Showing posts with label Novel. Show all posts
Showing posts with label Novel. Show all posts

Saturday

Kumpulan Novel Online - NAYLA (Djenar Maesa Ayu)

Ilmubahasa.net - Berikut akan kami ulas dan kami paparkan mengenai Novel Nayla karya Djenar Maesa Ayu. Sebagai salah satu kumpulan novel populer, Nayla tentunya sudah tidak asing lagi bagi anda yang gemar membaca novel. Kisah Tokoh “Nayla” adalah seorang perempuan muda, yang mesti meninggalkan ibunya sejak berumur 13 tahun untuk belajar hidup mandiri. Nayla, nama tokoh dalam cerita, menjumpai rasa kecewa ketika ia teringat sosok ibunya yang menjebloskan dirinya ke rumah rehabilitasi anak nakal dan narkotika. Sejak itu ia kemudian frustrasi. Ia meninggalkan ibunya dan belajar hidup mandiri. 

Sinopsis Novel Nayla - Ringkasan Novel Nayla

Cerita ini berawal dari kehidupan seorang gadis malang bernama Nayla. Dalam menjalani kehidupan, Nayla berhadapan dengan berbagai konflik/pertentangan batin, baik pertentangan terhadap dirinya sendiri maupun reaksi terhadap lingkungan seputarnya. Di dalam diri tokoh kadang-kadang timbul persepsi negatif tentang makna kehidupan. Dari berbagai fenomena yang dialami oleh tokoh cerita, muncul kekuatan mental dan pemahaman baru tentang cara memaknai kehidupan. karena terus dirundung berbagai konflik, akhirnya telah terjadi perubahan sikap pada sang tokoh cerita. Ia akhirnya larut dalam kehidupan malam, bekerja menjelma penata lampu di sebuah nite club. apa yang dilakukan oleh nayla, sang tokoh cerita  menjelma bentuk pelarian dari lingkungan keluarga dan lama kelamaan ia hanyut dalam lingkungan yang baru yang serba gemerlapan yang kini selalu menghantui hidupnya.

Cover Novel Nayla

Sejak nayla berumur 2 tahun ayah dan ibunya bercerai. Kemudian Nayla dibesarkan oleh sang Ibu. Cara didikan ibu sangat keras dan kejam. Nayla dilarang untuk mencari siapa ayahnya. namun, diam-diam Nayla menyelidiki dan mencari siapa ayahnya. Pada suatu saat ia berpapasan dengan ayahnya yang  telah beristri lagi. sejak itu, Nayla sering ke tempat ayahnya. perbuatan ini diketahui oleh ibunya. akibatnya, ibunya pun marah besar kepada nayla dan mengusirnya. Malang nasib Nayla. Pertemuan dengan sang ayah pun hanya sekejap saja karena selang beberapa waktu kemudian  ayahnya meninggal dunia. 

Sejak kematian ayahnya, ia frustrasi dan kecewa, seperti membolos dan suka tertawa-tawa sendiri. Keganjilan ini diketahui oleh ibu tirinya. Kemudian, Nayla dituduh pengguna narkoba. beserta akal licik ibu tirinya dan meminta izin ibu kandungnya, nayla dijebloskan ke rumah perawatan anak nakal dan narkotika. Nayla tak tahan dengan usaha kerasnya, kemudian ia kabur dari tempat itu bersama-sama beserta temannya. Nayla tidak pulang ke rumah, namun  ia numpang ke tempat temannya. Sejak itu, Nayla belajar hidup mandiri. Pekerjaan apa saja ia lakukan, seperti merampok dan mencuri. akhirnya, ia dan teman-temannya ditangkap polisi.
               
