Friday

Cerita Novel Online - Bukan Rumahku



Ilmubahasa.net- Berikut Ringkasan dan sedikit ulasan Kumpulan Novel Online kami yang sudah kami rangkum sebaik mungkin agar anda bisa mendapatkan informasi atau hanya sekedar membaca Kumpulan Cerita Novel kami.

Pengarang    : Titis Basino P.I.
Penerbit    : Pustaka Jaya
Tahun        : 1986

Cerita Novel Online - Bukan RumahkuSeorang duda kaya yang baru saja ditinggal istrinya membutuhkan seorang inang (babysitter) untuk mengasuh tiga orang putrinya. Martini yang memang pekerjaannya sebagai perawat, datang ke rumah pejabat tinggi itu. Saat itulah ia diterima bekerja di sana. Ia menempati salah satu kamar di rumah majikan barunya.

Dalam beberapa bulan saja, ketiga anak yang diasuh Martini˗˗yaitu Sali, Sungke, dan si bungsu yang tunawicara bernama Sani˗˗mersasa sesuai dengan pengasuhnya. Begitu pula sebaliknya. Suatu saat, di luar dugaan, majikannya bermaksud mengawini Martini. Tentu saja gadis itu terkejut, bingung antara percaya atau tidak percaya. Bagaimana tidak. Seorang pelayan, bodoh, dan miskin, tiba-tiba dilamar oleh seorang duda kaya-raya dan terhormat. Namun, naluri kewanitaannya mengatakan begini: “tentu aku akan dijadikan perempuan simpanannya. Dijadikan gundiknya? Bah, laki-laki tua sialan, aku akan dijadikan makanannya sambil disuruh mengasuh anaknya?” (hlm. 34).
Dengan kesadaran itu, Martini memutuskan untuk minggat. Pulang ke rumah orang tuanya di perkampungan kumuh. Namun, tinggal di rumah bedeng dengan lingkungannya yang hiruk-pikuk tidak membuatnya betah. Ia sudah telanjur terbiasa merasakan gaya hidup enak majikannya. Maka, ketika pesuruh majikannya datang menjemputnya lagi, gadis pengasuh anak itu, langsung menerima dan kembali ke pekerjaannya semula.

Majikannya yang duda itu sama sekali tak merasa tersinggung atas minggatnya Martini. Lelaki tua itu menyadari bahwa soal perbedaan agama mungkin menyebabkan keinginannya untuk mengawini babysitter-nya itu ditolak. Sebaliknya, bagi Martini, sikap majikannya malah membuatnya penasaran. Ia jadi ingin tahu bagaimana sesungguhnya masa lalu lelaki tua itu. Mulailah rahasia yang menyelimuti keluarga kaya itu terbongkar. Mula-mula melalui Mamat, pemuda yang sejak kecil menjadi pembantu keluarga itu. Konon, istri majikannya meninggal karena sakit ingatan.

Diketahui pula bahwa sejak kelahiran si bungsu, Sani, hubungan suami-istri itu memang sudah tidak wajar. Si istri merasa tak puas terhadap suaminya hingga ia mencari lelaki lain sebagai pemuas nafsu. Suaminya tak peduli dengan kelakuan istrinya, karena ia lebih suka berhubungan dengan sesame jenis, ia lelaki homoseksual. Setelah istrinya meninggal, yang menjadi pemuas nafsu lelaki tua itu adalah Mamat, pembantunya.

Martini mulai mengerti persoalan yang melanda keluarga majikannya. “Semua aku tanggapi dengan kesadaran. Aku tidak mengejek Mamat, dan tidak pula menyalahkan majikanku, kalau memang itu tuntutan rohaninya. Aku hanya bertambah pengetahuanku, betapa beragam kelakuan manusia” (hlm. 174-175). Begitulah kesadaran yang muncul dalam diri Martini. Masalahnya, sebelum ia mengetahui riwayat keluarga majikannya, ia telah resmi menjadi istri Basir, seorang pelaut. Jadi, baginya sekarang ia tetap bekerja dan mendapat uang. Bagaimana keadaan majikannya, bukanlah urusannya.

