Thursday

Cerita Novel Online - Anak Tanah Air

Ilmubahasa.net- Berikut Ringkasan dan sedikit ulasan Kumpulan Novel Online kami yang sudah kami rangkum sebaik mungkin agar anda bisa mendapatkan informasi atau hanya sekedar membaca Kumpulan Cerita Novel kami.

Pengarang    : Ajip Rosidi (31 Januari 1938)
Penerbit     : Gramedia
Tahun        : 1985


Cerita Novel Online - Anak Tanah Air“Bersekolah di Jakarta!... Tentu lain belajar di kota besar daripada di sebuah kota kecil kabupaten…” (hlm. 10). Inilah salah satu alasan mengapa Ardi menyambut gembira tawaran pamannya, Abdulmanan, untuk ikut dan bersekolah di Jakarta. Maka, walaupun perjalanan ke ibu kota cukup melelahkan, terutama mengingat penuhnya kendaraan sebagaimana biasanya selepas Lebaran, Ardi dengan senang hati menurut saja apa yang dikatakan pamannya.

Setelah di Jakarta, Ardi baru mengetahui, ternyata tempat tinggal pamannya lebih mirip gubuk daripada rumah. Itupun ternyata sudah ditempati bertiga; pamannya, Muhammad siswa SMA yang juga bekerja di Departemen Keuangan, dan Rusmin, siswa Taman Dewasa. Kini, ditambah dengan Ardi. Jadi, gubuk kecil itu ditempati berempat.

Meskipun penghasilan pamannya tidak besar, niat menyekolahkan Ardi tetap ia laksanakan. Ardi dimasukkan di Taman Dewasa supaya dapat berangkat bersama-sama dengan Rusmin. Selepas sekolah Ardi lebih banyak mengobrol dengan Muhammad yang usianya hampir sebaya dengan paman Abdulmanan, daripada dengan Rusmin yang usianya tidak jauh  berbeda dengan Ardi.

Jarak dari rumah ke sekolah yang cukup jauh dan ditempuh anak tanggung itu dengan berjalan kaki, cukup membuatnya sengsara. Paling tidak, itu menyangkut soal kakinya yang belum terbiasa bersepatu. Namun, keadaan yang tak enak itu tidak mengurangi niatnya untuk bersekolah. Belakangan, ia juga bergaul dengan siswa Taman Madya yang setingkat dengan SLTA. Ardi mulai tertarik pada kesenian. Ia juga mulai mencoba membuat beberapa sketsa yang ternyata berhasil dimuat di majalah Mimbar Indonesia. Pengaruhnya ternyata cukup besar. Anak tanggung itu makin giat melatih melukis dan kegiatan kesenian lainnya.

Lulus Taman Dewasa, Ardi masuk Taman Madya. Kegiatannya makin bertambah. “Ardi juga bersekolah sore hari sekarang. Maka, waktu pagi digunakannya untuk berkunjung ke rumah kawannya untuk bercakap-cakap atau melukis” (hlm. 103). Dalam pada itu, suhu politik menjelang pemilu sedikit banyak telah mendapat perhatian juga, walaupun hanya sebatas mendengarkan cerita-cerita, mengikuti beritanya atau diskusi tentang itu.

Pada saat yang demikian, tiba-tiba saja daerah tempat tinggal Ardi dilanda kebakaran, yang memakan banyak rumah. “Mungkin saja ada orang melepas api untuk membakari rumah rakyat, agar pemerintah dapat main dengan orang-orang berduit. Tetapi mungkin pula sebaliknya. Orang-orang melepas api membakari rumah rakyat untuk membuat rakyat makin tidak puas kepada pemerintah. Bukankah sekarang menghadapi pemilihan umum?” (hlm. 115).

Selepas Taman Madya, Ardi tidak melanjutkan pendidikannya. Ia juga tidak lagi tinggal bersama pamannya. Ia kini tinggal bersama Ahmad, sesama pelukis, yang kegiatannya akhir-akhir ini banyak tercurahkan pada organisasi pemuda. Organisasi seperti itu memang ramai bermunculan sejalan dengan meningkatnya suhu politik. Namun, Ardi lebih menekuni kegiatan melukis.

Dalam sebuah pameran tunggal karya Hasan, teman sesama pelukis, Ardi berkenalan dengan Rini dan Hermin. Atas usul Rini yang agar dirinya dijadikan model, Hasan dan Ardi kemudian datang ke rumah gadis itu. Dari sini hubungan mereka makin rapat, khususnya Ardi dan Hermin. Sampai pada suatu saat sepasang anak manusia yang berlainan jenis itu bersepakat untuk menumbuhkan perasaan cinta masing-masing. “Kukira cinta itu tumbuh, seperti benih, kalau menemukan tanah yang subur. Cintaku menemukan persemaian dalam dirimu. Tidakkah itu cukup?” (hlm. 173). Begitulah, keduanya tenggelam dalam lautan cinta.

Malamnya, tanpa diduga Ardi ditawari untuk bekerja pada sebuah majalah. “Aku merasa takjub. Sore itu aku memperoleh cinta dan  malam ini memperoleh pekerjaan” (hlm. 178).

