Thursday

RPP Kurikulum 2013 SKI MTS Kelas VII VIII IX

RPP Kurikulum 2013 SKI MTS Kelas VII VIII IX

Download RPP Lengkap - Perangkat Pembelajaran SKI MTS Kurikulum 2013 terbaru. Program Kerja Guru ini dibuat berdasarkan Permendikbud No 58, 103 & 104 tahun 2014, format file ms. word agar mudah di edit sesuai kebutuhan anda di sekolah. untuk satu tahun pelajaran (dua semester / ganjil & genap)

Contoh RPP
RPP SKI VII

Download RPP Kelas VII

Contoh RPP Kurtilas
RPP SKI VIII

Download RPP Kelas VIII

Contoh RPP Kurnas
RPP SKI IX
http://www.ilmubahasa.net/
Download RPP Kelas IX
RPP Prakarya dan Kewirausahaan Kurikulum 2013 SMP/MTS VII VIII IX

RPP Prakarya dan Kewirausahaan Kurikulum 2013 SMP/MTS VII VIII IX

Download RPP Lengkap - RPP Kurikulum 2013 Prakarya dan Kewirausahaan Kelas VII VIII IX SMP/MTS terbaru. Perangkat Pembelajaran kurikulum 2013 ini disusun sesuai Permendikbud No 58, 103 & 104 tahun 2014. Dibuat dalam format file ms.word. Guru dapat mengubahnya dengan mudah. Lengkap untuk semester ganjil dan genap (untuk satu tahun pelajaran).


Contoh RPP Kurtilas

Sunday

Teknik Sampling Pada Penelitian Kualitatif

Teknik Sampling Pada Penelitian Kualitatif - Dalam dunia penelitian pendidikan, seorang peneliti tentu akan memilih salah satu dari 2 metode untuk digunakan dalam menyelesaikan sebuah penelitian, 2 metode tersebut adalah metode penelitian secara kualitatif atau metode kuantitatif. Namun untuk sebuah permasalahan yang cara penyelesaiannya cenderung ke arah analisis dan bersifat deskriptif lebih baik menggunakan penelitian secara kualitatif. Pada penelitian kualitatif ini, si peneliti tidak mementingkan suatu generalisasi, yang di mana sampel ditentukan dengan cara sengaja atau melalui pertimbangan, sehingga sampel dari suatu penelitian tersebut tidak perlu mewakili populasi. Namun adapun pertimbangan sampel sebuah penelitian bukan berdasarkan faktor keterwakilan populasi yang terdapat di dalam sampel. Namun pertimbangannya lebih kepada sampel (informan) untuk dapat memberikan informasi selengkap – lengkapnya kepada peneliti.

Teknik sampling pada penelitian kualitatif


Adapun jenis sampel yang dipakai dalam penggunaan metode penelitian kualitatif merupakan sampel yang kecil, tidak representatif, purposive, serta dapat berkembang selama proses penelitian berlangsung. Dalam pernyataan Nasution (1992) , ia mengatakan bahwa metode kualitatif menggunakan pemilihan sampel berdasarkan tujuan penelitian, dan sampel yang diambil cenderun sedikit. Penelitian kualitatif ini sering berbentuk studi kasus atau multi kasus. Penelitian ini tidak ada menggunakan istilah seperti populasi, namun disebut sebagai situasi sosial yang terdiri dari 3 elemen, yaitu place (tempat) , actor (pelaku), dan activity (aktifitas) .

Berikut ini adalah penjelasan mengenai penggunaan  sampel pada  penelitian kualitatif secara lengkap :

Adanya penggunaan snowball sampling

Sampling merupakan sebuah tekhnik yang dilakukan untuk mendapatkan sebuah sampel dari populasi. Dan populasi sendiri adalah sekelompok unit yang di mana unit tersebut dijadikan bahan analisis yang memiliki jenis kariteria yang sama. Snowball sendiri merupakan salah satu contoh tekhnik sampling , karena apabila menggunakan tekhnik ini  peneliti tidak hanya akan memperoleh  informasi atau data secara akurat , namun juga memperoleh jumlah responden dari  penelitian tersebut.

Snowball sampling sendiri adalah sebuah pelebelan terhadap suatu aktifitas ketika peneliti sedang dalam proses pengumpulan data dari satu responden ke responden lain yang memenuhi kriteria, melalui sebuah proses wawancara mendalam dan akan berhenti apabila tidak ditemukan lagi informasi yang baru, terjadinya replikasi atau sebuah pengulangan variasi informasi, atau juga mengalami titik jenuh dari informasi tersebut. Maksudnya adalah informasi yang diberikan oleh satu informan memiliki kesamaan dengan informan lainnya. karena menggunakan wawancara dalam ini , maka seorang peneliti kualitatif memiliki subyek penelitiannya tidak lebih dari 50 respoden. Adapun ciri khas dari wawancara mendalam ini didasarkan oleh jumlah responden yang totalnya dibawah 50 orang. 

Purposive sampling

Purposive sampling tergolong pada kelompok sampling yang non-probability. Terlalu sederhana atau terlalu singkat jikalau purposive ini diberikan batasan dalam hal pegambilan sampel dari suatu populasi yang sesuai dengan tujuan penelitian. Apalagi kalau lebih dipersingkat lagi dengan penarikan sampel, sehingga akan membuat sampel yang kurang sesuai dengan tujuan penelitian. Oleh karena itu suatu konsep atau pemberian sebuah nama dengan     “puposive sampling”  dirasa kurang tepat, karena sampling acak yang probability juga purposif.

Bouma Gary D (1993: 119) dalam karangan bukunya yang berjudul The Research Process, pada edisi revisi mengemukakan yang artinya : “pada tekhnik purposive sampling , seorang peneliti percaya bahwa mereka dapat menggunakan pertimbangan atau intuisinya untuk memilih orang atau kelompok terbaik untuk dipelajari atau yang dapat memberikan informasi yang akurat. Suatu kelompok dengan sebutan “the typical and the best people” yang akan dipertimbangkan oleh para peneliti untuk diambil menjadi subjek penelitian. Para responden yang dinilai memberikan informasi yang lebih mendalam , dan unik, adalah para responde yang dibutuhkan oleh peneliti.

Berdasarkan penjelasan yang telah dikemukakan di atas, dapat kita pahami bahwa purposive sampling memiliki intisari penjelasan sebagai berikut : kelompok yang dipilih secara cermat, dan kelompok yang terbaik, akan dipilih menjadi responden penelitian. Oleh karena itu, purposive sampling juga memiliki istilah yang lain yaitu : judgemental sampling . Sebab dikatannya demikian adalah karena perlu adanya pertimbangan yang matang  untuk memilih kelompok utama menjadi sebuah sampling. 

Purposive sampling dan dilanjutkan ke snowball sampling

Catatan penting, tekhnik purposive sampling hanya dapat dipakai ketika seorang peneliti sudah melakukan studi penjajakan dengan baik dan berpengalaman, serta mengetahui karakter dari respondennya sehingga bisa mengengetahui the typical and the best people.

