Showing posts with label Materi SMA. Show all posts
Showing posts with label Materi SMA. Show all posts

Thursday

KAJIAN PUISI INDONESIA TERBARU | PEREMPUAN ITU MENGGERUS GARAM

Kajian Puisi - Selamat datang kembali di website kami ilmu bahasa. Pada kesempatan kali ini kami akan berbagi dengan teman-teman semuanya mengenai kajian puisi populer, yang pada kesempatan ini kajian puisi yang akan kami paparkan adalah puisi populer milik salah satu penyair terkenal di Indonesia yakni Gunawan Muhammad. Sebuah penghargaan tertinggi bagi kami karena diberi kesempatan untuk mengulas puisi beliau yang berjudul Perempuan Itu Menggerus Garam. Anda juga dapat melihat berbagai macam puisi lama kami berserta contoh-contohnya agar dapat mengetahui lebih dalam seluk beluk sebuah karya sastra.Berikut ini puisinya. 


PEREMPUAN ITU MENGGERUS GARAM 

                                                                         KARYA GUNAWAN MUHAMMAD
Perempuan itu menggerus garam pada cobek
disudut dapur yang kekal.
“Aku akan menciptakan harapan,” katanya, “pada batu hitam.”
Asap tidak pernah singkat. Bubungan seperti warna dunia
dalam mimpi yeremiah

Ia sendiri melamunkan ikan, yang berenang di akuarium,
seperti balon-balon malas yang tak menyadari warnanya,
ungkapanya, diangkasa. “Merekalah yang bermimpi,”
katanya dalam hati.

Tapi  ia sendiri bermimpi. Ia memimpikan busut-busut terigu, yang
turun,  seperti hujan menggerutu. Di sebuah ladang. Enam
orang berlari seakan katakutan akan matahari.
“itu semua anakku,” katanya. “semua anakku.”

Ia tidak tahu kemana mereka pergi, karena sejak itu tidak ada
yang pulang. Si bungsu, dari sebuah kota di rusia, tak pernah
menulis surat. Si sulung hilang. Empat saudara kandungnya
hanya pernah mengirimkan sebuah kalimat,
“mak, kami hanya pengkhianat”

Barangkali masih ada seorang gadis, di sajadah yang jauh,
(atau mungkin mimpi itu hanya kembali.)
yang tak mengenalnya. Ia sering berpesan dengan
bahasa diam asap pabrik. Ia tak berani tahu siapa dia,
ia tidak berani tahu

Perempuan itu hanya menggerus garam pada cobek
di sudut dapur yang kekal.
1995

Setelah anda mengamati puisi di atas, tentunya anda harus tau seperti apa dan bagaimana menganalisis sebuah puisi yang baik, disamping anda harus tau cara membaca puisi yang baik, cara mengidentifikasi puisi yang baik, cara mengetahui struktur fisik dan batin sebuah puisi , cara memaknai puisi, agar anda dapat memahami bagaimana sebuah puisi dibedah dan untuk tujuan apa sebuah puisi dibedah. 

Unsur-unsur Pembangun Puisi Perempuan Itu Menggerus Garam

Djoko Pradopo (1990), menafsirkan ada  7 unsur pembangun dalam puisi:
1.    Bunyi                            6. Bentuk visual
2.    Diksi                             7. Makna
3.    Bahasa kiasan
4.    Citraan
5.    Sarana retorika
 
Untuk mengetahui seberapa jauh unsur-unsur pembangun dalam puisi maka akan dijelaskan dalam poin-poin selanjutnya.

Bunyi

Salah satu peran utama dalam puisi adalah agar puisi itu merdu jika didengarkan sebab pada hakikatnya puisi adalah untuk di dengarkan(Suminto A. sayuti). Dengan hal ini apabila di kaitkan  Dalam puisi “PEREMPUAN ITU MENGGERUS GARAM” karya Gunawan Muhammad, ada persajakan yang apabila di amati akan di temukan hubungan dalam pemilihan diksinya.
 
 Si bungsu, dari sebuah kota di rusia, tak pernah
Menulis surat. Si sulung hilang. Empat saudara kandungnya
hanya pernah mengirimkan sebuah kalimat,
“mak, kami hanya pengkhianat”
 
Ada sajak yang dimana ketika kita baca jatuh pada konsonan (t) pada kata surat, kalimat, dan pengkhianat . bila ini dibaca maka akan mendapatkan sebuah nuansa yang dramatik karena dalam pembacaan tentu akhir dalam kata “mak, kami hanya pengkhianat” akan menjadi penekanan dalam pembacaan puisi ini. Oleh karena itu bunyi dalam kajian puisi juga bisa menjadi pembahasan yang utama karena pada hakikatnya puisi merupakan kata-kata  dahsyat yang di sampaikan kepada penikmat puisi.

Diksi

Peranan diksi sangatlah penting dalam puisi, karena kata-katanya adalah segala-galanya dalam puisi. Gunawan Muhammad sering menggunakan pemilihan kata-kata yang sulit untuk diartikan. banyak sekali kata yang asing dalam puisi ini seperti kata:

cobek yang menurut arti dalam (KBBI) adalah batu atau tanah untuk menggiling lombok, sambal, dsb.
Bubungan yang menurut arti dalam (KBBI) adalah asap yang mengepul keatas dan pekat sekali.
Busut-busut yang menurut arti dalam (KBBI) adalah membukit karena banyak.

Dalam pemilihan diksi ini setiap pengarang memiliki pengaruh yang berbeda-beda dalam setiap penuliasanya. Pemilihan diksi juga bisa mencerminkan karakter penulis dan sebuah keunikan Gunawan Muhhammad adalah memiliki pemilihan diksi yang berbeda dengan penulis yang lain. Oleh karena itu pemilihan kata-kata tidak sekedar berperan sebagai sarana yang menghubungkan pembaca dengan penyair, seperti peran kata dalam bahasa sehari dan prosa umunya.

Bahasa kiasan

Diksi atau pemilihan kata sangatlah erat dengan bahasa kias, yakni sarana untuk memperoleh efek puitis. Bahasa kias menggunakan ungkapan lain yang berbeda dengan makna aslinya, sebab dalam puisi sering ditemukan kata-kata yang berbeda makna, berdasarkan kecenderunganya bahasa kias dikelompokan menjadi tiga golongan besar, yaitu pembanding (metafora-simile), penggantian (metonimi-sinekdoki), dan pemanusiaan (personifikasi) Suminto A.sayuti (2008:195)
 
Banyak bahasa kias dalam puisi “PEREMPUAN ITU MENGGERUS GARAM” karya Gunawan Muhammad seperti kata . Bubungan seperti warna dunia dalam mimpi yeremiah, bubungan yang berarti asap, warna dunia apabila kita melihat langit putih, hal ini sudah mendapatkan makna konotasi (metafora-simile) apalagi di perkuat oleh kata seperti,  katanya, “pada batu hitam dan.”Ia sering berpesan dengan bahasa diam asap pabrik dalam kata ini maka kita akan temukan makna bahasa kias yang seolah-olah memberikan gambaran bahwa benda mati seolah hidup dalam kata pada batu hitam yang seolah-olah bicara dan  asap pabrik akan bisa membawakan pesannya, memberikan gambaran bahwa puisi inis menggunakan majas (personifikasi) untuk meberikan nuansa dalam penyampaian puisi ini.

Citraan

Dalam puisi pada dasarnya juga selalu terkait dengan bahasa kias, diksi secara umum dan sarana retorik. Karena puisi ini merupakan suatu bentuk keindahan yang bersarana utama bahasa. Bahasa yang menjadi sarana mutlak bagi seorang penyair. Melalui keindraan maka penyair dapat memberikan sentuhan kesan bahwa puisi ini bisa hidup, dengan adanya pembaca yang menikmati tentunya. Pengalaman keindraan itu dapat juga disebut sebagai kesan yang terbentuk dalam rongga imajinasi yang disebabkan oleh sebuah kata atau serangkaian kata. Kata atau rangkaian kata yang mampu mengguah pengalaman keindraan itu, dalam puisi disebut citraan (Suminto A.sayuti). Dalam puisi ini banyak citraan yang bisa ditemukan seperti dalam kata seperti balon-balon malas yang tak menyadari warnanya, merupakan citraan penglihatan (citra visual). seperti hujan menggerutu merupakan citraan pendengaran (citra auditif) karena hujan sebenarnya tak bisa berkeluh kesah. katanya, “pada batu hitam.” Ini juga bisa termasuk dalam citraan pencecapan. Dapat disimpulkan bahwa citraan merupakan unsur pembangun dalam puisi yang akan menjadikan ciri khas penulis dalam mengekspresikanya dalam puisi.

Sarana Retorika

    Dalam khazanah perpuisian Indonesia modern dapat banyak dijumpai ragam sarana retorik. Namun, hanya beberapa ragam saja yang mempunyai frekuensi pemakaian yang tinggi, yang hamper setiap penyair mempergunakanya, salah satu yang akan dibahas dalam sarana retorik ini adalah repetisi (pengulangan) dan ironi (sindiran). Pengulangan yang paling banyak ditemukan adalah kata mimpi, mimpi sebagai pengulangan memberikan penekanan kepada pembaca bahwa dalam puisi ini terdapat harapan tersirat ynag disampaikan oleh penulis bagi pembaca. Ironi adalah sindiran secara halus, dalam karya ini ada beberapa sindiran secara halus seperti mak, kami hanya pengkhianat. Bisa di jelaskan bahwa dalam puisi ini ada sindiran kepada ibu pertiwi yang tak memberi kebebasan secara langsung kepada rakyatnya, karena pada saat itu masih terdapat rezim soeharto yang memberikan pendiritaan terhadap rakyat. Dalam hal ini Gunawan Mohammad menggunakan realita dan ekspresional.

Bentuk visual

Bentuk visual merupakan salah satu unsur puisi yang paling mudah dikenal. Bentuk puisi meliputi tipografi dan susunan baaris. Bentuk visual biasanya berhubungan denga makna puisi. Dalam karya ini menggunakan bentuk visual konvensional, karena dalam format penulisanya hanya biasa-biasa saja.

Makna

Makna merupakan wilaya isi sebuah puisi, setiap puisi mengandung makna, baik disampaikan secara tidak langsung, implinsit atau simbolis. Makna tersebut pada umunya berkaitan dengan pengalaman dan permasalahan yang dialami dalam kehidupan manusia. Dalam puisi “PEREMPUAN ITU MENGGERUS GARAM” karya Gunawan Muhammad. Bisa dimaknai bait perbait, 

bait pertama

Perempuan itu menggerus garam pada cobek
disudut dapur yang kekal.
“Aku akan menciptakan harapan,”  katanya, “pada batu hitam.”
Asap tidak pernah singkat. Bubungan seperti warna dunia
dalam mimpi yeremiah
 
arti dalam bait pertama ini menurut penulis adalah pasrah tentang takdir yang dijalaninya, hal ini di kuatkan perempuan yang mengerus garam pada cobek di sudut dapur yang kekal namun ada penjelasan bahwa di kalimat selanjutnya bahwa harapan masih ada untuk mengubah nasib yang karena kata asap tak pernah singkat yang menjelaskan bahwa hidup ini panjang dan jangan pernah sampai putus harapan.
Ia sendiri melamunkan ikan, yang berenang di akuarium,
seperti balon-balon malas yang tak menyadari warnanya,
ungkapanya, diangkasa. “Merekalah yang bermimpi,”
katanya dalam hati.