Hidup Nayla seolah terombang ambing kembali. Ia tidur di terminal. ia melamar pekerjaan dan diterima menjelma penata lampu di sebuah nite club atau diskotik. Ia sekali lagi belajar hidup mandiri. Menyewa rumah sendiri dan memenuhi keperluan sehari-hari sendiri. Ia berpapasan dengan juli seorang wanita yang bekerja di diskotik, mereka berdua menjalin hubungan layaknya sepasang kekasih, nayla tidak peduli dengan pandangan orang lain, yang penting ia bahagia disamping juli, Juli seseorang yang pencemburu,ia tidak suka mengetahui nayla bersama laki-laki ataupun perempuan lain. Baginya nayla seseorang yang wajib ia lindungi. Pada akhirnya, Juli menetapkan untuk meninggalkan Nayla karena ia pindah ke surabaya karena baginya menjalani cinta jarak jauh itu menyakitkan hai, maka ia pilih untuk memutuskan cintanya pada Nayla. 

Nayla menerima itu, dan menjalaninya kandasnya cinta dengan Juli. Kemudian Nayla berpapasan dengan laki-laki yang bernama Ben. Sejak pandangan pertama mencintai nayla, ia bersabar beserta perangai nayla yang keras. sampai akhirnya mereka putus karena ben selingkuh.

Di tempat itu (diskotik) ia mulai mengenal rokok dan minuman. Hidupnya semakin bebas, mulai dari cara berpakaian, berdandan, dan bergaul. Berbagai konflik mulai muncul pada dirinya, baik pertentangan terhadap dirinya sendiri maupun reaksi lingkungan sekitarnya. Misalnya, ia putus dengan pacarnya, berpisah dengan ibunya, teman wanitanya, sampai ia berubah profesi menjadi penulis. Di dalam diri tokoh kadang-kadang timbul persepsi negatif tentang makna kehidupan. Berkat kegigihannya, akhirnya Nayla sukses menjadi pengarang.

Monday

Kumpulan Novel Online - Beauty and Sadness (Yasunari Kawabata)

Ilmubahasa.net - Berikut adalah salah satu Kumpulan Novel Online kami yang berjudul Beauty and Sadness. Salah satu Novel yang mendapatkan gelar Nobel, hingga banyak negara yang mengadaptasi bahasanya agar terkenal di seluruh dunia. Kami sengaja menghadirkan novel ini dalam barisan Kumpulan Novel kami agar setidaknya pengunjung website ini juga mengerti tentang novel yang berkualitas dan terkenal di kalangan pecinta novel.

Sinopsis Novel - Ringkasan Novel

Novel ini mengisahkan cerita yang rumit antara Oki Toshio dan Ueno Ottoko ketika mereka masih sama-sama tinggal di tokyo. Sewaktu Oki berumur tiga puluh tahun menjalin asmara dengan gadis berusia enam belas tahun, Ottoko namanya. Padahal Oki sudah mempunyai istri bernama Fumiko dan beranak satu yaitu Taichiro. Fatalnya, Oki menghamili Otoko. Ketika Otoko hamil, mengandung janin akibat ulah Oki, timbul masalah pada Oki untuk meninggalkan keluarganya demi Otoko. Tetapi, anak yang dilahirkan Otoko meninggal. Dan berawal dari situ frustasi karena ditinggalkan oleh Oki.

Beauty and Sadness

Dua puluh empat tahun akhirnya mereka bertemu pada waktu tahun baru. Disisi lain Otoko bertemu dengan Keiko dan mereka pun menjalin Cinta. Tetapi yang jadi masalah Keiko malah membuat semakin runyam permasalahan Otoko dan Oki, dia berniat ingin membalas dendam atas apa yang dilakukan Oki terhadap kekasihnya Otoko. Pergulatan konflik dan perselingkuhan pun mulai terjadi. Keiko mulai menjalankan misinya untuk menghancurkan Oki dengan bercinta dengan oki dan merusak hubungan keluarga Oki. Disisi lain Otoko malah merasa cemas, gusar, marah atas tindakan muridnya keiko yang mencoba untuk mengkorek-korek masa lalu Oki.

Tidak hanya Oki yang jadi sasaran , tetapi Taichiro anak Oki pun menjadi akhir pembalasan dendam Keiko atas Otoko. Taichiro mati akibat tenggelam dan Keiko pun terkena imbas sakitnya juga. Cerita berakhir kesedihan.

