Showing posts with label Info. Show all posts
Showing posts with label Info. Show all posts

Sunday

Teknik Sampling Pada Penelitian Kualitatif

Teknik Sampling Pada Penelitian Kualitatif - Dalam dunia penelitian pendidikan, seorang peneliti tentu akan memilih salah satu dari 2 metode untuk digunakan dalam menyelesaikan sebuah penelitian, 2 metode tersebut adalah metode penelitian secara kualitatif atau metode kuantitatif. Namun untuk sebuah permasalahan yang cara penyelesaiannya cenderung ke arah analisis dan bersifat deskriptif lebih baik menggunakan penelitian secara kualitatif. Pada penelitian kualitatif ini, si peneliti tidak mementingkan suatu generalisasi, yang di mana sampel ditentukan dengan cara sengaja atau melalui pertimbangan, sehingga sampel dari suatu penelitian tersebut tidak perlu mewakili populasi. Namun adapun pertimbangan sampel sebuah penelitian bukan berdasarkan faktor keterwakilan populasi yang terdapat di dalam sampel. Namun pertimbangannya lebih kepada sampel (informan) untuk dapat memberikan informasi selengkap - lengkapnya kepada peneliti.



Adapun jenis sampel yang dipakai dalam penggunaan metode penelitian kualitatif merupakan sampel yang kecil, tidak representatif, purposive, serta dapat berkembang selama proses penelitian berlangsung. Dalam pernyataan Nasution (1992) , ia mengatakan bahwa metode kualitatif menggunakan pemilihan sampel berdasarkan tujuan penelitian, dan sampel yang diambil cenderun sedikit. Penelitian kualitatif ini sering berbentuk studi kasus atau multi kasus. Penelitian ini tidak ada menggunakan istilah seperti populasi, namun disebut sebagai situasi sosial yang terdiri dari 3 elemen, yaitu place (tempat) , actor (pelaku), dan activity (aktifitas) .

Berikut ini adalah penjelasan mengenai penggunaan  sampel pada  penelitian kualitatif secara lengkap :

Adanya penggunaan snowball sampling

Sampling merupakan sebuah tekhnik yang dilakukan untuk mendapatkan sebuah sampel dari populasi. Dan populasi sendiri adalah sekelompok unit yang di mana unit tersebut dijadikan bahan analisis yang memiliki jenis kariteria yang sama. Snowball sendiri merupakan salah satu contoh tekhnik sampling , karena apabila menggunakan tekhnik ini  peneliti tidak hanya akan memperoleh  informasi atau data secara akurat , namun juga memperoleh jumlah responden dari  penelitian tersebut.

Snowball sampling sendiri adalah sebuah pelebelan terhadap suatu aktifitas ketika peneliti sedang dalam proses pengumpulan data dari satu responden ke responden lain yang memenuhi kriteria, melalui sebuah proses wawancara mendalam dan akan berhenti apabila tidak ditemukan lagi informasi yang baru, terjadinya replikasi atau sebuah pengulangan variasi informasi, atau juga mengalami titik jenuh dari informasi tersebut. Maksudnya adalah informasi yang diberikan oleh satu informan memiliki kesamaan dengan informan lainnya. karena menggunakan wawancara dalam ini , maka seorang peneliti kualitatif memiliki subyek penelitiannya tidak lebih dari 50 respoden. Adapun ciri khas dari wawancara mendalam ini didasarkan oleh jumlah responden yang totalnya dibawah 50 orang. 

Purposive sampling

Purposive sampling tergolong pada kelompok sampling yang non-probability. Terlalu sederhana atau terlalu singkat jikalau purposive ini diberikan batasan dalam hal pegambilan sampel dari suatu populasi yang sesuai dengan tujuan penelitian. Apalagi kalau lebih dipersingkat lagi dengan penarikan sampel, sehingga akan membuat sampel yang kurang sesuai dengan tujuan penelitian. Oleh karena itu suatu konsep atau pemberian sebuah nama dengan     “puposive sampling”  dirasa kurang tepat, karena sampling acak yang probability juga purposif.

Bouma Gary D (1993: 119) dalam karangan bukunya yang berjudul The Research Process, pada edisi revisi mengemukakan yang artinya : “pada tekhnik purposive sampling , seorang peneliti percaya bahwa mereka dapat menggunakan pertimbangan atau intuisinya untuk memilih orang atau kelompok terbaik untuk dipelajari atau yang dapat memberikan informasi yang akurat. Suatu kelompok dengan sebutan “the typical and the best people” yang akan dipertimbangkan oleh para peneliti untuk diambil menjadi subjek penelitian. Para responden yang dinilai memberikan informasi yang lebih mendalam , dan unik, adalah para responde yang dibutuhkan oleh peneliti.

Berdasarkan penjelasan yang telah dikemukakan di atas, dapat kita pahami bahwa purposive sampling memiliki intisari penjelasan sebagai berikut : kelompok yang dipilih secara cermat, dan kelompok yang terbaik, akan dipilih menjadi responden penelitian. Oleh karena itu, purposive sampling juga memiliki istilah yang lain yaitu : judgemental sampling . Sebab dikatannya demikian adalah karena perlu adanya pertimbangan yang matang  untuk memilih kelompok utama menjadi sebuah sampling. 

