Thursday

Cerita Novel Online- Tuyet

Ilmubahasa.net- Berikut Ringkasan dan sedikit ulasan Kumpulan Novel Online kami yang sudah kami rangkum sebaik mungkin agar anda bisa mendapatkan informasi atau hanya sekedar membaca Kumpulan Cerita Novel kami.

Pengarang    : Bur Rasuanto (6 April 1937)
Penerbit    : Gramedia
Tahun        : 1976

Sinopsis Novel

Cerita Novel Online- TuyetAlimin adalah seorang wartawan Indonesia yang sedang bertugas meliput perang di Vietnam. Ia berkenalan dengan seorang gadis Vietnam, Tuyet namanya. Ketika itu Alimin didatangi gadis itu yang mengaku mendapat alamat Alimin dari Herbert, seorang teman Alimin yang berasal dari Jerman. Mulanya Alimin menduga Tuyet sebagai wanita simpanan temannya. Ia lantas curiga akan maksud temannya itu yang diduga melemparkan tanggung jawab kepadanya.

Tuyet sering mendatangi Alimin dengan maksud menanyakan kalau-kalau ada titipan suran dari Herbert untuknya. Menurut cerita gadis itu, pria Jerman itu akan memakai alamat Alimin untuk menghubungi Tuyet. Namun, sampai sejauh ini tak pernah Alimin mendapat surat ataupun kabar dari Herbert; hal itu mengecewakan Tuyet.
Bagi Alimin perkenalannya dengan Tuyet terasa aneh. Gadis itu misterius. Ia menolak memberi tahu tempat tinggalnya; dan jika Alimin mengorek lebih jauh asal-usulnya maka ia akan menutup dirinya dan memberi alasan bahwa Alimin tak perlu tahu demi keamanan lelaki itu di Saigon.

Hubungan Alimin dan Tuyet yang makin akrab membuat Nona Thi, pacar Alimin, cemburu. Alimin menangkap kesan cemburu itu, kemudian ia menjelaskan duduk perkaranya dan memperkenalkan Thi pada Tuyet. Kesalahpahaman antara Alimin dan pacarnya akhirnya dapat dihindari dan hubungan keduanya tetap berjalan baik.

Suatu hari Tuyet mengunjungi Alimin di tempat tinggalnya. Alimin mengakui daya tarik yang ada dalam diri Tuyet, tetapi ia terkejut ketika gadis itu menanggalkan seluruh pakaiannya. Kelelakiannya bangkit, apalagi mendengar rayuan gadis Vietnam itu. Namun, ketika nafsu birahi Alimin mendekati puncak, Tuyet menahannya. Gadis itu bersedia menyerahkan keperawanannya kepada Alimin asalkan lelaki itu menyerahkan sejumlah uang. Alimin marah. Ia menganggap Tuyet tak lain adalah sundal, yang menjerat lelaki untuk menguras uangnya. Lalu, ditamparnya pipi Tuyet.

Tuyet kemudian membongkar rahasia hidupnya. Ia bercerita bahwa ayahnya ditangkap rezim militer. Ayahandanya seorang guru yang mengajar pada sebuah sekolah di Saigon. Di sekolah itu ada anak seorang  perwira yang menurut ayah Tuyet tak pantas naik kelas, tetapi guru-guru lain menaikkannya. Ayah Tuyet memprotes tindakan ini. Beberapa waktu kemudian orang tua itu ditangkap karena tindakannya menentang kenaikan kelas anak perwira itu. Lebih jauh di kemudian hari ayah Tuyet dituduh sebagai seorang komunis dan akan diasingkan di sebuah tempat.

Kemarahan Alimin surut ketika mendengar lanjutan cerita Tuyet. Gadis itu dipanggil oleh seorang komandan yang bertanggung jawab atas tahanan tempat ayah Tuyet. Komandan itu dapat membebaskan ayah Tuyet jika gadis itu dapat menyediakan sejumlah uang untuk menebus ayahnya. Alternatif lain yang diajukan komandan itu adalah Tuyet harus bersedia menyerahkan keperawannannya kepada orang bengis itu. Ia lebih rela menyerahkannya kepada orang lain yang bersedia memberikan uang kepadanya.
Alimin prihatin atas kesulitan yang menimpa Tuyet. Ia berjanji akan berusaha menyediakan uang yang diperlukannya. Akan tetapi, keinginan Alimin menolong Tuyet bukan didasari keinginan mencicipi tubuhnya yang masih perawan, melainkan rasa kemanusiaan.

