Wednesday

Cerita Novel Online - Ronggeng Dukuh Paruk



Ilmubahasa.net- Berikut Ringkasan dan sedikit ulasan Kumpulan Novel Online kami yang sudah kami rangkum sebaik mungkin agar anda bisa mendapatkan informasi atau hanya sekedar membaca Kumpulan Cerita Novel kami.

Pengarang    : Ahmad Tohari
Penerbit        : Gramedia
Tahun           : 1982; Cetakan II, 1986


Sinopsis Novel

Cerita Novel Online - Ronggeng Dukuh ParukDukuh Paruk yang kering kerontang menampakkan kehidupannya kembali ketika Srintil, bocah yang berumur sebelas tahun, menjadi ronggeng. Penduduk dukuh yang merupakan keturunan Ki Secamenggala, seorang bromocorah yang dianggap moyang mereka, menganggap bahwa kehadiran Srintil akan mengembalikan citra yang sebenarnya. “Dukuh Paruk hanya lengkap bila di sana ada keramat Ki Secamenggala, ada seloroh cabul, ada sumpah serapah, dan ada ronggeng bersama perangkat calungnya” (hlm. 16).

Srintil adalah potret anak Dukuh Paruk yang yatim-piatu akibat bencana tempe bongkrek. Enam belas penduduk meninggal karena memakan tempe yang terbuat dari ampas kelapa itu. Tak terkecuali juga kedua pembuat makanan itu, yaitu kedua orang tua Srintil. Srintil yang saat itu masih bayi, kemudian dipelihara oleh kakek-neneknya, Sakarya suami-istri. Sang kakek yakin bahwa Srintil telah kerasukan indang ronggeng. Srintil dilahirkan untuk menjadi ronggeng atas restu arwah Ki Secamenggala.

Sebagaimana layaknya seorang ronggeng, Srintil harus melewati tahap-tahap untuk menjadi seorang ronggeng yang sesungguhnya. Setelah ia diserahkan kepada Kertareja, dukun ronggeng di dukuh itu, Srintil harus dimandikan di depan cungkup makam Ki Secamenggala. Srintil juga harus melewati lagi tahap bukak klambu. Ia tidak mungkin naik pentas dengan memungut bayaran kalau tidak melewati tahap yang lebih mirip sebagai sayembara bagi setiap laki-laki yang mampu memberi sejumlah uang sebagai syaratnya.

Adalah Rasus yang merasa dongkol dengan syarat tersebut. Teman main Srintil sejak kecil ini bukan hanya cemburu dan sakit hati karena Srintil dilahirkan menjadi ronggeng, yang berarti menjadi milik umum, tetapi karena kegadisan Srintil yang disayembarakan. Yang lebih “panas” lagi adalah ketidakmampuannya sebagai anak yang berumur empat belas tahun untuk mengubah hukum yang sudah pasti terjadi, dan itu bakal menimpa orang yang dicintainya.

Sampai saat yang ditentukan, Rasus tidak dapat berbuat banyak untuk mendapatkan Srintil. Ia hanya dapat mendengarkan pertengkaran Dower dan Sulam di emper samping rumah Kertareja. Kedua lelaki yang sama-sama bajingan itu masing-masing merasa dirinyalah yang lebih pantas untuk meniduri Srintil pertama kali sesuai dengan syarat yang ditentukan Kertareja; seringgit uang emas.

Kenyataan menunjukkan lain dan tidak diduga oleh Rasus. Sebab, Srintil tiba-tiba dilihatnya berada di belakang rumah dan meminta Rasus untuk menggaulinya. Ia lebih suka menyerahkan kegadisannya kepada Rasus dari pada kepada kedua orang yang memuakkan Srintil itu. Rasus tidak menolak keinginan orang yang merupakan bayang-bayang ibunya yang entah ke mana itu. Dower dan Sulam menyusul kemudian. Sementara Kertareja dan istrinya mereguk keuntungan; seringgit uang emas dari Sulam dan seekor kerbau serta dua buah rupiah perak dari Dower.

