Friday

Cerita Novel Online - Pada Sebuah Kapal

Ilmubahasa.net- Berikut Ringkasan dan sedikit ulasan Kumpulan Novel Online kami yang sudah kami rangkum sebaik mungkin agar anda bisa mendapatkan informasi atau hanya sekedar membaca Kumpulan Cerita Novel kami.

Pengarang    : Nh. Dini (29 Februari 1936)
Penerbit       : Gramedia
Tahun           : 1973; Cetakan IV, 1985

Sinopsis Novel Online

Cerita Novel Online - Pada Sebuah KapalPada umur tiga belas tahun, Sri ditinggal wafat ayahnya. Meskipun ayahnya bukan seorang pelukis terkenal, Sri sangat mengagumi orang tuanya. Ia merasa kehilangan orang yang dianggapnya luar biasa itu. Ibunya kemudian menghidupi anak-anaknya dengan membatik dan berjualan kue. Wanita itu mendidik anak-anaknya dengan keras dan kuno meskipun berhati baik.

Selepas SMA, Sri bekerja sebagai penyiar RRI di kota tempat tinggalnya, Semarang. Kesibukannya sebagai penyiar mengakibatkan Sri mengurangi kegiatan menari. Tiga tahun bekerja menimbulkan rasa bosan dalam dirinya. Ketika ia melihat kesempatan menjadi pramugari udara, ia melamar. Setelah lulus dalam ujian seleksi di kotanya, ia dipanggil ke Jakarta untuk ujian selanjutnya. Hasil tes di Jakarta membuatnya kecewa, ia tak lulus dalam tes itu. Noda di paru-parunya menyebabkan ia tak diterima. Ia diminta datang ke Jakarta untuk menerima penjelasan dari jawatan yang menangani tes itu. Di jawatan itu ia mendapat pekerjaan lain, yakni bekerja sebagai wartawan dalam majalah yang diterbitkan perusahaan itu. Akan tetapi, ia menolak kesempatan itu dan memilih menjadi penyiar di RRI Jakarta.

Tujuh bulan setelah Sri tinggal di Jakarta, ibunya meninggal dunia. Sri pulang ke Semarang. Beberapa hari kemudian ia kembali ke Jakarta meneruskan pekerjaan dan kegiatan menarinya. Kepandaiannya menari membawa Sri menari di istana pada hari-hari bersejarah dan penyambutan tamu-tamu Negara.

Di antara pemuda yang mengelilinginya dan mengharapkan cintanya, Sri memilih seorang perwira penerbang bernama Saputro. Dia dan Saputro merencanakan akan menikah. Secara lahir dan batin, keduanya telah menjalani kehidupan sebagai suami-istri meskipun belu resmi. Akan tetapi, kenyataan berbicara lain. Sri harus menghadapi peristiwa pahit: Saputro gugur, jatuh bersama pesawat yang ditumpanginya. Sri hancur hatinya ia istirahat di Yogya. Carl, seorang petugas yayasan yang membantu mahasiswa-mahasiswa di negeri-negeri berkembang, mendekati Sri. Namun, ia menolak cinta Carl seperti ia menolak cinta Yus, seorang pelukis.

Akhirnya, Sri memutuskan menerima lamaran Charles Vincent, seorang diplomat di kedutaan Perancis. Ia tidak  mempedulikan reaksi keluarganya yang tak menyetujui perkawinan itu. Mulanya, Sri tertarik kepada pria itu karena budinya halus dan mengerti perasaannya, tetapi beberapa waktu kemudian barulah tampak sifat asli Vincent. Pria itu keras terhadap Sri dan merasa tak mau disaingi oleh ketenaran istrinya sebagai penari. Pertengkaran sering terjadi di antara mereka, bahkan kelahiran anak pertama, ternyata tak mengurangi percekcokan.

Ketika keluarga Vincent mendapat cuti ke Perancis, Charles memutuskan perjalanan terpisah dengan istrinya. Sri diminta naik kapal laut, sedangkan ia sendiri melakukan perjalanan dengan pesawat.

Sri menemukan kembali eksistensi dan kebebasannya di kapal yang membawanya ke Perancis. Di kapal ini, ia bertemu dengan Michel, pelaut yang menaruh hati padanya. Akhirnya, terjadilah hubungan intim –bahkan terlalu intim- selama perjalanan itu.

Sebelum bertugas di kapal, Michel pernah menjadi tentara. Ia ikut berjuang membela dan merebut negerinya, Perancis, dari tangan jajahan Jerman. Setelah kembali ke Perancis, Michel Dubanton, menikah dengan Nicole. Perkawinan yang direstui keluarganya ini, ternyata tidak membahagiakan Michel meskipun sudah dikaruniai dua orang anak. Nicole mempunyai sifat cemburu yang berlebihan terhadap suaminya, apalagi suaminya tampan dan lebih muda daripada dirinya.

