Saturday

Cerita Novel Online - Dan Perang pun Usai

Ilmubahasa.net- Berikut Ringkasan dan sedikit ulasan Kumpulan Novel Online kami yang sudah kami rangkum sebaik mungkin agar anda bisa mendapatkan informasi atau hanya sekedar membaca Kumpulan Cerita Novel kami.

Pengarang    : Ismail Marahimin (23 April 1934)
Penerbit    : Pustaka Jaya
Tahun        : 1979; Cetakan II, 1986

Sinopsis Novel

Cerita Novel Online - Dan Perang pun UsaiLetnan Satu Gentaro Ose (Ose) mengepalai sebuah kamp tawanan Jepang yang menampung tiga puluh satu Belanda tawanan, sepuluh prajurit Jepang, dan seorang bekas romusha bernama Kliwon, yang bertugas membantu juru masak. Ia memperlakukan para tawanan itu jauh lebih manusiawi daripada kamp-kamp lain, tetapi tak urung ia mendapat laporan dari wakilnya˗˗Sersan Kiguchi˗˗telah terjadi ketegangan di antara para Belanda tawanan itu. Ia tak tahu penyebab timbulnya ketegangan itu, tetapi firasatnya mengatakan akan terjadi sesuatu.

Awal mula ketegangan di antara orang-orang Belanda tawanan itu terjadi ketika Wimpie mengajukan rencana pelarian. Kemudian, timbul pro dan kontra. Beberapa tawanan mendukung rencana itu; mereka tak ingin selamanya menjadi tawanan musuh, mereka ingin bebas. Beberapa orang tak setuju dengan rencana itu karena perang akan segera berakhir, demikian pendapat mereka yang dikepalai oleh Van Roscott. Akibat dari adanya pandangan itu, sering terjadi perdebatan yang meruncingkan keadaan kamp itu.
Kliwon, bekas romusha ini, sebenarnya tak ingin melarikan diri dari kamp tawanan Jepang di Teratak Buluh itu, tetapi ia takut aibnya diketahui oleh penduduk kampung Teratak Buluh, terutama Lena˗˗gadis yang ditaksirnya˗˗dan orang tua gadis itu. Sebelum tinggal di kamp Teratak Buluh, ia pernah tinggal di Pekan Baru. Di kota itu Kliwon bermain gila dengan wanita yang telah bersuami hingga ia dikejar-kejar oleh suami wanita itu. Di Teratak Buluh ia menjalin hubungan dengan Lena, anak seorang pemuka masyarakat bernama Haji Zen. Celakanya, ia bercerita kepada Wimpie tentang kisahnya di Pekan Baru. Ia takut kalau-kalau Wimpie menyebarluaskan aibnya pada masyarakat Teratak Buluh. Oleh karena itu, ia merasa terikat pada Wimpie dan˗˗mau tak mau˗˗mendukung rencana pelarian  itu.

Persiapan pelaksanaan pelarian ini sudah disusun rapi. Persiapan itu dibantu oleh Haji Zen yang memberikan persediaan makanan dan alat-alat yang dibutuhkan, sedangkan Paktua Hasan bertindak sebagai penunjuk jalan ke desa terasing tempat bersembunyi tawanan kelak. Segala sesuatunya sudah siap, tinggal pelaksanaannya saja.
Sementara itu, tentara Jepang banyak menderita kekalahan dari pasukan Sekutu di banyak tempat. Kota-kota di Jepang porak-poranda dijatuhi bom-bom Sekutu. Letnan Ose mengikuti perkembangan kekalahan Jepang dengan perasaan khawatir. Ia masih menunggu akhir peperangan ini. Akhirnya, ia dan para komandan Jepang lainnya mendapat panggilan dari Pekan Baru untuk mendapat pengarahan.

Setelah kepergian Letnan Ose ke Pekan Baru, Sersan Kiguchi mengambil alih kepemimpinan kamp. Ia seorang militer yang keras dan mempunyai resep khusus untuk mengatasi setiap persoalan. Ketegangan yang terjadi di antara para tawanan telah dilaporkan kepada Letnan Ose. Namun, ia tak puas dengan keputusan yang telah diambil atasannya itu. Kini, ketika kekuasaan kamp itu di tangannya, ia menerapkan resepnya. Orang-orang Belanda tawanan diperintahkan bekerja siang dan malam. Van Roscott memprotes tindakan ini, tetapi ia malah mendapat ganjaran berupa tendangan dan pukulan dari prajurit Jepang yang menjaganya.