Purposive sampling dan dilanjutkan ke snowball sampling

Catatan penting, tekhnik purposive sampling hanya dapat dipakai ketika seorang peneliti sudah melakukan studi penjajakan dengan baik dan berpengalaman, serta mengetahui karakter dari respondennya sehingga bisa mengengetahui the typical and the best people.

Dalam penelitian kualitatif tidak hanya bisa berhenti di purposive sampling , alsannya adalah karena dengan hanya memperoleh jumlah responden yang sesuai dengan kriteria, bukan responden penelitianpengumpulan data yang dilakukan dengan intensive - interview harus dilaksanakan melalui suatu wawancara dari satu responden ke responden lain yang memenuhi kriteria dan syarat sampai menjumpai titik jenuh (snowball sampling).

Demikianlah artikel singkat kami yang tentang teknik sampling dalam penelitian kualitatif. Semoga dapat memperdalam pengetahuan kita dalam hal teknik sampling yang akan digunakan pada penelitian kualitatif.

Wednesday

Definisi Masalah dan Jenis-Jenis Dalam Penelitian

Ilmu Bahasa - Pada kesempatan yang baik ini kami akan mengulas mengenai Definisi Masalah dan Jenis-Jenis Dalam Penelitian. Kemajuan suatu negara menyebabkan perubahan besar pada tingkat kualitas pendidikan, mulai dari pendidikan jenjang sekolah dasar sampai pendidikan perkuliahan mengalami pembaharuan yang signifikan. Ini semua bertujuan untuk mengembangkan pendidikan agar lebih bersaing dengan negara-negara berkembang lain seperti negara malaysia, austria, belgia, denmark, prancis, dan negara lainnya. persaingan ini pun memicu suatu negara untuk lebih menekankan sebuah penelitian harus menggunakan metode yang terbilang sistematis untuk dapat memecahkan sebuah masalah.
Judul ini kami pilih Definisi Masalah dan Jenis-Jenis Dalam Penelitian karena beberapa hari lalu, kami menerima email dari rekan kami yang sedang kuliah S2 di salah satu universitas ternama di Yogyakarta, sehingga kami buatlah artikel ini agar setidaknya bisa membantu rekan kami yang sedang mengalami kebingungan soal kuliahnya. kembali lagi ke topik pembahasa, Dalam sebuah penelitian tentu mengharuskan adanya tujan penelitian dan juga masalah, karena suatu masalah merupakan referensi seorang peneliti untuk mendapatkan tujuan masalah, metode untuk memecahkan masalah, serta menentukan analisis data.
Definisi Masalah dan Jenis-Jenis Dalam Penelitian
Definisi Masalah dan Jenis-Jenis Dalam Penelitian

Namun banyak orang tidak mengetahui permasalahan apa saja yang akan mereka jumpai dalam melakukan sebuah penelitian, sehingga ini akan membuat peneliti tak terarah dalam melaksanakan penelitiannya. Berikut kami akan menjelaskan apa sebenarnya masalah dalam penelitian pendidikan serta permasalahan - permasalahan seperti apa saja yang akan ditemui oleh seorang peneliti pendidikan.

Pengertian Masalah Dalam Konteks Penelitian Pendidikan

Kita secara umum tau apa arti dari “masalah”, namun apakah kita tau arti sebenarnya dari “masalah” ?. Masalah adalah tidak sesuainya antara sebuah harapan atau kesenjagann antara harapan  dengan kenyataan yang terjadi. Dari pengertian ini dapat disimpulkan bahwa sebuah masalah dalam penelitian pendidikan akan timbul apabila terjadi penyimpangan antara harapan atau pengalaman dengan kenyataan yang terjadi. Menurut Stoner (1982) menyatakan bahwa masalah dapat diketahui apabila terdapat suatu penyimpangan antara pengalaman dan juga kenyataan, dan juga adanya pengaduan serta kompetisi.
Suryabrata (1994 : 60) mengemukakan bahwa definisi masalah adalah kesenjangan antara harapan (das sollen) dengan harapan (das sein). Untuk itu dilakukannya sebuah penelitian bertujuan untuk menutup kesenjangan yang terjadi.
John dewey kerlinger secara terpisah memberikan sebuah penjelasan tentang masalah atau kesulitan yang biasa dirasakan oleh orang awam ataupun seorang peneliti. Masalah yang terjadi akan menghalangi untuk tercapainya suatu tujuan baik itu tujuan individu maupun kelompok. Masalah yang timbul dalam sebuah penelitian pastinya berbentuk kalimat tanya, bukan kalimat pernyataan. Selanjutnya masalah akan dijawab melalui sebuah penelitian yang mendetail. 

Sumber terjadinya masalah dalam sebuah penelitian

Menurut James H. MacMillan dan Schumacher (Hadjar, 1996 : 40 - 42), masalah sendiri dapat bersumber dari berbagai faktor, berikut adalah faktor - faktor penyebab terjadinya masalah :
Definisi Masalah dan Jenis-Jenis Dalam Penelitian
Definisi Masalah dan Jenis-Jenis Dalam Penelitian

Observasi

Dilakukannya  observasi utuk mendapatkan suatu permasalahan sangatlah penting, karena hasil dari observasi  terhadap hubungan tertentu yang belum memiliki suatu kejelasan yang cukup memadai dalam melakukan suatu tindakan atas otiritas dan tradisi dapat diangkat menjadi suatu permasalahan.