Bait Kedua

Dalam bait kedua ini puisi ini menjelaskan tentang tokoh ia yang mempunyai kemampuan namun karena terkurung dan dibatasi. Namun tokoh ia tetap berfikir bahwa masih ada harapan untuk mereka yang masih bias meraih mimpi.
 
Tapi  ia sendiri bermimpi. Ia memimpikan busut-busut terigu, yang
turun,  seperti hujan menggerutu. Di sebuah ladang. Enam
orang berlari seakan katakutan akan matahari.
“itu semua anakku,” katanya. “semua anakku.”

Bait Ketiga

Dalam bait ketiga ini menjelaskan tentang adanya perubahan nasib namun karena sebuah kondisi tokoh ia tak mampu untuk merubahnya, apa lagi ketika tokoh ia melihat sebuah realita bahwa anak-anak masih harus diperjuangkan walaupun nasib tak mendukungnya.
 
Ia tidak tahu kemana mereka pergi, karena sejak itu tidak ada
yang pulang. Si bungsu, dari sebuah kota di rusia, tak pernah
menulis surat. Si sulung hilang. Empat saudara kandungnya
hanya pernah mengirimkan sebuah kalimat,
“mak, kami hanya pengkhianat”
 
Beban hidup yang semakin berat dengan keadaan yang tak karuan membuat sang anak pun pergi tanpa memberi kebebasan, namun dalam hal ini anak melarikan diri ke suatu tempat yang memberikan kebebasan disimbolkan pada kata rusia, karena dalam peradaban dunia Negara yang paling bebas adalah Negara rusia.
 
Barangkali masih ada seorang gadis, di sajadah yang jauh,
(atau mungkin mimpi itu hanya kembali.)
yang tak mengenalnya. Ia sering berpesan dengan
bahasa diam asap pabrik. Ia tak berani tahu siapa dia,
ia tidak berani tahu

Bait Keempat

dalam bait ke empat ini menjelaskan bahwa semua mimpi tentang kebebasan hanyalah impian belaka yang jauh dari harapan, karena ada kekuasan yang tak bias di langgar bias di jelaskan lewat kata ia tidak berani tahu.
 
Perempuan itu hanya menggerus garam pada cobek
di sudut dapur yang kekal.
Menjelaskan tentang realita bahwa kehidupannya memang belum bisa berubah.
Jadi dapat disimpulkan keseluruhan puisi ini menceritakan sebuah kehidupan wanita yang tidak bias berkembang di masanya. Karena adanya pembatasan yang tidak memberikan kebebasan pada perempuan dan  sebuah harapan yang tak pernah kesampaian tentang kebebesan walaupun ia tahu perjalanan masih panjang dan ia harus menerima tentang nasib itu (nasib perempuan dimasanya)

Setelah diketahui bagaimana unsur-unsur pembangun puisi diatas, kami mencoba memaparkan puisi diatas dengan sebuah kajian sastra, yakni sosiologi sastra

Unsur  Sosiologi Sastra dalam puisi “PEREMPUAN ITU MENGGERUS GARAM”  karya Gunawan Mohammad.

    Dunia nyata dan dunia sastra selalu saling berkaitan, realitas biasanya tercermin dalam karya sastra. Seperti juga sosiologi, sastra secara sungguh-sungguh berkenaan dengan dunia sosial manusia, yaitu penyusiaannya, dan keinginannya mengubah dunia social. Puisi sebagai jenis sastra utama dari masyarakat, dapat dilihat sebagai usaha untuk menciptakan kembali dunia social tentang hubunganya dengan keluarga, politik, Negara. Bahkan hal ini bias berkembang dalam bentuk konflik dan pertentangan antara kelas social (learson, 1971).

    Banyak yang bisa di analisis dalam puisi jika puisi ini dikaitkan pada latar belakang kondisi tertentu. Pada tahun 1995 Indonesia mengenal sistem otoriter yang dimana pada masa ini masih banyak tangan dingin pemerintah yang mengintimidasi rakyat. Pada masa ini pemerintah yang di pimpin oleh soeharto belum begitu mengangkat kaum wanita setara dengan kaum pria, maka dari itu puisi “Perempuan Itu Menggerus Garam” muncul sebagai kritikan terhadap lingkungan umun agar kaum wanita bisa di setarakan. Dalam makna puisi inipun menggambarkan bahwa wanita mempunyai sesuatu yang bisa dihandalakan tidak hanya di dapur, wanita punya harapan, wanita juga ingin kebebasan, Oleh karena itu penulis berharap agar bisa mengangkat derajat wanita yang ada pada jamanya, paling tidak bisa memiliki profesi yang berbeda, bisa dikatakan bahwa puisi ini juga memperjuangkan emansipasi wanita karena dalam hakikatnya wanita memang ditakdirkan untuk menjadi pengikut laki-laki namun wanita juga mempunyai kemampuan untuk berjuang dalam memenuhi kebutuhan keluarganya dan wanitapun mempunyai impian yang harus diperjuangkan, kalo kita bisa memberikan gambaran tidak hanya seperti ikan yang di pajang dan ikan itu tidak tahu bahwa ikan tersebut memiliki keindahan. Selain itu kata “mak, kami hanya pengkhianat” merupakan sindiran terhadap pemerintah, anak indonesia memilih tidak kembali ke negara ini karena di negara lain, kebebasan sudah menjadi hal yang begitu indah. Kebebasan ini di lambangkan dengan kata dari sebuah kota di Rusia, Rusia merupakan kota terbebas di dunia ini yang menyimbolkan bahwa bangsa kita masih belum bisa memberikan kebebasan pada rakyat kecil kaum wanita dan yang lain

    Dalam struktur sosiologi karya sastra maka puisi “PEREMPUAN ITU MENGGERUS GARAM”  karya Gunawan Mohammad. Bisa menjadikan cermin dimasanya, tentang keadaan kaum wanita yang belum bisa setara dengan kaum laki-laki, karena Sastra yang bagus adalah yang mencerminkan keadaan disikitarnya.

Demikian pemaparan kajian puisi "Perempuan itu Menggerus Garam". Kajian ini hanyalah sebuah kajian dasar mengenai puisi. Pemaparan di atas bisa lebih diperdalam lagi ataupun dikembangkan agar dapat lebih mengulas persoalan yang tersirat dalam puisi tersebut. Semoga bermanfaat dan bisa menjadi wawasan tersendiri bagi anda mengenai karya sastra. Salam Kami Ilmu Bahasa
 

Singkatan dan Akronim Bahasa Indonesia

Ilmu Bahasa - Selamat datang kembali di website ilmu bahasa. Pada kesempatan yang baik ini, kami akan berbagi sedikit pembahasan mengenai singkatan dan akronim. Pembahasan ini kam paparkan mengingat masih banyak dari pengunjung website kami agar mengulas persoalan bahasa ini. Semoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan anda sekalian para pengunjung website ini. Sahabat-sahabat sekalian tentunya sebenarnya sudah tidak asing lagi soal singkatan dan akronim populer di dunia internet saat ini, seperti bahasa-bahasa Singkatan Gaul, Bahasa Lebay dan Alay yang disingkat-singkat atau dibuat akronim agar mudah dalam pengucapannya agar memiliki kesan tersendiri bagi yang mendengarnya. Berikut ini pengertian yang benar mengenai Singkatan dan Akronim dalam bahasa Indonesia dan Contohnya

Singkatan dan Akronim

Pengertian Singkatan

Singkatan adalah bentuk yang dipendekkan yang terdiri atas satu huruf atau lebih. Pengertian lain mengatakan bahwa singkatan merupakan kata berbentuk kumpulan huruf atau gabungan huruf dan angka yang menerangkan sebuah kata atau beberapa kata.

Macam-macam Singkatan berserta contoh-contohnya.

Singkatan nama orang, nama gelar, sapaan, jabatan, atau pangkat yang diikuti tanda titik. 
Contoh: A.S. Tandardirja
            Muh. Yamin
            Sukamto. S.A.
            M.B.A                   Master Of Business Administration
            S.E.                      Sarjana Ekonomi
            M.Sc                    Master Of Science
            Sdr.                      Saudara
            Bpk.                     Bapak (sapaan)

Singkatan nama resmi lembaga resmi pemerintah dan ketatanegaraan , badan, organisasi, nama dokumen resmi yang terdiri atas huruf awal kata ditulis dengan huruf kapital dan tidak diikuti dengan tanda titik.
Contoh: DPR                   Dewan Perwakilan Rakyat
            GBHN                 Garis-garis Besar Haluan Negara
            PT                     Perseroan Terbatas
            KTP                   Kartu Tanda Pengenal
            
Singkatan yang terdiri dari tiga huruf atau lebih diikuti satu tanda titik, namun ada pengecualian beberapa singkatan yang sekalian kami sertakan di sini.
Contoh: dll.                      dan lain-lain
            dsb.                    dan sebagainya
            hlm.                    halaman
            alm.                    almarhum
            yth.                     yang terhormat
 tetapi,
            a.n.                     atas nama
            d.a.                     dengan alamat
            u.b.                     untuk beliau
            u.p.                     untuk perhatian                     

 Lambang kimia, singkatan satuan ukuran, takaran, timbangan, dan mata uang yang diikuti tanda titik.
Contoh: Cukup                 rum
            TNT                   trinitrotoluen
            cm                     sentimeter
            Rp                     rupiah


Pengertian Akronim

Akronim adalah singkatan yang berupa gabungan huruf awal, gabungan suku kata, ataupun huruf dan suku kata dari deret kata yang diperlakukan sebagai kata.

Macam-macam Akronim dan Contohnya


Akronim nama diri yang berupa gabungan awal dari deret kata yang ditulis seluruhnya dengan huruf kapital. 
Contoh: ABRI                    Angkatan Bersenjata Republik Indonesia
            LAN                     Lembaga Administrasi Negara
            PASI                     Persatuan Atletik Seluruh Indonesia
            SIM                      Surat Ijin Mengemudi

Akronim nama diri yang berupa gabungan suku kata atau gabungan huruf dan suku kata dari deret kata ditulis dengan huruf awal huruf kapital.
Contoh: Akabri                   Akademia Angkatan Bersenjata Republik Indonesia
            Bappenas               Badan Perencanaan Pembangunan Nasional
            Kowani                  Kongres Wanita Indonesia

Akronim yang bukan nama diri berupa gabungan huruf , seluruhnya ditulis dengan huruf kecil.
Contoh: pemilu                   pemilihan umum
            rapim                    rapat pimpinan
            rudal                     peluru kendali
            tilang                    bukti pelanggaran


Catatan kami, jika dianggap perlu membentuk akronim, hendaknya diperhatikan bahwa jumlah suku kata akronim jangan melebihi jumlah suku kata yang lazim pada kata Indonesia. Akronim dibentuk dengan mengindahkan keserasian vokal, konsonan yang sesuai dengan pola kata Indonesia yang lazim. Hal ini tidak mengikat pada bahasa-bahasa gaul dan populer masa kini. Aturan-aturan di atas hanya mengikat pada bahasa baku bahasa Indonesia. Semoga bermanfaat bagi anda semuanya. Salam

Wednesday

Metode Penelitian - Dasar Awal Penelitian

Ilmubahasa.net - Halo sahabat imbas semuanya. Pada kesempatan yang baik ini, kami akan mengulas mengenai Metode Penelitian Kualitatif dan menyinggung sedikit mengenai Metode Penelitian Kuantitatif sebagai gambaran umum awal saja pada artikel ini. Tema ini akan menjadi topik pembahasan kami untuk beberapa pertemuan di depan nanti, karena kami melihat beberapa dari sahabat imbas mengirimkan email kepada kami untuk mengulas mengenai Metode Penelitian Kualitatif dan Metode Penelitian Kuantitatif untuk di share kan kepada sahabat imbas sekalian. 




