Sunday

Cerita Novel Online - Di Simpang Jalan

Ilmubahasa.net- Berikut Ringkasan dan sedikit ulasan Kumpulan Novel Online kami yang sudah kami rangkum sebaik mungkin agar anda bisa mendapatkan informasi atau hanya sekedar membaca Kumpulan Cerita Novel kami.

Pengarang    : Ras Siregar (10 Juni 1936)
Penerbit        : Pustaka Karya Grafika Utama
Tahun           : 1988

Cerita Novel Online - Di Simpang JalanMulanya pertemuan Bahrum dan Anita Rahman berlangsung biasa-biasa saja dan wajar. Bahrum yang oleh kantornya diberi kesempatan untuk mengikuti kursus manajemen, berkenalan dengan Anita yang juga ditugaskan oleh kantornya untuk mengikuti pendidikan yang sama. Pertemuan mereka di tempat kursus yang makin kerap, lambat-laun menumbuhkan rasa simpati pada diri keduanya, sungguhpun sebenarnya masing-masing sudah berkeluarga. Malahan Bahrum sudah mempunyai lima orang anak, sedangkan Anita belum.

Hidup berkeluarga tanpa anak, rupanya belum membuat Anita merasa bahagia. Apalagi perkawinannya dengan Rahman, suaminya, sesungguhnya tidak didasari oleh perasaan saling mencintai, melainkan karena kehendak kedua orang tua yang masih famili. Konon, Rahman berasal dari keluarga berkecukupan. Di Malang, ayahnya mempunyai perusahaan kopi. Kendati demikian, Rahman tidak melanjutkan sekolahnya ke perguruan tinggi. Ia hanya tamat SMA dan kemudian bekerja di P dan K Jakarta. Sebaliknya, Anita dapat menyelesaikan studinya hingga tamat perguruan tinggi. Dengan pendidikannya itu, ia bekerja di perusahaan swasta dan menduduki jabatan di bagian personalia.
Kepada Bahrum jualah Anita dapat menceritakan segala keluhannya. Bagi Anita, Bahrum memang menyenangkan. Hal ini merupakan sesuatu yang tidak ia dapatkan dari suaminya. Anita tak merasa risih mengutarakan hal-hal yang sangat pribadi sifatnya, misalnya dalam hubungan intimnya dengan Rahman. Ia merasa diperlakukan sebagai tempat pemuas nafsu suaminya belaka. “Ya, jika dia ingin campur, tengah malam ia datang ke tempat tidurku dan …!” (hlm. 40).

Rumah tangga yang tak lagi harmonis itu, akhirnya berpuncak pada pertengkaran saat seminggu setelah ayah Rahman meninggal. Malam ketujuh itu Anita tidak datang ke rumah mertuanya. Ketika Rahman menanyakan mengapa tidak datang, Anita menjawab, bahwa ia pergi nonton bersama teman-temannya. Anita begitu tak peduli dengan kematian mertuanya. Hal itulah yang menyebabkan suaminya naik pitam dan menampar Anita, yang lalu dibalas istrinya dengan meninggalkan rumahnya. Anita menyewa sebuah kamar di pondokan. Pemilik pondok itu adalah seorang wanita yang senang menghabiskan waktu dengan bermain bridge. Ia mempunyai seorang keponakan bernama Yanto yang masih kuliah di Universitas “I”. Di pondokan itu ada lima orang wanita yang menyewa kamar, termasuk Anita. Salah seorang bernama Tini yang doyan berkencan dengan lelaki berduit. Anita pun pernah diajaknya.

Rahman pernah pula datang ke pondokan tempat Anita tinggal. Ia membujuk istrinya agar mau pulang ke rumah mereka di Cilandak, namun Anita menolaknya. Rahman terpaksa pulang dengan tangan hampa.

Suatu saat istri Bahrum pulang ke rumah orang tuanya di Lampung yang menurut kabar sedang sakit. Bahrum sendiri sengaja tidak ikut. Ia lebih senang menjaga anak-anaknya yang sekolah dan sekaligus ingin mengetahui Anita selanjutnya.