Dedukasi dan teori

Teori memiliki pengertian yaitu konsep - konsep yang masih berupa prinsip umum yang penerapannya belum bisa diketahui selama belum dilakukannya pengujian secara empiris. Pencarian suatu masalah yang didapatdari sebuah teori akan berguna untuk mendapatkan data serta penjelasan empiris praktik tentang teori tersebut

Kepustakaan

Suatu hasil penelitian pasti memberikan rekomendasi untuk dilakukannya penelitian (replikasi) ulang terhadap hasil penelitian tersebut baik dengan variasi atau tanpa variasi. Validitas hasil penelitian tentu akan meningkat dengan adanya dilakukan tindakan replikasi, tindakan replikasi juga dapat menambah kemampuan untuk digeneralisasikan lebih luas. Biasanya hasil penelitian atau laporan sebuah penelitian akan merekomendasikan kepada peneliti lain tentang apa yang perlu diteliti lebih lanjut. Ini juga dapat menjadi  sumber untuk menentukan suatu masalah.

Masalah Sosial

Berita hangat yang ada disekitar kita dapat juga dijadikan sumber masalah dalam sebuah penelitian.

Pengalaman pribadi

Pengalaman pribadi anda juga dapat menimbulkan suatu permasalahan yang dimana diperlukannya jawaban empiris untuk mendapatkan suatu pemahaman yang lebih mendalam tentunya. Pengalaman pribadai yang dimaksudkan disini tak hanya pengalaman anda dengan lingkungan sekitar anda, tapi bisa juga meliputi :

1. Pengalaman seseorang atau kelompok

2. Lapangan tempat anda pernah bekerja

3. Hasil laporan penelitian

4. Dan juga sumber yang berasal dari pengalaman orang lain

3. Jenis - jenis permasalahan yang terdapat dalam penelitian

Klasifikasi Masalah

Menurut sugiyono (1994 : 36-39 dalam afidburhanuddin.wordpress.com)  mengklasifikasikan masalah terbagi dalam 3 jenis, yaitu :

a. Permasalahan deskriptif

Jenis permasalahan deskriptif ialah suatu permasalahan yang memilik variabel mandiri baik pada satu variabel atau lebih.  Dalam penelitian ini , peneliti tidak diharuskan untuk membuat suatu perbandingan variabel yang satu dengan sampel yang lain, tetapi hanya mencari hubungan variabel yang yang satu dengan yang lain. Contoh dari suatu permasalah deskriptif adalah :
Seberapa tinggi minat siswa indonesia dalam menulis dan membaca untuk waktu satu hari ? 
Seberapa besar pengaruh efektifitas pembelajaran jigsaw terhadap hasil prestasi belajar siswa?

b. Permasalahan komparatif

Permasalahan komparatif merupakan suatu rumusan masalah penelitian yang membandingkan keberadaan satu variabel atau lebih terhadap suatu sampel yang berbeda waktu. Contohnya :
Apakah ada terdapat perbedaan prestasi belajar antara siswa A dan siswa B ?
Adakah perbedaan tentang pemahanan suatu konsep terhadap materi persegi panjang antara siswa reguler dan siswa inti ?

c. Permasalahan Asosiatif

Jenis permasalahan asosiatif ialah permasalahan yang bersifat menanyakan hubungan dua variabel atau lebih. Disini permasalahan asosiatif memiliki tiga bentuk hubungan yaitu :

1. Hubungan simetris

Hubungan ini merupakan kaitan antara dua variabel atau lebih yang tak sengaja munculnya secara bersamaan. Contoh : Adakah kaitan antara warna rambut dengan sifat seseorang ?

2. Hubungan kausal

Arti dari hubungan kausal sendiri adalah hubungan bersifat sebab dan akibat. Jadi pada hubungan ini terdapat dua variabel yaitu variabel independen dan dependen. Di mana variabel independen adalah variabel yang mempengaruhi dan variabel dependen adalah variabel yang dipengaruhi. Contoh :
Apakah ada terdapat pengaruh pendidikan dari orang tua terhadap prestasi belajar anak ? (disini pendidikan dari orang tua merupakan variabel independen, dan untuk variabel dependen sendiri adalah prestasi belajar)

Hubungan interaktif atau timbal balik

Hubungan ini adalah hubungan yang saling mempengaruhi satu sama lain. Disini tidak dapat diketahui mana variabel independen dan dependen. Contoh : Kaitan hubungan antara makan di siang hari dengan kecerdasan otak manusia.

Demikian tulisan ini kami tulis berdasarkan referensi yang kami dapatkan dari rekan-rekan yang menggelutinya, semoga artikel ini bermanfaat bagi anda sekalian pembaca setia ilmubahasa.net. Silahkan berlangganan artikel kami untuk mendapatkan artikel-artikel yang berkualitas yang berkenaan dengan bidang pendidikan, ilmu bahasa, karya sastra, dan info-info yang bermanfaat bagi anda. Salam hangat kami Ilmu bahasa.

Saturday

Kajian Lengkap Kurikulum Berbasis Kompetensi (Kurikulum 2004), Wajib Untuk Guru!