Di samping mencari pinjaman uang, Alimin juga membicarakan nasib yang menimpa Tuyet kepada Thi. Ia mengharapkan Thi mau membicarakannya kepada orang tua Thi, yang memegang jabatan di pemerintahan. Nona Thi berjanji akan membicarakan hal itu kepada ayahnya, meskipun tak menjanjikan akan berhasil.

Pembicaraan antara Alimin dan ayah Thi memang tidak menghasilkan keputusan yang memuaskan. Bahkan, Alimin diperingatkan akan akibat yang dapat ditimbulkan karena kasus itu, jika rezim militer Vietnam mengetahuinya. Alimin tak menyalahkan orang tua itu, meskipun ia kecewa. Ia memahami risiko yang besar yang akan diterimanya jika seseorang dianggap membela komunis. Itu pula rupanya alasan Tuyet selalu bersembunyi-sembunyi dan menolak Alimin yang ingin mengetahui rumahnya.

Susah-payah Alimin mencari uang yang diperlukan Tuyet, ia meminjam kepada teman-temannya. Akhirnya, terkumpullah uang itu. Sementara itu, titipan yang diharapkan Tuyet dari Herbert datang juga. Lega hati Alimin ketika akhirnya ia dapat mengumpulkan uang ditambah dengan sejumlah uang kiriman Herbert. Kemudian, ia menghubungi Tuyet.
Alimin hanya mendapatkan sepucuk surat dari Tuyet, ketika ia menghubungi gadis itu. Lewat surat itu Tuyet memberitahukan Alimin bahwa sebenarnya yang diinginkan komandan itu bukanlah uang, melainkan tubuh Tuyet. Tanpa daya Tuyet menyerahkan dirinya kepada orang itu, guna menebus kebebasan ayahnya.

“Yang kukejar sekarang adalah harapan dan masa depanku, Alimin. Harapan: ayahku akan memperoleh keringanan dan tak jadi dikirim ke Phu Quoc. Masa depan: bahwa aku akan memperoleh surat yang akan memulihkan hakku untuk mendapat pekerjaan di tempat-tempat yang kusukai dan yang sesuai dengan kemampuanku” (hlm. 162). Inilah yang mendasari Tuyet mengorbankan dirinya sendiri, betapapun pengorbanan itu harus dibayar terlalu mahal: menyerahkan kesuciannya kepada si komandan, orang yang sesungguhnya amat dibencinya. Sebuah keputusan yang tragis.

Resensi Novel

                                                                         ***
Menurut Panuti Sudjiman –dalam Memahami Cerita Rekaan (1988: 91-93)- penyajian cerita dalam Tuyet banyak menggunakan teknik pemandangan (panoramic/pictorial technique) dan teknik adegan (scenic technique).

Tahun 1979, novel ini memperoleh hadiah dari Yayasan Buku Utama, Depdikbud, sebagi novel terbaik yang terbit tahun 1978.
Sejauh ini, studi terhadap Tuyet dilakukan oleh Indriyah Rachmawati (FS-Undip) yang membandingkannya dengan penokohan novel Dari Hari ke Hari karya Mahbub Djunaid

     Terima kasih telah berkunjung di artikel kami ini. Berikanlah komentar, kritik, dan saran karena sangat membantu kami untuk membangun dan memberikan yang terbaik bagi anda. Terimakasih

Terimakasih sudah berkunjung, jangan lupa bagikan artikel diatas kepada orang-orang disekitar. Jangan ragu-ragu tinggalkan komentar dibawah. Kesan & pesan dari teman-teman adalah motivasi kami untuk selalu berkarya :)

 
❤ Tentang ☎ Hubungi Kami ✿ Daftar Isi ▲ Disclaimer ♛ Kebijakan Privasi
Back To Top