Pengertian Metode Penelitian

Metode Penelitian secara sederhananya merupakan sebuah alat yang berisi aturan, runtutan, uraian, dan cara dalam melakukan penelitian. Metode pada dasarnya digunakan oleh mereka yang berkecimpung di dunia penelitian sebagai cara, baik pra penelitian yang digunakan sebagai dasar pondasi penelitian tersebut, proses penelitian sebagai sebuah implikasi dari metode tersebut, ataupun pasca penelitian sebagai hasil dari metode tersebut. Metode dalam sebuah penelitian tentunya berkesinambungan terhadap bagaimana sebuah penelitian itu dilaksanakan. Metode penelitian bertujuan untuk memetakan sebuah penelitian berdasarkan aturan dan kaidah dalam melakukan penelitian. Maksudnya disini adalah Metode bertujuan memberikan sebuah acuan yang dapat digunakan sebagai alat penelitian. 

Konsep yang dibawa dalam metode penelitian mengacu pada bagaimana sebuah penelitian itu dilakukan. Objek dan Subjek Penelitian menjadi salah satu pilihan untuk menentukan contoh metode penelitian apa yang akan digunakan nanti pada saat menginjak perencanaan sebuah penelitian. Sahabat Imbas tentunya apabila dalam melakukan sebuah penelitian, sudah tentu wajib mengkaitkan metode dalam kajiannya. Untuk apa?, karena metode dianggap sangat penting dan menjadi sebuah dasar penelitian. Sebuah Penelitian dianggap baik, berkompeten, dan berdasar, apabila antara subjek, objek dengan metode berkaitan. Lantas, bagaimana cara awal untuk mengetahui contoh metode penelitian yang cocok untuk sebuah penelitian?.

Pertanyaan tersebut seringkali muncul dibenak sahabat-sahabat kami, khususnya mahasiswa-mahasiswa yang baru mengenal pengertian metode penelitian, dan sudah dihadapkan pada kasus penyusunan karya ilmiah, atau laporan perkuliahan, yang mau tidak mau harus menyelesaikannya tanpa harus memahami seperti apa sih metode penelitian itu. Begini sahabat imbas, dalam dunia penelitian, karya ilmiah dan lain sebagainya, Metode penelitian pada umumnya terbagi menjadi dua, didasarkan pada sudut pandang penelitian yang dilakukan, yaitu metode penelitian kualitatif dan metode penelitian kuantitatif. 

Macam-macam Metode Penelitian

Macam-macam metode penelitian tentunya menjadi sebuah acuan bagi kita sebagai peneliti dalam melakukan sebuah penelitian. kita harus benar-benar memahami apa saja macam-macam metode penelitian 

Secara garis besar, metode penelitian dibagi menjadi dua, metode penelitian kualitatif dan metode penelitian kuantitatif. Pada keterangan kami sebelumnya sudah kami tulis bahwa metode didasarkan pada subjek dan objek bukan?, nah kemudian disini, metode dibagi menjadi dua, yaitu metode penelitian kualitatif dan metode penelitian kuantitatif. Apabila penelitian ini mengusung perhitungan, rumus, dan berkaitan dengan bilangan, maka metode yang pas adalah metode penelitian kuantitatif, namun apabila penelitian tersebut diuraikan dengan deskripsi, yang cocok adalah menggunakan metode penelitian kualittatif.

Kedua metode penelitian di atas menjadi dasar awal penelitian. Keduanya bagai dua mata uang yang berbeda. Prinsip keduanya pun berbeda, konsep yang dibawakan keduanya pun berbeda. Jika sahabat imbas sekalian ingin melakukan peneitian yang bersifat numeral, hitungan, rumus, olah data, maka sangat kami sarankan untuk menggunakan metode kuantitatif, namun jika sahabat imbas meneliti fenomena interaksi sosial, makna sebuah kebudayaan, ciri suatu fenomena, isi sebuah berita, kumpulan cerpen, atau kumpulan novel, sudah jelas kami menyarankan untuk menggunakan metode penelitian kualitatif. 

Demikian, paparan awal kami pada pertemuan kali ini, anda bisa menanyakan hal-hal yang berkaitan dengan artikel ini melalui kotak komentar kami di bawah ini. Artikel ini kami kira sudah menjawab beberapa permintaan dari sahabat imbas di mojokerto dan jakarta, semoga bermanfaat dan menjadi motivasi bagi anda sekalian. Sebagai gambaran awal lagi silahkan sahabat imbas membaca pengertian karangan ilmiah terlebih dahulu.Kedepannya, kami akan mengulas mengenai konsep dasar penelitian kualitatif. Salam kami Ilmu Bahasa

Tuesday

Macam-macam Puisi Lama, Ciri dan Contohnya

Ilmu Bahasa - Selamat datang teman-teman semuanya, pada kesempatan kali ini, kami akan megulas mengenai Jenis-jenis Puisi Lama. Tentu bagi kalian asing bukan. Sama halnya dengan membaca puisi, menulis puisi juga merupakan salah satu bentuk mengapresiasi karya sastra. Pada pelajaran sebelumnya kamu telah menerima materi tentang cara membaca puisi yang baik dan benar, perbedaan puisi dan syair, dan struktur fisik dan batik dalam puisi,  pada kesempatan kali ini kami akan membagi materi tentang Jenis Puisi Lama 

Puisi Lama, Ciri, dan Contohnya

Pengertian Puisi Lama

Berdasarkan bentuknya, puisi dibedakan atas puisi konvensional (lama) dan puisi inkonvensional (modern). Puisi konvensional (lama) merupakan jenis puisi yang masih terikat oleh persajakan, pengaturan larik dalam setiap bait, dan jumlah kata dalam setiap larik, serta musikalitas puisi sangat diperhatikan. Dalam hal ini, yang tergolong dalamnya adalah jenis-jenis puisi lama, misalnya pantun, syair, gurindam, bidal, talibun dan banyak lagi yang lainnya. Sedangkan puisi inkonvensional merupakan jenis puisi yang tidak terikat oleh pengaturan dalam penciptaan puisi.

Meskipun demikian, dalam kedua bentuk puisi tersebut tetap terkandung ritme, rima, dan musikalitas (Waluyo, 2003). Sebagaimana telah disebutkan di atas bahwa puisi lama adalah puisi yang terikat berbagai aturan baik dari segi substansi maupun dari segi sistematika penulisan.

Macam-macam Puisi Lama dan Contoh Puisi Lama

Setelah mengetahui apa itu puisi lama, selanjutnya kami akan menerangkan mengenai macam-macam puisi lama dan contoh-contoh puisi lama.

Pantun

Pantun merupakan salah satu bentuk puisi lama di Indonesia yang dipengaruhi oleh kebudayaan Melayu. Sebuah puisi dikatakan sebuah pantun, apabila memiliki karakteristik sebagai berikut.

􀂄 Tiap bait biasanya terdiri dari empat baris (a-b-a-b).
􀂄 Tiap baris biasanya terdiri dari empat kata.
􀂄 Baris pertama dan kedua berisi sampiran, baris ketiga dan keempat berisi isi.

Karakteristik di atas adalah karakter bagi pantun yang sebenarnya, namun bagi pantun modern, diperbolehkan sama atau bahkan tidak memenuhi karakteristik diatas pun tidak apa apa aslkan ada kesinambungannya, misal (a-b-a) atau (b-a-b) atau satu 2 kalimat sudah mengandung ab-ab pun boleh…

Contoh Pantun

bintang dilangit satu yang bercaya
Adik cantik, boleh dong abang minta hatinya…

Syair

Syair merupakan puisi lama yang berirama. Syair disampaikan dalam bentuk rangkap dan menjadi kegemaran masyarakat Melayu lama. Syair tidak memiliki pengarang khusus. Syair dianggap milik bersama oleh masyarakat Melayu lama. Secara umum syair memiliki karakteristik sebagai berikut.

􀂄 Syair terdiri dari 4 baris lengkap.
􀂄 Syair tidak memiliki maksud.
􀂄 Setiap baris dalam syair mempunyai makna yang

berkaitan dengan baris-baris terdahulu. Sebuah syair biasanya menceritakan suatu kisah.
􀂄 Bilangan perkataan dalam setiap baris adalah sama yaitu 4 kata dan 8-12 kata dalam satu baris.
􀂄 Tema-tema yang digunakan adalah romantik, sejarah, perumpamaan dan keagamaan.

Contoh Syair

Dengarlah adik, abang berpesan
Jangan adik menurut perasaan
Pilih pasangan hendak fikirkan
Baik buruk harap bedakan

Lhoo kok syair masuk dalam jenis-jenis puisi lama. Yaaa… karena syair dipandang memiliki persamaan dengan puisi, sehingga pada kategorisasi jenis puisi lama, syair masuk dalam kategori. Namun, anda harus paham mengenai perbedaan puisi dengan syair.

Gurindam

Gurindam, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, diartikan sebagai ragam sastra Indonesia (lama) yang berisi dua baris yang mengandung petuah atau nasihat. Umumnya baris pertama berisikan semacam soal, masalah atau perjanjian. Sedangkan baris kedua berisikan jawaban atau akibat dari masalah pada baris pertama.

Contoh Gurindam

Baik-baik memilih kawan
Salah-salah bisa menjadi lawan

Bidal

Bidal merupakan jenis peribahasa yang memiliki arti lugas, memiliki rima dan irama, sehingga sering digolongkan ke dalam bentuk puisi. Dalam kesusastraan Melayu, bidal yang mengandung kiasan, sindirin atau pengertian tertentu. Bidal termasuk salah satu jenis sastra yang tertua. Secara teoritis, makna bidal seringkali disamakan dengan pepatah atau
ungkapan. Dalam kehidupan sehari-hari, bidal mempunyai fungsi sebagai berikut.

􀂄 Sebagai media komunikasi.
􀂄 Sebagai media pengajaran dan pendidikan.
􀂄 Sebagai media untuk mengkritik.
􀂄 Sebagai media untuk mengontrol dalam masyarakat.
􀂄 Sebagai media untuk menunjukkan kebijaksanaan.
􀂄 Sebagai media untuk melihat dan mengukur status seseorang.

Contoh Bidal

Bagai kerakap di atas batu, hidup segan mati tak mau.
Ada ubi ada talas, ada budi ada balas.
Tulus tangan dilakukan, lulus kata dilangkahkan.

Talibun

Talibun merupakan bentuk puisi lama, hampir sama dengan pantun karena terdapat sampiran dan isi, dalam kesusastraan Indonesia yang memiliki jumlah baris lebih dari 4 (mulai 6-20 baris) dan memiliki persamaan bunyi pada akhir baris. Secara umum talibun memiliki karakteristik sebagai berikut.

􀂄 Merupakan sejenis puisi bebas.
􀂄 Terdapat beberapa baris dalam rangkap untuk menjelaskan pemerian.
􀂄 Substansinya berdasarkan suatu perkara yang diceritakan secara rinci.
􀂄 Tiada pembayang, setiap rangkap dapat menjelaskan suatu keseluruhan cerita.
􀂄 Menggunakan puisi lain dalam pembentukannya.
􀂄 Gaya bahasa yang luas dan lugas.
􀂄 Berfungsi untuk menjelaskan suatu perkara.
􀂄 Bahan penting dalam pengkaryaan cerita pelipur lara.