Kajian Kurikulum Berbasis Kompetensi (Kurikulum 2004) - Kurikulum pendidikan yang berlaku di tahun 2004 merupakan kurikulum 2004 atau biasa disebut dengan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). KBK adalah salah satu bentuk inovasi kurikulum yang disebabkan adanya semangat dari reformasi pendidikan. Hal ini dimulai dengan adanya kebijakan pemerintah daerah atau dikenal dengan otonomi daerah yang disusun dalam Undang-Undang Nomor 22 tahun 1999. Munculnya kebijakan tersebut disebabkan oleh perubahan dan tuntutan kebutuhan masyarakat terhadap perkembangan dunia terhadap globalisasi yang ditandai dengan munculnya ilmu pengetahuan dan teknologi yang begitu menonjol, sehingga menimbulkan kehidupan yang penuh dengan persaingan dalam segi hal apapun. Oleh sebab itu, setiap individu wajib untuk mempunyai yang handal agar mampu  berkompetensi dalam berbagai bidang sesuai dengan minat, bakat, dan kemampuan yang dikuasainya.

1

Pengertian Dari Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) 

 Kurikulum Berbasis Kompetensi
Kompetensi merupakan suatu kemampuan dalam melakukan sesuatu yang berbeda hanya dengan mengetahui sesuatu. Kompetensi wajib didemonstrasikan sesuai dengan standar yang berlaku pada proses di lapangan kerja (Hamalik, 2000). Kompetensi dapat berupa hanya pengetahuan saja, atau keterampilan, dan sikap dalam kebiasaan untuk berfikir dan bertindak. Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) ialah seperangkat rencana dan pengaturan terkait masalah kompetensi dan hasil belajar yang harus dicapai oleh siswa, penilaian, kegiatan belajar mengajar, dan pemberdayaan sumber daya pendidikan dan mengembangkan sekolah (Depdiknas, 2002). KBK sendiri berkembang dan dikembangkan untuk memberikan keterampilan sekaligus keahlian dalam suatu bidang  sesuai standar kompetensi yang dibutuhkan untuk meningkatkan daya saing di tengah-tengah persaingan perekonomian global pada pasar global, dan permasalahan sosial, politik, serta budaya budaya.
KBK sendiri beranggapan bahwa siswa tidak hanya harus memahami materi pelajaran untuk memperluas kemampuan intelektual, namun bagaimana cara agar pengetahuan yang telah dipahami bisa mengembangkan perilaku yang ditampakkan dalam dunia nyata. Menurut Gordon (dalam Sa’ud, 2008: 91) terdapat 6 aspek yang harus terkandung dalam kompetensi, yaitu:
a. Pengetahuan (knowledge), yaitu pengetahuan yang digunakan untuk melakukan proses berpikir 
b. Pemahaman (understanding), yaitu tingkat kognitif dan afektif yang dimiliki individu
c. Keterampilan (skill), yaitu sesuatu yang dimiliki setiap orang untuk melakukan tugas - tugas yang dibebankan padanya
d. Nilai (value), yaitu dasar standar perilaku yang telah dipercaya sehingga akan mewarnai sebuah tindakan yang dikerjakan
e. Sikap (attitude), yaitu perasaan atau reaksi terhadap sebuah bentuk rangsangan yang datang dari luar, perasaan senang atau tidak senang terhadap suatu masalah
f. Minat (interest), yaitu kecenderungan seseorang dalam melaksanakan suatu tindakan atau perbuatan untuk mempelajari materi pelajaran.
Sanjaya (2005) menyatakan bahwa terdapat 4 kompetensi dasar yang harus dimiliki siswa, yaitu :
a. Kompetensi akademik, yaitu peserta didik harus memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam mengatasi tantangan dan persoalan hidup
b. Kompetensi okupasional, yaitu peserta didik wajib memiliki kesiapan mental dan mampu beradaptasi terhadap dunia kerja
c. Kompetensi kultural, yaitu peserta didik wajib bisa menempatkan diri sebaik-baiknya dalam sistem budaya dan tata nilai dalam bermasyarakat
d. Kompetensi temporal, yaitu peserta didik tetap eksis pada saat menjalani kehidupannya sesuai tuntutan perkembangan zaman.

2

Karakteristik Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK)

Depdiknas (2002) mengemukakan karakteristik KBK sebagai berikut : 
a. Menekankan pada sebuah pencapaian kompetensi baik secara individual maupun klasikal. KBK memuat beberapa kompetensi yang wajib dicapai siswa dan kompetensi tersebut sebagai sebuah tolak ukur minimal atau kemampuan dasar. 
b. Berorientasi pada hasil belajar dan keberagaman, maksudnya adalah keberhasilan dalam pencapaian kompetensi dasar yang diukur oleh indikator hasil belajar. Indikator inilah yang dijadikan sebagai acuan kompetensi yang diharapkan. Proses pencapaiannya bergantung pada kemampuan dan kecepatan yang berbeda pada setiap siswa.
c. Penyampaian dalam suatu pembelajaran menggunakan pendekatan dan metode yang bervariasi sesuai dengan keberagaman siswa. 
d. Sumber belajar tidak hanya guru, tetapi sumber belajar lain yang memenuhi usur edukatif bisa dikatakan sebagai guru, artinya sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi. Guru berperan sebagai fasilitator agar mempermudah proses belajar siswa dari berbagai macam sumber belajar. 
e. Penilaian menekankan pada proses dan hasil belajar. Dalam upaya penguasaan atau pencapaian suatu kompetensi, KBK menempatakan hasil dan proses belajar sebagai dua sisi yang sama pentingnya.