Dalam penelitian kualitatif tidak hanya bisa berhenti di purposive sampling , alsannya adalah karena dengan hanya memperoleh jumlah responden yang sesuai dengan kriteria, bukan responden penelitianpengumpulan data yang dilakukan dengan intensive – interview harus dilaksanakan melalui suatu wawancara dari satu responden ke responden lain yang memenuhi kriteria dan syarat sampai menjumpai titik jenuh (snowball sampling).

Demikianlah artikel singkat kami yang tentang teknik sampling dalam penelitian kualitatif. Semoga dapat memperdalam pengetahuan kita dalam hal teknik sampling yang akan digunakan pada penelitian kualitatif.

Thursday

Kumpulan 21 Jurnal Manajemen Pemasaran Siap Download Terbaru

Kumpulan 21 Jurnal Manajemen Pemasaran Siap Download – Selamat datang di website kami. Pada kesempatan kali ini, kami akan membagikan artikel mengenai Kumpulan 20 Jurnal Manajemen Pemasaran Siap Download. Artikel ini kami buat, karena ada beberapa rekan kami dari Jakarta meminta untuk membagikan jurnal managemen pemasaran. Oleh karena itu, artikel ini kami buat untuk membantu rekan-rekan semuanya dalam membantu mencari jurnal mengenai manajemen pemasaran. 


Berikut ini adalah kumpulan jurnal yang berkenaan dengan manajemen pemasaran yang kami ambil dari beberapa sumber jurnal yang terpercaya dan masih bisa didownload. Anda sebagai pembaca dapat mengambil langsung dengan melakukan klik pada judul yang kami paparkan, setelah itu anda akan dibawa untuk ke halaman lain menuju website sebagai sumbernya. Setelah masuk kedalam website yang bersangkutan, silahkan anda unduh file jurnal tersebut dalam format yang anda inginkan. Judul judul dibawah ini merupakan judul jurnal yang resmi diterbitkan oleh instansi yang bersangkutan. Berikut ini jurnal-jurnal yang telah kami rangkum dari berbagai sumber media lainnya.

Jurnal Manajemen Pemasaran PDF

No Judul Jurnal Link
1 ANALISIS DAMPAK SERVICE PERFORMANCE DAN KEPUASAN SEBAGAI MODERATING VARIABLE TERHADAP LOYALITAS NASABAH (Studi pada Nasabah Tabungan Bank Mandiri Cabang Surabaya)
Diah Dharmayanti
Download
2 PENGARUH CELEBRITY ENDORSEMENTTERHADAP PURCHASE INTENTION DENGANBRAND IMAGE SEBAGAI VARIABEL INTERVENING (STUDI KASUS IKLAN PRODUK PERAWATAN KECANTIKAN POND’S)
Finna Anastasia Wijaya, Sugiono Sugiharto
Download
3 PERILAKU DAN KEPUTUSAN PEMBELIAN KONSUMEN RESTORAN MELALUI STIMULUS 50% DISCOUNT DI SURABAYA
Hatane Semuel, Annette Veronica Kosasih, Hellen Novia
Download
4 CUSTOMER RELATIONSHIP MANAGEMENT (CRM) DAN APLIKASINYA DALAM INDUSTRI MANUFAKTUR DAN JASA
Fransisca Andreani
Download
5 PENGARUH SHOPPING LIFE STYLE DAN FASHION INVOLVEMENT TERHADAP IMPULSE BUYING BEHAVIOR MASYARAKAT HIGH INCOME SURABAYA
Edwin Japarianto, Sugiono Sugiharto
Download
6 EKSPEKTASI PELANGGAN DAN APLIKASI BAURAN PEMASARAN TERHADAP LOYALITAS TOKO MODEREN DENGAN KEPUASAN PELANGGAN SEBAGAI INTERVENING
Studi Kasus pada Hypermarket Carrefour di Surabaya
Hatane Semuel
Download
7 ANALISIS TINGKAT BRAND LOYALTY PADA PRODUK SHAMPOO MEREK “HEAD & SHOULDERS”
Johannes Marthin, Hatane Semuel
Download
8 PENGARUH STIMULUS MEDIA IKLAN, UANG SAKU, USIA, DAN GENDER TERHADAP KECENDERUNGAN PERILAKU PEMBELIAN IMPULSIF (STUDI KASUS PRODUK PARIWISATA)
Hatane Semuel
Download
No Judul Jurnal Link
9 RELATIONSHIP BETWEEN CORPORATE IDENTITY AND CORPORATE REPUTATION: A CASE OF A MALAYSIAN HIGHER EDUCATION SECTOR
Bahtiar Mohamad, Hassan Abu Bakar, Nik Adzrieman Abdul Rahman
Download
10 SERVICE QUALITY, PERCEIVE VALUE, SATISFACTION, TRUST, DAN LOYALTY PADA PT. KERETA API INDONESIA MENURUT PENILAIAN PELANGGAN SURABAYA
Hatane Semuel, Nadya Wijaya
Download
11 CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY, PURCHASE INTENTION DAN CORPORATE IMAGE PADA RESTORAN DI SURABAYA DARI PERSPEKTIF PELANGGAN
Hatane Semuel, Elianto Wijaya
Download
12 ANALISA SENSITIVITAS RESPON KONSUMEN TERHADAP EKSTENSIFIKASI MEREK BRAND EXTENSION PADA MARGARINE MEREK FILMA DI SURABAYA
Diah Dharmayanti
Download
13 ANALISIS PEMBENTUKAN DISONANSI KOGNITIF KONSUMEN PEMILIK MOBIL TOYOTA AVANZA
Edwin Japarianto
Download
14 ANALISIS PENGARUH INOVASI, PENGAMBILAN RESIKO, OTONOMI, DAN REAKSI PROAKTIF TERHADAP KAPABILITAS PEMASARAN UKM KULINER DAERAH DI JABODETABEK
Iha Haryani Hatta
Download
15 SEGMENTASI GAYA HIDUP PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI PEMASARAN UNIVERSITAS KRISTEN PETRA
Yohanes Sondang Kunto, Peter Remy Pasla
Download
16 ANALISA PENGARUH SELF IMAGE CONGRUITY, RETAIL SERVICE QUALITY, DAN CUSTOMER PERCEIVED SERVICE QUALITY TERHADAP REPURCHASE INTENTION DENGAN CUSTOMER SATISFACTION SEBAGAI VARIABEL INTERVENING DI BROADWAY BARBERSHOP SURABAYA
Livia Margarita Widjiono, Edwin Japarianto
Download
17 UPAYA PENINGKATAN STRATEGI MARKETING MIX PANGAN BERBASIS BAHAN LOKAL MELALUI ANALISIS SIKAP KONSUMEN DENGAN MODEL FISHBEIN DI SURABAYA
Christina Esti Susanti
Download
18 MEMENANGKAN PERSAINGAN BISNIS PRODUK FARMASI MELALUI MARKETING PUBLIC RELATIONS
Didik Hariyanto
Download
19 ANALISIS WEBSITE QUALITY, TRUST DAN LOYALTY PELANGGAN ONLINE SHOP
Hotlan Siagian, Edwin Cahyono
Download
20 ANALISA PERBANDINGAN STORE IMAGE KONSUMEN ANTARA HYPERMARKET TOKO INDEPENDEN DAN HYPERMARKET DI PUSAT PERBELANJAAN
Edwin Japarianto
Download
21 ANALISIS eWOM, BRAND IMAGE, BRAND TRUST DAN MINAT BELI PRODUK SMARTPHONE DI SURABAYA
Hatane Semuel, Adi Suryanata Lianto
Download

Semoga 21 Jurnal Manajemen Pemasaran Siap Download diatas dapat dijadikan sebagai referensi untuk anda dalam mengembangankan suatu masalah yang akan diteliti. Penulis berharap dengan adanya artikel ini, dapat ikut serta memperluas wawasan anda tentang Jurnal Manajemen Pemasaran. Terimakasih sudah berkunjung.