Ada banyak tema yang digunakan dalam menciptakan talibun. Berikut ini adalah tema-tema yang sering digunakan. Berikut tema-tema yang ada dalam talibun.

􀂄 Menceritakan kebesaran suatu tempat.
􀂄 Menceritakan keajaiban suatu benda.
􀂄 Menceritakan kehebatan/kecantikan seseorang.
􀂄 Menceritakan perbuatan dan sikap manusia.

Contoh Talibun

Tengah malam sudah terlampau
Dinihari belum lagi tampak
Budak-budak dua kali juga
Orang muda pulang bertandang
Orang tua berkasih tidur
Embun jantan rintik-rintik
Berbunyi kuang jauh ke tengah
Sering lantang riang di rimba
Melenguh lembu di padang
Sambut menguat kerbau di kandang
Berkokok mendung merah mengigal
Fajar sidik menyingsing naik
Kicau-kicau bunyi murai
Taktibau melambung tinggi
Berkuku balam di hujung bendul
Terdengar puyuh panjang bunyi
Puntung sejengkal tunggal sejari
Itulah alamat hari nak siang
(Sumber: http://www. wikipedia.org.id)

Friday

Resensi dan Contohnya: Mengenal Lebih Dalam Sebuah Karya Sastra

Ilmu Bahasa - Selamat datang sahabat imbas. Pada kesempatan baik ini kamu akan mengulas mengenai contoh resensi. Tentunya banyak yang tahu mengenai resensi bukan, namun banyak yang belum memahami dengan jelas mengenai contoh resensi.

Pengertian Resensi

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, re'ren'si /résénsi/ n pertimbangan atau pembicaraan tentang buku; ulasan buku: majalah itu memuat - buku-buku yang baru terbit.

Resensi adalah tulisan atau informasi yang membahas, mengulas, dan memberi pertimbangan mengenai karya orang lain tentang kelemahan, keunggulan, dan kelayakan buku tersebut dibaca oleh pembaca, pendengar, atau penonton. Karya yang biasa diresensi antara lain buku, gambar, musik, atau film. Orang yang membuat suatu resensi disebut dengan resensator. Pada pelajaran kali ini kamu akan berlatih membuat resensi buku.

Banyak resensi yang perlu teman-teman diketahui, diantaranya resensi buku, resensi novel, resensi cerpen, resensi puisi, biografi dan lain sebagainya. 

Struktur Resensi

Resensi terdiri atas empat bagian utama. Keempat bagian tersebut adalah identitas karya, bagian sinopsis, bagian ulasan atau telaah atau bahasan, dan bagian penutup.

1. Bagian identitas, biasanya dicantumkan identitas karya atau karangan yang diresensi. Identitas meliputi judul karangan, pengarang, penerbit, kota penerbit, tahun terbit, tebal buku (jumlah halaman), dan harga buku. Bagian ini bertujuan untuk memperkenalkan kehadiran sebuah karya buku baru kepada masyarakat pembaca.

2. Bagian sinopsis mencantumkan ringkasan karangan. Karya yang diresensi biasanya dipilih jenis buku fiksi atau nonfiksi, kemudian dibuat sinopsisnya yang berisi pokok-pokok isi buku.

3. Bagian ketiga adalah ulasan. Bagian ini berisi bahasan, ulasan, atau pertimbangan mengenai “baik” atau “buruknya” sebuah buku. Betapapun juga, dari sebuah karya pasti ada sisi baiknya dibandingkan dengan karya-karya lain yang sejenis. Sebaliknya, betapapun bagusnya, sebuah buku pasti ada saja kekurangan atau kelemahannya.

4. Bagian penutup, biasanya berisi simpulan. Simpulan di sini berisi mengenai kesimpulan yang memuat mengenai hal-hal yang menjadi cakupan hal saran dan kritik.

Kami sering menemui kejanggalan pandangan orang awam yang mengatakan bahwa resensi dan sinopsis itu sama. Padahal resensi dan sinopsis itu berbeda. Sinopsis adalah ringkasan atau tulisan rigkas dari sebuah buku, sementara resensi adalah seperti yang diungkapkan di atas.

Tujuan antara resensi juga berbeda, jika resensi bertujuan untuk memperkenalkan sebuah karya atau buku, sementara sinopsis bertujuan untuk mengetahui garis besar sebuah buku saja. Sudah tau bukan sekarang, jadi jika ada ungkapan contoh sinopsis buku atau contoh sinopsis novel tentunya berbeda jauh dengan contoh resensi buku atau contoh resensi novel.

Contoh Resensi

Berikut ini kami berikan beberapa contoh resensi novel berserta sinopsisnya. Semoga bermanfaat.

  1. Resensi Novel Nayla
  2. Resensi Novel Di Bukit CIbalak
  3. Resensi Novel Ronggeng Dukuh Paruk
  4. Resensi Novel Burung-burung Manyar
  5. Resensi Novel Harimau-harimau
  6. Resensi Novel Telegram
  7. Resensi Novel Senja di Jakarta
  8. Resensi Novel Kemaru
  9. Resensi Novel Robert Anak Surapati
  10. Resensi Novel Jalan Tak Ada Ujung
  11. Resensi Novel Anak Perawan Di Sarang Penyamun
  12. Resensi Novel Kalau Tak Untung

Daftar resensi di atas merupakan contoh yang mungkin bisa anda gunakan sebagai panutan dalam proses meresensi buku atau karya sastra

Semoga contoh resensi novel di atas bermanfaat bagi sahabat sekalian. jika menginginkan yang lebih banyak, silahkan masuk ke daftar resensi yang kami punya di website ini. Semoga artikel ini bermanfaat bagi anda. Salam kami ilmu bahasa

Monday

Kumpulan Seratus Peribahasa dan Artinya

Peribahasa | Arti Peribahasa | Contoh Peribahasa | Macam Peribahasa
Apa Itu Peribahasa? - Peribahasa adalah kalimat atau kelompok kata yang tetap susunanya dan biasanya mengiaskan suatu maksud tertentu. Untuk menyatakan suatu maksud kadang seseorang tidak mengungkapkannya dengan jelas tetapi dengan peribahasa. Kita tentu tidak asing dengan peribahasa yang berbunyi, "Tiada gading yang tak retak". Peribahasa ini sering terdapat dalam kalimat penutup sebuah pengantar buku. Peribahasa tersebut dimaksudkan untuk menyatakan bahwa "tiada sesuatu yang sempurna di dunia ini atau setiap orang tidak kan luput dari kekurangan dan kesalahan".

Bukanlah lebih menarik bila kita ingin mengungkapkan sesuatu tidak dengan kalimat-kalimat biasa tetapi dengan peribahasa?

Contoh Peribahasa Terlengkap

Berikut ini adalah contoh peribahasa yang tidak asing lagi bagi kita,
  1. Habis manis sepah dibuang. Artinya sesuatu atau seseorang yan dihargai hanya waktu dibutuhkan, jika tidak dibutuhkan lagi, lalu ditinggalkan dan tidak diingat-ingat lagi.
  2. Bagai anak ayam kehilangan induknya. Artinya gambaran kehidupan seseorang yang kebingungan, lari kesana-kemari, tidak tentu nasibnya.
  3. Bagai pinang dibelah dua. Artinya  keadaan dimana sesuatu yang sama dan hampir tidak bisa dibedakan satu sama lain.
  4. Bagai telur di ujung tanduk. Artinya keadaan yang sangat mengkhawatirkan
  5. Jeruk makan jeruk. Artinya teman atau sahabat sendiri dikejar-kejar untuk jadi pasangan kekasih.
  6. Menelan ludah sendiri. Artinya menarik kata-kata yang sudah diucapkan.
  7. Ada ikan ada air. Artinya rejeki akan selalu ada dimanapun kita berada.
  8. Ada api ada asap. Artinya sebuah peristiwa pasti ada sebabnya.
  9. Ada gula ada semut. Artinya dimanapun ada hal menarik, disitu pasti banyak orang yang menghampiri.
  10. Ada rotan ada duri. Artinya ada kesenangan ada kesusahan.
  11. Ada uang abang sayang, ga ada abang ditendang. Artinya situasi dimana kita hanya diterima disaat bisa menyenangkan dan dibuang disaat tidak bisa memberikan apa-apa.
  12. Ada udang dibalik batu. Artinya ada sebuah hal maksud yang disembunyikan.
  13. Air beriak tanda tak dalam. Artinya seseorang yang hanya banyak omong namun tak berdasar atau tak berilmu.
  14. Air susu dibalas dengan air tubah. Artinya kebaikan dibalas dengan kejahatan.
  15. Bagai makan buah simalakama. Artinya situasi yang menuntut untuk memilih diantara dua pilihan yang sama-sama sulit untuk dipilih.
  16. Bagai air di daun talas. Artinya tidak memiliki pendirian.
  17. Tong kosong nyaring bunyinya. Artinya orang bodoh biasanya banyak bicara sedikit bekerja.
  18. Bagai bebek beranak 9. artinya banyak memiliki keberuntungan yang berkali-kali.
  19. Sudah jatuh tertimpa tangga. Artinya terkena sial atau masalah berkali-kali
  20. Kejatuhan durian runtuh. Artinya mendapat kebaikan atau keberuntungan berkali-kali.
  21. Bagai katak dalam tempurung. Artinya ciut pengetahuan 
  22. Bak kebakaran jenggot. Artinya bingung bukan kepalang
  23. Carilah ilmu sampai ke negeri seberang, artinya janganlah berhenti mencari ilmu
  24. Buku adalah jendela dunia, artinya buku adalah sumber pengetahuan.
  25. Cinta bertepuk sebelah tangan, artinya perasaan kita tidak tersampaikan.
  26. Sahabat bagai kepompong. artinya sahabat ibarat seperti orang yang mengenal kita dari luar sampai dalam-dalamnya kehidupan kita.
  27. Pucuk dicinta ulam pun tiba, artinya apa yang diharapkan dapat terlaksana jua.
  28. Bagai punuk merindukan bulan, artinya seperti mendambakan sesuatu namun tak menyesuaikan dg keadaan
  29. berakit-rakit dahulu, bersenang kemudian. artinya bersusah-susah dahulu, bahagialah kemudian.
  30. diam-diam menghanyutkan. orang yang diam kadang malah berbahaya.

  31.  
    Untuk peribahasa selanjutnya akan kami update lagi. Salam

Tuesday

Pengertian dan Ciri-Ciri Cerpen

Pengertian dan Ciri-Ciri Cerpen - Apakah yang anda ketahui tentang cerpen? Apakah anda juga tahu ciri-ciri dari cerita pendek? Dalam artikel ini kami akan membahasnya secara tuntas apa yang dimaksud dengan cerita pendek, beberapa cirinya dan contohnya.

Cerita Pendek

Menurut wikipedia, cerpen termasuk dalam prosa naratif fiktif. Jika dilihat dari segi isi, cerita pendek cenderung lebih padat dan langsung mengarah pada pokok bahasannya. Sehingga situasi yang digambarkan dalam cerpen sangat singkat dan langsung pada pokok permasalahnnya. Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Cerpen ialah berasal dari dua kata yaitu cerita yang artinya tuturan tentang bagaimana terjadinya sesuatu hal dan pendek berarti kisah yang diceritakan pendek (tidak lebih dari 10.000 kata) yang memberikan kesan dominan dan memusatkan hanya pada satu tokoh saja dalam ceritanya. Menurutnya tidak ada cerpen yang panjangnya sampai 100 halaman.

