Saturday

Macam-Macam Gaya Bahasa (Majas) Beserta Contohnya Terlengkap 2018


Macam macam gaya bahasa (majas)


Pada kesempatan ini ilmubahasa.net tidak hanya akan membahas tentang macam-macam majas dan pengertiannya, namun juga akan membahas macam-macam majas dan contohnya. Kami berharap dengan adanya artikel ini, dapat menambah wawasan kita tentang jenis-jenis majas yang sangat beragam.

macam macam majas atau gaya bahasaGaya bahasa sering disebut juga dengan istilah majas, yaitu cara memilih bahasa yang sesuai dengan cita rasa pengarang. Bahasa yang dipilih adalah bahasa yang dapat menimbulkan perasaan tertentu dalam hati orang lain.

Gaya bahasa pada umumnya dipakai untuk menarik hati pembaca agar tidak bosan dan selalu memperoleh kesegaran dalam membaca karya sastra. Gaya bahasa dipakai untuk menghidupkan dan memberi jiwa pada karya tulis. Tak heran dalam sebuah novel pasti terdapat macam macam majas gaya bahasa sebagai daya tarik novel tersebut.

Menurut isi dan jenisnya, gaya bahasa dapat dibedakan menjadi:
a. Gaya bahasa penegasan
b. Gaya bahasa perbandingan
c. Gaya bahasa pertentangan
d. Gaya bahasa sindiran 

Macam macam gaya bahasa (majas) beserta contohnya

Pada pembahasan selanjutnya kami akan memberikan macam macam gaya bahasa berserta contohnya agar anda dapat mengetahui bentuk gaya bahasanya serta nama majasnya.

a. Gaya bahasa (majas) penegasan


1. Majas Pleonasme Adalah gaya bahasa yang dipakai untuk memperjelas maksud dengan menggunakan kata berulang dan maknanya sudah dikandung oleh kata yang mendahului.
Contoh: Burung itu sudah naik ke atas kemudian turun ke bawah lagi.

2. Majas Hiperbola
Adalah gaya bahasa yang dipakai untuk melukiskan keadaan secara berlebihan
Contoh: Anak tiu berlari sangat cepat bagai kilat

3. Majas Litotes
Dipakai untuk melukiskan hal sekecil-kecilnya utnuk merendahkan diri.
Contoh: Terimalah pemberianku yang tidak berharga ini.

4. Majas Repetisi
Adalah gaya bahasa mengulang kata-kata tertentu beberapa kali. Gaya ini sering digunakan dalam berpidato
Contoh: Jangan ragu-ragu Saudara, selama matahari masih beredar, selama bulan masih bersinar dan selama hayat masih dikandung badan saya akan memperjuangkan hak rakyat.

5. Majas Klimaks
Adalah gaya bahasa yang menggunakan sesuatu secara berturut-turut makin lama makin memuncak.
Contoh: Jangankan seratus ribu, lima ratus ribu atau satu juta, satu miliar pun kalau dijual akan aku beli.

6. Majas Antiklimaks
Adalah gaya bahasa yang menyebut sesuatu secara berturut-turut makin lama makin menurun.
Contoh: Apalagi setahun, sebulan atau semingu, sehari saja dia tidak akan meninggalkanmu.

7. Majas Asidenton
Adalah gaya bahasa yang melukiskan beberapa hal secara terurai tanpa menggunakan kata penghubung.
Contoh: Besar, kecil, tua, muda semuanya hadir dalam acara pembukaan sekaten.

8. Majas Polisindenton
Adalah gaya bahasa yang menyebutkan beberapa hal dengan menggunakan kata penghubung.
Contoh: Sebelum berangkat ke sekolah pagi itu, saya menyapu lantai dan mengepelnya kemudian saya mandi dan sarapan pagi.

9. Majas Koreksio
Adalah gaya bahasa yang menyebutkan sesuatu yang slah, kemudian dibetulkan agar menarik.
Contoh: Kemarin sore... eh maaf tadi amalam wanita itu datang di pondoknya.

10. Majas Interupsi
Adalah gaya bahasa yang menggunakan sisipan kata/frase di tengah-tengah kalimat untuk menegaskan maksud.
Contoh: Pak Zaeni-lurah yang baru-orangnya sangat sederhana.


b. Gaya bahasa (majas) perbandingan



1. Majas Metafora
Adalah gaya bahasa yang membandingkan suatu benda dengan benda lain secara langsung. 
Contoh: Usahanya bangkrut karena memiliki hutang dengan lintah darat.

