila kontraknya masih berjalan pada saat hari raya keagamaan. Sementara itu, jika hubungan kerjanya dengan perusahaan berakhir sebelum hari raya, maka perusahaan tidak wajib memberikan thr kepada pegawai yang telah resign.

Perhitungan THR Bagi Pegawai Borongan

Hai para setia pembaca artikel, pada kali ini kita akan membahas mengenai thr bagi pegawai borongan. Sebelum itu, apa sih thr itu??  Mungkin bagi para pegawai atau karyawan yang sudah lama bekerja pasti sudah tahu dengan yang namanya thr, tapi bagi orang yang masih awalawal awal menjadi pegawai atau karyawan mungkin masih bertanya tanya dan belum begitu paham. Oke kali ini kita akan menjelaskannya. Setiap karyawan pada setiap perusahaan pasti mendapatkan akan yang namanya THR. 

THR itu seperti uang pada hari raya yang diberikan kepada setiap karyawan atau pgawai yang bekerja pada suatu perusahaan. Bagi anda yang belum paham tentang apa itu thr, berbahagialah anda yang membaca artikel ini. Tunjangan Hari Raya Keagamaan atau THR adalah pendapatan non upah yang wajib dibayarkan oleh Pengusaha kepada pekerja/buruh atau keluarganya menjelang Hari Raya Keagamaan, thr ini wajib dibayarkan paling lambat tujuh hari sebelum hari raya keagamaan.

Waktu pemberian thr ini disesuaikan dengan agama masing-masing pegawai. Misalkan, thr diberikan pada hari raya idul fitri untuk pegawai yang beragama Islam, pada saat hari raya Natal dibagikan kepada pegawai beragama Kristen Katolik dan Protestan, hari raya Nyepi dibagikan kepada pegawai yang beragama Hindu, dan pada hari raya Waisak dibagikan kepada pegawai yang beragama Buddha. Namun, hal ini juga tergantung klausa yang tercatat dalam perjanjian kerja. Untuk kemudahan dan alasan lain, banyak perusahaan yang membagikan thr pada waktu yang sama untuk seluruh pegawainya, biasanya saat Idul Fitri.

Nah, sudah mulai paham kan tentang thr. Sekarang kita akan sedikit membahas mengenai apa itu pegawai atau karyawan borongan. Mungkin masih asing didengar dan masih aneh, tapi ternyata memang ada yang namanya pegawai borongan. Pegawai borongan adalah pegawai yang mendapatkan penghitungan upah atau gaji berdasarkan hasil produksi yang mereka dapatkan di hari itu. Biasanya mereka akan dibebankan pada target produksi. Namun tenang saja, dibalik beban yang berat itu ternyata ada bonus yang menunggu. Jika produksinya melebihi target, biasanya mereka akan mendapatkan pegawaian bonus yang bisa dijadikan sebagai sandaran hidup. Nah sudah tahu kan sekarang arti dari pegawai borongan. Selanjutnya kita akan membahas mengenai perhitungan thr pada pegawai borongan.

Sebetulnya sama seperti halnya perhitungan thr pada pegawai atau karyawan lainnya, yang thr tersebut diberikan kepada pegawai atau karyawan pada hari raya keagaaman.

Seperti inilah perhitungan thr pegawai :
Masa kerja 12 bulan atau lebih  : 1 x upah sebulan. (upah pokok + Tunjangan tetap)
Masa kerja 3 - 12 bulan   :  jumlah bulan masa kerja  x 1 bulan upah 12
Pegawai dengan sistem upah borongan, maka besaran thr dihitung berdasarkan rata-rata tiga upah + tunjangan terakhir yang dibawa pulang. Hitungan per bulan adalah rata-rata dibulatkan ke atas dari upah tiga bulan tersebut. Oke, kurang lebih sperri itu perhitungan dari thr pegawai borongan. Sama sih sebetulnya, hanya saja yang membedakannya adalah pegawai borongan ketika mengerjakan sesuatu secara baik atau lebih bisa mendapatkan bonus.

Apa Iya Untuk Mendapatkan THR ada kriterianya?

