Saturday

Cerita Novel Online - Harimau harimau

Ilmubahasa.net- Berikut Ringkasan dan sedikit ulasan Kumpulan Novel Online kami yang sudah kami rangkum sebaik mungkin agar anda bisa mendapatkan informasi atau hanya sekedar membaca Kumpulan Cerita Novel kami.

Pengarang    : Mochtar Lubis
Penerbit        : Pustaka Jaya
Tahun            : 1975; Cetakan V, 1989

Sinopsis Novel Online Harimau-harimau

Cerita Novel Online - Harimau harimauTujuh orang yang mencari damar telah berada di tengah hutan selama seminggu. Mereka adalah Pak Haji Rakhmad yang biasa dipanggil Pak Haji, Wak Katok, Sutan, Talib, Buyung, Sanip, dan Pak Balam. Wak Katok –yang pandai bersilat, berburu, dan dikenal sebagai seorang dukun- secara tak resmi dianggap sebagai pemimpin rombongan meskipun sebenarnya yang tertua dan banyak pengalaman adalah Pak Haji. Sutan, Talib, Sanip, dan Buyung tidak lain adalah murid-murid pencak Wak Katok.

Selama berada di tengah hutan, mereka tinggal di pondok lading Wak Hitam, sorang tua yang konon memiliki ilmu gaib dan berilmu tinggi. Pondok di tengah hutan itu sengaja dibangu Wak Hitam untuk tempat “peristirahatan”nya bersama keempat istrinya yang dibawa ke sana secara bergiliran. Ketika para pencari damar itu datang ke pondok Wak Hitam, orang tua itu sedang bersama istri termudanya yang cantik bernama Siti Rubayah. Tak heran jika ketujuh lelaki pencari damar itu, secara sembunyi-sembunyi berusaha menggoda Siti Rubayah jika suaminya tak ada.

Suatu hari, dalam perjalanan pulang setelah mengumpulkan hasil yang cukup banyak, Buyung berhasil menembak seekor rusa. Namun, rupanya rusa itu juga diincar oleh seekor harimau tua yang mengikuti para pencari damar itu.

Pak Balam merasa ajal sudah mendekati. Menurut dugaannya, harimau itu sengaja diutus Tuhan untuk menghukum mereka yang berdosa. Oleh karena itu, ia meminta agar teman-temannya mau mengakui semua dosa yang pernah mereka perbuat. Pak Balam sendiri mengakui bahwa ia merasa telah berbuat dosa dengan membiarkan Wak Katok membunuh teman seperjuangannya yang terluka pada saat perang melawan Belanda dahulu. Ia juga merasa berdosa telah membiarkan “Wak Katok memperkosa istri Deman, membunuh keluarganya dan membawa kabur harta bendanya” (hlm. 103). Pengakuan itu tentu saja membuat resah dan saling mencurigai di antara mereka. Pak Haji dan Wak Katok mencoba menenangkan rombongan dengan mengatakan bahwa harimau itu bukanlah harimau utusan Tuhan dan juga bukan harimau siluman.

Belum beres dengan persoalan apakah harimau itu adalah harimau biasa yang kelaparan atau harimau siluman, korban kedua telah jatuh. Kini, Talib yang terpisah dari rombongan disergap harimau itu. Beruntung, ia sempat berteriak hingga teman-temannya segera datang dan mengusir harimau itu. Keadaan Talib sangat mengkhawatirkan.

Dua korban telah jatuh. Rombongan yang masih sehat membuat tandu untuk membawa kedua temannya. Damar yang sudah mereka peroleh terpaksa ditinggalkan. Dalam situasi yang mencekam itu, Pak Balam kembali mengingatkan agar teman-temannya mengakui kesalahannya dan segera bertobat atas segala perbuatan dosanya. Talib yang keadaannya sangat parah, mengaku pernah mencuri. Sesudah pengakuannya, ia meninggal! Namun, pengakuan Talib menimbulkan pertengkaran antara Sanip dan Sutan. Sanip ingin mengakui dosa yang telah dilakukannya bersama Talib dan Sutan, tetapi Sutan menentangnya dengan mengatakan, ia tak mau melanggar janji yang telah mereka ucapkan.

Sanip akhirnya mengakui bahwa ia bersama Talib dan Sutan pernah mencuri empat ekor kerbau Haji Serdang, berdusta, dan berzinah. Pengakuan Sanip tidak membuat Sutan mengubah sikap. Ia tetap tak mau melanggar janjinya.

Setelah penguburan Talib, Buyung mengusulkan untuk memburu harimau itu. “lebih baik kita yang memburunya daripada kita membiarkan dia memburu kita seperti selama dua hari ini,” (hlm. 140). Lalu diputuskan, Wak Katok, Buyung, dan Sanip yang memburu harimau; sedangkan Sutan dan Pak Haji menjaga Pak Balam yang luka-lukanya semakin mengkhawatirkan. Rupanya Sutan dan Pak Haji merasa tidak tenang menjaga Pak Balam. Akhirnya, kedua orang itu menyusul ketiga temannya. Akan tetapi, nasib sial menimpa Sutan. Ia menjadi korban ketiga tanpa diketahui teman-temannya. Mayatnya diseret harimau entah ke mana.

