Sunday

Syarat-syarat Karya Tulis Ilmiah yang Baik dan Benar



Ilmu Bahasa - Karya tulis ilmiah terbagi dalam dua besaran, yakni Karya tulis ilmiah hasil penelitian dan karya tulis non penelitian. Terkadang kami tau bahwa seorang penilai dalam menilai sebuah krya ilmiah selalu mengalami kendala, apa saja ya yang harus dinilai?, bagaimana ya menilai, lantas indikator seperti apa ya menilai sebuah karya ilmiah yang dikatakan baik bagi guru. Untuk menilai karya tulis ilmiah yang ditulis oleh guru, berikut ini kami paparkan cara dan tipsnya bagi anda

Tips Penilaian Karya Tulis Ilmiah dan Langkah-langkah menilai Karya Tulis Ilmiah.

Bila KTI tersebut merupakan pengajuan kembali, atau yang pernah ditolak, baca cermat isi surat penolakan tersebut, lihat kesalahan mana yang sebelumnya untuk direvisi. Pahami apa yang disarankan dalam surat tersebut. Bila tidak ada surat atau keterangan mengenai revisi apa yang sebelumnya diminta untuk direvisi, tanyakan pada sekretariat. 


  • Baca dengan cermat dan teliti KTI dengan memastikan kesesuaiannya dengan persyaratan yang ditentutkan (APIK), kesesuaian kerangka isi, kelengkapan pengesahan, dan persyaratan serta bukti fisik. 
  • Bila telah memenuhi syarat sesuai dengan yang sudah ditetapkan, maka lihatlah besaran angka kredit Karya tulis ilmiah tersebut.
  • Bila tidak memenuhi syarat, tetapkan alasan penolakan dan saran sesuai dengan nomor kode alasan penolakan. 
  • Tuliskan Nomor kode alasan penolakan dalam format penilaian untuk dapat diproses selanjutnya.

Kesalahan-kesalahan yang membuat KTI di tolak

Tidak Asli

  • Data yang tidak konsisten, lokasi, nama sekolah, dan data yang dipalsukan, lampiran tidak sesuai, dan lain-lain.
  • waktu pelaksanaan PTK yang tidak wajar
  • KTI dan guru yang sama, sangat berbeda kualitasnya.
  • KTI yang dibuat dalam waktu yang berbeda memiliki persamaan dan kecocokan dalam isinya. 
  • KTI sangat mirip dengan skripsi, tesis atau disertasi yang sangat mungkin mirip dengan karya orang lain. 
  • KTI yang sifatnya sama dari daerah yang sama dan sangat mirip.

Tidak Perlu

  • Tinjauan Ilmiah, hanya berupa deskripsi yang terlalu umum, tidak terkait dengan permasalahan di sekolah, tidak berkaitan dengan kegiatan sebagai guru dikelasnya.
  • Tulisan ilmiah populer, namun tidak terkait dengan permasalahan di sekolah dan tidak berkaitan dengan kegiatan yang bersangkutan sebagai guru di kelasnya. 
  • Prasaran ilmiah namun mempermasalahkan hal-hal di luar kegiatan pengembangan profesi guru.
  • Laporan Penelitian perbandingan namun tidak tampak kegiatan nyata apa yang telah dilakukan guru dalam kegiatan pengembangan profesi dan bahasan hanya sebatas membandingkan variabel yang telah jelas jawabannya.
  • Penelitian deskriptif, namun tidak jelas kegiatan pengembangan profesinya dan bahasan sebatas mendeskripsikan data tentang siswanya dalam kaitannya dengan sesuatu
  • Laporan penelitian korelasi namun tidak jelas kegiatan apa yang telah dilakukan guru dalam kegiatan pengembangan profesi, bahasan hanya sebatas mengkorelasikan variabel yang telah jelas jawabannya.

Tidak Ilmiah

  • Laporan penelitian, namun latar belakang masalah tidak jelas sehingga tidak dapat menunjukkan pentingnya hal yang dibahas dan hubungan masalah dengan upaya guru untuk mengembangkan profesinya dan atau rumusan masalah yang tidak jelas.
  • Laporan penelitian, namun tidak didukung dengan kebenaran teori, kebenaran fakta, kebenaran analisisnya. hasil yang ditunjukkan tidak valid.
  • Laporan PTK Penelitian Tindakan Kelas yang tidak jelas, bagaimana, apa, seperti apa kegiatan yang dilakukan. Evaluasi PTK pun samar-samar.
  • PTK hanya laporan biasa, tahapan dalam siklus hanya seperti dalam proses pembelajaran saja serta hanya dilakukan satu kali pertemuan saja. 
  • Penelitian eksperimen yang tidak mengikuti kaidah penelitian yang baik dan benar.

Tidak Konsisten

  • Tidak berkaitan dengan tugas guru dalam tugas pembelajrannya. Tidak sesuai keahlian atau tugas pokok penulisnya, dan tidak berkaitan dengan bagaimana usaha pengembangan profesi guru.
  • Permasalahan yang dikaji ukan pada bidang pendidikan
  • tidak sesuai dengan pedoman umum penelitian
  • Tinjauan ilmiah namun sistematikanya hanya berupa pendahuluan, pembahasan, dan simpulan. Tidak dijumpai adanya fakta dan gagasan penulis daam membahas dan mengatasi masalah.
  • Prasaran ilmiah dilaksanakan dipertemuan ilmiah yang tidak memenuhi syarat, misalnya hanya dilakukan pada tingkat sekolah saja, tingkat kecamatan

Karya tulis Ilmiah Kadaluarsa.

  • Pernah dinilai dan disarankan untuk diperbaiki, namun tidak adanya iktikad untuk memperbaiki terlebih dahulu,
  • Pernah dinilai dan disarankan KTI baru, namun tetap saja diajukan KTI yang sama kembali
  • KTI yang diusulkan tidak jelas jenisnya

Demikian Penilaian Karya Tulis Ilmiah ini kami paparkan kepada anda. Sebaik-baik sebuah karya adalah karya yang dibuat dengan pemikiran, rekayasa, dan penelaahan anda sendiri. JAUHI COPYRIGHT dan PLAGIASI. Semoga Bermanfaat. Salam Ilmu Bahasa

Baca juga artikel kami lainnya tentang Karya Tulis Ilmiah Populer


   
Comments
2 Comments

2 komentar

Mau tanya donk kak, tolong donk dicek blogspot saya udah benar apa belum EYD-nya
aciable.blogspot.co.id

Karena anda merupakan sahabat CEO FOUNDER Ilmubahasa, maka sudah dicek oleh tim, jika blog bapak perlu pembenahan desain preview dan pemanfaatan kunjungan ke situs lain. Terimaksih bapak Joni atas kunjungan anda di web ini

Terimakasih sudah berkunjung, jangan lupa bagikan artikel diatas kepada orang-orang disekitar. Jangan ragu-ragu tinggalkan komentar dibawah. Kesan & pesan dari teman-teman adalah motivasi kami untuk selalu berkarya :)

 
❤ Tentang ☎ Hubungi Kami ✿ Daftar Isi ▲ Disclaimer ♛ Kebijakan Privasi
Back To Top