Wednesday

Definisi Masalah dan Jenis-Jenis Dalam Penelitian

Ilmu Bahasa - Pada kesempatan yang baik ini kami akan mengulas mengenai Definisi Masalah dan Jenis-Jenis Dalam Penelitian. Kemajuan suatu negara menyebabkan perubahan besar pada tingkat kualitas pendidikan, mulai dari pendidikan jenjang sekolah dasar sampai pendidikan perkuliahan mengalami pembaharuan yang signifikan. Ini semua bertujuan untuk mengembangkan pendidikan agar lebih bersaing dengan negara-negara berkembang lain seperti negara malaysia, austria, belgia, denmark, prancis, dan negara lainnya. persaingan ini pun memicu suatu negara untuk lebih menekankan sebuah penelitian harus menggunakan metode yang terbilang sistematis untuk dapat memecahkan sebuah masalah.
Judul ini kami pilih Definisi Masalah dan Jenis-Jenis Dalam Penelitian karena beberapa hari lalu, kami menerima email dari rekan kami yang sedang kuliah S2 di salah satu universitas ternama di Yogyakarta, sehingga kami buatlah artikel ini agar setidaknya bisa membantu rekan kami yang sedang mengalami kebingungan soal kuliahnya. kembali lagi ke topik pembahasa, Dalam sebuah penelitian tentu mengharuskan adanya tujan penelitian dan juga masalah, karena suatu masalah merupakan referensi seorang peneliti untuk mendapatkan tujuan masalah, metode untuk memecahkan masalah, serta menentukan analisis data.
Definisi Masalah dan Jenis-Jenis Dalam Penelitian
Definisi Masalah dan Jenis-Jenis Dalam Penelitian

Namun banyak orang tidak mengetahui permasalahan apa saja yang akan mereka jumpai dalam melakukan sebuah penelitian, sehingga ini akan membuat peneliti tak terarah dalam melaksanakan penelitiannya. Berikut kami akan menjelaskan apa sebenarnya masalah dalam penelitian pendidikan serta permasalahan – permasalahan seperti apa saja yang akan ditemui oleh seorang peneliti pendidikan.

Pengertian Masalah Dalam Konteks Penelitian Pendidikan

Kita secara umum tau apa arti dari “masalah”, namun apakah kita tau arti sebenarnya dari “masalah” ?. Masalah adalah tidak sesuainya antara sebuah harapan atau kesenjagann antara harapan  dengan kenyataan yang terjadi. Dari pengertian ini dapat disimpulkan bahwa sebuah masalah dalam penelitian pendidikan akan timbul apabila terjadi penyimpangan antara harapan atau pengalaman dengan kenyataan yang terjadi. Menurut Stoner (1982) menyatakan bahwa masalah dapat diketahui apabila terdapat suatu penyimpangan antara pengalaman dan juga kenyataan, dan juga adanya pengaduan serta kompetisi.
Suryabrata (1994 : 60) mengemukakan bahwa definisi masalah adalah kesenjangan antara harapan (das sollen) dengan harapan (das sein). Untuk itu dilakukannya sebuah penelitian bertujuan untuk menutup kesenjangan yang terjadi.
John dewey kerlinger secara terpisah memberikan sebuah penjelasan tentang masalah atau kesulitan yang biasa dirasakan oleh orang awam ataupun seorang peneliti. Masalah yang terjadi akan menghalangi untuk tercapainya suatu tujuan baik itu tujuan individu maupun kelompok. Masalah yang timbul dalam sebuah penelitian pastinya berbentuk kalimat tanya, bukan kalimat pernyataan. Selanjutnya masalah akan dijawab melalui sebuah penelitian yang mendetail. 

Sumber terjadinya masalah dalam sebuah penelitian

Menurut James H. MacMillan dan Schumacher (Hadjar, 1996 : 40 – 42), masalah sendiri dapat bersumber dari berbagai faktor, berikut adalah faktor – faktor penyebab terjadinya masalah :
Definisi Masalah dan Jenis-Jenis Dalam Penelitian
Definisi Masalah dan Jenis-Jenis Dalam Penelitian

Observasi

Dilakukannya  observasi utuk mendapatkan suatu permasalahan sangatlah penting, karena hasil dari observasi  terhadap hubungan tertentu yang belum memiliki suatu kejelasan yang cukup memadai dalam melakukan suatu tindakan atas otiritas dan tradisi dapat diangkat menjadi suatu permasalahan.

Dedukasi dan teori

Teori memiliki pengertian yaitu konsep – konsep yang masih berupa prinsip umum yang penerapannya belum bisa diketahui selama belum dilakukannya pengujian secara empiris. Pencarian suatu masalah yang didapatdari sebuah teori akan berguna untuk mendapatkan data serta penjelasan empiris praktik tentang teori tersebut

Kepustakaan

Suatu hasil penelitian pasti memberikan rekomendasi untuk dilakukannya penelitian (replikasi) ulang terhadap hasil penelitian tersebut baik dengan variasi atau tanpa variasi. Validitas hasil penelitian tentu akan meningkat dengan adanya dilakukan tindakan replikasi, tindakan replikasi juga dapat menambah kemampuan untuk digeneralisasikan lebih luas. Biasanya hasil penelitian atau laporan sebuah penelitian akan merekomendasikan kepada peneliti lain tentang apa yang perlu diteliti lebih lanjut. Ini juga dapat menjadi  sumber untuk menentukan suatu masalah.

Masalah Sosial

Berita hangat yang ada disekitar kita dapat juga dijadikan sumber masalah dalam sebuah penelitian.