Wednesday

Cerita Novel Online - Ladang Perminus

Ilmubahasa.net- Berikut Ringkasan dan sedikit ulasan Kumpulan Novel Online kami yang sudah kami rangkum sebaik mungkin agar anda bisa mendapatkan informasi atau hanya sekedar membaca Kumpulan Cerita Novel kami.

Pengarang    : Ramadhan KH
Penerbit    : Pustaka Utama Grafiti
Tahun        : 1990

Sinopsis Novel - Ringkasan Novel

Hidayat adalah seorang karyawan pada Perusahaan Minyak Nusantara (Perminus). Pria berumur empat puluh tahun itu selalu sibuk melayani tamu-tamu yang meminta nasihat dan petunjuknya. Tidak sedikit para kontraktor asing yang bekerja di Indonesia memanfaatkan kemampuannya dalam menilai situasi. Mereka rata-rata puas setelah diberi petunjuk oleh Hidayat.

Sebagai perusahaan besar, Perminus sedang menjadi sorotan utama masyarakat. Sebab utamanya adalah terjadinya tindak korupsi besar-besaran di perusahaan itu. Koran-koran memberondong dengan berita yang memojokkan. Para karyawan resah dan saling curiga. Mereka khawatir akan ditendang dari perusahaan itu karena tim keamanan yang dipimpin oleh seorang kolonel sedang giat mencari siapa yang menjadi sumber berita bagi koran-koran.

Hidayat yang bekerja atas dasar kejujuran sangat terkejut ketika dirinya dan beberapa rekannya dibebastugaskan dari urusan kantor. Ia merasakan tindakan pemecatan itu adalah suatu pukulan baginya. Untunglah ia mempunyai istri yang mampu memberikan keteduhan baginya sehingga ia tidak terjerumus ke lubang frustasi. Untuk mengisi hari-hari pembebastugasannya, Hidayat mengurus peternakan ayam yang sudah lama ditinggalkannya. Selain itu, sekali-kali ia “menjual” nasihat kepada kontraktor-kontraktor asing yang membutuhkan pikiran dan pengetahuannya.

Hidayat yang ternyata tidak bersalah itu bekerja kembali. Tugas pertamanya adalah mengadakan perundingan dengan kontraktor dan pihak kedutaan Singapura. Dalam perjalanan tugas itu, ia berkenalan dengan Ita, pramugari Garuda. Pertemuan itu membuat Ita jatuh cinta. Dengan caranya, ia berusaha agar Hidayat mau mengikuti keinginannya, tetapi pria itu tak bergeming, yang ada justru timbul perasaan lain. “Yang tumbuh pada diri Hidayat kian lama kian jelas, rasa kasihan kepadanya. Sementara itu, ia merasa kian bertambah menyala rasa cinta pramugari itu kepadanya” (hlm. 201).

Penyelidikan terhadap kasus korupsi masih terus berlangsung, tetapi hal itu tak menyebabkan kegiatan kantor berhenti. Bahkan, Perminus mendapat order yang menantang. Sebagai orang yang biasa menghadapi perundingan, Hidayat lalu ditunjuk oleh Kahar˗˗tangan kanan direktur˗˗untuk menghadapi orang-orang dari wakil perusahaan patungan Belgia, Jerman, dan Belanda. Tugas Hidayat adalah menurunkan penawaran yang diajukan oleh mereka.

Dengan kepandaiannya, Hidayat berhasil menurunkan penawaran dari 632 juta DM menjadi 567 juta DM. prestasi itu dirayakannya bersama teman-teman. Akan tetapi, kemudian Hidayat merasa berang ketika mengetahui angka itu dinaikkan kembali. Ia merasa jerih payahnya disia-siakan. Oleh karena itulah, ia menghadap Kahar dan memprotes tindakan permainan angka-angka itu.