Setelah merasa mempunyai penghasilan tetap, Ardi pindah dari rumah Ahmad. Ia menyewa sebuah rumah kecil di bilangan Setiabudi. Hubungan dengan kekasihnya makin rapat, bahkan tidak jarang melakukan hubungan intim layaknya suami-istri.

Sementara itu, kelompok seniman Lekra/PKI dengan cara-cara halus dan terselubung, berhasil melibatkan Ardi dalam suatu penandatanganan Konsepsi Presiden. Sebagai seniman, pelukis muda itu tidak tahu-menahu perihal maksud dan tujuan konsepsi tersebut. Ia juga tidak menduga jika tanda tangannya˗˗yang menurut Suryo, anggota PKI, hanya urusan administrasi˗˗akan dipublikasikan secara luas dan dimuat di media massa. Akibatnya sangat fatal! Ardi dipandang sebagai orang yang sudah menjadi anggota komunis. Ayah Hermin yang antikomunis, tentu saja tidak mau anaknya bergaul dengan anggota partai yang dibencinya. Hermin dilarang berhubungan dengan Ardi. Belakangan, diketahui pula bahwa Hermin ternyata lebih menginginkan pemuda lain.

Pelukis muda yang sebenarnya berbakat itu, masih juga belum menyadari masalah yang sedang dihadapinya. Ia terlalu polos. Maka, ketika Ahmad, sahabatnya, juga menjauhi, Ardi masih menganggapnya sebagai alasan yang dicari-cari. Lebih dari itu, sketsa-sketsanya yang dikirim ke beberapa majalah juga tak ada satu pun yang dimuat, Ardi dikucilkan oleh pacarnya dan sahabat-sahabatnya.

Dalam kesendirian yang menyakitkan, dalam keterpencilan dan kedukaannya, tiba-tiba datanglah Suryo mendesak agar Ardi menyelenggarakan pameran tunggal. Suryo juga menawarkan pekerjaan. Lebih dari itu, kader PKI yang lihai itu menyelipkan selembar ribuan yang waktu itu benar-benar dibutuhkan pelukis malang itu. Dalam keadaan seperti itulah, tanpa minta pertimbangan sahabat-sahabatnya, Ardi menyatakan kesediaannya.

Pameran tunggal karya pelukis Ardi jadi dilaksanakan dengan pengunjung yang luar biasa ramainya. Koran-koran memujinya setinggi langit. Sejak itulah, pelukis yang masih juga belum mengerti intrik-intrik politik, aktif mengikuti berbagai kegiatan yang diselenggarakan Lekra/PKI. Seniman lugu itu benar-benar sukses, baik materi maupun popularitasnya.

Setelah beberapa kali ia dikirim ke luar negeri, tanpa sengaja ia bertemu dengan sahabatnya, Hasan. Temannya yang satu ini sama sekali tidak mau terlibat urusan politik. Ia merasa senang ketika Ardi menyatakan niatnya akan keluar dari anggota Lekra/PKI. Pemuda itu baru menyadari kekeliruannya. Tetapi belum sempat niat itu dilaksanakan, terjadi tragedi nasional: pengkhianatan PKI 30 September 1965. Ardi menyelamatkan diri ke Jawa Tengah, tetapi tak diketahui nasibnya. Begitu juga Hasan, sahabatnya, entah berada di mana. Hanya Hasan yang memiliki keteguhan hati untuk tidak ikut terlibat dalam kegiatan politik. “Menurut hematku, komunisme adalah paham yang akan selalu dapat tumbuh subur dalam setiap masyarakat yang mempunyai kondisi tertentu. Maka, yang penting adalah kita harus mengusahakan agar masyarakat kita jangan sampai mempunyai kondisi yang dapat menjadi bumi yang subur bagi tumbuhnya paham itu” (hlm. 312-313).

                                                                           ***
Novel Anak Tanah Air: Secercah Kisah ini, konon ditulis dalam dua versi: versi pertama ditulis di Iwakura, Kyoto, November 1980; versi kedua (final) ditulis di Hashimot-cho, Osaka, Agustus 1983. Deskripsinya yang cukup terinci mengenai cara-cara PKI menyebarkan pengaruhnya, terkesan semacam dokumen sejarah yang terjadi pada waktu itu. Demikian pula gambaran kehidupan para seniman waktu itu, banyak melibatkan nama dan peristiwa yang memang ada secara faktual. Dalam hal tersebut itulah kekuatan novel ini.

     Terima kasih telah berkunjung di artikel kami ini. Berikanlah komentar, kritik, dan saran karena sangat membantu kami untuk membangun dan memberikan yang terbaik bagi anda. Terimakasih
   

Terimakasih sudah berkunjung, jangan lupa bagikan artikel diatas kepada orang-orang disekitar. Jangan ragu-ragu tinggalkan komentar dibawah. Kesan & pesan dari teman-teman adalah motivasi kami untuk selalu berkarya :)

 
❤ Tentang ☎ Hubungi Kami ✿ Daftar Isi ▲ Disclaimer ♛ Kebijakan Privasi
Back To Top