3

Implikasi KBK terhadap Pengembangan Aspek Pembelajaran Pengembangan Rancangan Pembelajaran

Kegiatan pembelajaran dalam KBK sendiri diarahkan agar dapat menggali dan megembangkan potensi yang dimiliki peserta didik. Proses pembelajaran KBK sendiri berorientasi pada siswa sebagai subjek pada pembelajaran. Terdapat beberapa hal yang harus ditinjau lebih jauh dalam merancang pembelajaran, antara lain (Sa’ud, 2008: 98) :
a. Rancangan kegiatan pembelajaran wajib memberikan kesempatan pada siswa untuk mencari, mengolah, dan menemukan sendiri pengetahuannya. Kegiatan pembelajaran inipun dirancang agar siswa bisa mengembangkan keterampilan dasar mereka pada suatu mata pelajaran yang bersangkutan.
b. Rancangan pembelajaran harus disesuaikan dengan sumber belajar dan saran pembelajaran.
c. Pembelajaran harus disesuaikan dengan mengordinasikan berbagai pendekatan belajar. 
d. Pembelajaran harus bisa memberikan pelayanan terhadap kebutuhan individual peserta didik, seperti minat, bakat, kemampuan, dan lain-lain.

4

Pengembangan Proses Pembelajaran

Cara belajar yang dinginkan oleh KBK, bukan menumpuk ilmu pengetahuan tetapi proses berubahnya perilaku melalui pengalaman belajar, dan diharapkan terjadi kemajuan di berbagai aspek pada setiap peserta didik. Guru bertugas untuk mengelola pembelajaran baik dalam segi pengembangan strategi pembelajaran ataupun menggunakan berbagai sumber belajar. Oleh sebab itu, proses pembelajaran tidak hanya ditunjukkan agar siswa mampu menguasai materi pembelajaran tetapi lebih diarahkan pada penguasaan kompetensi sesuai kurukulum.

5

Pengembangan Evaluasi

Kriteria keberhasilan suatu hasil belajar siswa dapat dilihat dari beberapa aspek berikut ini : aspek kognitif, afektif, dan psikomotor. Aspek kognitif sendiri berhubungan dengan kemampuan kecerdasan dan intelektual pada setiap siswa. Aspek afektif berhubungan dengan penilaian sikap dan minat siswa terhadap suatu pelajaran dan pada proses pembelajaran. Aspek psikomotor berhubungan dengan tingkat penguasaan pengetahuan dalam bentuk praktek langsung.
Referensi :
Departemen Pendidikan Nasional. 2002. Pedoman Umum Pelaksanaan Pendidikan Berbasis Keterampilan Hidup (Life Skill) Melalui Pendidikan Broad Based Education dalam Pendidikan Luar Sekolah dan Pemuda.
Jakarta: Ditjen PLS dan Pemuda. Hamalik, O. 2000. Model- Model Pengembangan Kurikulum.
Bandung: Pasca Sarjana UPI. Sanjaya, W. 2005. Pembelajaran dalam Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi. 
Jakarta: Prenada Media. Sa’ud, S.S. 2008. Inovasi Pendidikan. Bandung: Alfabeta.
Departemen Pendidikan Nasional. 2002. Pedoman Umum Pelaksanaan Pendidikan Berbasis Keterampilan Hidup (Life Skill) Melalui Pendidikan Broad Based Education dalam Pendidikan Luar Sekolah dan Pemuda. 

Ini Dia Tarif Iuran Terbaru BPJS Kesehatan

Tarif Iuran Terbaru BPJS Kesehatan - Mulai tanggal 1 April 2016, iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) mengalami perubahan tarif iuran. Hal ini dilakukan, disamping dana tersebut dialirkan untuk memutakhirkan langkah praktis daftar BPJS online, juga kita harus memahami bahwa  JKN adalah program pemerintah dalam bidang pelayanan kesehatan yang dikelola oleh BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial). Pemerintah menginformasikan ini melalui Peraturan Presiden Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan yang Kedua kalinya atas Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2013 tentang Jaminan Kesehatan. Dalam Perpres tersebut ditetapkan perubahan iuran bagi peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) alias peserta perorangan.

Ini Dia Tarif Iuran Terbaru BPJS Kesehatan
Daftar dan Konsultasi BPJS

Tarif Baru Iuran Peserta JKN per April 2016

Khusus untuk jumlah nominal iuran peserta kelas III, Presiden telah menetapkan bahwa iuran pengguna BPJS perorangan kelas III tidak berubah, yaitu tetap Rp 25.500. Sementara itu, tarif untuk kelas 1 dan kelas 2 mengalami peningkatan harga yaitu  masing-masing sebesar Rp20.500 dan Rp8.500. 