Apa iya untuk mendapatkan thr harus memenuhi syarat?  Jawabannya adalah Ya. Ga mungkin pengusaha memberikan thr kepada para pegawainnya dengan cuma cuma, kecuali bagi pengusaha yang buaik hati. Syarat syarat yang kita bahas pada kali ini juga harus dipenuhi oleh para pegawai maupun para karyawan unruk mendapatkan thr pada hari Raya keagamaan para pegawai. Biasanya thr ini diberikan pengusaha kepada pegawainya saat hari Raya keagamaan agama pegawai tersebut, tapi ada juga yang memberikannya langsung secara bersamaan tapi hal ibi jarang ditemukan.

Tunjangan Hari Raya Keagamaan atau bisa disebut dengan THR merupakan hak pendapatan pegawai yang wajib dibayarkan oleh pengusaha kepada para pegawainya dalam menjelang hari raya keagamaan yang berupa uang atau bentuk lain.

Meskipun thr merupakah hak pendapatan yang wajib dibayarkan, namun masih ada saja para pegawai yang sudah bertahun-tahun bekerja tapi tidak mendapatkan thr sepeser pun. Selain itu, masih banyak juga para pegawai yang belum memahami hak berupa thr, seperti mereka menerima thr ala kadarnya dari perusahaan. Itu sangat menyedihkan.

Kali ini kita akan membahas mengenai syarat syarat untuk mendapatkan thr. Selain itu ada juga syarat pegawai mendapatkan thr, antara lain yaitu

1. Sesuai dengan PER.04/MEN/1994 pasal 2, pengusaha diwajibkan untuk memberi thr keagamaan kepada pegawai yang telah mempunyai masa kerja 3 bulan atau lebih secara terus-menerus. Peraturan ini tidak membedakan status pegawai apakah telah menjadi pegawai tetap, kontrak, atau paruh waktu.

2. Pegawai yang telah memiliki masa kerja 12 bulan secara terus-menerus atau lebih, maka akan mendapatkan thr sebesar 1 bulan upah.

3. Pegawai yang telah memiliki masa kerja 3 bulan secara terus-menerus tapi kurang dari 12 bulan diberikan secara proporsional dengan masa kerja, yakni dengan perhitungan jumlah bulan masa kerja dibagi 12 bulan dikalikan 1 bulan upah.

4. Pegawai yang dipecat atau di PHK tetap berhak mendapat thr apabila masa pemecatan maksimum 30 hari sebelum hari raya keagamaan pegawai.

THR harus diberikan paling lambat tujuh hari sebelum hari keagamaan pegawai supaya memberi kebebasan bagi para pegawai untuk menikmati hari raya bersama keluarga mereka. Bukan hanya itu saja, selain dalam bentuk uang, thr bisa diberikan dalam bentuk lain namun dengan beberapa syarat lagi yang harus dipenuhi yaitu harus ada kesepakatan antara pegawai dengan pengusaha, nilai yang diberikan dalam bentuk non-tunai maksimal 25% dari seluruh nilai thr, barang tersebut tidak boleh  berupa minuman keras atau miras, obat-obatan dan bahan obat, serta harus diberikan bersamaan dengan pembayaran thr.

Memang harus memenuhi syarat syarat yang berlaku bagi para pegawai ketika mereka ingin mendapatkan thr pada hari keagamaan mereka. Bukan semata mata untuk menambah penghasilan tetapi juga untuk bisa merayakan hari raya keagamaan bersama keluarga mereka. Demikian pembahasan mengenai syarat syarat untuk mendapatkan thr pada hari keagamaan di suatu perusahaan.

   
Comments
0 Comments

Terimakasih sudah berkunjung, jangan lupa bagikan artikel diatas kepada orang-orang disekitar. Jangan ragu-ragu tinggalkan komentar dibawah. Kesan & pesan dari teman-teman adalah motivasi kami untuk selalu berkarya :)


Close (X) 2x Untuk Memastikan Menutup

Selamat Datang

Di Ilmubahasa.net

×

 
❤ Tentang ☎ Hubungi Kami ✿ Daftar Isi ▲ Disclaimer ♛ Kebijakan Privasi
Back To Top