Cerpen Menurut Para Ahli

Berikut ini adalah pengertian cerpen menurut para ahli.
  1. Sumardjo & Saini
    Cerpen merupakan cerita fiktif atau tidak benar-benar terjadi akan tetapi bisa saja terjadi kapanpun dan dimanapun yang mana ceritanya relatif pendek.
  2. Nugroho Notosusanto dalam Tarigan
    Cerpen yaitu cerita yang panjang ceritanya berkisar 5000 kata atau perkiraan 17 halaman kuarto spasi rangkap dan terpusat pada dirinya sendiri.
  3. Hendy
    Cerpen ialah suatu kisah pendek yang mengandung kisahan tungal.
  4. Aoh. K.H
    Cerpen yaitu salah satu karangan fiksi atau rekaan yang biasa disebut dengan kisahan prosa pendek.
  5. J.S. Badudu
    Cerpen merupakan cerita yang menjurus dan terfokus pada satu peristiwa.
  6. H. B. Jassin
    Mengatakan bahwa cerpen ialah sebuah cerita singkat yang harus memiliki bagian terpenting yakni perkenalan, pertikaian dan penyelesaian.

Pengertian Cerpen

Dari beberapa pendapat diatas maka kita telah mengetahui apa itu cerita pendek, yaitu cerita fiktif yang mempunyai jumlah kata berkisar 5000-10000 kata dan ceritanya fokus pada satu peristiwa dengan beberapa bagian yaitu perkenalan, pertikaian/klimaks dan penyelesaian. Cerpen memiliki beberapa jenis; diantaranya cerpen romantis, cerpen persahabatan, cerpen sedih, cerpen cinta dan cerpen remaja.

Ciri-ciri Cerita Pendek

  1. Memiliki  cerita singkat dan padat
  2. Jumlah kata antara 5000-10000 kata
  3. Isi ceritanya seputar kehidupan sehari-hari atau pengalaman pribadi
  4. Fokus pada sebuah peristiwa
  5. Tokoh-tokoh yang terdapat dalam cerita tidak dijelaskan secara rinci/detail
  6. Menggunakan kata-kata yang mudah dimengerti
  7. Karena fokus pada satu peristiwa maka ceritanya sangat mendalam
  8. Alur cerita hanya tunggal atau lurus

Contoh Cerpen

  1. Rumah Kayu
  2. Ingin Kelinci
  3. 300 Tael Perak
  4. Tikus di Warung Soto
  5. Taruhan 

Sekian pembahasan kami tentang pengertian dan ciri-ciri cerpen, semoga dengan artikel singkat ini, dapat membantu anda memahi secara mendalam seputar cerita pendek. Semoga bermanfaat dan kunjungi terus web untuk menambah wawasan anda tentang ilmu bahasa. Salam...

Wednesday

Pengertian, Jenis, Ciri-Ciri, Struktur dan Contoh Paragraf Eksposisi

Pengertian, Jenis, Ciri-Ciri, Struktur dan Contoh Teks Eksposisi - Pada kesempatan yang baik ini, kami ilmubahasa.net ingin membahas seputar mengenai pengertian, jenis, ciri-ciri, struktur, dan contoh-contoh teks eksposisi terbaru. 

Paragraf / teks Eksposisi

Pengertian Paragraf Eksposisi

Pengertian Paragraf Eksposisi adalah teks atau paragraf yang memiliki beberapa informasi dan pengetahuan berwujud teks yang ditulis dengan  singkat, padat, dan jelas. Paragraf eksposisi biasanya bersifat Sains atau bisa juga berwujud non fiksi, bahkan terkadang teks eksposisi biasanya dalam bentuk berita atau artikel yang memfokuskan isi pada sebuah kasus atau masalah sosial, budaya, ekonomi, agama, politik. Pada intinya paragraf eksposisi membicarakan sesuatu fenomena yang diungkapkan dalam sebuah teks berbahasa dan mengandung informasi atau masalah. Sumber  contoh-contoh teks eksposisi dapat ditemukan pada media massa, baik cetak ataupun digital. Anda bisa melihat contoh eksposisi dalam artikel ini, namun sebelum itu, mari kita pelajari teks eksposisi lebih dalam dengan melihat jenis, ciri-ciri struktur dan tujuan eksposisi antara lain sebagai berikut.

Jenis-Jenis Paragraf Eksposisi

•    Teks Eksposisi Laporan
•    Teks Eksposisi definisi
•    Teks Ekskposisi Perbandingan
•    Teks Eksposisi Ilustrasi
•    Teks Eksposisi Klasifikasi
•    Teks Eksposisi Proses

Ciri-Ciri Paragraf / Teks Eksposisi

  • Mendeskripsikan sebuah informasi tentang pengetahuan, khasanah, dan berita.
  • Menggunakan gaya bahasa yang mengajak.
  • Menggunakan bahasa baku resmi dan disampaikan secara lugas dan tegas. 
  • Tujuan penulisan paragraf tidak ada unsur memihak maksudnya tidak memprioritaskan sisi penulis atau interpretasi penulis pada pembaca 
  • Membekali fakta otentik dan akurat sebagai alat kontribusi dan alat kontritasi  

Struktur Teks Eksposisi

  • Heading (Paragraf pembuka) : Berisi pandangan umum terhadap fenomena yang ditulis
  • Pendapat atau Argumen (Isi) : Berisi pokok bahasan yang sedang dituliskan
  • Replikasi Ulang (Pengulangan dengan penegasan): Berisi mengenai hal-hal yang perlu ditegaskan.

Tujuan Teks / Paragraf Eksposisi

Tujuan teks eksposisi adalah berfungsi guna mendeskripsikan atau memberikan gambaran tentang  infomasi-informasi tertentu sehingga khasanah pembaca bertambah. Teks eksposisi berfungsi juga untuk memberikan pandangan minor pada pembaca agar pembaca bisa membandingkan antara persepsi penulis dan interpretasi umum masyarakat terhadap fenomena atau sebuah masalah yang ditulis dalam teks eksposisi.

Contoh Teks Eksposisi

Contoh Teks atau Paragraf Eksposisi
Kota Jogja adalah salah satu kota yang merupakan bagian dari Indonesia. Jogja merupakan kota yang tidak bisa diremehkan daripada kota lainnya. Gelar Istimewa yang disandang oleh kota budaya ini adalah gelar yang menjadikan kota ini dikenal sedunia. Dihuni oleh sekitar 3.452.390 jiwa membuat jogja memiliki banyak karakter dan budaya yang melingkupinya. Sebagai salah satu propinsi populer di indonesia yang sering dikunjungi oleh wisatawan asing, jogja selalu mempunyai daya tarik tersendiri dan selalu menginovasi sebuah kebudayaan yang modern bercampur tradisi.

Kota yang menjadi salah satu bagian sejarah Indonesia ini, merupakan kota yang berpenghuni ramah. Memiliki 4 kabupaten, jogja selalu bisa memuaskan para wisatawan yang berkunjung. Pantaslah jika jogja memiliki banyak julukan, misalnya Kota Gudeg, Kota Pelajar, Kota Budaya, Kota Batik, dan yang populer di telinga wisatawan adalah Jogja Never Ending Asia

Sekian dari kami, artikel mengenai Pengertian, Jenis, Ciri-Ciri, Struktur dan Contoh Teks Eksposisi semoga bermanfaat bagi kita semua. Salam Kami.

Friday

Imbuhan Atau Akhiran Asing Pada Kata

Mengenal Imbuhan atau Akhiran Asing Pada Kata - Pada teks yang setiap hari kita baca, banyak kata yang menggunakan akhiran asing. Ada imbuahan yang berasal dari bahasa sansekerta, bahasa arab, bahasa inggris atau bahasa belanda. Untuk mengembangkan pengetahuan kita tentang akhiran asing, berikut kami sajikan penjelasannya.

Imbuhan atau Akhiran dari Bahasa Sansekerta (-wan dan -man)

Dalam bahasa Indonesia, terdapat akhiran -wan dan -man yang kita pungut dari bahasa Sansekerta. Dalam bahasa Indonesia, muncul kata-kata baru dengan akhiran -wan dan -man sebagai analog bentuk hartawan dan bangsawan sehingga terbentuk kata-kata seperti: negarawan, usahawan, wartawan, olahragawan dan sejarawan. Akhiran -man dapat kita jumpai, seperti pada kata budiman dan seniman. Dalam bahasa Indonesia akhirn -wan dan -man merujuk pada pria (laki-laki), sedangkan yang berakhir -wati merujuk kepada wanita (perempuan).

Imbuhan atau Akhiran dari Bahasa Arab (-i dan -iah)

Dalam bahasa Indonesia, kita kenal kata-kata pungut dari bahasa Arab: badani, alami, insani dan disamping itu ada pula bentuk-bentuk: badaniah, alamiah, insaniah. Makna imbuhan akhiran -i dan -iah adalah "bersifat/memiliki sifat"

Imbuhan atau Akhiran dari Bahasa Inggris dan Belanda (-is, -isme dan -isasi)

Akhiran -is

Dalam bahasa Indonesia, kita mengenal kata-kata ekonomis, praktis dan logis. Kata-kata itu kita pungut dari bahasa Belanda: economich, praktich, logisch. Akhiran -isch atau -is, ini membentuk kata kata sifat sehingga ekonomis artinya "bersifat ekonomi".

Akhiran -isme

Akhiran -isme mengandung makna "ajaran, paham, aliran". Contoh kata yang menggunakan akhiran -isme diantaranya adalah kapitalisme, materialisme, nasionalisme dan lain sebagainya.

Akhiran -isasi

Sebagian kata-kata bentukan -isasi itu dapat kita kembalikan kepada bentuk indonesia asli. Imbuhan -isasi berarti hal/mengenai. Makna akhiran -isasi sama dengan makna imbuhan pe-an. Misalnya, modernisasi = pemodernan; netralisasi = penetralan; sterilisasi = pensterilan.

Demikianlah artikel kami yang membahasa tentang Imbuhan Atau Akhiran Asing Pada Kata. Semoga bermanfaat untuk kita semua. Jika anda memiliki masukan atau kritikan terhadap artikel ini, silahkan tinggalkan komentar dibwah. Salam.

Materi Bahasa Indonesia Kelas xii Lengkap - Membedakan Fakta dan Opini

Materi Bahasa Indonesia Kelas xii Lengkap - Materi Bahasa Indonesia SMA sudah mengalami perkembangan yang cukup signifikan, baik dari segi model pembelajarannya atau materi bahasa yang dihadirkan agar siswa kelas xii memiliki kompetensi yang lebih baik dari tahun ke tahun. Perkembangan materi bahasa indonesia yang diajarkan di sekolah menengah atas pun mulai memadukan antara contoh dan teori agar siswa dapat mengaplikasikannya dengan baik.

Materi Bahasa Indonesia SMA pun dalam proses pengembangannya mendapat perhatian khusus dari pihak dinas pendidikan mengingat diantara 3 strata sekolah, SMP, SMA, SMK dalam mengerjakan Ujian Nasional terjadi hal dimana nilai tidak lulus berada pada mata pelajaran Bahasa Indonesia.
Membedakan Fakta dan Opini

Materi Bahasa Indonesia pun menjadi perbincangan di kalangan para pengajar. Oleh sebab itu melalui berbagai uji coba materi bahasa indonesia secara lengkap bertujuan agar kedepannya dapat membalikkan opini bahwa fakta Materi Ujian Nasional Bahasa Indonesia SMA bukanlah materi yang sulit untuk dipelajari.

