Teks Cerita Ulang | Unsur, Struktur & Pengertian Teks Cerita Ulang

Hari ini saya akan memberikan sebuah artikel mengenai pelajaran Bahasa Indonesia , artikel ini saya beri judul “Unsur Kebahasaan teks cerita ualng Biografi” Di artikel ini akan di jelaskan unsur kebahasaan apa saja yang terdapat di dalam sebuah teks Biografi.

Jadi unsur kebahasaan teks cerita ulang biografi ini ada pronominal, pengacuan, kunjungsi, verba material, dan kalimat simpleks . berikut penjelasanya:

Pronomina

Pronomina atau kata ganti merupakan kata yang digunakan untuk menggantikan benda dan menamai seseorang atau sesuatu secara tidak langsung. Pronomina ini dibagi menjadi 3 jenis, yakni sebagai berikut :

Pronomina persona disebut juga kata ganti orang adalah pronominal yang digunakan untuk acuan manusia. Seperti table di bawah ini :

   PRONOMINA PERSONA  TUNGGALJAMAK
Kata ganti orang pertamaaku,saya,daku, kukami, kita
Kata ganti orang keduakamu, anda, engkau, kau, dikau, mukalian, kamu sekalian
Kata ganti orang ketigadia, beliau, ia -nyamereka

Contoh :
Bapaknya menyewa sebuah losmen di kawasan Araya , Malang untuk mereka tinggal sekeluarga, hanya satu kamar yang kemudian dihuni 8 orang. Kedua orang tua Toto dan tiga orang anaknya , termasuk Toto sendiri.

Pronomina Penunjuk

Apa yang dimaksud dengan pronominal penunjuk ? Pronomina penunjuk adalah pronominal yang dipakai sebagai penunjuk umum arah/ tempat.

Kata ganti penunjuk arah atau tempat : sini, situ, sana, disini, di situ, ke sana, ke sini, kesitu.
Kata ganti penunjuk umum : ini , itu.

Pronomina Penanya

Merupakan pronominal yang digunakan untuk menanyakan hal berupa manusia, benda, pilihan, waktu, serta tempat.

Kata ganti penanya orang: benda, dan pilihan : apa, siapa, yang mana
Kata ganti penanya waktu: kapan
Kata ganti penanya tempat : di mana, ke mena, dari mana.

  Apresiasi Budaya Lokal "Nguri-uri Kebudayaan Jawa"

Pengacuan

Selanjutnya unsur kebahasaan yang kedua adalah pengacuan, Apa yang dimaksud dengan pengacuan ? pengacuan adalah alat kohesi yang baik untuk menghindari pengulangan kata yang terus menerus.

Tags:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *