Tuesday

Cerita Novel Online - Jalan Bandungan

Ilmubahasa.net- Berikut Ringkasan dan sedikit ulasan Kumpulan Novel Online kami yang sudah kami rangkum sebaik mungkin agar anda bisa mendapatkan informasi atau hanya sekedar membaca Kumpulan Cerita Novel kami. Pada kesempatan ini kami akan mengulas salah satu novel yang menjadi bagian dari kumpulan novel kami adalah Jalan Bendungan, Novel yang memiliki nilai tersendiri sehingga pantaslah untuk kami masukkan dalam kumpulan novel kami

Pengarang    : Nh. Dini
Penerbit       : Djambatan
Tahun            : 1989

Sinopsis Novel - Ringkasan Novel

Cerita Novel Online - Jalan BandunganMuryati hidup dalam lingkungan yang menjunjung tinggi nilai-nilai etika. Tidak aneh bila tindak-tanduknya selaras dengan ajaran yang diterima dari orang tuanya. Sebagai anak tertua, ia selalu menuruti permintaan orang tuanya, tetapi bukan berarti ia anak yang pasrah. Oleh karena itulah, ketika bapaknya memberitahukan bahwa Widodo˗˗anak buahnya di kepolisian˗˗melamarnya, Muryati menerima lamaran itu dengan syarat ia harus mengenal lebih dekat calon suaminya.

Waktu itu api revolusi perlahan-lahan surut. Kehidupan kembali berjalan seperti biasanya. Pertunangan antara Muryati dan Widodo telah dilakukan. Dalam masa-masa itu, keduanya saling menjajaki untuk mengenal pribadi masing-masing. Ada beberapa pandangan yang berbeda antara Widodo dan keluarga Muryati sehingga gadis itu berkeinginan untuk memutuskan pertunangannya. Di mata Muryati, Widodo adalah orang yang berpandangan sempit dalam menilai arti sebuah keluarga; dan yang aneh bagi keluarga Muryati adalah pria itu tidak pernah sekalipun memperkenalkan mereka kepada keluarganya. Bila disinggung masalah ini, Widodo mengajukan berbagai alasan yang tak jelas.

Setelah mengalami masa-masa pahit dan manis, ternyata Muryati dan Widodo jadi juga melangsungkan pernikahan. Di sinilah Muryati mengetahui tabiat lelaki itu yang sebenarnya. Ia ternyata bukanlah tipe suami yang baik. Perangainya kasar. Ia tidak bertanggung jawab terhadap masalah-masalah yang timbul dalam keluarga. Hal ini dirasakan Muryati setelah mempunyai anak. Belakangan, Widodo tidak pulang ke rumah sehingga Muryati merasa kebingungan, meskipun jika suaminya ada di rumah, ia merasa tertekan.

Beberapa waktu kemudian, Muryati mengetahui sebab suaminya tak pulang. Widodo ditahan pihak berwajib karena terlibat sebagai anggota partai komunis. “Kabar itu memukul dan  menghantam jiwaku. Seandainya aku diberi tahu bahwa Mas Wid ditemukan mati, barangkali aku akan lebih bisa menerimanya sebagai kenyataan. Walaupun keakhiran tersebut dipaksakan. Terlibat dalam satu intrik politik, apalagi dia komunis!” (hlm. 104).

Dengan tiga anak peninggalan Widodo, beban Muryati tambah berat. Untuk meringankan beban yang dipikulnya, lulusan SPG ini kembali mengajar di sela-sela waktu kuliahnya. Ketika pihak kedutaan Belanda mengeluarkan beasiswa bagi guru-guru yang ingin belajar di sana, Muryati ikut. Hal itu bagi Muryati adalah kesempatan untuk menunjukkan keberadaannya, tanpa berlindung di bawah bayang-bayang suaminya yang sudah mulai dilupakannya.