Kedudukan Kahar yang terancam, membuatnya berpikir untuk memecat Hidayat. Ketika potret Hidayat terpampang di surat kabar sebagai calon Gubernur Jawa Barat, dimanfaatkanlah oleh Kahar sebagai alasan. “Kahar merasa kekuasaan ada padanya. Dan berita yang terbaca di koran mengenai diri Hidayat itu menjadi picu-ledak baginya untuk mengadakan tindakan. Ia segera memanggil Kolonel Sujoko dan singkat ia ceritakan, bahwa Hidayat telah main politik dengan mencalonkan diri untuk diangkat menjadi Gubernur Jawa Barat tanpa seizinnya” (hlm. 284). Dengan tuduhan yang tidak benar seluruhnya itu, Hidayat kemudian meminta agar pensiunnya dipercepat.

Hari-hari berikutnya dilalui Hidayat dengan ketenangan. Bapak dari dua anak ini merasa beruntung tidak berperilaku seperti Kahar, orang kepercayaan Perminus. Hidayat sendiri, yang semua pekerjaannya di bawah pengawasan Kahar, memang mengetahui kecurangan-kecurangan˗˗dan tentu juga penyelewengan˗˗yang dilakukan Kahar. Sekaligus kecewa. Lega karena Perminus telah ditinggalkan salah seorang pemimpinnya yang tak jujur dan ia berharap penggantinya kelak akan lebih memperhatikan kepentingan bansa dan Negara daripada kepentingan pribadinya. Kecewa, karena ternyata Kahar dimakamkan di makam pahlawan.

Hidayat mengetahui benar bahwa sesungguhnya Kahar sangat tidak layak dikuburkan di makam pahlawan; tempat peristirahatan terakhir mereka yang benar-benar telah berjasa kepada Negara dan bangsa. Sedangkan Kahar hanya hidup dalam limpahan kekayaan hasil penyelewengan dan manipulasi. Kahar juga meninggal bukan dengan mewariskan jasa-jasanya bagi kepentingan nasional, khususnya Perminus, melainkan mewariskan persengketaan kedua istrinya yang saling berebut harta kekayaan yang tak terbilang jumlahnya.

Hidayat sebenarnya kecewa. Jiwa patriotnya sebagai mantan pejuang tak mau menerima penguburan Kahar di makam pahlawan. Kekecewaan yang sangat mendalam itulah yang membawanya terpaksa dirawat di rumah sakit.

Dalam keadaan demikian, Hidayat sadar, kenyataan yang harus dihadapinya kini mengharuskannya untuk tidak terlalu memikirkan semua persoalan itu. Zaman telah berubah; mereka yang jujur sering kali harus tersisih. Belakangan hatinya mulai lega ketika mendengar berita bahwa tindak korupsi yang terjadi di Perminus berhasil diusut pihak yang berwenang.

Kelegaan perasaan Hidayat kemudian lengkap sudah ketika datang Ita˗˗gadis yang pernah hendak menyerahkan keperawanannya kepada Hidayat˗˗menjenguk bersama suaminya. Hidayat bersyukur, Ita yang disayanginya, yang tidak hanya cantik tetapi juga penuh perhatian.

Kini, diantara berbagai kekecewaan yang pernah yang dialaminya, Hidayat masih dapat merasa bersyukur. Di dalam perkembangan zaman yang semakin banyak diwarnai ketidakjujuran dan kepalsuan itu, Hidayat masih dapat hidup tegar dengan segala keyakinan pada kejujuran hati nuraninya sendiri. Dengan demikian, ia sangat yakin, itulah senjata ampuh dalam menghadapi zaman ini. Sikap itulah yang terus menghidupkan harapannya: “Harapan, zat asam kehidupan, membangkitkan semangatnya” (hlm. 327).