Nahhh… , dalam paragraf diatas membahas mengenai materi bahasa indonesia yang kini menjadi pekerjaan besar bagi pemerintah. Fakta atau opini?. Pada kesempatan ini, ilmu bahasa ingin memberikan materi yang berjudul membedakan fakta dan opini. Sebelumnya juga sudah diterangkan bagaimana cara memberikan opini yang baik

Dalam berbahasa lisan, Anda sering mendengar orang mengucapkan kalimat berikut.
1. Kalau berbicara jangan asal, harus ada faktanya, dong!
2. Berdasarkan fakta-fakta yang ada, saya yakin Anda pelakunya.
Pada kalimat-kalimat contoh, terdapat kata fakta. Tahukah Anda apa yang dimaksud dengan fakta itu? Fakta, biasanya, muncul dalam sebuah informasi, baik informasi secara lisan maupun tulisan. Dalam pelajaran ini, Anda akan mempelajari membedakan fakta dari opini dalam sebuah laporan informasi. Dalam kegiatan sehari-hari, Anda sering mendengar atau membaca berbagai informasi. Informasi berkembang dengan pesat seiring dengan perkembangan teknologi. Berbagai jenis media bermunculan seperti jamur di musim hujan mulai dari media cetak sampai media elektronik. Banyaknya informasi yang berkembang menyebabkan Anda harus mampu memilah informasi dengan baik. Oleh karena itu, keterampilan Anda dalam membaca atau mendengar harus baik. Salah satu keterampilan dalam membaca adalah mampu membedakan teks berisi fakta dari opini. Hal ini mendorong Anda agar lebih kritis dalam memahami sebuah informasi.

Pengertian Fakta

Fakta adalah sebuah anggapan yang dituturkan atau dituliskan oleh seseorang berdasarkan realita atau kenyataan yang sebenarnya. Fakta digunakan untuk mengungkapkan sebuah hal yang benar-benar penting dan berguna bagi masyarakat. Adanya fakta menjadikan sebuah informasi itu benar-benar valid dan memiliki bukti otentik.
Contoh: "Indonesia merdeka pada tahun 1945". Pernyataan tersebut mengindikasikan sebuah fakta yang benar-benar memiliki sumber dan bukti nyata.

Pengertian Opini

Opini adalah sebuah anggapan yang dituturkan atau dituliskan oleh seseorang namun tidak memiliki bukti otentik tuturan yang diberikan. Opini lebih kepada sebuah persepsi atas sebuah peristiwa atau bahkan sama sekali bukan dari sebuah peristiwa. Opini bisa saja mengarah pada hal yang positif atau negatif. Berikut contohnya
1. Menara eifel dulu dibangun oleh alien pada tahun 1923. Itu merupakan opini tanpa dasar realita. atau opini negatif
2. Menara eifel, menurut saya, adalah salah satu keajaiban di dunia yang sampai saat ini merupakan keajaiban yang paling masyur. Ini merupakan opini positif, karena bukti dan dasar yang dituturkan berdasarkan fakta yang ada.

Informasi dapat berbentuk lisan maupun tulisan. Informasi lisan, di antaranya adalah siaran radio/televisi atau laporan secara lisan. Informasi tulisan dapat Anda temukan dalam koran, majalah, tabloid, dan lain-lain. Dalam sebuah laporan, fakta merupakan kejadian yang nyata, sungguh-sungguh terjadi, dan diketahui oleh semua orang. Adapun opini merupakan gagasan atau pendapat yang dikemukakan dan bersifat subjektif. Namun, dalam sebuah informasi, fakta dan opini tidak dapat dipisahkan karena keduanya saling melengkapi.

Demikian materi bahasa indonesia kelas xii tentang memahami fakta dan opini yang kami sampaikan kepada sahabat imbas sekalian. Semoga bermanfaat. Salam kami Ilmubahasa.net

Tuesday

Kumpulan Contoh-Contoh Pidato Tentang Pendidikan

Kumpulan Contoh-Contoh Pidato Tentang Pendidikan - Apakah anda sedang mempersiapkan teks pidato yang bertemakan pendidikan? Anda bingung ingin membicarakan apa dalam pidato anda nanti? Jangan berkecil hati, karena Ilmubahasa.net akan memberikan contoh pidato tentang pendidikan yang mugkin dapat anda jadikan sebagai inspirasi atau mungkin anda akan menggunakan contoh-contoh teks pidato kami. Pada artikel Kumpulan Contoh-Contoh Pidato Tentang Pendidikan ini lah anda akan menemukannya.

contoh teks pidato pendidikan

Contoh Pidato Tentang Pendidikan 

Assalamualaikum wr wb. Yang terhormat, bapak kepala sekolah smp Suka Maju. Yang terhormat, bapak ibu guru dan staff. Yang tercinta teman-temanku semuanya. Pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur kepada Tuhan yang maha esa yang telah memberikan rahmat dan hidayahnya kepada kita semua sehingga kita dapat bertemu pada hari yang indah ini. Terimakasih saya ucapkan atas kesempatan yang telah diberikan kepada saya untuk menyampaikan pidato yang berjudul “Indonesia Butuh Pendidikan Moral”.


Teman temanku yang saya cintai,

Pendidikan moral merupakan momok dasar yang harus diajarkan kepada generasi sekarang ini. Bagaimana tidak, di media sosial atau televisi kasus kekerasan seringkali kita jumpai bahkan terkadang tidak sedikit orang yang menyaksikan kekerasan tersebut secara langsung. Sayangnya, pendidikan moral ini yang seharusnya dijadikan pendidikan utama dalam tingkat sekolah formal, justru sering diabaikan. Para guru hanya dituntut untuk membuat siswa mereka menjadi pandai. Para guru hanya terfokus pada setiap subjek yang akan mereka sampaikan. Hal ini tentu sangat disayangkan mengingat kasus-kasus yang terkadang terjadi disekolah seolah tidak menjadikan koreksi bagi para guru. Sekolah hanya menyediakan fasilitas melalui guru BP yang bertugas menegur sikap siswa. Sekolah mungkin menganggap bahwa fasilitas ini sudah cukup memenuhi kebutuhan siswa yang bermasalah. Namun, para guru lupa bahwa kasus-kasus siswa yang terjadi sebenarnya dapat ditanggulangi sehingga kasus tersebut tidak perlu terjadi. Karenanya, pendidikan moral harus di patenkan menjadi salah satu pelajaran wajib disekolah.

Ketika siswa ditanya lebih penting mana antara moral dan pengetahuan? Maka jawabanya pasti pengetahuan. Namun, apabila pertanyaan ini di lontarkan kepada guru. Mereka pasti tak mampu menjawab karena meskipun mereka menyadari keduanya penting namun disekolah mereka hanya terfokus mengajarkan pengetahuan saja. Hal ini tentulah dapat dijadikan koreksi betapa pentingnya pendidikan moral.

Bagi generasi muda, jangan lelah menggapai cita. Tetap berusaha, rajin belajar dan tidak pantang menyerah. Selalu hormati orang tua, guru, dan sayangi sesama teman. Satu hal yang pasti, hindari kekacauan, hilangkan tingkah laku buruk, kobarkan persatuan dan jaga nama baik Negara kita Indonesia.

Demikianlah sedikit kata yang bisa saya sampaikan,

terimakasih.

wassalamualaikum wr wb.

 

Contoh Teks Pidato Bertema Pendidikan

Selamat siang,

Assalamu’alaikum Wr Wb

Yang saya hormati Kepala Sekolah SMP Guna Bakti.

Yang saya hormati Wakil Kepala Sekolah SMP Guna Bakti.

Yang saya hormati guru-guru SMP Guna Bakti.

Beserta seluruh murid SMP Guna Bakti yang berbahagia.

Alhamdulilah, Puji dan Syukur saya ucapkan kepada Allah swt yang telah memberikan hidayahnya sehingga kita dapat berkumpul pada acara siang hari ini.

Mungkin hadirin sudah banyak yang paham tentang pengertian globalisasi, atau mungkin malah masih belum ada yang memahaminya?.. kali ini saya berdiri disini ingin sedikit mengajak hadirin untuk mengingat kembali beberapa pola hidup yang menyebabkan globalisasi. Apa pengaruhnya bagi kita dan bagaimana kita menghadapi pengaruhnya.

Globalisasi berasal dari kata global yang mempunyai arti menyeluruh. Globalisasi berarti proses penyebaran unsur-unsur baru yang menyangkut informasi secara mendunia melalui media cetak atau elektronik. Globalisasi mempunyai pengaruh yang hampir meliputi semua aspek kehidupan. Contohnya, dalam bidang transportasi. Ada begitu banyak kendaraan yang dapat kita jumpai merayap dijalan raya setiap harinya. Transportasi ini membuat orang lebih mudah untuk bepergian. Hal ini tentu berbeda terbalik dengan jaman dahulu yang untuk kemanapun, seseorang harus rela menempuhnya dengan jalan kaki.

Selain transportasi, nampaknya sistem telekomunikasi juga berdampak global dalam aspek kehidupan. Sebagai contohnya adalah handphone (HP). Jaman canggih seperti sekarang ini, HP sepertinya sudah tidak bisa dipisahkan dengan kehidupan manusia. Internet merupakan contoh lain dari pengaruh globalisasi. Tua muda semua berlomba untuk dapat menggunakanya. Bahkan tidak sedikit generasi muda yang mampu menemukan penemuan terbaru hanya melalui internet.

Pengaruh globalisasi juga datang dari dunia kuliner. Secara perlahan makanan dari berbagai penjuru dunia mulai masuk kepelosok-pelosok nusantara. Tidak sedikit masyarakat yang ikut berdagang dengan merk makanan luar negeri. Misalnya, KFC, PIZZA, Ramen dan lainya.

Aspek berikutnya adalah fashion. Tampak jelas sekali berbagai jenis pakaian yang booming diluar negeri segera diikuti masyarakat kita. Bidang lain yang tidak kalah heboh adalah olah raga. Banyak pertandingan yang disiarkan secara langsung. Tidak sedikit orang dibuat demam karenanya.

Begitu banyak aspek yang mampu dipengaruhi globalisasi. Hal ini jelas membuktikan bahwa setiap orang mampu merasakan pengaruhnya. beberapa aspek yang telah dijelaskan di atas, membuktikan bahwa globalisasi sudah hampir mempengaruhi seluruh aspek kehidupan. Semua orang tentunya merasakan pengaruh yang terjadi akibat globalisasi. Tentulah sebagai masyarakat kita harus bisa memilah globalisasi ini dengan hanya mengambil nilai positifnya saja dan mengabaikan nilai negatifnya sehingga budaya-budaya barat yang akan masuk keindonesia dapat tersaring dengan baik. Apabila hal ini dilakukan semua masyarakat maka ciri khas kebudayaan kita tentu akan dapat dipertahankan dengan baik.

Semoga yang saya sampaikan ini dapat memberikan manfaat kepada kita semua. Harapan saya, pengaruh globalisasi tidak akan merusak keutuhan bangsa.

Wassalamu’alaikum Wr Wb.

