Monday

Contoh Cerpen Persahabatan - Sombongnya Si Udang Bungkuk

Cerpen Anak -  Selamat datang rekan-rekan sahabat imbas semuanya. Pada kesempatan yang baik ini kami akan berbagi cerpen anak yang menjadi bagian dari contoh cerpen persahabatan kami yang berjudul Sombongnya si Udang Bungkuk. Alasan kami menulis cerpen anak ini sebagai bagian dari Kumpulan Cerpen Persahabatan kami karena banyak email dari beberapa rekan yang mengaku berprofesi sebagai guru PAUD mengalami kesulitan untuk mencari bahan cerita yang akan digunakan sebagai bahan mengajar siswanya. Oleh sebab itu, kami mencoba untuk berbagi Kumpulan Cerpen Anak atau Kumpulan Cerpen Persahabatan agar nantinya bermanfaat, baik sebagai media baca saja, atau hal- hal lainnya. Selamat membaca.

CERPEN ANAK - SOMBONGNYA SI UDANG BUNGKUK

Cerpen Persahabatan
Di sebuah pulau karang kecil ombak berdebur-debur memukul-mukul hamparan luas nan indah sisir pantai. Di pulau itu bersarang seekor burung rajawali yang berbadan besar dan gagah perkasa. Tubuhnya berwarna coklat kehitaman dengan leher berwarna kuning emas. Seandainya sang rajawali menerkam kambing atau rusa, ia sanggup membawanya terbang ke atas membumbung tinggi di awan-awan. Sayapnya yang lebar dan indah menambah keperkasasaan si rajawali tersebut. 

"Tidak ada Makhluk yang segagah dan kuat aku. Pulau ini adalah wilayah ku. Barangsiapa melawanku akan aku cakar dengan kuku kuku ku yang tajam", gumam sang rajawali sambil mengepakkan sayap dan menggoreskan kukunya yang tajam diantara bebatuan. Pada saat sang rajawali sedang asyiknya bergumam menyombongkan dirinya, melintaslah seekor burung camar yang sejak tadi memperhatikannya dari langit.

"Ah... belum tentu wahai rajawali". sahut sang burung camar sambil bertebangan mengelilingi sang Rajawali. 

"Hah.....??, apa katamu burung kerdil, hah.", kata sang rajawali dengan mata yang memerah seraya mengawasi burung camar yang senyum-senyum di udara. 

"Jangan lekas marah wahai sahabatku. Di tengah lautan sana, masih ada makhluk yang lebih perkasa dan kuat daripada kau. Jika dibandingkan dengna kau, baahhh,,,, belum ada apa-apanya kau.hahaha" ejek burung camar,

Kemarahan sang rajawali makin menjadi-jadi karena tersinggung oleh perkataan burung camar. berasa kebarakaran jenggot meluap-luap. "Manaa.... Tunjukkan padaku makhluk yang bisa melebihi keperkasaanku," teriak sang rajawali sembari membusungkan dadanya. 

"Kau tidak percaya wahai sahabatku, Terbanglah ke arah selatan dan kita buktikan siapa yang lebih besar dan perkasa." kata burung camar seraya meledek sahabatnya si rajawali.

Tanpa berpikir panjang lagi sang rajawali itupun segera melesat terbang sekali hentakan ke udara dan terbang dengan wajah memerah dan cakar yang meruncing diantara kaki-kakinya. Terbang dengan cepatnya kearah selatan seperti apa yang dikatakan oleh burung camar padanya. Karena saking marahnya, membuat rajawali tidak bisa terbang dengan lama. setelah beberapa jam dia terbang, sang rajawali pun kelelahan dan memutuskan untuk istirahat sejenak. Ia harus berteduh karena saat itu ia berada di tengah-tengah samudra. ia hendak mencari tempat yang nyaman untuk bertengger. Matanya tajam mengamati sekitarnya. terlihatlah dua buah batang tiang yang tinggi menjulang diatas samudra. Alangkah gembiranya seandainya ia dapat melepaskan lelah dan bertengger pada tiang itu. Rajawali pun segera melesat dan menukik kebawah lalu bertengger pada salah satu tiang itu. Tengah ia melepas lelahnya untuk istirahat., tiba-tiba ia dikejutkan oleh suara lantang.

"Haiiiii...... Siapa kau yang bertengger di puncak tandukku??", seketika sang rajawali pun kaget dan melesat keudara sambil mengamati siapa yang berbicara kepadanya.

"Oh.... sungguh makhluk hebat dan mengerikan sekali. tanduknya saja seperti menara. Apalagi tubuhnya", kata rajawali dalam hatinya.