2. Majas Personifikasi
Adalah gaya bahasa yang melukiskan benda mati yang diungkapka seperti manusia.
Contoh: Angin malam telah melarang aku ke luar.

3. Majas Tropen
Adalah gaya bahasa yang menggunakan kata-kata yang tepat dan sejajar dengan pengertian yang dimaksud.
Contoh: Dia telah terbang menggunakan pesawat Garuda, maka jangan biarkan dirimu hanyut dalam kesediahan.

4. Majas Metonimia
Adalah gaya bahsa yang menggunakan benda yang dimaksud dengan sebuah nama (merek dagang).
Contoh: Belikan saya sebungkus Gudang Garam di warung.

5. Majas Sinekdoke
Gaya bahasa ini terdiri atas dua macam yaitu:
a. Pars Prototo : menyebutkan sebagian untuk menyatakan keseluruhan.
   Contoh: Sejak tadi tidak kelihatan batang hidungnya, ke mana?
b. Totem Proparte : menyebutkan keseluruhan yang dimaksud sebagian.
   Contoh: Tadi malam Indonesia dapat mengalahkan Malaysia dengan skor 3-2.

6. Majas Eufemisme
Adalah gaya bahasa yang menggantikan kata yang lebih halus sehinga lebih sopan.
Contoh: Sejak ditinggal kekasihnya, anak itu menjadi kurang ingatan (gila).

7. Majas Alegori
Majas alegori adalah majas yang dipergunakan sebagai sarana menjelaskan hal tertentu secara tidak langsung namun masih memiliki keterkaitan. Alegori menerangkan hal yang tersirat dengan menggunakan perbandingan diluar konteks
Contohnya :
Menjalani hubungan rumah tangga itu seperti mengarungi lautan dengan perahu. Ada saat dimana melihat deburan ombak nan indah menyejukkan hati, adakalanya melihat badai dan angin kencang yang meresahkan hati. Namun keduanya harus dilalui agar sampai ketujuan akhir.

Manusia selalu memiliki sifat seperti rumah yang bersih, rapi, tertata, dan indah, namun ada juga manusia yang memiliki sifat bak rumah kosong, using, kotor, berserakan, dan penuh dengan ilalang. Karena baik buruknya seseorang tergantung darimana hati manusia itu berada.

8. Majas Simile
Majas simile adalah majas yang membandingkan dua hal menggunakan kata penghubung.layaknya, bagai, bak, bagai, dan lain sebagainya. Kok sama dengan majas perumpamaan, ya memang hampir mirip.
Contohnya:
Cintaku laksana angin yang menghembuskanmu seperti dedaunan yang jatuh dari rantingnya, sehingga cintaku membelenggu hatimu erat-erat.

Mereka Bagaikan Rama dan Sinta yang keduanya takkan mampu untuk berpisah sekalipun rahwana yang memberikan rentang jarak keduanya.


d. Gaya bahasa (majas) sindiran



1. Majas Ironi
Adalah gaya bahasa sindiran yang paling halus. Kadang yang disindir sampai tidak terasa.Gaya bahasa ini dipakai dengan cara menggunakan kata-kata yang mengandung arti kebalikan yang dimaksud.
Contoh:
a) Manis sekali kopi yang kau buat (maksudnya sangat pahit)
b) Pagi benar kau datang. Jauh ya?

2. Majas Sinisme
Adalah gaya bahasa sindiran yang agak kasar.
Contoh: Dengan jarang mengikuti pelajaran, semog kau lulus dengan nilai terbaik.

3. Majas Sarkasme
Adalah gaya bahasa sindiran yang paling kasar sehingga sangat menyakitkan hati bagi orang yang disindir.
Contoh: Hai, penjilat! Belum puas kau merampas hak orang lain!

4. Majas Alusio
Adalah gaya bahasa sindiran yang menggunakan peribahasa/ungkapan yang sudah lazim.
Contoh: Anda ini senang kura-kura dalam perahu, bukanlah sudah gaharu cendana pula. (pura-pura tidak tahu, bertanya pula).

e. Gaya bahasa Pertentangan



1. Majas Paradoks
Adalah gaya bahasa pertentangan yang di dalamnya jika diteliti ternyata tidak ada pertentangan, sebab pokok pembicaraan sudah berlainan.
Contoh:
a) Orang itu sangat kaya di daerah ini, tetapi sangat miskin di hadapan Tuhan.
b) Setelah ditinggal pergi anaknya, ibu itu merasa sepi hidup di kota yang ramai ini.