Pengalaman pribadi

Pengalaman pribadi anda juga dapat menimbulkan suatu permasalahan yang dimana diperlukannya jawaban empiris untuk mendapatkan suatu pemahaman yang lebih mendalam tentunya. Pengalaman pribadai yang dimaksudkan disini tak hanya pengalaman anda dengan lingkungan sekitar anda, tapi bisa juga meliputi :

1. Pengalaman seseorang atau kelompok

2. Lapangan tempat anda pernah bekerja

3. Hasil laporan penelitian

4. Dan juga sumber yang berasal dari pengalaman orang lain

3. Jenis – jenis permasalahan yang terdapat dalam penelitian

Klasifikasi Masalah

Menurut sugiyono (1994 : 36-39 dalam afidburhanuddin.wordpress.com)  mengklasifikasikan masalah terbagi dalam 3 jenis, yaitu :

a. Permasalahan deskriptif

Jenis permasalahan deskriptif ialah suatu permasalahan yang memilik variabel mandiri baik pada satu variabel atau lebih.  Dalam penelitian ini , peneliti tidak diharuskan untuk membuat suatu perbandingan variabel yang satu dengan sampel yang lain, tetapi hanya mencari hubungan variabel yang yang satu dengan yang lain. Contoh dari suatu permasalah deskriptif adalah :
Seberapa tinggi minat siswa indonesia dalam menulis dan membaca untuk waktu satu hari ? 
Seberapa besar pengaruh efektifitas pembelajaran jigsaw terhadap hasil prestasi belajar siswa?

b. Permasalahan komparatif

Permasalahan komparatif merupakan suatu rumusan masalah penelitian yang membandingkan keberadaan satu variabel atau lebih terhadap suatu sampel yang berbeda waktu. Contohnya :
Apakah ada terdapat perbedaan prestasi belajar antara siswa A dan siswa B ?
Adakah perbedaan tentang pemahanan suatu konsep terhadap materi persegi panjang antara siswa reguler dan siswa inti ?

c. Permasalahan Asosiatif

Jenis permasalahan asosiatif ialah permasalahan yang bersifat menanyakan hubungan dua variabel atau lebih. Disini permasalahan asosiatif memiliki tiga bentuk hubungan yaitu :

1. Hubungan simetris

Hubungan ini merupakan kaitan antara dua variabel atau lebih yang tak sengaja munculnya secara bersamaan. Contoh : Adakah kaitan antara warna rambut dengan sifat seseorang ?

2. Hubungan kausal

Arti dari hubungan kausal sendiri adalah hubungan bersifat sebab dan akibat. Jadi pada hubungan ini terdapat dua variabel yaitu variabel independen dan dependen. Di mana variabel independen adalah variabel yang mempengaruhi dan variabel dependen adalah variabel yang dipengaruhi. Contoh :
Apakah ada terdapat pengaruh pendidikan dari orang tua terhadap prestasi belajar anak ? (disini pendidikan dari orang tua merupakan variabel independen, dan untuk variabel dependen sendiri adalah prestasi belajar)

Hubungan interaktif atau timbal balik

Hubungan ini adalah hubungan yang saling mempengaruhi satu sama lain. Disini tidak dapat diketahui mana variabel independen dan dependen. Contoh : Kaitan hubungan antara makan di siang hari dengan kecerdasan otak manusia.

Demikian tulisan ini kami tulis berdasarkan referensi yang kami dapatkan dari rekan-rekan yang menggelutinya, semoga artikel ini bermanfaat bagi anda sekalian pembaca setia ilmubahasa.net. Silahkan berlangganan artikel kami untuk mendapatkan artikel-artikel yang berkualitas yang berkenaan dengan bidang pendidikan, ilmu bahasa, karya sastra, dan info-info yang bermanfaat bagi anda. Salam hangat kami Ilmu bahasa.

Tuesday

Hakikat dan Pengaruh Epistimologi Dalam Kajian Filsafat Ilmu

Hakikat dan Pengaruh Epistimologi Dalam Kajian Filsafat Ilmu - Topik pembahasan ini pun menjadi salah satu pembahasan yang paling sering diperdebatkan dan dibahas oleh para ahli dalam bidang filsafat. Contoh seperti : apa itu pengetahuan, dan bagimana karekteristiknya dari pengetahuan, serta apa hubungannyadengan kebenaran, kaitannya, serta dengan keyakinan. Namun apa itu epistimologi ?, epistimologi sendiri memiliki arti dalam bahasa yunani yaitu episteme (pengetahuan) dan logos ( pembicaraan / ilmu / kata ) . Yang dimana pengertian dari epistimologi sendiri adalah “cabang filsafat yang berkaitan dengan asal, karakter, sifat, serta jenis pengetahuan”.

Dari pemaparan awal diatas, kajian epistimologi menjadi salah satu bagian yang sangat penting dalam ilmu pengetahuan. Kajian mengenai epistimologi sendiri bersangkutan dengan pertanyaan pertanyaan seputar pengetahuan. Epitemologi sendiri dalam filsafat ilmu dikenal sebagai sub sistem dari filsafat, karena epistimologi sendiri adalah teori pengetahuan, yang dimana membahas tentang bagaimana cara agar mendapatkan suatu pengetahuan dari sebuah objek yang dipikirkan.
Hakikat dan Pengaruh Epistimologi Dalam Kajian Filsafat Ilmu
Hakikat dan Pengaruh Epistimologi Dalam Kajian Filsafat Ilmu

Epistimologi sendiri memiliki keterkaitan dengan ontologi, dan aksiologi. Namun untuk menyatakan mana yang lebih penting antara ketiganya sangatlah susah, karena seperti pada umumnya keterkaitan antara suatu suatu sub-sistem dalam suatu sistem menggambarkan betapa sulitnya untuk menyatakan satu lebih penting dengan yang lainnya. ketika membahas epitemologi, sama dengan halnya kita membahas bahasan tentang cara dan upaya, atau langkah – langkah untuk memperoleh suatu pengetahuan. Dari sini kita mendapatkan perbedaan yang cukup signifikan, kalau bahwasanya aktifitas berpikir dalam ruang lingkup epitemologi merupakan suatu kegiatan yang (paling) mampu mengembangkan kreatifitas suatu bidang ilmu dibandingkan dengan ontologi dan aksiologi.

Pengertian Epistimologi

Epistimologi memiliki banyak pengertian yang telah diungkapkan oleh para ahli untuk dijadikan sebagai dasar  untuk dapat memahami apa itu sebenarnya epitemologi. Secara mudahnya epitemologi juga disebut sebgai teori pengetahuan . Pengetahuan sendiri memiliki artian yaitu sebuah usaha yang dikerjakan secara sadar baik itu dalam tahap proses atau pengambilan kesimpulan mengenai suatu kebenaran. Dalam kajia ini kebenaran lebih dari sebuah eksistensi, mengingat banyak kemungkinan pendapat yang timbul mengenai suatu objek yang dikaji dalam filsafat.

Epistimologi sendiri dapat didefinisikan sebagai salah satu cabang ilmu filsafat, namun epistimologi mempelajari asal mula atu sumber , metode, struktur, dan sahnya atau validitasnya sebuah pengetahuan. Suatu kajian kebenaran dalam epistimologi haruslah bersifat objektif, sehinga siapapun bisa mendapatkan paham yang sama saat memandang suatu masalah dan solusi. Kajian reletivistik mungkin saja masuk kedalam bagian ranah ini, namun dalam pandangan sebuah ilmu pengetahuan , semua pengamat memiliki pendapat yang benar namun hanya saja melihat dari sisi yang berbeda, oleh sebab itu saat sudut pandang semua pengamat dicocokkan maka akan muncul sisi yang sama.