Adapun hal-hal yang dipersiapkan ketika anda berpidato adalah persiapan diri anda sendiri, seperti pembawaan dengan suara yang jelas dan mempunyai variasi tekanan suara, gerakan tubuh saat berpidato dan kesehatan anda sendiri. Semoga artikel Kumpulan Contoh-Contoh Pidato Tentang Pendidikan dapat memberikan manfaat bagi anda. Salam

Friday

Cara Memaknai dan Memahami Puisi

Materi Bahasa Indonesia SMA - Berikut kami berikan artikel yang berisi mengenai cara memaknai dan memahami puisi. Kegiatan mendengarkan puisi telah kamu lakukan pada materi pelajaran sebelumnya. Sebagai salah satu kegiatan mengapresiasi karya sastra, kegiatan mendengarkan puisi bukan saja sekedar kegiatan menikmati karya sastra itu sendiri tapi lebih pada adanya perenungan terhadap puisi sebagai karya sastra, termasuk isi dari puisi yang didengarkan. Puisi merupakan sebuah struktur yang kompleks, untuk memahaminya diperlukan analisis sehingga dapat diketahui bagian-bagiannya serta jalinannya secara nyata. Analisis pada segi bentuk dan isi belumlah cukup untuk memberikan gambaran nyata dan memuaskan, namun setidaknya terbuka sedikit tabir dari makna dan nilai yang terkandung dalam isi puisi (Pradopo, 2005:14).

Cara Memaknai dan Memahami Puisi
Memahami Puisi

Salah satu cara untuk memahami puisi adalah dengan melakukan analisis terhadap isi puisi. Terdapat beberapa tahap untuk memahami puisi dengan melakukan analisis isi puisi. Pertama, aspek bunyi. Sebuah puisi akan bermakna jika dibaca oleh karena itu memahami aspek rima, irama, jeda, nada, dan intonasi pembacaan merupakan langkah awal untuk memahami isi puisi. Perhatikan perulangan-perulangan yang digunakan, permainan vokal-konsonan dalam puisi, penekanan pada kata tertentu, sajak-sajak serta unsur-unsur bunyi yang lainnya.

Kedua, aspek kata. Salah satu definisi puisi menyebutkan bahwa puisi merupakan pola permainan kata yang terkandung makna di dalamnya. Hal tersebut mengisyaratkan bahwa aspek utama dalam sebuah puisi adalah rangkaian kata. Lakukan pemahaman terhadap makna kata per kata yang dilanjutkan dengan pemahaman rangkaian kata yang membentuk bait. “Apakah sebuah kata akan memiliki perbedaan makna setelah terangkai dalam sebuah bait puisi? Ataukah masih memiliki makna yang sama? Adakah pengaruh dari rangkaian kata sebelumnya pada makna kata atau rangkaian kata selanjutnya?” Pertanyaan-pertanyaan seperti itulah yang pada akhirnya mampu memberikan pemahaman pada isi puisi.

Ketiga, aspek intrinsik puisi. Pemahaman terhadap aspek intrinsik puisi sangat membantu pemahaman terhadap isi puisi. Dalam aspek intrinsik puisi memuat objek-objek yang dikemukakan, latar, pelaku, dan dunia pengarang. Objek yang dikemukakan dalam hal ini memuat hal-hal yang diangkat pengarang dalam puisinya, misalnya perahu, bulan, air laut, kehidupan dan banyak lagi objek lain yang digunakan. Latar , sama halnya dengan prosa, memuat latar tempat dan waktu. Pelaku, dalam hal ini juga memuat pelaku yang dimunculkan dalam puisi, misalnya si aku atau tokoh yang lain. Pada puisi Teratai karya Sanusi Pane diperuntukkan pada tokoh pendidikan Ki Hajar Dewantara.

Keempat, pemaknaan secara implisit. Pada tahap ini pemaknaan dilakukan secara menyeluruh sehingga terangkai sebuah cerita, kisah, peristiwa, atau yang lainnya. Perhatikan puisi berikut.

Memaknai dan Memahami Puisi Cintaku Jauh Di Pulau

Bait pertama, menggambarkan sang kekasih nun jauh di sana. Bait kedua, menggambarkan tentang kebahagian namun terdapat kegelisahan di akhir bait. Bait ketiga, awal bait menggambarkan segalanya berjalan dengan baik dan lancar, namun di akhir bait kegelisahan (pada akhir bait kedua) terjadi yaitu panggilan yang kuasa. Di bait keempat dan kelima menggambarkan kegagalan si aku untuk mencapai cita-citanya (bertemu sang gadis) meskipun segala daya dan upaya telah dilakukan (Jalan sudah bertahun kutempuh! Perahu yang bersama ‘kan merapuh!).

Kelima, tahap perenungan. Pada tahap ini pembaca dituntut untuk melakukan penyimpulan dan perenungan terhadap isi puisi secara menyeluruh tentang makna sebuah puisi. Makna yang terkandung pada puisi di atas bisa dinyatakan sebagai kegagalan menemui sang kekasih setelah sekian lama melakukan perjalanan panjang ternyata harus terhalangi oleh kematian.

Demikian Materi Bahasa Indonesia SMA  tentang cara memahami puisi yang kami sampaikan, semoga bermanfaat bagi anda, baik membantu mencari kasanah baru atau membantu anda dalam menyelesaikan pekerjaana anda. Apabila ada kritik dan saran jangan sungkan berikan komentar anda pada kami agar kami bisa menjadi lebih baik lagi dalam memberikan Kumpulan Materi Bahasa Indonesia.

Wednesday

Partikel -lah, -kah dalam Bahasa Indonesia

Materi Bahasa Indonesia - Dalam berkomunikasi, tentu kamu pernah menanyakan sesuatu, menyampaikan sesuatu atau bahkan menyuruh orang lain, seperti teman, kakak, atau adik. Pernahkah kamu menyadari bahwa kalimat yang kamu sampaikan menggunakan partikel -lah, - kah.

Amatilah dan kenalilah partikel yang digunakan dalam kalimat di bawah ini!
1. Akulah yang menggambar semua.
2. Waktu itulah aku sedang tidak di rumah.
3. Maju teruslah menuju ke rumah kepala kampung.

Partikel lah, kah

Partikel -lah

Dari contoh kalimat tersebut, partikel -lah dipakai untuk menegaskan bagian kalimat yang mendapat tekanan keras karena dipentingkan. Selain untuk menegaskan bagian kalimat, partikel -lah juga dipakai untuk menghaluskan permintaan dan menguatkan perintah. Untuk menghaluskan permintaan, contohnya,

1. Pergilah cepat sebelum malam tiba!
2. Lihatlah semua kebaikan yang dia lakukan!
3. Apalah yang harus aku lakukan?
Untuk menguatkan perintah perhatikan contoh berikut!
1. Pergilah cepat! Sebelum aku marah!
2. Tangkaplah tikus itu sekarang juga!
3. Carilah jarum itu sampai ketemu!

Partikel -kah

Partikel -kah dipakai dalam kalimat tanya untuk menegaskan bagian atau kelompok kata yang dipentingkan.

Contoh:
1. Dapatkah engkau datang besok? Jawab: dapat atau tidak dapat
2. Mungkinkah engkau datang lagi? Jawab: mungkin atau tidak mungkin.
3. Akukah yang dipersoalkan? Jawab: aku atau orang lain.

Setelah kamu mempelajari penggunaan partikel -lah, -kah dalam contoh tersebut, tentu kamu telah memahami penggunaan partikel -lah, -kah secara tepat. Semoga bermanfaat. Salam Kami

Sunday

Analisis Intrinsik

Materi Bahasa Indonesia - Materi tentang unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik telah kamu dapat pada pelajaran sebelumnya. Itu artinya kamu telah mengerti dan memahami unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik dalam sebuah karya sastra. Pada materi bahasa indonesia kali ini kamu akan belajar tentang menganalisis unsur intrinsik. Tentu bagi anda bingung, sebenarnya bagaimana caranya dan apa ang dimaksud dengan unsur intrinsik. Unsur intrinsik merupakan unsur yang berada di dalam karya sastra itu sendiri, yang meliputi tokoh dan penokohan, setting (latar) cerita, alur (jalan) cerita, sudut pandang penceritaan (point of view), dan tema penceritaan. 

Analisis Intrinsik

Nah.. Bagian-bagian di bawah ini adalah cara analisis intrinsik yang benar. Analisis intrinsik ini berlaku pada karya sastra cerpen ataupun novel ya teman-teman. Berikut adalah cara menganalisis unsur intrinsik novel atau cara menganalisis unsur intrinsik cerpen yang kami tulis untuk anda.

1. Tokoh dan Penokohan
Peristiwa dalam cerita seperti halnya peristiwa dalam kehidupan sehari-hari, selalu diperankan oleh tokoh atau pelaku-pelaku tertentu. Pelaku yang memerankan peristiwa dalam cerita sehingga peristiwa itu mampu menjalin suatu cerita disebut dengan tokoh. Istilah tokoh merujuk pada orangnya, pelaku cerita. Keberadaan tokoh dapat dihubungkan dengan jawaban terhadap pertanyaan: “Siapakah tokoh utama novel itu?”, atau “ada berapa orang jumlah pelaku dalam novel itu?” Jika menghadapi suatu cerita, orang selalu bertanya, “ini cerita (tentang) siapa?” atau “siapa pelaku cerita ini?” (Sudjiman, 1988:16). Tokoh dalam cerita seperti halnya manusia dalam kehidupan sehari-hari di sekitar kita, selalu memiliki watakwatak tertentu. Para tokoh yang terdapat dalam suatu cerita memiliki peranan yang berbeda-beda. Pengarang mengunakan beberapa teknik dan cara untuk menghadirkan tokoh dalam novel yang dihasilkannya.

Ditinjau dari segi keterlibatannya dalam keseluruhan cerita, tokoh dibedakan menjadi dua, yakni tokoh sentral atau tokoh utama dan tokoh periferal atau tokoh tambahan (bawahan). Tokoh utama adalah tokoh yang diutamakan penceritaannya dalam cerita yang bersangkutan. Ia merupakan tokoh yang paling banyak diceritakan, baik sebagai pelaku kejadian maupun yang dikenai kejadian. Sebaliknya, tokoh tambahan (bawahan) hanya dimunculkan sekali atau beberapa kali dalam cerita dengan porsi penceritaan yang pendek.

Pemunculan tokoh tambahan tidak dipentingkan dan kemunculannya harus ada keterkaitan dengan tokoh utama, baik secara langsung maupun tidak langsung. Tokoh sentral biasanya merupakan tokoh yang mengambil bagian terbesar dalam peristiwa dalam cerita. Peristiwa atau kejadiankejadian itu menyebabkan terjadinya perubahan sikap dalam diri tokoh dan perubahan pandangan kita sebagai pembaca terhadap tokoh tersebut. Untuk menentukan tokoh utama atau tokoh sentral dalam sebuah cerita dapat dilakukan dengan tiga cara.
Pertama, tokoh itu yang paling terlibat dengan makna atau tema.
Kedua, tokoh itu yang paling banyak berhubungan dengan tokoh lain.
Ketiga, tokoh itu yang paling banyak memerlukan waktu penceritaan.

Tokoh dalam cerita juga dapat dibedakan berdasarkan fungsi penampilan tokoh dalam keseluruhan cerita. Fungsi penampilan tokoh merupakan keberadaan tokoh dihubungkan dengan perilaku pembaca yang sering melakukan identifikasi dan melibatkan diri secara emosional dengan tokoh-tokoh yang ada dalam novel. 