Sementara itu, Anita mengambil cuti dari pekerjaannya. Kesempatan itu tentu saja dimanfaatkan Bahrum untuk mengajaknya jalan-jalan; melepaskan perasaan masing-masing. Pada saat-saat seperti itu, hubungan mereka laksana sepasang sejoli yang sedang memadu kasih.

Suatu malam, Bahrum mengantar Anita pulang ke pondokannya agak larut malam. Sepulangnya Bahrum, Anita merasakan keadaan pondokannya begitu sepi. Penghuni lainnya entah sedang pergi ke mana. Hanya Yanto yang tinggal. Tanpa curiga Anita masuk ke kamarnya untuk berganti pakaian. Saat itulah, Yanto mengikutinya dari belakang. Tanpa diduga Anita, tiba-tiba saja pemuda itu mendekapnya; bermaksud hendak memperkosanya. Perbuatan mesum itu nyaris saja terjadi kalau Anita tidak berusaha keras melakukan perlawanan. Ia segera kabur meninggalkan pondokannya, pergi menuju rumah Bahrum. Tentu saja lelaki yang sedang ditinggal istrinya itu kaget melihat kedatangan Anita. Setelah mendengar keterangan Anita, Bahrum mengusulkan agar kekasih gelapnya itu tinggal di rumahnya, sekalian untuk mengenal kelima orang anaknya.

Setelah dua hari Anita tinggal dan mulai mengenal anak-anak Bahrum, datang interlokal dari Lampung yang menyuruh agar Bahrum menjemput istrinya ke sana, karena istrinya akan segera kembali ke Jakarta. Bahrum terpaksa meninggalkan Anita di rumahnya. Anita sendiri merasa senang dapat mengenal anak-anak Bahrum. Demikian juga sebaliknya, kelima anak Bahrum dapat cepat akrab.

Suatu hari Rahman datang menemui Anita di rumah Bahrum. Ia tetap mengajak Anita kembali bersamanya. Anak-anak Bahrum ternyata senang juga kepada Rahman. Mereka telah berjanji untuk sama-sama pergi bertamasya ke Cibodas. Mulanya, Anita menolak pergi dengan mereka, tetapi akhirnya mau juga.

Sepulang dari Cibodas, Bahrum dan istrinya telah menanti mereka di rumah. Bahrum memperkenalkan Anita dan Rahman kepada istrinya. Kemudian, istri Bahrum mengatakan bahwa ia dan anak-anak akan berkunjung ke rumah Anita dan Rahman di Cilandak.

Anita dan Rahman berjanji akan menyambut keluarga Bahrum. Tak lama kemudian, mereka berpamitan. Setibanya di rumah, Rahman merangkul Anita. Mereka bersatu kembali demi terwujudnya rumah tangga yang ceria dan bahagia.

                                                            ***
Novel Ras Siregar ini semula merupakan cerita bersambung yang dimuat harian Kompas. Setelah mengalami revisi seperlunya, barulah diterbitkan sebagai buku. Begitulah keterangan yang terdapat di dalam pengantar novel ini.
Di Simpang Jalan adalah novel kedua Ras Siregar. Novel pertamanya, Terima Kasih terbit tahun 1969 yang menurut Pamusuk Eneste (1990: 149), terbit tahun 1968.

     Terima kasih telah berkunjung di artikel kami ini. Berikanlah komentar, kritik, dan saran karena sangat membantu kami untuk membangun dan memberikan yang terbaik bagi anda. Terimakasih

   

Terimakasih sudah berkunjung, jangan lupa bagikan artikel diatas kepada orang-orang disekitar. Jangan ragu-ragu tinggalkan komentar dibawah. Kesan & pesan dari teman-teman adalah motivasi kami untuk selalu berkarya :)

 
❤ Tentang ☎ Hubungi Kami ✿ Daftar Isi ▲ Disclaimer ♛ Kebijakan Privasi
Back To Top