Resensi Novel

                                                                    ***
Berthold Damshuser, pengajar sastra Indonesia di Universitas Bonn, Jerman, dalam resensinya yang dimuat dalam harian Kompas dan majalah Horizon (Januari 1991) mengatakan, “adakan nyata bahwa tema-tema atau soal-soal yang dibicarakan dalam Ladang Perminus tetap aktual di Indonesia yang sekarang ini. Ini saja membuat novel itu penting dibaca. Patutlah Ladang Perminus dijadikan bahan untuk pelajaran anak muda, misalnya di sekolah SMA. Patut untuk dijadikan dasar untuk berdiskusi. Novel yang membicarakan tema serta soal yang aktua belum pasti menjadi novel yang besar bila tidak ditulis dengan gaya sastra yang matang…. Akan tetapi Ladang Perminus memenuhi syarat-syarat itu. Ramadhan KH, seperti juga pada novel-novelnya yang dulu, ternyata berhasil lagi menyajikan karya yang tinggi mutu literarinya”.

     Terima kasih telah berkunjung di artikel kami ini. Berikanlah komentar, kritik, dan saran karena sangat membantu kami untuk membangun dan memberikan yang terbaik bagi anda. Terimakasih

Tuesday

Cerita Novel Online - Getaran- Getaran

Ilmubahasa.net- Berikut Ringkasan dan sedikit ulasan Kumpulan Novel Online kami yang sudah kami rangkum sebaik mungkin agar anda bisa mendapatkan informasi atau hanya sekedar membaca Kumpulan Cerita Novel kami. Pada kesempatan ini kami akan mengulas salah satu novel yang menjadi bagian dari kumpulan novel kami adalah Getaran-getaran

Pengarang    : Haryati Subadio (24 Juni 1928)
Penerbit    : Djambatan
Tahun        : 1990

Sinopsis Novel - Ringkasan Novel

Pak Jul (62 tahun) adalah seorang pengusaha yang belum setahun mengakhiri masa dudanya. Menurut cerita orang, istri pertamanya˗˗Atika˗˗mati secara misterius. Kematian Atika, yang mati bunuh diri, membuat Pak Jul sering merasa tak tenang. Konon persoalannya adalah ketidakpuasan Atika yang merasa disia-siakan oleh Pak Jul hingga wanita itu mengambil keputusan nekad. Duda itu kemudian menikah lagi dengan seorang wanita yang usianya jauh di bawahnya. Wanita itu bernama Mahrani Juwita˗˗biasanya dipanggil Rani yang usianya belum genap 27 tahun.

Kesediaan Rani menjadi istri “bandot tua” itu lantaran orang tuanya tak mampu membayar utangnya kepada Pak Jul. Sebagai “pembayar”-nya orang tua itu harus rela menyerahkan anak gadisnya kepada Pak Jul. Perrkawinan yang semula dilandasi soal utang-piutang itu akhirnya mengubah sikap Pak Jul. Lelaki tua itu akhirnya benar-benar jatuh cinta pada istri mudanya. Namun, perubahan pada diri Pak Jul tak dipedulikan oleh Rani, walaupun peranannya sebagai istri seorang usahawan makin menonjol.
Kepiawaian Rani mampu membuat dirinya membantu usaha suaminya. Lalu, pada saat yang demikian itulah, Pak Jul mati mendadak! Kabarnya, ia terkena serangan jantung. Tak urung kematian Pak Jul yang tiba-tiba itu menjadi buah bibir; apalagi setelah diketahui warisannya jatuh ke tangan Rani. Hal itu tertulis dalam surat wasiat yang ditandatangani oleh Pak Jul.

Rani tidak terlalu memusingkan berbagai berita burung yang tidak jelas faktanya. Setelah peringatan empat puluh hari kematian suaminya, janda muda itu langsung mengambil alih kepemimpinan perusahaan. Tanpa diduga pula, ia menjual rumah kuno peninggalan suaminya; kemudian ia pindah ke kawasan real estate.

Ternyata, rumah yang dijualnya itu malah menimbulkan persoalan yang berkepanjangan. Konon, arwah Atika˗˗istri pertama Pak Jul˗˗gentayangan. Adanya isu demikian itu telah memaksa Rani melibatkan diri dalam persoalan itu. Belakangan diketahui bahwa Pak Kus˗˗pembeli rumah itu˗˗ adalah bekas pacar Atika. Pak Kus sebenarnya adalah sahabat Pak Jul. Jadi, ada semacam hubungan batin antara pemilik rumah yang lama, yakni Pak Jul dan Atika˗˗dengan Pak Kus.