Peserta diharuskan membayar iuran jaminan kesehatan kepada BPJS Kesehatan paling telat tanggal 10 (sepuluh) setiap bulannya. Jika tanggal 10 (sepuluh) bertepatan dengan hari libur, maka iuran dibayarkan pada hari kerja berikutnya.

Denda Keterlambatan

Bagi yang terlambat dalam pembayaran iuran jaminan kesehatan lebih dari satu bulan sejak tanggal 10, maka pemberhentian sementara terhadap penjaminan peserta dilakukan. Artinya, masa aktif kartu asuransi JKN Anda diberhentikan secara otomatis untuk sementara waktu. Peserta tidak bisa memakai kartu JKN untuk berobat gratis selama masa pemberhentian. Jika terjadi keterlambatan pembayaran, peserta diwajibkan untuk membayar denda kepada BPJS Kesehatan supaya status kartu JKN kembali aktif dan dapat digunakan lagi untuk mendapatkan pelayanan kesehatan hingga layanan rawat inap. 
Denda keterlambatan yang harus dibayar sesuai dengan aturan sebelunya adalah 2%, namun per 1 April 2016 berlaku aturan baru yaitu 2,5%. Batas pembayaran iuran BPJS Kesehatan adalah setiap tanggal 10, Jika anda terlambat untuk melunasinya pada bulan itu, maka dendanya 2,5% x jumlah iuran. Jumlah tertunggak maksimum 12 bulan dan denda paling tinggi sebesar Rp30.000.000 (tiga puluh juta Rupiah).

Jika anda terlambat membayar pada hari libur maka denda tidak diberlakukan. Misalnya tanggal 10 adalah hari minggu sedangkan anda baru membayar hari senin tanggal 11 maka denda 2,5% tersebut tidak berlaku. Status kepesertaan akan kembali diaktifkan setelah Anda melunasi iuran plus dendanya. Dalam waktu 45 hari, status kepersertaan akan aktif kembali. 

Cara Mengecek Keterlambatan dan Membayar Iuran

Peserta bisa mengecek rincian data keterlambatan iuran JKN dengan pergi ke kantor cabang BPJS Kesehatan terdekat atau cek langsung via ATM bank Mandiri, BRI dan BNI.  Kepala Humas BPJS Kesehatan menjelaskan kewajiban iuran JKN sesuai dengan peraturan yang berlaku. Jika terdapat iuran yang tertunggak sebelum bulan April 2016, maka akan dihitung menggunakan aturan lama.

Ini Dia Tarif Iuran Terbaru BPJS Kesehatan
Cek Tagihan BPJS
Cara membayar iuran yang tertunggak, peserta bisa mengecek data rincian keterlambatan di kantor cabang BPJS Kesehatan terdekat, dan jika ingin membayarnya bisa langsung dilakukan di ATM bank. 

Pindah Kelas JKN  

Peserta BPJS Kesehatan yang berada pada kelas 1 dan 2 diizinkan untuk bermigrasi ke kelas 3. Irfan Humaidi dari BPJS Kesehatan menegaskan, bahwa  pengurusan pindah kelas hanya bisa dilakukan dengan cara datang ke kantor cabang BPJS terdekat dan memenuhi persyaratan, termasuk apakah harus mencetak kartu BPJS Kesehatan lagi atau tidak. Hal ini perlu diketahui agar dapat tertib administrasi dan aturan, yaitu peserta minimal sudah tercatat sebagai peserta JKN selama satu tahun.

Demikian yang dapat kami ulas mengenai Tarif Iuran Terbaru BPJS Kesehatan . Semoga bermanfaat dan menambah wawasan anda. Kami ilmubahasa.net akan senantiasa menerima kritik dan saran teman-teman semuanya demi kebutuhan daring sahabat imbas semuanya. Terimakasih dan selamat beraktifitas.

Wednesday

Inilah Daftar Jurnal Nasional Terakreditasi Kemristekdikti yang Masih Berlaku

Ilmu bahasa - Pada kesempatan kali ini kami akan mengulas mengenai Daftar Jurnal Nasional Terakreditasi Kemristekdikti yang Masih Berlaku. Namun sebelumnya, kami akan menjelaskan mengenai sedikit tentang apa sih jurnal itu?, Pada tahun 2014 banyak kalangan cendekiawan yang memperbincangkan mengenai jurnal. Jurnal menjadi hal yang tidak asing lagi dikalangan akademisi atau pengajaran di instansi instansi. Lantas, apa yang dimaksud dengan jurnal itu?, tentunya masih banyak yang kurang memahami mengenai pengertian jurnal. Jurnal adalah sebuah produk publikasi yang berisi mengenai penelaahan sebuah pembahasan ilmiah dan beresensi berdasarkan sumber-sumber acuan yang jelas dan diterbitkan secara teratur berdasarkan periodesasi tertentu atau pada momen momen tertentu yang terskema baik secara akademisi instansi atau secara legalitas keilmiahannya. Jurnal biasanya terbit setiap bulanan, atau perempat tahunan. 
Jurnal Nasional Terakreditasi Kemristekdikti Terbaru

Klasifikasi Jurnal

Nahh.. mengenai jurnal banyak sekali macam-macamnya. Namun kami mendapatkan informasi bahwa jurnal itu diklasifikasikan kedalam beberapa bagian. Dalam artikel  Daftar Jurnal Nasional Terakreditasi Kemristekdikti yang Masih Berlaku ini akan kami paparkan beberapa hal mengenai pengertian jurnal dan link mengenai jurnal jurnal yang terakreditasi.