Pulang dari tugas belajar, Muryati menikah dengan Handoko, adik Widodo, yang dikenalnya sewaktu ia belajar di Belanda. Bagi Handoko, ia tidak ingin menikah dengan wanita lain selain Muryati dan ia tak mau disamakan dengan kakaknya yang komunis. Lain halnya dengan Muryati, perkawinan yang kedua ini penuh dengan berbagai pertimbangan. Ia merasa kedudukan sebagai janda tidak akan memberikan rasa aman dalam meneruskan karier. Ia juga merasa bahwa perkawinan itu harus dilaksanakan karena itu adalah jalan yang diberikan Tuhan kepadanya.

Dibebaskannya para tahanan politik dari pulau Buru sedikit banyak membuat khawatir para istri yang dulu ditinggalkan, termasuk Muryati meskipun ia kini telah resmi menjadi istri Handoko. Kedatangan Widodo ke rumah Muryati di jalan Bandungan membuatnya cemas dan curiga. Dugaan wanita itu ada benarnya. Tali pernikahan yang sudah dibina selama tujuh tahun mulai terganggu oleh ulah Widodo. Lelaki bekas penghuni Pulau Buru itu mengatakan kepada Handoko bahwa Muryati ingin kembali menjadi istrinya. Fitnah yang dihembuskan ke telinga Handoko membuatnya mulai meragukan kesetiaan istrinya. “Suami mudaku menderita tekanan rasa kecurigaannya yang bertumpuk-tumpuk terhadapku. Dia meragukan kesetiaanku kepadanya. Selama ini aku tahu, bahwa dia selalu mencemburuiku. Tapi sedemikian besar dan seperti sekarang yang Nampak di depanku, benarlah aku tak menyangka. Semua itu karena setulus hatiku aku setia kepadanya” (hlm. 361), demikian pendapat Muryati tentang Handoko yang mencurigainya.

Untuk sementara Handoko dan Muryati berpisah karena Handoko harus bekerja untuk beberapa bulan di Eropa Utara dan selanjutnya di Venezuela. Mereka berpisah sebagai dua orang sahabat, tetapi tak bercerai. Mereka sepertinya sepakat bahwa kebersamaan yang sudah dilalui bersama tidak akan mudah begitu saja menguap dari kenangan.

“Kali ini suamiku tidak menghilang, melainkan kuketahui dengan jelas pergi ke mana dan untuk keperluan apa. Aku melepaskannya tidak dengan kesedihan, tetapi juga tidak dengan kelegaan. Setelah berbulan-bulan kami tidak menyepakati sesuatu pun secara bersama, pada saat keberangkatan itu kami setuju, bahwa kami akan membiarkan waktu mengalir menuruti alurnya. Kami berpisah, namun kami tidak bercerai. Terlalu banyak kejadian dan pengalaman yang padat itu tidak akan mudah menguap begitu saja dari kenangan” (hlm. 377).

Resensi Novel - Tentang Novel

                                                                     ***
Novel Nh. Dini kali ini, seperti juga novel-novelnya yang lain, masih mengandalkan kekuatan berceritanya pada tokoh wanita (Muryati) sebagai si “aku pencerita. Di samping itu, cara berceritanya yang mengalir lancar, merupakan salah satu kelebihan yang dimiliki pengarang wanita yang memperoleh Hadiah Seni dari Pemerintah tahun 1990 ini. Tepat pula, Rendra˗˗penyair yang dijuluki sebagai si Burung Merak˗˗mengomentari dengan satu kalimat: “Hadir dan mengalir!”

     Terima kasih telah berkunjung di artikel kami ini. Berikanlah komentar, kritik, dan saran karena sangat membantu kami untuk membangun dan memberikan yang terbaik bagi anda. Terimakasih
   

Terimakasih sudah berkunjung, jangan lupa bagikan artikel diatas kepada orang-orang disekitar. Jangan ragu-ragu tinggalkan komentar dibawah. Kesan & pesan dari teman-teman adalah motivasi kami untuk selalu berkarya :)

 
❤ Tentang ☎ Hubungi Kami ✿ Daftar Isi ▲ Disclaimer ♛ Kebijakan Privasi
Back To Top