Kenyataannya, persoalannya tidaklah semudah itu. Seminggu setelah perkawinannya dengan Basir, Martini kembali bekerja, sedangkan suaminya berlayar. Saat itu, sangat kebetulah, Mamat berhenti dari pekerjaannya. Lalu, godaan pun datang dari sang majikan. Martini jatuh ke pelukan lelaki itu! Maka, sekali terjebak, seterusnya ia tak mampu melepaskan diri dari jebakan itu. Martini berperan ganda: sebagai inang pengasuh dan sekaligus sebagai wanita penghibur majikannya.

Begitu pula dengan kehidupan rumah tangganya. Pada saat Basir pulang, Martini berperan sebagai istri yang pasrah. Lalu, pada saat yang lain, apabila suaminya berlayar, ia menjadi pelayan yang bertugas ganda. Begitulah perjalanan hidup Martini. Sampai kemudian ia hamil dan kemudian melahirkan anak pertamanya. Dari sini muncul persoalan lain. Basir ternyata tak mampu memberikan benih yang dapat menjadikan Martini hamil, karena ia mandul. Martini sempat mengalami siksaan batin, tetapi kemudian padam ketika ada berita bahwa Basir meninggal dalam pelayarannya. Satu musibah yang justru memberi peluang lebih banyak bagi Martini untuk melanjutkan skandal gelapnya.

Hubungan gelap Martini dengan majikannya berlangsung terus. Sejalan dengan itu, kedua putri majikannya memilih tinggal di tempat lain, kecuali si bungsu. Tugas Martini kini mengurusi dan sekaligus melayani majikannya, terlebih lagi penyakit tua lelaki itu sudah sering kambuh. Martini kian terperosok ke dalam lingkaran setan, meskipun sekarang ia hanya mengatur segala urusan rumah tangga.

Suatu hari, rumah yang selama ini menjadi tempat skandal panjang itu, terpaksa dijual untuk membiayai majikannya yang semakin pikun. Martini bersama majikannya kemudian menempati sebuah rumah sederhana. Sejak itu, mulai timbul kesadaran baru dalam diri Martini. Kini ia tidak lebih sebagai seorang perawat laki-laki jompo. Namun, hakikatnya sama saja; sebagai seorang pembantu yang beberapa saat lagi akan tersingkir jika majikannya meninggal. Lalu, ke mana ia akan pergi, sedangkan rumah yang kini ia tinggal, bukan rumahnya.

Kesadaran itulah yang membuat Martini harus bersikap: “walau berat aku harus bisa meninggalkan tempat ini, yang kutinggalkan bersama semua peristiwa yang pernah kujalani… aku setia tinggal di sini selama bertahun-tahun, namun rumah ini tetap bukan rumahku” (hlm. 231). Sebuah kesadaran baru bagi Martini untuk memperbaiki masa lalunya yang kelam.

                                                                     ***
Sebenarnya novel ini cukup problematic, sekurang-kurangnya demikian yang terungkap dari sekitar lima resensi yang membicarakan buku ini. Novel ini oleh Yuliartiningsih (FSUI, 1991) pernah dijadikan sebagai bahan penelitian skripsi sarjananya.

     Terima kasih telah berkunjung di artikel kami ini. Berikanlah komentar, kritik, dan saran karena sangat membantu kami untuk membangun dan memberikan yang terbaik bagi anda. Terimakasih
   
Comments
0 Comments

Terimakasih sudah berkunjung, jangan lupa bagikan artikel diatas kepada orang-orang disekitar. Jangan ragu-ragu tinggalkan komentar dibawah. Kesan & pesan dari teman-teman adalah motivasi kami untuk selalu berkarya :)

 
❤ Tentang ☎ Hubungi Kami ✿ Daftar Isi ▲ Disclaimer ♛ Kebijakan Privasi
Back To Top