Di lain tempat, Kliwon membatalkan niatnya pulang ke kamp ketika ia˗˗secara sembunyi-sembunyi˗˗melihat adegan pemukulah terhadap Van Roscott. Meskipun badannya letih, setelah berhubungan badan dengan Lena, ia tak berani pulang ke kamp. Kemudian, ia tertidur di rel kereta api hingga pagi hari. Pagi harinya Kliwon dituduh sebagai pencuri oleh para penumpang kereta api karena masinisnya terpaksa menghentikan kereta api agar tak melindas lelaki itu. Namun, akhirnya Kliwon dapat terhindar dari penghakiman massa, setelah ia menjelaskan duduk perkaranya.

Setelah itu, perang berakhir. Jepang kalah. Letnan Ose mengumpulkan prajuritnya, lalu menjelaskan bahwa perang telah usai. Balatentara Jepang diperintahkan oleh Tennoo Heika˗˗kaisar Jepang˗˗untuk menjalankan pemerintahan sampai pasukan Sekutu tiba.

Ketika prajurit-prajurit Jepang mendapat pengarahan dari Letnan Ose, orang-orang Belanda melarikan diri. Mereka mengira apel itu bermaksud memberi hukuman bagi para tawanan. Mereka salah menerka. lalu˗˗dengan bantuan Kliwon˗˗mereka melarikan diri dengan menyusuri jalan yang telah dipersiapkan hari-hari sebelumnya. Di tempat yang telah ditentukan, mereka bertemu dengan Paktua Hasan, untuk menuju desa terasing.

Di tempat persembunyiannya, Paktua Hasan berusaha menyadarkan Lena. Gadis itu bersikeras ingin ikut bersama Kliwon, yang telah menidurinya; dan ia tak mau dikawinkan dengan orang yang tak dikenalnya, yang sehari sebelumnya telah mengajukan lamaran kepada orang tua Lena.

Jumlah pelarian itu bertambah satu dengan ikut sertanya Lena. Semua bergegas mengikuti jalan yang ditunjukkan Paktua Hasan. Namun, sebelum sampai ke tempat tujuan, prajurit-prajurit Jepang berhasil memergoki mereka. Orang-orang Belanda tawanan dan Paktua Hasan beruntung dapat meloloskan diri dari kepungan para prajurit Jepang; kecuali tiga orang, yaitu si “pastor” Van Roscott, Kliwon, dan… Lena.

“Kiguchi memimpin prajurit-prajurit itu mengepung ketiga orang yang tertinggal, ‘Pastoor’, Kliwon, dan Lena” (hlm. 236). “Kliwon kelihatan pucat ketakutan, namun mencoba untuk tersenyum. ….’Pastoor’ tidak tersenyum juga tidak merasakan takut. …Letnan Ose memperhatikan semua dengan jelas” (hlm. 237). Dan ketika dari mulut Letnan Ose terdengar teriakan “Tembak”. Sepuluh laras menumpahkan timah panas menyala menembus tiga orang itu, dan mereka rubuh.

Resensi Novel

                                                                          ***
Dan Perang pun Usai, yang semula naskahnya berjudul Tiga Lagu Dalaman, berhasil memenangkan hadiah kedua Sayembara Mengarang Roman yang sudah diselenggarakan Dewan Kesenian Jakarta pada tahun 1977.

Tahun 1984, novel ini mendapat hadiah The Pegassus Prize for Lterature, hadiah yang diberikan oleh sebuah lembaga yang disponsori oleh Mobil Oil Corporation di Amerika Serikat, sebuah lembaga yang memperkenalkan karya sastra suatu Negara ke dunia internasional. Dua tahun kemudian (1986) novel ini diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh John Mcglynn dengan judul And the War is Over (London: Lousiana Press). Kemudian, tahun 1990 diterjemahkan ke dalam bahasa Jepang.

Studi terhadap novel ini pernah dilakukan oleh Setyowati (FSUI, 1990) yang menganalisis latar novel ini dalam hubungannya dengan unsur-unsur lainnya; Nurul Falah (FS-Undip) meneliti secara sosial; dan pernah dianalisis di FS-Unej yang melihat secara struktural dan mimetik (1991).


     Terima kasih telah berkunjung di artikel kami ini. Berikanlah komentar, kritik, dan saran karena sangat membantu kami untuk membangun dan memberikan yang terbaik bagi anda. Terimakasih

   

Terimakasih sudah berkunjung, jangan lupa bagikan artikel diatas kepada orang-orang disekitar. Jangan ragu-ragu tinggalkan komentar dibawah. Kesan & pesan dari teman-teman adalah motivasi kami untuk selalu berkarya :)

 
❤ Tentang ☎ Hubungi Kami ✿ Daftar Isi ▲ Disclaimer ♛ Kebijakan Privasi
Back To Top