Selanjutnya, untuk membuktikan benar tidaknya cerita tentang arwah gentayangan itu, Pak Kus mendatangkan seorang paranormal yang dianggap berwenang menangani hal-hal yang seperti itu. Pak Pendit˗˗demikian nama paranormal tersebut˗˗mulai melaksanakan tugasnya. Seperti layaknya seorang detektif, Pak Pendit pun memulai tugasnya dengan menanyai orang-orang yang dianggap mempunyai hubungan dengan rumah kuno itu, salah satunya adalah Rani. Dari keterangan Rani mengenai perilaku Pak Jul sewaktu masih hidup, dapat disimpulkan bahwa sangat mungkin lelaki itu sering didatangi arwah Atika. Ia sering melihat tingkah laku Pak Jul yang aneh dan sering membuatnya bertanya-tanya.

Sementara itu, ketika pengusutan arwah gentayangan masih terus dilakukan, Pak Kus juga tak jarang menunjukkan sikapnya aneh. Ditambah lagi keadaan penyakit Pak Kus yang makin parah. Lalu tiba-tiba lelaki itu meninggal mendadak tanpa diketahui sebabnya.

Berita kematian Pak Kus menjadi bahan gunjingan di kantor Rani. Kecurigaan terhadap arwah gentayangan makin menghangat. Kemudian, diputuskan untuk mengadakan pengusiran makhluk halus itu dari rumah kuno agar tidak menimbulkan korban lagi. Caranya, harus diadakan ruwatan atau upacara khusus untuk mengusir arwah gentayangan. Kembali Pak Pendit beraksi. Ia dianggap mampu melaksanakan upacara itu. Akan tetapi, apa yang terjadi pada saat upacara “pembersihan” rumah kuno itu, hanyalah upacara biasa yang sama sekali tidak menunjukkan gejala-gejala adanya hantu atau sejenisnya. Sungguhpun demikian, Pak Pendit yakin bahwa ia telah berhasil mengusir makhluk halus penunggu rumah kuno itu. Lain halnya dengan Rani, ia masih belum percaya karena ia tak melihat apa-apa selain gerakan-gerakan Pak Pendit yang di luar kewajaran.
Apa yang dilakukan Pak Pendit, bagi Rani, bukanlah jawaban yang diharapkan. Yang diinginkanya adalah bukti konkret yang dapat meyakinkanya. Itulah sebabnya, ia berusaha memperoleh jawaban yang lebih masuk akal. Namun, jawaban mengenai peristiwa gaib itu tak kunjung ia peroleh.

Tak ada  jawaban yang lebih masuk akal. Rani masih berada pada sikap antara percaya dan tidak. Kenyataan inilah yang membuatnya harus menyerah pada kesimpulan begini: “lebih baik kita terima saja apa adanya, berarti, siapa yang merasa bisa melihat hal-hal gaib yang orang lain tak bisa melihat dan sulit mendapatkan buktinya, ya, sudah, biarkan saja pula! Masing-masing pihak jangan menuntut dapat meyakinkan yang lain! Mungkin sikap itu yang paling baik” (hlm. 157-158).
Misteri tentang keberadaan arwah gentayangan itu pun tetap menjadi misteri, karena masing-masing tidak dapat membuktikan keberadaan arwah itu.

Resensi Novel

                                                                 ***
Secara tematik novel Getaran-getaran ini sebenarnya sangat menarik, yakni tentang sebuah rumah kuno yang angker. Latar yang demikian terasa menjadi lebih menarik lagi melalui alur ceritanya yang berliku-liku. Dalam hal ini terkesan pengarang hendak menyajikan rangkaian peristiwanya mirip cerita detektif.

Dari sejumlah resensi buku yang mengulas novel ini, antara lain yang ditulis oleh Julius Pour (Kompas), Pamusuk Eneste (Jakarta-Jakarta), Maman S. Mahayana (Suara Karya), dan Sunu Wasono (Berita Buku) tema peristiwa dunia gaib itulah salah satu yang menjadi kekuatan novel ini
.