Berdasarkan fungsi penampilan, tokoh dapat dibedakan ke dalam tokoh protagonis dan tokoh antagonis. Tokoh protagonis adalah tokoh yang kita kagumi, tokoh yang merupakan refleksi dari norma dan nilai yang ideal bagi kita.Tokoh protagonis menampilkan sesuatu yang sesuai dengan pandangan dan harapan pembaca. Tokoh yang menjadi penyebab terjadinya konflik disebut tokoh antagonis. Pada umumnya tokoh antagonis selalu beroposisi (berlawanan) dengan tokoh protagonis baik secara langsung maupun tidak langsung. Dalam bahasa yang sederhana, kalau tokoh protagonis memunculkan perilaku kepahlawanan (hero), tokoh antagonis melahirkan perilaku yang dianggap antipati (jahat).

2. Setting (latar) Cerita
Sebuah karya fiksi, baik cerpen maupun novel, harus terjadi pada suatu tempat dan dalam suatu waktu, seperti halnya kehidupan ini yang juga berlangsung dalam ruang dan waktu. Unsur yang menunjukkan kepada kita di mana dan kapan kejadian-kejadian dalam cerita berlangsung disebut setting ’latar.’ Dengan demikian, yang termasuk di dalam latar ini ialah tempat atau ruang yang dapat diamati, seperti di sebuah desa, di kampus, di dalam sebuah penjara, di rumah, di kapal, dan seterusnya; waktu, hari, tahun, musim, atau periode sejarah, seperti di zaman revolusi fisik, di saat upacara sekaten, di musim kemarau yang panjang, dan sebagainya (Suminto, 2000).

Dalam bentuknya yang konkret dapat disebutkan sebagai contoh bahwa peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam Kubah berlangsung di Pulau B, di Pagetan, di istana Lopajang, di rumah, di sawah, di masjid, di jalan, dan seterusnya; pada masa sebelum geger  Oktober 1965, pada masa sesudah geger Oktober 1965, sesudah Pengakuan Kedaulatan pada tahun 1949, pada tahun 1971, dan seterusnya, di lingkungan petani, di lingkungan politikus, di kalangan tahanan politik, dan seterusnya. Deskripsi latar dalam karya sastra secara garis besar dapat dikategorikan dalam tiga bagian, yakni latar tempat, latar waktu, dan latar sosial. Latar tempat adalah hal yang berkaitan dengan masalah geografis, latar waktu berkaitan dengan masalah historis, dan latar sosial berkaitan dengan kehidupan kemasyarakatan.
Latar tempat menyangkut deskripsi tempat suatu peristiwa cerita yang terjadi, misalnya latar tempat dalam Kubah, yang menunjuk latar pedesaan, perkotaan, atau latar tempat lainnya. Melalui tempat terjadinya peristiwa diharapkan tercermin pemerian tradisi masyarakat, tata nilai, tingkah laku, suasana, dan hal-hal lain yang mungkin berpengaruh pada tokoh dan karakternya.

Latar waktu mengacu kepada saat terjadinya peristiwa, dalam plot, secara historis. Melalui pemerian waktu kejadian yang jelas, akan tergambar pula tujuan fiksi tersebut secara jelas pula. Rangkaian peristiwa tidak mungkin terjadi jika dilepaskan dari perjalanan waktu, yang dapat berupa jam, hari, tanggal, bulan, tahun, bahkan zaman tertentu yang melatarbelakanginya.

Latar sosial merupakan lukisan status yang menunjukkan hakikat seorang atau beberapa orang tokoh di dalam masyarakat yang ada di sekelilingnya. Statusnya di dalam kehidupan sosialnya dapat digolongkan menurut tingkatannya, seperti latar sosial bawah atau rendah, latar sosial menengah, dan latar sosial tinggi.

3. Alur (jalan) Cerita
Seorang penulis cerita harus menciptakan plot atau alur bagi ceritanya itu. Hal ini berarti bahwa plot atau alur cerita sebuah fiksi menyajikan peristiwa-peristiwa atau kejadian-kejadian kepada pembaca tidak hanya dalam sifat kewaktuan atau temporalnya, tetapi juga dalam hubungan hubungan yang sudah diperhitungkan. Dengan demikian, alur sebuah cerita akan membuat pembaca sadar terhadap peristiwa-peristiwa yang dihadapi atau dibacanya tidak hanya sebagai subelemen-subelemen yang jalin-menjalin dalam rangkaian temporal, tetapi juga sebagai suatu pola yang majemuk dan memiliki hubungan kausalitas atau sebab akibat. Struktur alur sebuah fiksi dapat dibagi secara umum menjadi tiga bagian, yaitu awal, tengah dan akhir. Struktur alur dapat dirinci lagi ke dalam bagian-bagian kecil lainnya.

Pada awal cerita pengarang melakukan eksposisi memperkenalkan tokoh dan melukiskan keadaan tertentu. Tokoh-tokoh mulai menunjukkan perilaku tertentu, misalnya berhubungan antara satu dengan yang lainnya, sehingga lahirlah peristiwa dan konflik tertentu. Dari titik ini peristiwa atau keadaan mulai menanjak masuk ke dalam komplikasi tertentu: persentuhan konflik, perbenturan antara kekuatan-kekuatan tertentu yang saling berlawanan. Komplikasi ini menanjak mencapai titik puncak tertinggi: klimaks, yang tidak dapat dipertinggi lagi. Klimaks merupakan lanjutan dari komplikasi sebelumnya, juga merupakan kelanjutan dari perkembangan karakter tokoh dalam jaringan konflik yang wajar dan masuk akal. Puncak komplikasi yang tertinggi memerlukan penyelesaian atau pemecahan. Pada perkembangan titik ini pembaca disuguhi suatu pergumulan konflik dengan tegangan yang terkuat, dan akhirnya meluncur menuju akhir: denoument.

4. Sudut Pandang Penceritaan
Menceritakan suatu hal dalam karya fiksi, pengarang memilih sudut pandang tertentu untuk menyajikan cerita. Bisa saja pengarang berdiri sebagai orang yang berada di luar cerita dan mungkin pula ia mengambil peran serta dalam cerita itu. Sudut pandang atau pusat pengisahan (point of view) dipergunakan untuk menentukan arah pandang pengarang terhadap peristiwa-peristiwa di dalam cerita sehingga tercipta suatu kesatuan cerita yang utuh. Sudut pandang menyangkut masalah teknik bercerita, yakni soal bagaimana pandangan pribadi pengarang akan dapat terungkapkan sebaik-baiknya dalam cerita. Untuk itu, pengarang harus memilih tokoh manakah yang akan disuruh bercerita. Sudut pandang menyangkut masalah pemilihan peristiwa yang akan disajikan, menyangkut masalah ke mana pembaca akan diarahkan atau dibawa, menyangkut masalah apa yang harus dilihat pembaca, dan menyangkut masalah kesadaran siapa yang disajikan. Secara garis besar sudut pandang dibedakan menjadi dua kelompok, yakni

(1) sudut pandang orang pertama: akuan,
(2) sudut pandang orang ketiga: diaan.

Pada kelompok akuan, pembaca akan merasa lebih dekat dengan segala peristiwa yang tersaji dalam fiksi. Sebaliknya, pada kelompok diaan pembaca terasa agak berjarak segala peristiwa yang tersaji dalam fiksi.

5. Tema Penceritaan
Dalam pengertiannya yang paling sederhana, tema adalah makna cerita, gagasan sentral, atau dasar cerita. Wujud tema dalam karya sastra, biasanya, berpangkal pada alasan tindak atau motif tokoh. Tema dalam karya sastra umumnya diklasifikasikan menjadi lima jenis, yakni tema physical ‘jasmaniah’, tema organic ‘moral’, social ‘sosial’, egoic ‘egoik’, dan divine ‘ketuhanan.’ Tentu, tema fiksi masih dapat diklasifikasikan dengan cara selain ini, misalnya tema tradisional dan tema modern. Klasifikasi di atas lebih merupakan pembagian yang didasarkan pada subjek atau pokok pembicaraan dalam fiksi. Tema jasmaniah merupakan tema yang cenderung berkaitan dengan keadaan jasmani seorang manusia. Tema jenis ini terfokus pada kenyataan diri manusia sebagai molekul, zat, dan jasad. Oleh karena itu, tema percintaan termasuk ke dalam kelompok tema ini.

Karya sastra populer yang banyak melibatkan tokoh-tokoh remaja yang sedang mengalami fase “bercinta” merupakan contoh fiksi yang cenderung menampilkan tema jasmaniah. Tema organic diartikan sebagai tema tentang ‘moral’ karena kelompok tema ini mencakup hal-hal yang berhubungan dengan moral manusia, yang wujudnya tentang hubungan antarmanusia, antarpria-wanita. Tema sosial meliputi hal-hal yang berada di luar masalah pribadi, misalnya masalah politik, pendidikan, dan propaganda. Tema egoik merupakan tema yang menyangkut reaksi-reaksi pribadi yang pada umumnya menentang pengaruh sosial.

Tema ketuhanan merupakan tema yang berkaitan dengan kondisi dan situasi manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan. Pada pembahasan di atas terlihat bahwa setiap cerita yang disajikan merupakan refleksi dari peristiwa atau kejadian dalam kehidupan bermasyarakat yang sesungguhnya. Oleh karena itu keterkaitan antara isi dalam cerita dengan peristiwa yang terjadi dalam kehidupan bermasyarakat akan bisa diungkapkan dan dijelaskan. Perhatikan penggalan cerita berikut!
“Beberapa bulan lagi Badri akan genap tiga puluh tahun. Dibandingkan dengan angkatannya, ia sudah dipandang sangat terlambat memperoleh istri. Bukan karena telunjuknya bengkok ataupun kompong, melainkan idealismenya yang meluap-luap dalam lapangan sosial dan kebudayaan. Ketika ia menyadari bahwa perjuangan tidak akan selesai meski ia akan hidup terus sebagai jejaka, namun untuk memperoleh seorang tidaklah begitu mudah baginya. Ada tiga macam halangan yang tidak begitu mudah ditembus akal sehatnya. Demi turunannya, agar generasi muda masa mendatang tidak lagi pendekpendek potongan tubuhnya, ia merindukan seorang gadis yang tinggi semampai. Paling kurang 160 cm tingginya. Dan itu tidak mudah ditemuinya dalam masyarakat yang berbakat pendek. Halangan lainnya, karena Badri berdarah campuran yang dianggap kurang bermutu menurut pandangan adat minangkabau yang lebih menyukai perkawinan awak sama awak. Halangan lain, ialah kalkulasi biaya hidup yang tak kan klop lagi bila ia nikah.”

Penggalan cerita di atas secara sepintas menceritakan tentang idealisme seorang tokoh yang bernama Badri tentang kehidupan berumah tangga yang bakal dijalaninya. Tentang harapan mendapatkan pasangan dengan tinggi 160 cm, tentang kalkulasi biaya hidup yang akan ditanggung bila kelak ia menikah dan tentang kualitas dirinya yang dianggap sebagai produk kurang bermutu di mata budaya Minangkabau. Kegalauan seorang Badri pun tentunya ada dan banyak ditemui di dalam kehidupan nyata bermasyarakat.

Nah... Kalian sudah mengerti bukan sekarang tentang analisis Intrinsik. Analisis intrinsik ini berlaku pada novel dan cerpen. Sehingga setelah kalian membaca ini, diharapkan bisa menerapkannya langsung pada tugas atau tulisan kalian. Sebarkan artikel ini jika bermanfaat bagi anda dan berikan komentar anda pada kami sebagai wujud apresiasi anda terhadap kami. Semoga tulisan yang tidak sempurna ini bermanfaat bagi anda. Salam kami
 
❤ Tentang ☎ Hubungi Kami ✿ Daftar Isi ▲ Disclaimer ♛ Kebijakan Privasi
Back To Top