Dalam perjalanan kali ini, Michel jatuh hati pada seorang nyonya muda yang dikenalnya sebagai nyonya Vincent, yang tak lain adalah Sri. Ia merasa bahagia ketika nyonya muda itu memiliki perasaan yang sama terhadapnya. Michel menemukan kelembutan dan kasih sayang pada diri Sri. Sebaliknya, Sri menemukan kasih sayang dan pengertian dari Michel. Hubungan intim kedua insan yang kesepian itu tetap berlanjut setelah mereka tiba di Perancis. Michel sering menulis surat kepada Sri ketika dalam pelayaran, dan Sri sering menunggu Michel dalam kerinduan ketika pria pujaannya sedang berlayar.

Sri semakin merasakan perbedaan antara Michel dan suaminya, Charles, ketika ia berkumpul kembali dengan keluarganya. Dari pergaulannya dengan adik Charles, Sri mengetahui tabiat suaminya yang mau menang sendiri –sekalipun terhadap istrinya-, “Kehidupanku selama hampir empat tahun dengan Charles cuma berisi duri-duri yang mengilukan. Aku bahkan kadang-kadang berpikir siapakah sebenarnya yang kukawini itu. …Aku selalu takut mendapat teguran. …Dan ketika itulah aku melihat Michel, ketika aku merasakan sentuhannya, tetap lembut dalam gelagak nafsunya, aku mencintainya” (hlm. 179), kata Sri tentang dua lelaki itu.

Kemudian Sri dan suaminya kembali ke Jepang. Hubungan rumah tangga mereka masih diliputi ketegangan. Permintaan Sri untuk bercerai, tak ditanggapi oleh suaminya. Itulah yang sering membuat Sri merasa tersiksa. Dalam saat-saat yang demikian itu, Michel merupakan sosok lelaki yang mampu memberikan kesejukan. Ia menemukan kebahagiaan pada diri lelaki pelaut itu. “Michel yang mengerti kesanggupanku untuk menjelajah keragaman dunia cinta yang tak terputuskan” (hlm. 217).

Ketika masa tugas Charles Vincent habis, ia berniat memboyong istri dan anak-anaknya dari Jepang ke Perancis. Kabar itu didengar oleh Michel dari seorang kawannya dalam perjalanan. Michel kemudian membatalkan niatnya untuk bekerja di darat di Yokohama, setelah mendengar kabar itu. Ia mengajukan permohonan untuk tetap bekerja sebagai pelaut dan meminta berlayar tidak terlalu jauh dari Paris. “Kerja darat di Yokohama kubatalkan. Dan sesudah masa liburku habis perjalanan pendek ini nanti ingin mendapatkan pelayaran-pelayaran yang singkat dan selalu dekat dengan Perancis,” (hlm. 349) katanya. Itulah rencana yang telah diputuskan Michel. Ia sengaja mengambil keputusan itu, agar ia dapat terus berdekatan dengan Sri.

Resensi Novel Online

                                                                        ***
Hampir semua pengamat sastra Indonesia mengomentari novel Pada Sebuah Kapal sebagai novel terpenting di antara karya-karya Nh. Dini. Studi terhadap novel ini, antara lain, pernah dilakukan oleh Agung Artini Mataram (FS UI, 1979) yang berjudul “Dunia dan Pengucapan Nh. Dini” yang didalamnya secar cermat menghitung waktu penceritaan untuk menentukan sifat alur novel ini; berapa jumlah kata pada bagian “Penari” dan berapa jumlah kata pada bagian “Pelaut”. Lukman Hakim (FKIP Muhammadiyah, 1975) meneliti novel ini secara cukup mendalam; sebuah lagi yang meneliti novel ini dilakukan Paulus Yos Adi Riyadi (FS Unud, 1977). Para peneliti asing atau yang dilakukan di luar negeri, misalnya A. Bellis berjudul “Writing in the margin: Characterization of Women ini Nh. Dini’s Novel” (Sydney, 1984), A.B. Soeradinata dalam “Nh. Dini’s Treatmen of Male Character in Her Novel” (Melbourne), dan Tineke Hellwig dalam “Autobiografi en Roman bij Nh. Dini” (Leiden, 1982).

Novel ini pertama kali diterbitkan tahun 1973 oleh penerbit Pustaka Jaya hingga cetakan ketiga. Sejak tahun 1985 (cetakan keempat) diterbitkan oleh Gramedia.

     Terima kasih telah berkunjung di artikel kami ini. Berikanlah komentar, kritik, dan saran karena sangat membantu kami untuk membangun dan memberikan yang terbaik bagi anda. Terimakasih

   

Terimakasih sudah berkunjung, jangan lupa bagikan artikel diatas kepada orang-orang disekitar. Jangan ragu-ragu tinggalkan komentar dibawah. Kesan & pesan dari teman-teman adalah motivasi kami untuk selalu berkarya :)

 
❤ Tentang ☎ Hubungi Kami ✿ Daftar Isi ▲ Disclaimer ♛ Kebijakan Privasi
Back To Top