     Terima kasih telah berkunjung di artikel kami ini. Berikanlah komentar, kritik, dan saran karena sangat membantu kami untuk membangun dan memberikan yang terbaik bagi anda. Terimakasih

Cerita Novel Online - Jalan Bandungan

Ilmubahasa.net- Berikut Ringkasan dan sedikit ulasan Kumpulan Novel Online kami yang sudah kami rangkum sebaik mungkin agar anda bisa mendapatkan informasi atau hanya sekedar membaca Kumpulan Cerita Novel kami. Pada kesempatan ini kami akan mengulas salah satu novel yang menjadi bagian dari kumpulan novel kami adalah Jalan Bendungan, Novel yang memiliki nilai tersendiri sehingga pantaslah untuk kami masukkan dalam kumpulan novel kami

Pengarang    : Nh. Dini
Penerbit       : Djambatan
Tahun            : 1989

Sinopsis Novel - Ringkasan Novel

Muryati hidup dalam lingkungan yang menjunjung tinggi nilai-nilai etika. Tidak aneh bila tindak-tanduknya selaras dengan ajaran yang diterima dari orang tuanya. Sebagai anak tertua, ia selalu menuruti permintaan orang tuanya, tetapi bukan berarti ia anak yang pasrah. Oleh karena itulah, ketika bapaknya memberitahukan bahwa Widodo˗˗anak buahnya di kepolisian˗˗melamarnya, Muryati menerima lamaran itu dengan syarat ia harus mengenal lebih dekat calon suaminya.

Waktu itu api revolusi perlahan-lahan surut. Kehidupan kembali berjalan seperti biasanya. Pertunangan antara Muryati dan Widodo telah dilakukan. Dalam masa-masa itu, keduanya saling menjajaki untuk mengenal pribadi masing-masing. Ada beberapa pandangan yang berbeda antara Widodo dan keluarga Muryati sehingga gadis itu berkeinginan untuk memutuskan pertunangannya. Di mata Muryati, Widodo adalah orang yang berpandangan sempit dalam menilai arti sebuah keluarga; dan yang aneh bagi keluarga Muryati adalah pria itu tidak pernah sekalipun memperkenalkan mereka kepada keluarganya. Bila disinggung masalah ini, Widodo mengajukan berbagai alasan yang tak jelas.

Setelah mengalami masa-masa pahit dan manis, ternyata Muryati dan Widodo jadi juga melangsungkan pernikahan. Di sinilah Muryati mengetahui tabiat lelaki itu yang sebenarnya. Ia ternyata bukanlah tipe suami yang baik. Perangainya kasar. Ia tidak bertanggung jawab terhadap masalah-masalah yang timbul dalam keluarga. Hal ini dirasakan Muryati setelah mempunyai anak. Belakangan, Widodo tidak pulang ke rumah sehingga Muryati merasa kebingungan, meskipun jika suaminya ada di rumah, ia merasa tertekan.

Beberapa waktu kemudian, Muryati mengetahui sebab suaminya tak pulang. Widodo ditahan pihak berwajib karena terlibat sebagai anggota partai komunis. “Kabar itu memukul dan  menghantam jiwaku. Seandainya aku diberi tahu bahwa Mas Wid ditemukan mati, barangkali aku akan lebih bisa menerimanya sebagai kenyataan. Walaupun keakhiran tersebut dipaksakan. Terlibat dalam satu intrik politik, apalagi dia komunis!” (hlm. 104).

Dengan tiga anak peninggalan Widodo, beban Muryati tambah berat. Untuk meringankan beban yang dipikulnya, lulusan SPG ini kembali mengajar di sela-sela waktu kuliahnya. Ketika pihak kedutaan Belanda mengeluarkan beasiswa bagi guru-guru yang ingin belajar di sana, Muryati ikut. Hal itu bagi Muryati adalah kesempatan untuk menunjukkan keberadaannya, tanpa berlindung di bawah bayang-bayang suaminya yang sudah mulai dilupakannya.