Pengertian lain, epistimologi merupakan suatau pembahasan tentang bagaimana mendapatkan satu pengetahuan atau lebih memfokuskan pada sebuah proses pencarian ilmu, contoh : apa saja sumber – sumber pengetahuan ? , apakah hakikat, ruang lingkup, dan jangkauan dari pengetahuan ?. Sampai ke tahap mana pengetahuan yang mungkin mampu untuk ditangkap oleh manusia.

Selanjutnya, pengertian epistimologi yang lebih jelas telah diungkapkan oleh Dagobert D. Runes. Dia mengungkapkan bahwa epistimologi adalah suatu cabang ilmu filsafat yang membahas struktur, metode, sumber, dan validitas pengetahuan sementara itu Azyuardi Azra menambahkan, kalau bahwasanaya epistimologi merupakan ilmu yang membahas tentang keautentikan atau keaslian , metode, struktur, dan validitas ilmu dari sebuah pengetahuan.

Ruang Lingkup Epistimologi

M. Arifin merincikan raung lingkup dari eistemologi, meliputi hakikat, sumber serta validitasnya sebuah pengetahuan. Mudlor Achmad merincikan menjadi enam aspek  yaitu, hakikat, macam, unsur, tumpuan, batas,  dan sasaran pengetahuan. Bahkan A.M Saefuddin mengatakan bahwa epistimologi mencakup berupa pertanyaan yang harus dijawab, contoh : apakah ilmu itu?, dari mana asalnya?, apa sumbernya ?, apa hakikatnya ?, dan bagaimana membangun ilmu yang tepat dan benar ?,. Semua masalah itu dapat diringkas menjadi dua permasalahan inti, yaitu masalah sumber ilmu dan masalah benarnya ilmu.

M. Amin Abdullah menilai bahwa seringkali kajian epistimologi cenderung lebih banyak terbatas pada dataran konsepsi sumber ilmu atau asal – usul secara konseptual filosofis. Sedangkan Paul suparni menilai epistimologi lebih banyak membicarakan mengenai apa yang dapat membentuk pengetahuan secara ilmiah. Sementara itu, aspek yang lainnya justru diabaikan dalam pembahasan epistimologi atau setidaknya jarang mendapatkan perhatian yang layak.

Kecenderungan sepihak ini menimbulkan persepsi seolah – olah pembahasan epistimologi itu hanya terbatas terhadap metode dan sumber pengetahuan saja, bahkan epistimologi tak jarang hanya diidentikkan dengan metode pengetahuan. Terlebih lagi kalau dikaitkan dengan Ontologi dan Aksiologi secara sistematik. Seseorang kadang lebih cenderung untuk menyederhanakan pemahaman, sehingga minbulkan makna epistimologi sebagai metode pemikiran, ontolgi sebagai objek pemikiran, sedangkan aksiologi sebagai hasil pemikiran, sehingga senantiasa berkaitan dengan nilai positif dan negatif . Padahal yang sebenarnya terjadi adalah metode pengetahuan itu hanya salah satu bagian dari wilayah cakupan epistimologi.

Objek dan Tujuan dari Epistimologi

Dalam kehidupan keseharian kita, masyarakat sering menyamakan antara objek dan tujuan, sehingga menimbulkan kerancuan pada pengertiannya. Jika dilihat secara detail, objek dan tujuan sebenarnya tidaklah sama. Objek lebih ke arah sasaran, dan sedangkan tujuan hampir ke arah harapan. Pada filsafat sendiri terdapat dua objek, yaitu objek material dan formal.

    Objek material: Secara garis besarnya meliputi hakikat Tuhan, alam, dan manusia. Bisa diartikan sebagai proses yang terlibat dalam usaha kita untuk memperoleh sebuah pengetahuan.
    Objek Formal: Objek formal merupakan usaha untuk memperoleh sebuah informasi yang mendalam yang dilakukan secara radikal (sedalam –dalamnya )tentang objek material filsafat.

Menurut Jujun S. Suria sumatri : objek pada epistimologi berupa segenap proses yang terlibat dalam usaha kita memperoleh pengetahuan. Tujuan dari epistimologi sendiri telah dipaparkan oleh Jacques Martain, ia mengatakan “tujuan epistimologi bukanlah hal yang utama untuk menjawab sebuah pertanyaan, apakah saya dapat tahu, tetapi untuk menemukan syarat-syarat yang mungkin saya dapat ketahui”. Hal ini menggambarkan bahwa epistimologi bukan untuk memperoleh pengetahuan, namun keadaan ini tidak bisa dihindarkan. Akan tetapi yang menjadi pusat perhatian yang lebih penting dari tujuan epistimologi adalah  memiliki potensi untuk memperoleh pengetahuan.

Landasan Epistimologi

Kholil yasin mengatakan pengetahuan dengan pengetahuan biasa (ordinary knowledge), sedangkan ilmu pengetahuan ditempatkan sebagai pengetahuan ilmiah (scientific knowledge). Hal ini sebenarnya hanyalah sebuah sebutan lain. Disamping istilah antara pengetahuan dan pengetahuan biasa, juga dapat dikatakan pengetahuan sehari – hari atau dengan pengalaman sehari – hari . Disamping disebut sebagai ilmu pengetahuan dan pengetahuan ilmiah, biasanya juga disebut ilmu dan sains. Sebutan – sebutan tersebut hanyalah merupakan sebuah pengayaan istilah. Sedangkan substansinya cenderung sama. Kendatipun ada juga yang menajamkan perbedaan , misalnya antara sain dan limu melalui sebuah pelacakan akar dari sejarah dari dua kata tersebut. Sumber – sumbernya , batasnya, dan lainnya.

Metode penelitian ilmiah berperan dalam bentuk tataran transformasi dari wujud pengetahuan menuju sebuah ilmu pengetahuan. Bisa atau tidaknya sebuah pengetahuan menjadi ilmu pengetahuan tergantung pada metode ilmiah, karena metode ilmiah merupakan standar dalam menilai dan mengukur suatu kelayakan ilmu pengetahuan. Suatu pengetahuan logis namun tidak diiringi data yang empiris juga tidak termasuk dalam sebuah ilmu pengetahuan, melainkan ke arah filsafat. Dengan demikian metode ilmiah hanya memiliki dua pilar utama yaitu rasio dan fakta secara integratif.

Hubungan Epistimologi, Metode dan Metodologi

Peter  R.Senn mengemukakan “ bahwa metode merupakan suatu cara atau prosedur untuk mengetahui sesuatu yang memiliki langkah – langkah yang sistematis “ . Dan metodologi sendiri adalah suatu bentuk kajian dalam mempelajari peraturan dalam metode tersebut. Sederhananya metodologi adalah bidang ilmu yang mempelajari prosedur atau cara untuk mengetahui sesuatu. Kalau metode merupakan prosedur atau cara mengetahui sesuatu , maka yang mengkerangkainya secara konseptual adalah metodologi. 
 