Sementara itu, keadaan luka Pak Balam yang makin parah mengantarkan orang tua itu menemui ajalnya. Setelah menguburkan Pak Balam, anggota rombongan yang tersisa mencari mayat Sutan. Wak Katok sebenarnya berniat meninggalkan hutan, pulang ke kampung, tetapi Buyung dan Pak Haji berhasil menahannya. Sebenarnya, ia menahan Wak Katok bukan karena mengandalkan kepandaian orang itu dalam ilmu gaib. Pak Haji berpendapat bahwa “hidup mereka adalah hidup mereka, dan hidupnya adalah hidupnya sendiri. Dia tak percaya pada ilmu-ilmu, mantera-mantera, dan jimat-jimat Wak Katok” (hlm. 178).

Perjalanan di hutan itu memang telah mendorong mereka untuk terpaksa harus lebih banyak memikirkan keselamatan dirinya sendiri. Untuk dapat keluar hutan saja mereka harus menerobos semak belukar yang lebat dan sukar. Belum lagi ancaman maut harimau yang sewaktu-waktu dapat memangsa mereka. Dalam saat seperti itu, ternyata Buyung masih mau menyelamatkan Pak Haji bahwa dalam saat-saat sulit seperti itu masih ada orang mau menyelamatkan orang lain tanpa memikirkan bahaya.

Perburuan harimau masih terus dilakukan. Dalam kesempatan itu, kembali Wak Katok memaksa Pak Haji dan Buyung untuk mengakui dosa-dosa yang pernah mereka lakukan. Buyung menolak perintah Wak Katok dan mengatakan “dosa-dosaku adalah soalku sendiri. Mengapa aku harus dipaksa mengakuinya?” (hlm. 190). Wak Katok geram mendengar bantahan muridnya sendiri dan mengancam akan menembak Buyung jika tak mau menuruti perintahnya. Tepat pada saat itu, harimau tua itu tiba-tiba muncul di hadapan mereka. Buyung segera mengingatkan Wak Katok agar segera menembak harimau itu. Senapan Wak Katok tak kunjung meletus karena mesiunya basah. Buyung mencoba menakuti-nakuti binatang itu dengan api dan … berhasil. Binatang itu kabur. Dampak dari peristiwa itu adalah terbukanya kedok Wak Katok. Orang tua itu ternyata seorang pengecut. Mantra dan jimatnya hanya menutupi kebohongannya sebagai dukun palsu.

Merasa rahasianya terbongkar, Wak Katok marah dan mengancam akan menembak teman-temannya jika mereka tak mau pergi. Buyung, Sanip, dan Pak Haji terpaksa pergi. Namun, kemudian kembali lagi untuk merebut senjata yang dipegang Wak Katok. Dalam kemelut itu Pak Haji tertembak, sedangkan Wak Katok dapat dilumpuhkan oleh Buyung dan Sanip. Kemudian, Wak Katok dijadikan umpan harimau.

Rencana itu berhasil. Harimau yang ditakuti itu datang dan siap menerkam Wak Katok. Saat itulah senapan yang digenggam Buyung menyemburkan peluru yang tepat mengenai batok kepala harimau itu hingga tewas.

Tewasnya harimau itu telah menyadarkan Buyung dan Sanip. “Alangkah enaknya merasa jadi manusia kembali, lepas dari ikatan takhayul, ikatan mantera, dan ikatan jimat yang palsu,” (hlm. 215). Buyung dan Sanip memutuskan segera meninggalkan hutan itu dan menyerahkan Wak Katok kepada polisi; karena orang itu telah membunuh Pak Haji dan menipu para penduduk.

Resensi Novel Online Harimau-harimau

                                                                           ***
Naskah asli Harimau! Harimau! Berjudul Hutan (Teeuw, 1980: 266). Komentar Teeuw (1989: 182) berikutnya, antara lain menyebutkan, buku ini menarik, tetapi bukan sebagai novel yang benar-benar bagus karena nada moralistic yang terlalu mencolok dipaksakan.

Tahun 1975, novel ini mendapat hadiah sebagai buku terbaik dari Yayasan Buku Utama, Depdikbud. Novel ini, menurut Liang Liji (1988), sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Cina dan menjadi salah satu bahan pelajaran sastra di beberapa universitas di Tiongkok.

Studi terhadap novel ini pernah dilakukan oleh Putu Nirwana (FS UI, 1982), Eni Mawasyi (skripsi sarjana muda, FS UGM, 1983), Tah. Sri Rahayu Prihatmi (1990) yang mengulasnya secara serba sedikit, dan Okke Zaimar (1991) yang menganalisis novel ini dengan cukup mendalam sebagai contoh kasus “Semiotik dan Penerapannya dalam Studi Sastra”.

     Terima kasih telah berkunjung di artikel kami ini. Berikanlah komentar, kritik, dan saran karena sangat membantu kami untuk membangun dan memberikan yang terbaik bagi anda. Terimakasih

Terimakasih sudah berkunjung, jangan lupa bagikan artikel diatas kepada orang-orang disekitar. Jangan ragu-ragu tinggalkan komentar dibawah. Kesan & pesan dari teman-teman adalah motivasi kami untuk selalu berkarya :)

 
❤ Tentang ☎ Hubungi Kami ✿ Daftar Isi ▲ Disclaimer ♛ Kebijakan Privasi
Back To Top