Akan bicarakah ia di malam sepi
Kala salju jatuh dan burung putih-putih
Sekali-kali ingin menyerah hati
Dalam lindungan sembahyang bersih
Ah, Tuhan, tak bisa kita lagi bertemu
Dalam doa bersama kumpulan umat
Ini kubawa cinta di mata kekasih kelu
Tiada terpisah hidup dari kiamat
Menangis ia tersedu di hari Pasah
Ketika kami ziarah di Chartres di gereja
Doanya kuyu di warna kaca basah
Kristus telah disalib manusia habis kata
Ketika malam itu sebelum ayam berkokok
Dan penduduk Chartres meninggalkan kermis
Tersedu ia dalam daunan malam rontok
Mengembara ingatan di hujan gerimis
Pada ibu, Isteri, anak serta isa
Hati tersibak antara zinah dan setia
Kasihku satu, Tuhannya satu
Hidup dan kiamat bersatupadu
Demikianlah kisah cinta kami
Yang bermula di pekan kembang
Di pagi buta sekitar Notre Dame de Paris
Dimusim bunga dan mata remang
Demikianlah kisah hari Pasah
Ktika seluruh alam diburu resah
Oleh goda, zinah, cinta dan kota
Karena dia, aku dan isteri yang setia
Maka malam itu di ranjang penginapan
Terbawa kesucian nyanyi gereja kepercayaan
Bersatu kutuk nafsu dan rahmat Tuhan
Lambaian cinta setia dan pelukan perempuan
Demikianlah
Cerita Pasah
Ketika tanah basah
Air mata resah
dan bunga-bunga merekah
Di bumi Perancis
Di bumi manis
Ketika Kristus disalibkan
(Sitor Situmorang)