Professional Journals or Trade Journals (Jurnal profesional)

Jurnal ini merupakan klasifikasi jurnal yang dibuat oleh orang yang memiliki pengaruh pada bidang tertentu disebuah negara. Jurnal profesional ini biasanya dibuat oleh orang-orang yang setingkat dengan ilmuwan, budayawan, para pakar dan ahli sebuah bidang tertentu. Pembahasannya pun tidak semua kalangan mampu memahami, hanya yang setingkat atau yang selevel saja yang mampu memahami permasalahan yang diusung dalam jurnal.

Jurnal ini memang terbatas pada profesi tertentu atau industri tertentu yang berisi mengenai ulasan-ulasan dalam mengenai sebuah hal atau produk untuk menginformasikan kepada pembaca tentang kejadian yang terjadi dalam industri atau profesi

Ciri-ciri Jurnal Prosfesional

Berikut ini ciri ciri jurnal profesional menurut News Poland Education Magazines adalah sebagai berikut.
  • Memiliki cakupan luas
  • Tidak semua orang mampu mengakses untuk sembarangan
  • Perlu kredibilitas dan intelektual yang sepadan dalam memahami arsip jurnal profesional ini, mengingat terbatas pada profesi atau industri tertentu
  • 100% Valid secara isi, pembahasan, dan kualitas

Popular Journals (Jurnal Populer)

Jurnal populer merupakan jurnal yang umum di kalangan masyarakat. Jurnal ini berisi mengenai permasalahan yang umum yang terjadi secara global, populer, dan tidak begitu membebani pembacanya atau yang mengakses jurnal ini. Jurnal ini biasanya berisi berita, cerita fitur dan pendapat beberapa ahli dan kutipan redaksi yang berisi informasi dan hiburan bagi pembacanya. Jurnal ini juga banyak berisi foto atau ilustrasi ilustrasi.

Ciri-ciri Jurnal Populer

  • Semua orang mampu mengakses jurnal ini
  • Hal yang disampaikan biasanya yang menjadi tranding topik di kalangan masyarakat umum
  • Tidak memerlukan khasanah tertentu dalam mengambil intisari jurnal populer
  • Hal yang dikaji ringan.
  • Ditulis dengan bahasa yang mudah dimengerti

Scholarly Journals (Jurnal Akademik)

Jurnal ini biasa juga dikenal sebagai jurnal akademisi. Yakni yang berisi mengenai sejumlah artikel yang diterbitkan secara teratur pada interval tertentu di wilayah akademisi. Tujuannya adalah menyebarkan pengetahuan dan penemuan baru. Jurnal ini biasanya juga ada yang berisi kritik dan ulasan-ulasan dari sebuah studi adalah majalah yang berisi sejumlah artikel yang diterbitkan secara teratur pada interval tertentu. Tujuan utama mereka adalah untuk menyebarkan pengetahuan dan penelitian temuan baru. Mereka juga mungkin berisi ulasan dan kritik studi dan temuan. Jurnal ilmiah kadang-kadang dapat diidentifikasi oleh judul mereka, seperti triwulanan jurnal, reviw proseding, yang merujuk ke disiplin akademis.

Daftar Jurnal Nasional Terakreditasi Kemristekdikti yang Masih Berlaku

Berikut ini kami paparkan mengenai daftar jurnal yang telah terakreditasi oleh pemerintah sudah kami rangkum dalam beberapa link di bawanh ini. Silahkan anda klik saja link tersebut.

 Daftar Jurnal resmi Pendidikan Seni

Berikut ini kami paparkan mengenai daftar jurnal yang telah terakreditasi bagi jurusan pendidikan seni. Silahkan anda klik beberapa link di bawah ini.
Demikian artikel mengenai  Daftar Jurnal Nasional Terakreditasi Kemristekdikti yang Masih Berlaku. Semoga bermanfaat dan membantu anda dalam meningkatkan kualitas akademisi anda. Salam kami.

Tuesday

2 Menit Lapor Tunjangan Dikdas Untuk Mengetahui Data Guru

Lapor Tunjangan Dikdas - Selamat datang di web kami. Pada kesempatan kali ini, kami akan mengulas mengenai bagaimana cara pengecekan Sertifikasi PTK untuk guru . Hal ini kami ulas, karena beberapa minggu yang lalu ada email masuk yang meminta untuk kami mengulas tentang artikel ini, mengingat masih belum banyak website berbasis pendidikan yang menerangkannya. Semoga bermanfaat bagi anda.

Ada beberapa langkah bagi anda untuk melaporkan tunjangan Dikdas agar dapat mengetahui secara pasti info PTK (Penelitian Tindakan Kelas) untuk memastikan data guru yang sudah benar-benar memenuhi standar kevaliditasannya. Hal ini dilakukan guna untuk mengetahui kebenaran dari data berdasarkan laporan yang sudah diajukan kepada Dinas. Dengan anda mengecek secara daring atau dalam jaringan secara online maksudnya berguna untuk memperlancar sertifikasi yang sedang anda lakukan.