Hakikat dan Pengaruh Epistimologi Dalam Kajian Filsafat Ilmu
Hakikat dan Pengaruh Epistimologi Dalam Kajian Filsafat Ilmu

Metodologi  membahas suatu konsep teoritik dari berbagai metode, kelebihan, dan juga kelemahannya dalam karya ilmiah dilanjutkan dengan penentuan metode yang dipakai. Pemakaian metode penelitian yang tidak disertai dengan metode logisnya akan mengakibatkan seseorang buta akan filsafat ilmu yang dianutnya. Rata – rata peneliti awam tidak bisa membedakan pradigma penelitian saat dia mengadakan penelitian kuantitatif atau kualitatif. Seharusnya seorang peneliti benar – benar harus memahami , kalau penelitian secara kuantitatif menggunakan pradigma positivisme, sehingga yang menentukan adalah sebab akibat (mengikuti sebuah paham determinasi atau sesuatu yang telah ditentukan oleh orang lain ). Berbeda dengan kuantitatif, penelitian secara kualitatif menggunakan pradigma naturalisme. Oleh sebab itu metodologi juga menyentuh bahasan mengenai suatu aspek filosofis yang menjadi pijakan penerapan sebuah metode. Aspek filosofis yang menjadi pijakan tersebut berada dalam wilayah epistimologi.

Urutan urutan struktural dan teoritis antara epistimologi , metodologi, dan metode adalah sebagai berikut : Dari epistimologi , dilanjutkan dengan merinci terhadap suatu  metodologi, yang biasanya terfokus pada metode atau pada tekhnik . karena epistimologi sendiri merupakan sub dari sistem bagian dari filsafat, maka metode yang sesungguhnya tidak dapat dipisahkan dari filsafat. Filsafat mencakup pembahasan epistimologi, dan epistimologi mencakup pembahasan metodologis. Oleh sebab itu mengapa diperoleh metode. Jadi metode adalah sebuah perwujudan dari metodologi, dan metodologi sendiri ialah salah satu aspek yang tercakup di dalam epistimologi. Dan kembali lagi, adapun epistimologi merupakan bagian dari sebuah filsafat.

Hakikat Epistimologi

Epistimologi mencoba memberikan definisi ilmu pengetahuan, membedakan cabang – cabangnya yang pokok atau utama. Mengedintifikasi sumber – sumber dan menetapkan batasannya. “Apa yang dapat kita ketahui serta bagaimana cara kita mengetahuinya” adalah problematika sentral pada epistimologi.

Karena filsafat lebih mengedepankan pendayagunaan fikiran, dan kalau diingat bahwasanya filsafat adalah landasan dalam menumbuhkan disiplin ilmu. Jadi, seluruh disiplin ilmu biasanya memiliki hubungan dengan pekerjaan manusia, terutama saat pengaplikasian metode deduktif yang dipenuhi oleh sebuah penjelasan dari hasil pemikiran yang dapat diterima secara logis dengan akal sehat. Ini bukan berarti tidak ada disiplin ilmu lain kecuali ilmu psikologi, padahal realitanya sangat banyak.

Perbedaan pandangan mengenai eksistenti epistimologi ini sepertinya bisa dijadikan bahan pertimbangan untuk membenarkan Stanley M. Honer dan Thomas C. Hunt yang menilai epistimologi rumit dan penuh dengan kontroversial. Sejak awal , epistimologi merupakan salah satu bagian dari filsafat berbentuk sistematik yang paling sulit. Karena epistimologi dapat menjangkau berbagai permasalahan yang seluas jangkauan meta fisika sendiri, sehingga tidak ada satupun yang bo;eh untuk dihilangkan darinya.

Epistemologi ini juga dapat menjadi penentu cara dan arah berpikir manusia. Orang yang senantiasa condong, atau menjelaskan sesuatu dengan arah yang bertolak dari teori yang bersifat umum menuju khusus, berarti dia memakai pendekatan deduktif. Sebaliknya, ada juga yang cenderung namun tetap bertolak dari sebab yang sama, baru dilakukan penarikan kesimpulan secara umum, berarti dia memakai pendekatan induktif. Ada masanya seseorang selalu mengarahkan pemikirannya ke masa depan yang masi panjang untuk dilalui, ada yang hanya berpikir berdasarkan pertimbangan jangka pendek untuk saat ini dan ada pula orang yang berpikir tanpa melihat kedepan, yaitu masa lampau yang telah dilalui. Pola-pola berpikir ini akan berimplikasi terhadap corak sikap seseorang. terkadang kita menjumpai eorang yang beraktivitas dengan serba strategis dan instan, sebab jangkauan dia berpikir adalah masa depan. Tetapi terkadang kita jumpai seseorang dalam melakukan sebuah kegiatan dan itu hanya sia-sia, hal itu disebabkan karena jangkauan berpikirnya yang amat pendek, kalau dilihat dari sisi kepentingan jangka panjang, maka tindakannya itu hanya merugikan saja.

Pengaruh Epistimologi

Secara global epistemologi berdampak terhadap peradaban manusia. Suatu peradaban, kemungkinan dibentuknya oleh teori pengetahuannya. Epistemologi mengatur semua aspek yang ada pada studi manusia, mulai dari filsafat, ilmu murni dilanjutkan sampai ilmu sosial. Epistemologi yang berasal dari masyarakatlah yang memberikan kesatuan dan koherensi pada tubuh, ilmu-ilmu mereka itu dan suatu kesatuan yang merupakan hasil pengamatan kritis dari ilmu-ilmu tersebut dipandang melalui keyakinan, kepercayaan dan sistem nilai mereka. Epistemologilah yang menentukan kemajuan sains dan teknologi. sains dan teknologi sendiri tentu akan maju pada sebuah negara, karena didukung oleh penguasaan dan bahkan pengembangan epistimologi.

Tidak ada bangsa yang pandai merekayasa suatu fenomena alam, yang menyebabkan kemajuan sains dan teknologi tanpa adaynya dukungan dari kemajuan epistimologi. Epistemologi menjadi sebuah modal dasar dan alat yang strategis dalam membentuk rekayasa pengembangan-pengembangan alam menjadi satu produk sains yang bermanfaat untuk kehidupan manusia. Dan itu juga yang terjadi pada teknologi. Meskipun teknologi sebagai penerapan sains, tetapi kalau dilacak lebih jauh lagi, ternyata teknologi marupakan akibat dari pemanfaatan dan pengembangan epistemologi. Lantas bagaimana dengan kaidah pengemabangan Ilmu Sosial? Keterbatasan penulis dalam mengkaji aspek sosial adalah penghalang untuk menjelaskan peran Epistemologi dalam suatu kajian ilmu sosial, namun penulis tetap memiliki keyakinan  bahwa pandangan Social Science selalu ada, dimana setiap fenomena individu yang terjadi secara berulang pada orang banyak merupakan sebuah fenomena sains karena sains berbicara tentang fakta yang tidak bisa ditolak hanya berdasarkan suatu pendapat (Rasional) tanpa adanya bukti atau data secara empiris.

Semoga artikel ini bermanfaat bagi anda. Silahkan kirimkan komentar terbaik anda untuk kami agar kami senantiasa meningkatkan kualitas kinerja website kami bagi anda sebagai pembaca setia kami. Salam kami Ilmu Bahasa.

Saturday

Kajian Lengkap Kurikulum Berbasis Kompetensi (Kurikulum 2004), Wajib Untuk Guru!