Pulang dari tugas belajar, Muryati menikah dengan Handoko, adik Widodo, yang dikenalnya sewaktu ia belajar di Belanda. Bagi Handoko, ia tidak ingin menikah dengan wanita lain selain Muryati dan ia tak mau disamakan dengan kakaknya yang komunis. Lain halnya dengan Muryati, perkawinan yang kedua ini penuh dengan berbagai pertimbangan. Ia merasa kedudukan sebagai janda tidak akan memberikan rasa aman dalam meneruskan karier. Ia juga merasa bahwa perkawinan itu harus dilaksanakan karena itu adalah jalan yang diberikan Tuhan kepadanya.

Dibebaskannya para tahanan politik dari pulau Buru sedikit banyak membuat khawatir para istri yang dulu ditinggalkan, termasuk Muryati meskipun ia kini telah resmi menjadi istri Handoko. Kedatangan Widodo ke rumah Muryati di jalan Bandungan membuatnya cemas dan curiga. Dugaan wanita itu ada benarnya. Tali pernikahan yang sudah dibina selama tujuh tahun mulai terganggu oleh ulah Widodo. Lelaki bekas penghuni Pulau Buru itu mengatakan kepada Handoko bahwa Muryati ingin kembali menjadi istrinya. Fitnah yang dihembuskan ke telinga Handoko membuatnya mulai meragukan kesetiaan istrinya. “Suami mudaku menderita tekanan rasa kecurigaannya yang bertumpuk-tumpuk terhadapku. Dia meragukan kesetiaanku kepadanya. Selama ini aku tahu, bahwa dia selalu mencemburuiku. Tapi sedemikian besar dan seperti sekarang yang Nampak di depanku, benarlah aku tak menyangka. Semua itu karena setulus hatiku aku setia kepadanya” (hlm. 361), demikian pendapat Muryati tentang Handoko yang mencurigainya.

Untuk sementara Handoko dan Muryati berpisah karena Handoko harus bekerja untuk beberapa bulan di Eropa Utara dan selanjutnya di Venezuela. Mereka berpisah sebagai dua orang sahabat, tetapi tak bercerai. Mereka sepertinya sepakat bahwa kebersamaan yang sudah dilalui bersama tidak akan mudah begitu saja menguap dari kenangan.

“Kali ini suamiku tidak menghilang, melainkan kuketahui dengan jelas pergi ke mana dan untuk keperluan apa. Aku melepaskannya tidak dengan kesedihan, tetapi juga tidak dengan kelegaan. Setelah berbulan-bulan kami tidak menyepakati sesuatu pun secara bersama, pada saat keberangkatan itu kami setuju, bahwa kami akan membiarkan waktu mengalir menuruti alurnya. Kami berpisah, namun kami tidak bercerai. Terlalu banyak kejadian dan pengalaman yang padat itu tidak akan mudah menguap begitu saja dari kenangan” (hlm. 377).

Resensi Novel - Tentang Novel

                                                                     ***
Novel Nh. Dini kali ini, seperti juga novel-novelnya yang lain, masih mengandalkan kekuatan berceritanya pada tokoh wanita (Muryati) sebagai si “aku pencerita. Di samping itu, cara berceritanya yang mengalir lancar, merupakan salah satu kelebihan yang dimiliki pengarang wanita yang memperoleh Hadiah Seni dari Pemerintah tahun 1990 ini. Tepat pula, Rendra˗˗penyair yang dijuluki sebagai si Burung Merak˗˗mengomentari dengan satu kalimat: “Hadir dan mengalir!”

     Terima kasih telah berkunjung di artikel kami ini. Berikanlah komentar, kritik, dan saran karena sangat membantu kami untuk membangun dan memberikan yang terbaik bagi anda. Terimakasih
 
❤ Tentang ☎ Hubungi Kami ✿ Daftar Isi ▲ Disclaimer ♛ Kebijakan Privasi
Back To Top