Mengecek info PTK ini sebenarnya merupakan tugas individu setiap pengajar atau guru. Namun, tidak salahnya apabila komponen-komponen sekolah juga membantu untuk memperlancar proses tunjangan Dikdas bagi guru-guru yang berada di instansi sekolah tersebut. Tujuannya agar mereka para guru tetap bisa fokus pada amanah mengajar siswanya. Namun tidak salah juga apabila dicanangkan untuk setiap guru yang melakukan sertifikasi tunjangan Dikdas untuk diberikan petunjuk cara mengecek kebenaran laporan dan memastikan bahwa sertifikasi PTK yang sudah dilakukan tervaliditasi oleh Dinas Pendidikan.

Sebagai bahan bacaan juga, kami juga sudah membuat ulasan mengenai bagaimana cek PTK secara valid dan benar, agar anda sebagai guru juga mengetahui secara pasti dan baik bagaimana cara mengecek PTK. Nahh... Selanjutnya, berikut ini adalah tahapan awal dalam melakukan pengecekan sertifikasi PTK Dikdas. Silahkan anda memilih alamat di bawah ini. Pilih salah satu diantara link yang kami paparkan untuk diakses.
http://223.27.144.195:8082/
http://223.27.144.195:8085/
http://223.27.144.195:8086/
http://223.27.144.195:8084/

Silahkan anda memilih link diatas yang bisa anda kunjungi untuk mengecek Sertifikasi PTK. Pengecekan ini bisa anda lakukan setiap sebulan sekali agar anda bisa rutin mengetahui data anda atau sertifikasi anda di laman Dikdas. Setelah anda klik salah satu link di atas, akan muncul demikian,

Lapor Tunjangan Dikdas

Jika sudah muncul gambar di atas, silahkan anda masukkan NUPTK atau Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan anda sebagai userID. Kemudian anda masukkan tanggal lahir sebagai password dengan format penulisan YYYY(Tahun lahir anda)MM(Bulan lahir anda)DD(Tanggal lahir anda). Untuk lebih jelasnya, silahkan simak video di bawah ini yang kami ambil dari web......



Demikianlah artikel kami mengenai 2 Menit Lapor Tunjangan Dikdas Untuk Mengetahui Data Guru. Semoga membantu anda dalam proses menjadi guru yang berdedikasi, profesional, dan penuh integritas tinggi. Salam kami Ilmu Bahasa.

Thursday

Acne The Testosterone Connection

ilmu bahasa - Acne breakouts are an epidermis condition that affects both youthful men and youthful women alike. Not just that, acne breakouts are more and more occurring in grown ups, and it is an awkward problem for millions of folks well to their thirties and forties. Has acne become worse in the last two decades, or shall we be just imagining it?

Could it be because we've the web and knowledge is shared a lot more readily and simply that we understand the real depth from the acne problem, or has it truly become a bit of a crisis?

Well, my own opinion is the fact that acne has become a lot more prevalent, particularly in grown ups, and there might be a variety of causes of that, but in the centre of acne there's a offender that may be both our friend, as well as in the situation of acne, our enemy.

Acne Controll


It is the male hormone (or androgen), testosterone. More particularly, it is a specific testosterone known as DHT, or Dihydro Testosterone. This unique hormone, when created in excessive amounts through the body, may it be a lady or male body, produces an atmosphere for that sebaceous glands to enter overdrive creating natural oils that normally safeguard and moisturize your skin.

Normally, your sebaceous glands are going to produce sufficient oil to produce the protective barrier between your atmosphere as well as your skin, in addition to behave as a moisturizing agent, maintaining your skin hydrated. Once the sebaceous glands are corrupted and start to create an excessive amount of oil, things get nasty.

The oil has nowhere else to visit, so it clogs the pores, leading to pimples, whiteheads, cystic acne, and smaller sized acne lesions due to the soreness brought on by the clogged pore.

It's essentially a situation where your own body's natural protective systems are corrupted and start to operate upon your skin instead of safeguard and moisturize it, as nature intended.

This testosterone overload is strictly why the very best acne remedies are targeted at assisting to balance the the body's hormones again, to ensure that can facilitate natural equilibrium between estrogenic (female) the body's hormones and androgenic (male) the body's hormones which should appear in every man and lady.

Other effective acne remedies, such as the questionable Acutane, also known as isotretinoin, are targeted at really drying out in the sebaceous glands. I occur to be put off by this process, because which means that whenever you age, you do not have individuals natural sebaceous glands to safeguard the skin and the elasticity that keeps you searching youthful.

Acne is generally a problem rooted in hormonal imbalance, and incredibly carefully associated with periods of existence where the body's hormones are usually imbalanced. For this reason people do have a tendency to bust out more within their adolescence, once the the body's hormones continue to be finding their method to balance and the entire body continues to be developing and altering, and in grown ups, when demanding periods occur, since hormonal levels are extremely responsive to stress in many people.

Some reason that our meals today might be causing elevated installments of adolescent and particularly adult acne, since our meals have a tendency to contain lots of the body's hormones or hormone-mimicking compounds inside them, which disrupts natural hormones in our physiques.
 
❤ Tentang ☎ Hubungi Kami ✿ Daftar Isi ▲ Disclaimer ♛ Kebijakan Privasi
Back To Top