Kajian Kurikulum Berbasis Kompetensi (Kurikulum 2004) - Kurikulum pendidikan yang berlaku di tahun 2004 merupakan kurikulum 2004 atau biasa disebut dengan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). KBK adalah salah satu bentuk inovasi kurikulum yang disebabkan adanya semangat dari reformasi pendidikan. Hal ini dimulai dengan adanya kebijakan pemerintah daerah atau dikenal dengan otonomi daerah yang disusun dalam Undang-Undang Nomor 22 tahun 1999. Munculnya kebijakan tersebut disebabkan oleh perubahan dan tuntutan kebutuhan masyarakat terhadap perkembangan dunia terhadap globalisasi yang ditandai dengan munculnya ilmu pengetahuan dan teknologi yang begitu menonjol, sehingga menimbulkan kehidupan yang penuh dengan persaingan dalam segi hal apapun. Oleh sebab itu, setiap individu wajib untuk mempunyai yang handal agar mampu  berkompetensi dalam berbagai bidang sesuai dengan minat, bakat, dan kemampuan yang dikuasainya.

1

Pengertian Dari Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) 

 Kurikulum Berbasis Kompetensi
Kompetensi merupakan suatu kemampuan dalam melakukan sesuatu yang berbeda hanya dengan mengetahui sesuatu. Kompetensi wajib didemonstrasikan sesuai dengan standar yang berlaku pada proses di lapangan kerja (Hamalik, 2000). Kompetensi dapat berupa hanya pengetahuan saja, atau keterampilan, dan sikap dalam kebiasaan untuk berfikir dan bertindak. Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) ialah seperangkat rencana dan pengaturan terkait masalah kompetensi dan hasil belajar yang harus dicapai oleh siswa, penilaian, kegiatan belajar mengajar, dan pemberdayaan sumber daya pendidikan dan mengembangkan sekolah (Depdiknas, 2002). KBK sendiri berkembang dan dikembangkan untuk memberikan keterampilan sekaligus keahlian dalam suatu bidang  sesuai standar kompetensi yang dibutuhkan untuk meningkatkan daya saing di tengah-tengah persaingan perekonomian global pada pasar global, dan permasalahan sosial, politik, serta budaya budaya.
KBK sendiri beranggapan bahwa siswa tidak hanya harus memahami materi pelajaran untuk memperluas kemampuan intelektual, namun bagaimana cara agar pengetahuan yang telah dipahami bisa mengembangkan perilaku yang ditampakkan dalam dunia nyata. Menurut Gordon (dalam Sa’ud, 2008: 91) terdapat 6 aspek yang harus terkandung dalam kompetensi, yaitu:
a. Pengetahuan (knowledge), yaitu pengetahuan yang digunakan untuk melakukan proses berpikir 
b. Pemahaman (understanding), yaitu tingkat kognitif dan afektif yang dimiliki individu
c. Keterampilan (skill), yaitu sesuatu yang dimiliki setiap orang untuk melakukan tugas – tugas yang dibebankan padanya
d. Nilai (value), yaitu dasar standar perilaku yang telah dipercaya sehingga akan mewarnai sebuah tindakan yang dikerjakan
e. Sikap (attitude), yaitu perasaan atau reaksi terhadap sebuah bentuk rangsangan yang datang dari luar, perasaan senang atau tidak senang terhadap suatu masalah
f. Minat (interest), yaitu kecenderungan seseorang dalam melaksanakan suatu tindakan atau perbuatan untuk mempelajari materi pelajaran.
Sanjaya (2005) menyatakan bahwa terdapat 4 kompetensi dasar yang harus dimiliki siswa, yaitu :
a. Kompetensi akademik, yaitu peserta didik harus memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam mengatasi tantangan dan persoalan hidup
b. Kompetensi okupasional, yaitu peserta didik wajib memiliki kesiapan mental dan mampu beradaptasi terhadap dunia kerja
c. Kompetensi kultural, yaitu peserta didik wajib bisa menempatkan diri sebaik-baiknya dalam sistem budaya dan tata nilai dalam bermasyarakat
d. Kompetensi temporal, yaitu peserta didik tetap eksis pada saat menjalani kehidupannya sesuai tuntutan perkembangan zaman.

2

Karakteristik Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK)

Depdiknas (2002) mengemukakan karakteristik KBK sebagai berikut : 
a. Menekankan pada sebuah pencapaian kompetensi baik secara individual maupun klasikal. KBK memuat beberapa kompetensi yang wajib dicapai siswa dan kompetensi tersebut sebagai sebuah tolak ukur minimal atau kemampuan dasar. 
b. Berorientasi pada hasil belajar dan keberagaman, maksudnya adalah keberhasilan dalam pencapaian kompetensi dasar yang diukur oleh indikator hasil belajar. Indikator inilah yang dijadikan sebagai acuan kompetensi yang diharapkan. Proses pencapaiannya bergantung pada kemampuan dan kecepatan yang berbeda pada setiap siswa.
c. Penyampaian dalam suatu pembelajaran menggunakan pendekatan dan metode yang bervariasi sesuai dengan keberagaman siswa. 
d. Sumber belajar tidak hanya guru, tetapi sumber belajar lain yang memenuhi usur edukatif bisa dikatakan sebagai guru, artinya sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi. Guru berperan sebagai fasilitator agar mempermudah proses belajar siswa dari berbagai macam sumber belajar. 
e. Penilaian menekankan pada proses dan hasil belajar. Dalam upaya penguasaan atau pencapaian suatu kompetensi, KBK menempatakan hasil dan proses belajar sebagai dua sisi yang sama pentingnya.

3

Implikasi KBK terhadap Pengembangan Aspek Pembelajaran Pengembangan Rancangan Pembelajaran

Kegiatan pembelajaran dalam KBK sendiri diarahkan agar dapat menggali dan megembangkan potensi yang dimiliki peserta didik. Proses pembelajaran KBK sendiri berorientasi pada siswa sebagai subjek pada pembelajaran. Terdapat beberapa hal yang harus ditinjau lebih jauh dalam merancang pembelajaran, antara lain (Sa’ud, 2008: 98) :
a. Rancangan kegiatan pembelajaran wajib memberikan kesempatan pada siswa untuk mencari, mengolah, dan menemukan sendiri pengetahuannya. Kegiatan pembelajaran inipun dirancang agar siswa bisa mengembangkan keterampilan dasar mereka pada suatu mata pelajaran yang bersangkutan.
b. Rancangan pembelajaran harus disesuaikan dengan sumber belajar dan saran pembelajaran.
c. Pembelajaran harus disesuaikan dengan mengordinasikan berbagai pendekatan belajar. 
d. Pembelajaran harus bisa memberikan pelayanan terhadap kebutuhan individual peserta didik, seperti minat, bakat, kemampuan, dan lain-lain.