2. Majas Antitesis
Adalah gaya bahasa yang menggunakan kata-kata yang bertentangan dengan artinya.
Contoh: Sedih-gembira, berat-ringan harus kita hadapai dengan bersera kepada Allah SWT.

3. Majas Hiperbola
Majas Hiperbola adalah gaya bahasa dengan model melebih-lebihkan daripada kenyataan atau bahasa kekinian adalah lebay, sehingga memberikan kesan tertentu bagi yang membaca atau mendengarnya.
Contoh majas hiperbola:
Mulutnya begitu berbisa sehingga membuatku tak sadarkan diri.
Wajahnya benar-benar mengalihkan duniaku

4. Majas Litotes
Majas litotes adalah gaya bahasa kebalikan dari majas hiperbola atau majas yang terkesan merendahkan perumpamaan agar memberikan kesan santun atau merendah.
Contoh dari majas litotes.
Minumlah air putih ini seadanya.
Janganlah mengandalkan orang tidak tau apa apa seperti saya ini.


f. Majas Penegasan


Majas penesan adalah majas yang digunakan untuk menekankan sebuah hal agar tampak lebih tegas bertujuan untuk meningkatkan pemahaman bagi pendengar atau pembacanya. Ada 7 macam jenis dalam majas penegasan. Berikut ini adalah 7 macam jenis majas penegasan beserta contohnya.

1. Majas Pleonasme
Majas pleonasme adalah majas yang menyatakan perihal yang sudah jelas, namun tetap diberi penambahan kata lain agar semakin jelas maksud dan tujuannya.
Contoh:
Lekas Naik ke atas saat juragan ini menyuruhnya. Jika kau masih ingin menikmati hidupmu!,

si tukang listrik seketika langsung melihat gelagat si juragan yang memintanya untuk segera naik.


2. Majas Repetisi
Majas repetisi adalah suatu kata yang masuk dalam beberapa frasa digunakan untuk menegaskan sebuah perihal.
Contohnya
Engkaulah satu-satunya yang kunantikan
Bapaklah manusia yang membuatku bisa sampai seperti ini
Mari kawan semua, kita sambut revolusioner bangsa kita


3. Majas Paralelisme
Majas paralelisme adalah bentuk majas yang sering digunakan untuk menegaskan maksud sebuah ujaran atau kalimat. Biasanya sering ada dalam bait-bait puisi.
Contoh:
Cinta adalah hal yang tak mampu diungkapkan dengan kata-kata, layaknya angin yang berhembus sepoi-sepoi menerba dataran gersang yang berpaut gerimis romantic.


4. Majas Tautologi
Majas tautologi adalah Majas yang skemanya mengulang kata dalam sebuah kalimat dengan perulangan kata untuk lebih menegaskan maksud dan maknanya. Biasanya juga persamaan katanya.
Contoh:
Aku yakin, percaya, dan mengimani bahwa Tuhan selalu bersamaku
Indonesia ini merupakan Negara aman, damai, terlindungi, tentram, sejahtera.

Majas Tautologi juga biasa digunakan dalam tulisan resmi seperti Contoh Surat Resign


5. Majas Klimaks
Majas klimaks adalah majas yang menyatakan dua hal yang didalamnya berturut-turut memilki penegasan makin tinggi.
Contohnya:
Ditoko kami menjual barang-barang fashion mulai dari 5.000, 10.000 hingga milyaran.


6. Majas Antiklimaks
Majas anti klimaks adalah gaya bahasa yang menyatakan dua hal yang didalamnya makin menurun
Contohnya:
Saya menjual rumah dari yang ukuran 4 Ha, 2Ha, hingga 200 m.
Saya memiliki sepeda motor dengan kemampuan dari 500 cc, 250 cc, sampai 100 cc


7. Majas Retorik
Majas retorik adalah Majas yang berupa kalimat tanya yang tidak perlu dijawab. Majas ini biasanya digunakan untuk menegaskan pernyataan atau kalimat, bisa juga sebagai sarana untuk sindiran.
Contoh:
Apa benar kamu tidak membutuhkan uang, sementara keluargamu kelaparan?
Bisakah kamu bayangkan disaat orang sakit tapi malah kamu ketawa-ketawa didepannya?