"Burung pengecut, baru mendengar suaraku saja sudah lari terbirit-birit," kata si udang dengan bangganya. " Kalau begitu, akulah makhluk paling perkasa, katanya dengan sombong.

"ohh... belum tentu sobat. Masih ada makhluk yang lebih besar lagi," kata burung camar yang tiba-tiba datang dan memperhatikan tingkah laku si udang yang sombong itu.

"Apa katamu...? akulah makhluk yang terbesar di muka bumi ini, tahu?, kata si udang dengan marah-marah. 

"Jangan marah....Udang, kalau kau tak percaya boleh kubuktikan siapa nanti yang lebih besar dan perkasa lagi," kata burung camar sembari tersenyum.

"Bagaimana kau tahu?, Coba tunjukkan!, kata si udang dengan jengkelnya.

"Baiklah, mari kita buktikan di samudra sebelah selatan sana", kata burung camar yang melayang-layang di angkasa. 

Si udang raksasa itu berenang tanpa mengenal lelah karena jengkel sekali mendengan ada makhluk yang melebihi dia besar dan perkasanya. 

Lama-lama ia jadi letih karena jaraknya yang jauh. Dilihatnya di tengah samudra itu yang menyembul seperti pulau kecil. 

"Baiklah, aku beristirahat sebentar saja di pulau kecil itu." kata si udang dalam hatinya. Setelah ia sampai, ia mengitari tempat yang disangkanya pulau itu.

"Ahhh,..... disinilah aku akan beristirahat sejenak." 

Si udang pun melihat sebuah gua yang kelihatannya nyaman untuk dia beristirahat. Kemudian masuklah si udang ke dalam lubang yang dia anggap gua tersebut.

"Aduuuhhhh.... Siapakah yang masuk ke dalam lubang hidungku ini?" begitulah terdengar suara yang keras pada waktu ia masuk ke dalam lubang gua tersebut. Udang sendiri tidak tahu sama sekali bahwa lubang yang dia anggap gua itu sebenarnya adalah lubang hidung seekor paus yang kebetulan sedang beristirahat juga. dengan menggesek-gesekkan tanduk udang yang keras itu sampai-sampai menyentuh dinding lubang hidung sang paus sehingga si ikan paus pun merasa kesakitan. Karena merasa ada benda keras berada di hidungnya itu sang paus kemudian bersin. Si Udang pun terlempar dengan kerasnya ke udara. Setelah melayang-layang diudara terjatuhlah sang udang di hamparan karang 

Rasa sakit yang sangat menyiksa melanda si Udang yang sombong itu. Punggungnya ternyata patah.

"Aduuuuuuuuuhhhhhhhhhhhh,.......... Punggungku sakit sekali. tolonggggggggggggggg..... tolong...............", keluh kesahnya sambil matanya terpejam kesakitan. 

Melihati hal tersebut, burung camar dan sang rajawali pun merasa kasihan. diurut-urutnya punggung udang yang malang itu. 

Selang beberapa hari kemudian si udang sudah sembuh dari sakitnya. tetapi punggungnya tidak dapat diluruskan kembali. Oleh sebab itu mengapa sampai saat ini tubuhnya bengkok. Karena udang dulu sangat sombong. 

Nahhh,,,, menarik bukan???, Semoga cerita ini bermanfaat dan bisa diambil pelajaran bahwa sombong tidak akan membawa kebaikan, namun hanya akan membwa keburukan saja. 

Demikianlah Cerpen Anak yang berjudul Sombongnya si Udang Bungkuk yang merupakan bagian dari Kumpulan Cerpen Persahabatan Ilmubahasa.net. Semoga menjadi bahan pembelajaran yang baik bagi teman-teman dan adik-adik sekalian. Jangan lupa berikan komentar atau saran bagi kami agar bisa menjadi motivasi bagi kami untuk terus berkarya lagi. Salam dan Terimakasihh..
   

2 komentar

Menarikkkk.... lagi dongg...

hehe silahkan melihat kumpulan narasi novel kami. Terimakasih telah berkunjung. kami tunggu kedatangannya lagi. Semoga harimu menyenangkan

Terimakasih sudah berkunjung, jangan lupa bagikan artikel diatas kepada orang-orang disekitar. Jangan ragu-ragu tinggalkan komentar dibawah. Kesan & pesan dari teman-teman adalah motivasi kami untuk selalu berkarya :)

 
❤ Tentang ☎ Hubungi Kami ✿ Daftar Isi ▲ Disclaimer ♛ Kebijakan Privasi
Back To Top