4

Pengembangan Proses Pembelajaran

Cara belajar yang dinginkan oleh KBK, bukan menumpuk ilmu pengetahuan tetapi proses berubahnya perilaku melalui pengalaman belajar, dan diharapkan terjadi kemajuan di berbagai aspek pada setiap peserta didik. Guru bertugas untuk mengelola pembelajaran baik dalam segi pengembangan strategi pembelajaran ataupun menggunakan berbagai sumber belajar. Oleh sebab itu, proses pembelajaran tidak hanya ditunjukkan agar siswa mampu menguasai materi pembelajaran tetapi lebih diarahkan pada penguasaan kompetensi sesuai kurukulum.

5

Pengembangan Evaluasi

Kriteria keberhasilan suatu hasil belajar siswa dapat dilihat dari beberapa aspek berikut ini : aspek kognitif, afektif, dan psikomotor. Aspek kognitif sendiri berhubungan dengan kemampuan kecerdasan dan intelektual pada setiap siswa. Aspek afektif berhubungan dengan penilaian sikap dan minat siswa terhadap suatu pelajaran dan pada proses pembelajaran. Aspek psikomotor berhubungan dengan tingkat penguasaan pengetahuan dalam bentuk praktek langsung.
Referensi :
Departemen Pendidikan Nasional. 2002. Pedoman Umum Pelaksanaan Pendidikan Berbasis Keterampilan Hidup (Life Skill) Melalui Pendidikan Broad Based Education dalam Pendidikan Luar Sekolah dan Pemuda.
Jakarta: Ditjen PLS dan Pemuda. Hamalik, O. 2000. Model- Model Pengembangan Kurikulum.
Bandung: Pasca Sarjana UPI. Sanjaya, W. 2005. Pembelajaran dalam Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi. 
Jakarta: Prenada Media. Sa’ud, S.S. 2008. Inovasi Pendidikan. Bandung: Alfabeta.
Departemen Pendidikan Nasional. 2002. Pedoman Umum Pelaksanaan Pendidikan Berbasis Keterampilan Hidup (Life Skill) Melalui Pendidikan Broad Based Education dalam Pendidikan Luar Sekolah dan Pemuda. 

Ini Dia Tarif Iuran Terbaru BPJS Kesehatan

Tarif Iuran Terbaru BPJS Kesehatan - Mulai tanggal 1 April 2016, iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) mengalami perubahan tarif iuran. Hal ini dilakukan, disamping dana tersebut dialirkan untuk memutakhirkan langkah praktis daftar BPJS online, juga kita harus memahami bahwa  JKN adalah program pemerintah dalam bidang pelayanan kesehatan yang dikelola oleh BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial). Pemerintah menginformasikan ini melalui Peraturan Presiden Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan yang Kedua kalinya atas Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2013 tentang Jaminan Kesehatan. Dalam Perpres tersebut ditetapkan perubahan iuran bagi peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) alias peserta perorangan.

Ini Dia Tarif Iuran Terbaru BPJS Kesehatan
Daftar dan Konsultasi BPJS

Tarif Baru Iuran Peserta JKN per April 2016

Khusus untuk jumlah nominal iuran peserta kelas III, Presiden telah menetapkan bahwa iuran pengguna BPJS perorangan kelas III tidak berubah, yaitu tetap Rp 25.500. Sementara itu, tarif untuk kelas 1 dan kelas 2 mengalami peningkatan harga yaitu  masing-masing sebesar Rp20.500 dan Rp8.500. 

Peserta diharuskan membayar iuran jaminan kesehatan kepada BPJS Kesehatan paling telat tanggal 10 (sepuluh) setiap bulannya. Jika tanggal 10 (sepuluh) bertepatan dengan hari libur, maka iuran dibayarkan pada hari kerja berikutnya.

Denda Keterlambatan

Bagi yang terlambat dalam pembayaran iuran jaminan kesehatan lebih dari satu bulan sejak tanggal 10, maka pemberhentian sementara terhadap penjaminan peserta dilakukan. Artinya, masa aktif kartu asuransi JKN Anda diberhentikan secara otomatis untuk sementara waktu. Peserta tidak bisa memakai kartu JKN untuk berobat gratis selama masa pemberhentian. Jika terjadi keterlambatan pembayaran, peserta diwajibkan untuk membayar denda kepada BPJS Kesehatan supaya status kartu JKN kembali aktif dan dapat digunakan lagi untuk mendapatkan pelayanan kesehatan hingga layanan rawat inap. 
Denda keterlambatan yang harus dibayar sesuai dengan aturan sebelunya adalah 2%, namun per 1 April 2016 berlaku aturan baru yaitu 2,5%. Batas pembayaran iuran BPJS Kesehatan adalah setiap tanggal 10, Jika anda terlambat untuk melunasinya pada bulan itu, maka dendanya 2,5% x jumlah iuran. Jumlah tertunggak maksimum 12 bulan dan denda paling tinggi sebesar Rp30.000.000 (tiga puluh juta Rupiah).

Jika anda terlambat membayar pada hari libur maka denda tidak diberlakukan. Misalnya tanggal 10 adalah hari minggu sedangkan anda baru membayar hari senin tanggal 11 maka denda 2,5% tersebut tidak berlaku. Status kepesertaan akan kembali diaktifkan setelah Anda melunasi iuran plus dendanya. Dalam waktu 45 hari, status kepersertaan akan aktif kembali. 

Cara Mengecek Keterlambatan dan Membayar Iuran

Peserta bisa mengecek rincian data keterlambatan iuran JKN dengan pergi ke kantor cabang BPJS Kesehatan terdekat atau cek langsung via ATM bank Mandiri, BRI dan BNI.  Kepala Humas BPJS Kesehatan menjelaskan kewajiban iuran JKN sesuai dengan peraturan yang berlaku. Jika terdapat iuran yang tertunggak sebelum bulan April 2016, maka akan dihitung menggunakan aturan lama.

Ini Dia Tarif Iuran Terbaru BPJS Kesehatan
Cek Tagihan BPJS
Cara membayar iuran yang tertunggak, peserta bisa mengecek data rincian keterlambatan di kantor cabang BPJS Kesehatan terdekat, dan jika ingin membayarnya bisa langsung dilakukan di ATM bank. 

Pindah Kelas JKN  

Peserta BPJS Kesehatan yang berada pada kelas 1 dan 2 diizinkan untuk bermigrasi ke kelas 3. Irfan Humaidi dari BPJS Kesehatan menegaskan, bahwa  pengurusan pindah kelas hanya bisa dilakukan dengan cara datang ke kantor cabang BPJS terdekat dan memenuhi persyaratan, termasuk apakah harus mencetak kartu BPJS Kesehatan lagi atau tidak. Hal ini perlu diketahui agar dapat tertib administrasi dan aturan, yaitu peserta minimal sudah tercatat sebagai peserta JKN selama satu tahun.

Demikian yang dapat kami ulas mengenai Tarif Iuran Terbaru BPJS Kesehatan . Semoga bermanfaat dan menambah wawasan anda. Kami ilmubahasa.net akan senantiasa menerima kritik dan saran teman-teman semuanya demi kebutuhan daring sahabat imbas semuanya. Terimakasih dan selamat beraktifitas.

Ilmu Bahasa

Ilmu Bahasa
 
❤ Tentang ☎ Hubungi Kami ✿ Daftar Isi ▲ Disclaimer ♛ Kebijakan Privasi
Back To Top