Wednesday

Cerita Novel Online - Ladang Perminus

Ilmubahasa.net- Berikut Ringkasan dan sedikit ulasan Kumpulan Novel Online kami yang sudah kami rangkum sebaik mungkin agar anda bisa mendapatkan informasi atau hanya sekedar membaca Kumpulan Cerita Novel kami.

Pengarang    : Ramadhan KH
Penerbit    : Pustaka Utama Grafiti
Tahun        : 1990

Sinopsis Novel - Ringkasan Novel

Cerita Novel Online - Ladang PerminusHidayat adalah seorang karyawan pada Perusahaan Minyak Nusantara (Perminus). Pria berumur empat puluh tahun itu selalu sibuk melayani tamu-tamu yang meminta nasihat dan petunjuknya. Tidak sedikit para kontraktor asing yang bekerja di Indonesia memanfaatkan kemampuannya dalam menilai situasi. Mereka rata-rata puas setelah diberi petunjuk oleh Hidayat.

Sebagai perusahaan besar, Perminus sedang menjadi sorotan utama masyarakat. Sebab utamanya adalah terjadinya tindak korupsi besar-besaran di perusahaan itu. Koran-koran memberondong dengan berita yang memojokkan. Para karyawan resah dan saling curiga. Mereka khawatir akan ditendang dari perusahaan itu karena tim keamanan yang dipimpin oleh seorang kolonel sedang giat mencari siapa yang menjadi sumber berita bagi koran-koran.

Hidayat yang bekerja atas dasar kejujuran sangat terkejut ketika dirinya dan beberapa rekannya dibebastugaskan dari urusan kantor. Ia merasakan tindakan pemecatan itu adalah suatu pukulan baginya. Untunglah ia mempunyai istri yang mampu memberikan keteduhan baginya sehingga ia tidak terjerumus ke lubang frustasi. Untuk mengisi hari-hari pembebastugasannya, Hidayat mengurus peternakan ayam yang sudah lama ditinggalkannya. Selain itu, sekali-kali ia “menjual” nasihat kepada kontraktor-kontraktor asing yang membutuhkan pikiran dan pengetahuannya.

Hidayat yang ternyata tidak bersalah itu bekerja kembali. Tugas pertamanya adalah mengadakan perundingan dengan kontraktor dan pihak kedutaan Singapura. Dalam perjalanan tugas itu, ia berkenalan dengan Ita, pramugari Garuda. Pertemuan itu membuat Ita jatuh cinta. Dengan caranya, ia berusaha agar Hidayat mau mengikuti keinginannya, tetapi pria itu tak bergeming, yang ada justru timbul perasaan lain. “Yang tumbuh pada diri Hidayat kian lama kian jelas, rasa kasihan kepadanya. Sementara itu, ia merasa kian bertambah menyala rasa cinta pramugari itu kepadanya” (hlm. 201).

Penyelidikan terhadap kasus korupsi masih terus berlangsung, tetapi hal itu tak menyebabkan kegiatan kantor berhenti. Bahkan, Perminus mendapat order yang menantang. Sebagai orang yang biasa menghadapi perundingan, Hidayat lalu ditunjuk oleh Kahar˗˗tangan kanan direktur˗˗untuk menghadapi orang-orang dari wakil perusahaan patungan Belgia, Jerman, dan Belanda. Tugas Hidayat adalah menurunkan penawaran yang diajukan oleh mereka.

Dengan kepandaiannya, Hidayat berhasil menurunkan penawaran dari 632 juta DM menjadi 567 juta DM. prestasi itu dirayakannya bersama teman-teman. Akan tetapi, kemudian Hidayat merasa berang ketika mengetahui angka itu dinaikkan kembali. Ia merasa jerih payahnya disia-siakan. Oleh karena itulah, ia menghadap Kahar dan memprotes tindakan permainan angka-angka itu.

Kedudukan Kahar yang terancam, membuatnya berpikir untuk memecat Hidayat. Ketika potret Hidayat terpampang di surat kabar sebagai calon Gubernur Jawa Barat, dimanfaatkanlah oleh Kahar sebagai alasan. “Kahar merasa kekuasaan ada padanya. Dan berita yang terbaca di koran mengenai diri Hidayat itu menjadi picu-ledak baginya untuk mengadakan tindakan. Ia segera memanggil Kolonel Sujoko dan singkat ia ceritakan, bahwa Hidayat telah main politik dengan mencalonkan diri untuk diangkat menjadi Gubernur Jawa Barat tanpa seizinnya” (hlm. 284). Dengan tuduhan yang tidak benar seluruhnya itu, Hidayat kemudian meminta agar pensiunnya dipercepat.