Demikianlah artikel tentang macam-macam gaya bahasa indonesia yang mungkin sadar atau tidak kita sering menggunakannya dalam keseharian kita. Pada tahap selanjutnya akan kami bahas secara lebih detail setiap jenis-jenis majas yang ada.  Semoga menambah wawasan dan bermanfaat.

Share artikel ini jika bermanfaat, klik Like dan share di Facebook atau klik Google +1
   
Comments
21 Comments

21 komentar

info yang bagus kak... ternyata lita ga sadar banyak memakai majas waktu ngobrol apa curhat..hhehe...

sama-sama mas taufik...semoga bermanfaat

makasih mas. atas ilmu yang berharga mengenai majas ini.
sedikit cerita saja, sistem pendidikan yang ada di Indonesia dalam hal bidang kebahasaan terutama di Jogjakarta tempat saya mengajar ini, sangatlah membuat saya tidak menarik. Bayangkan saja, ilmu majas yang lengkap begini, sama sekali tidak ada dalam silabus bahasa Indonesia SMA> Makannya saya bingung kenapaaa bisaa.... Lahh pada waktu UNAS Kemarin. macam majas ini malah banyak yang keluar terutama pada soal-soal tekstual yang mengandalkan pengingatan tentang majas.

Makanya itu, dalam silabus program pengajaran bahasa indonesia ajaran baru besok akan saya cantumkan materi mengenai macam majas ini agar nantinya anak-anak tidak mengalami shock terapy dalam ujian yang diberikan oleh pihak dinas. Saya sangat kecewa. bagaimana majas yang sudah saya pelajari semenjak di bangku kuliah sama sekali ga diajarkan pada siswa SMA yang notabennya harus hafal majas-majas yang setidaknya menghafal 50% dari artikel macam macam majas ini

Mungkin begitu saja dari saya Heru, Guru SMP NAnggulan. Salam

Memang dalam silabus sudah tercantum materi apa saja yang akan diberikan kepada peserta didik, namun tidak bisa dipungkiri terkadang silabus yang sudah ada masih banyak kekurangan. Sebagai pendidik yang kompeten dibidangnya tentu tidak akan tinggal diam dan berusaha untuk menyempurnakan sesuai dengan porsinya, seperti apa yang sudah saudara Heru lakukan. Jadi kami setuju dan bangga sekali dengan apa yang saudara lakukan, demi keberhasilan peserta didik nanti. Terimakasih atas kunjungannya, semoga sukses salalu. Salam

terima kasih kak
sangat membantu mengerjakan tugas saya

Terimakasih kembali Lisa. Semoga artikel Macam-Macam Gaya Bahasa (Majas) Beserta Contohnya Terlengkap 2015 memperluas pengetahuan kita :)

rupanta web indonesia patutlah gua tidak berapa faham

terima kasih tambahan ilmunya..Tuhan memberkahi

Maafkan kami apabila bahasa penulisan yang kami paparkan di laman ini membuat anda tidak paham

Makasih ya kak ngebantu banget buat nugas, jadi lebih memahami lagi 😅

Sama sama LIta.. Semoga bermanfaat ya buat keseharian kamu

Sama saama kak nia. Semoga bermanfaat. Terimakasih atas kunjungan ke website kami.. Ditunggu kedatangannya kembali

Samma-sama... semoga artikelnya dapat membantu menyelesaikan tugasnya.. terimakasih ya sudah berkunjung ke website kami....ditunggu kembali lagi..

terima kasih ianya sangat membantu

Thanks banget nih gan sangat bermanfaat

thank you very much :) my allah bless you

thank you very much :) may allah bless you!

Terimakasih sudah berkunjung, jangan lupa baca artikel menarik lainnya :)

Terimakasih sudah berkunjung, jangan lupa baca artikel menarik lainnya :)

Terimakasih sudah berkunjung, jangan lupa baca artikel menarik lainnya :)

Terimakasih sudah berkunjung, jangan lupa bagikan artikel diatas kepada orang-orang disekitar. Jangan ragu-ragu tinggalkan komentar dibawah. Kesan & pesan dari teman-teman adalah motivasi kami untuk selalu berkarya :)


Close (X) 2x Untuk Memastikan Menutup

Selamat Datang

Di Ilmubahasa.net

×

 
❤ Tentang ☎ Hubungi Kami ✿ Daftar Isi ▲ Disclaimer ♛ Kebijakan Privasi
Back To Top