Setelah mendapatkan pengalaman yang baru pertama kali dirasakannya, Rasus meninggalkan Dukuh Paruk. Ia menjadi benci kepada Srintil yang sudah menjadi ronggeng sesungguhnya. Srintil sudah menjadi milik umum dan bayang-bayang emaknya dicabutnya dari Srintil. “Tapi demi rahim yang pernah membungkusku, aku tak tega membayangkan Emak sebagai perempuan yang selalu ramah terhadap semua laki-laki. Yang tak pernah menepis tangan laki-laki yang menggerayanginya. Tidak. Betapapun aku tak mampu berkhayal demikian” (hlm. 134).

Begitulah, kehidupan Desa Dawuan tempat pengasingan diri dari adat Dukuh Paruk, membuat pandangan Rasus banyak berubah. Pengenalan atas dunia wanita yang dialami di Dawuan pun banyak membuat pandangan terhadap Srintil sebagai tokoh bayang-bayang ibunya bergeser jauh, bahkan berhasil disingkirkannya. Oleh karena itu, ketika Rasus ditawari Srintil untuk menjadi suaminya, ia menolak.

Langkah Rasus pasti dan keputusan untuk menolak Srintil pun pasti. “Dengan menolak perkawinan yang ditawarkan Srintil, aku memberi sesuatu yang paling berharga bagi Dukuh Paruk: ronggeng” (hlm. 174). Dengan keputusan itu, Rasus yakin bahwa ia bisa hidup tanpa kehadiran bayangan emak, bayangan yang selama ini membuatnya resah.

Resensi Novel

                                                                      ***
Novel Ronggeng Dukuh Paruk ini adalah novel ketiga karya Ahmad Tohari. Sebelum novel ini diterbitkan sebagai buku, novel ini dimuat di harian Kompas sebagai cerita bersambung (17 Juli sampai 21 Agustus 1982), dan belum banyak tanggapan terhadapnya. Setelah novel ini diterbitkan pada akhir 1982, baru novel ini begitu ramai mendapat tanggapan. Sapardi Djoko Damono dalam resensinya yang dimuat majalah Tempo menyebut novel ini sebagai “dongeng modern”, sedangkan Umar Junus (Pelita, 23 April 1991) menyebutnya sebagai novel yang di dalamnya mengandung imbauan terhadap “tugas suci intelektual”.

Pada tahun 1984, Ronggeng Dukuh Paruk dilayarperakkan (ekranisasi) dengan pemeran utamanya Enny Beatrix. Kemudian, pada tahun 1986, novel ini terbit dalam edisi bahasa Belanda.

Studi terhadap novel ini, antara lain, pernah dilakukan oleh Tineke Hellwig (Leiden, 1987), Sapto H. (FS-UGM, 1986), Kesi Sulanjarwati (FS-UNDIP), Sari Wikarti (FS-UNS, 1988), Dwi S. (FSUI, 1991), Taufik Darmawan (IKIP Malang, 1991), serta masing-masing dua penelitian dilakukan di FS-Unej Jember (1986), FS-Udayana (1987).

     Terima kasih telah berkunjung di artikel kami ini. Berikanlah komentar, kritik, dan saran karena sangat membantu kami untuk membangun dan memberikan yang terbaik bagi anda. Terimakasih

   
Comments
0 Comments

Terimakasih sudah berkunjung, jangan lupa bagikan artikel diatas kepada orang-orang disekitar. Jangan ragu-ragu tinggalkan komentar dibawah. Kesan & pesan dari teman-teman adalah motivasi kami untuk selalu berkarya :)

 
❤ Tentang ☎ Hubungi Kami ✿ Daftar Isi ▲ Disclaimer ♛ Kebijakan Privasi
Back To Top