Ilmubahasa.net - Berikut Ulasan Novel yang sudah kami rangkum. salam ilmubahasa
Pelaku : R.Panji Susila dan Putu Sasih
Pelaku : R.Panji Susila dan Putu Sasih
Dalam novel ini dikisahkan Pemuda
Madura bernama Raden Panji Susila bertunangan dengan seorang gadis Bali bernama
Putu Sasih. Karena sesuatu hal mereka berpisah. Setelah masing-masing mengalami
cobaan hidup, akhirnya dipertemukan kembali dan menikah serta hidup bahagia.
Sinopsis Novel
Dikisahkan seorang pemuda Bagkalan
Madurabernama Raden Panji Susila, setelah tamat sekolah H.K.S ( setingkat SMA )
kira-kira pada umur dua puluh tahun, diangkat menjadi guru Taman Siswa di
Singaraja, Bali. Karena ramah tamahnya dan baik budinya, belum lama tinggal di
sana sudah mendapat banyak kenalan. Diantara kenalannya itu ada seorang yang
bernama I Ngurah. Bersamanya dia berhasil mendirikan sekolah. Karena uletnya
Raden Panji dalam mmemperjuangkan rakyat itu, Pemerintah Hindia Belanda yang
berkuasa pada waktu itu mencurigainya dan menghalang-halangi usahanya.
Tak lama kemudian Raden Panji Susilo
bertunangan dengan seorang gadis yang bernama Putu Sasih, anak dari hasil
perkawinan campuran antara Bali ibunya dan ayahnyaRaden Joyosasmuto seorang
bangsawan Jawa yang pernah menjadi Mantri di Singaraja. Sejak kecil Putu Sasih
sudah ditinggalkan oleh ayahnya dan tinggal bersama ibunya. Prtunangan tersebut
berawal dari pertemuan antara Raden Panji Susilo dengan Putu Sasih disaat Putu
sasih menjadi Jangir pada peralatan. Cintanya pun diterima oleh Putu Sasih.
Sebenarnya orang tua Raden Panji
Susilo ingin dinikahkan oleh saudara sepupunya yang bernama Wahyuni. Karena
itu, mereka mengirimkan telegram kepada Radn Paji Susilo yang mengabarkan bahwa
ibunya sedang sakit keras. Pulanglah Raden Panji Susilo. Namun, ternyata gagal
maksud mereka itu karena ternyata Wahyuni tidak mau dinikahkan. setelah
mendapat ijin segera Raden Panji Susilo menikahi Putu Sasih. Namun malang
baginya , karena pada waktu itu pemerintah Hindia Belandamulai menangkap
orang-orang yang sekiranya dicurigai. Disaat Raden Panji Susilo sampai tiba di
Singaraja, ia pun ditangkap, ditahan dan tidak diperkenankan lagi tinggal di
Bali dan segera mungkin meninggalkan Pulau Bali.
Sepeninggal Raden Panji Susilo,
rumah Putu Sasih terbakar dan ibunya meninggal dalam kebakaran itu. Sejak
ditinggal ibunya, Putu Sasih meninggalkan kota Singaraja menuju Banyuwangi.
Karena tidak tentram di sana, kemudian Putu Sasih pindah ke Surabaya setelah
mendengar bahwa di sana akan ada pasar tahunan dan dia berniat ingin menjadi
jangir di sana.
Kembali ke Raden Panji Susilo.
Stelah meninggalkan Singaraja, ia memperoleh pekerjaan di Surabaya dan tidak
lama lagi akan pidah ke Malang menjadi ketua Parindra. Di sana ia didambakan
oleh R. Ayu Ratnakusuma. Tetapi ia menolak cinta R.Ayu Ratnakusuma dikarenakan
di hatinya hanya ada Putu Sasih. demi ketentraman hatinya , ia bertekad mencari
kekasihnya itu. Dari Malang ke Pasuruan danmenumpang ke rumah makan Sanjen
milik ayah Putu Sasih. tahu bahwa Raden Panji Susilo mempunyai hubungan dengan
anaknya, maka disuruhnya mencari anaknya. Karena anaknya sudah berada di Pulau
Jawa.
Karena Allah SWT, dipertemukanlah
keduamya di Pasar Malam Tahunan. Raden Panji Susilo melihat Putu Saih disaat
Putu Sasih menari Bali. Maka segera diajaknya menemui ayahnya diPasuruan.
Setelah bertemu dan berunding, menikahlah mereka dan hidup bahagia
Oleh: Nur St. Iskandar
Oleh: Nur St. Iskandar