Hari-hari berikutnya dilalui Hidayat dengan ketenangan. Bapak dari dua anak ini merasa beruntung tidak berperilaku seperti Kahar, orang kepercayaan Perminus. Hidayat sendiri, yang semua pekerjaannya di bawah pengawasan Kahar, memang mengetahui kecurangan-kecurangan˗˗dan tentu juga penyelewengan˗˗yang dilakukan Kahar. Sekaligus kecewa. Lega karena Perminus telah ditinggalkan salah seorang pemimpinnya yang tak jujur dan ia berharap penggantinya kelak akan lebih memperhatikan kepentingan bansa dan Negara daripada kepentingan pribadinya. Kecewa, karena ternyata Kahar dimakamkan di makam pahlawan.

Hidayat mengetahui benar bahwa sesungguhnya Kahar sangat tidak layak dikuburkan di makam pahlawan; tempat peristirahatan terakhir mereka yang benar-benar telah berjasa kepada Negara dan bangsa. Sedangkan Kahar hanya hidup dalam limpahan kekayaan hasil penyelewengan dan manipulasi. Kahar juga meninggal bukan dengan mewariskan jasa-jasanya bagi kepentingan nasional, khususnya Perminus, melainkan mewariskan persengketaan kedua istrinya yang saling berebut harta kekayaan yang tak terbilang jumlahnya.

Hidayat sebenarnya kecewa. Jiwa patriotnya sebagai mantan pejuang tak mau menerima penguburan Kahar di makam pahlawan. Kekecewaan yang sangat mendalam itulah yang membawanya terpaksa dirawat di rumah sakit.

Dalam keadaan demikian, Hidayat sadar, kenyataan yang harus dihadapinya kini mengharuskannya untuk tidak terlalu memikirkan semua persoalan itu. Zaman telah berubah; mereka yang jujur sering kali harus tersisih. Belakangan hatinya mulai lega ketika mendengar berita bahwa tindak korupsi yang terjadi di Perminus berhasil diusut pihak yang berwenang.

Kelegaan perasaan Hidayat kemudian lengkap sudah ketika datang Ita˗˗gadis yang pernah hendak menyerahkan keperawanannya kepada Hidayat˗˗menjenguk bersama suaminya. Hidayat bersyukur, Ita yang disayanginya, yang tidak hanya cantik tetapi juga penuh perhatian.

Kini, diantara berbagai kekecewaan yang pernah yang dialaminya, Hidayat masih dapat merasa bersyukur. Di dalam perkembangan zaman yang semakin banyak diwarnai ketidakjujuran dan kepalsuan itu, Hidayat masih dapat hidup tegar dengan segala keyakinan pada kejujuran hati nuraninya sendiri. Dengan demikian, ia sangat yakin, itulah senjata ampuh dalam menghadapi zaman ini. Sikap itulah yang terus menghidupkan harapannya: “Harapan, zat asam kehidupan, membangkitkan semangatnya” (hlm. 327).

Resensi Novel

                                                                    ***
Berthold Damshuser, pengajar sastra Indonesia di Universitas Bonn, Jerman, dalam resensinya yang dimuat dalam harian Kompas dan majalah Horizon (Januari 1991) mengatakan, “adakan nyata bahwa tema-tema atau soal-soal yang dibicarakan dalam Ladang Perminus tetap aktual di Indonesia yang sekarang ini. Ini saja membuat novel itu penting dibaca. Patutlah Ladang Perminus dijadikan bahan untuk pelajaran anak muda, misalnya di sekolah SMA. Patut untuk dijadikan dasar untuk berdiskusi. Novel yang membicarakan tema serta soal yang aktua belum pasti menjadi novel yang besar bila tidak ditulis dengan gaya sastra yang matang…. Akan tetapi Ladang Perminus memenuhi syarat-syarat itu. Ramadhan KH, seperti juga pada novel-novelnya yang dulu, ternyata berhasil lagi menyajikan karya yang tinggi mutu literarinya”.

     Terima kasih telah berkunjung di artikel kami ini. Berikanlah komentar, kritik, dan saran karena sangat membantu kami untuk membangun dan memberikan yang terbaik bagi anda. Terimakasih

Terimakasih sudah berkunjung, jangan lupa bagikan artikel diatas kepada orang-orang disekitar. Jangan ragu-ragu tinggalkan komentar dibawah. Kesan & pesan dari teman-teman adalah motivasi kami untuk selalu berkarya :)

 
❤ Tentang ☎ Hubungi Kami ✿ Daftar Isi ▲ Disclaimer ♛ Kebijakan Privasi
Back To Top