Monday

Cerita Novel Online - Dendang

Ilmubahasa.net- Berikut Ringkasan dan sedikit ulasan Kumpulan Novel Online kami yang sudah kami rangkum sebaik mungkin agar anda bisa mendapatkan informasi atau hanya sekedar membaca Kumpulan Cerita Novel kami.

Pengarang    : Darman Moenir
Penerbit        : Balai Pustaka
Tahun           : 1988, Cetakan II, 1990

Sinopsis Novel - Ringkasan Novel

Cerita Novel Online - DendangHanya dengan tekad dan keberanian, pemuda itu dapat menyelesaikan sekolahnya hingga sarjana muda di pusat kota. Hal ini sebagaimana pernah diajarkan ayahnya. Berani hidup itu tak harus menunggu kaya lebih dulu. Ia seorang pemuda miskin dan ayahnya hanyalah seorang petani kecil di desanya. Dengan kemahirannya menulis cerita pendek dan diterbitkan di koran daerah, ia bisa menghidupi dirinya. Dengan tulisannya itu pula ia dapat menjalin hubungan dengan gadis Han (yang menurut pengakuan Han sendiri bahwa ia senang dengan cerita pendek yang terbit di koran), yang kemudian berlanjut ke pelaminan rumah tangga.

Sesungguhnya, ibu Han tak menyetujui anak gadisnya dipinang oleh pemuda itu. Namun, ayah Han lebih bijaksana. Ia merestui pernikahan anaknya itu. “Saya akan menikahkan kamu dengan anak saya, asal kamu tidak menyia-nyiakannya kelak,” dengan pasti ayah Han berkata (hlm. 49).

Tanpa adanya restu ibunya, Han tak bisa membawa barang apa pun. Ia harus mau menerima apa adanya dari suaminya. Lelaki yang bekerja di penerbitan koran daerah dengan penghasilan yang kecil, hanya mampu membawa istrinya ke dua buah kamar yang disewanya dari Pak Tua, sampai anaknya yang sulung lahir.

Kantor tempat ia bekerja menempatkannya di bagian penataan wajah dan pembetulan. Ia lebih senang dikenakan dinas malam daripada dinas siang. Alasannya adalah, waktu siang yang luang itu akan digunakannya menambah ilmu khususnya kesusastraan.

Namun celakanya, listrik di kantor penerbitan itu sering mati pada malam hari. Sehingga, bukan tidak mungkin pencetakan jadi terlambat. Untuk itu, ia dan teman-temannya yang dinas malam terpaksa kerja lembur. Lebih celaka lagi ketika pada suatu malam listrik mati sampai tiga jam lamanya. Akibat itu, ia dipanggil untuk menghadap pemimpin umum. Salah cetak yang begitu fatal telah terjadi. Pemimpin umum masih memberi kelonggaran kepadanya. Ia dipindahkan ke bagian iklan.

Di bagian ini ia ingin memperbaiki kesalahannya tempo hari. Ia ingin meningkatkan konsumen iklan yang dirasakan sangat merosot. Usahanya itu ternyata tidak sia-sia.
Di bagian iklan ini ia tidak dikenakan dinas malam. Ada waktu luang dari siang, sepulang jam kerja, sampai malam. Waktu luang itu akan digunakannya untuk melanjutkan sekolahnya hingga sarjana penuh. Namun, sebenarnya istrinya tak menyetujui suaminya melaksanakan maksudnya itu. Sebab, dengan begitu, suaminya tak mempunyai waktu luang untuk keluarga. Namun, Han tak bisa berbuat banyak dengan penjelasan-penjelasan suaminya tentang sekolah dan masa depan mereka, apalagi saat itu Han sedang menanti kelahiran anaknya yang kedua. Timbullah pertengkaran demi pertengkaran antara suami-istri itu.

Menjelang kelahiran anaknya yang kedua, ia dan beberapa temannya pulang kampung. Kepulangan mereka itu disebabkan oleh pembangunan masjid di tanah kelahiran mereka. Dalam perjalanan pulang dari kampung, ban motor milik seorang temannya pecah sehingga perjalanan pulang itu jadi terlambat. Setibanya di kota P, ia mendapati istrinya telah dilarikan tetangganya ke rumah sakit. Han melahirkan.

Pertengkaran suami-istri itu semakin meruncing. Sebuah postcard bergambar seorang wanita teman sekolahnya telah menjadikan Han bertambah berang. Ia mendapat caci-maki dari istrinya, “Ini lihat! Apa yang kamu lakukan babi!” (hlm. 158).

Sekalipun ia telah menjelaskan kepada istrinya bahwa wanita dalam gambar itu adalah hanya temannya sesama sekolah, namun Han tak bisa memaafkannya. Pikirannya menjadi kusut. Pekerjaannya di kantor ia serahkan kepada bawahannya. Ia mengetik surat untuk ayahnya di kampung. Isi surat itu tak lain adalah mengadukan permasalahan keluarganya dan sekaligus memberitahukan rencana perceraiannya. Sebab, menurutnya, istrinya sudah sampai kelewat batas. Untuk beberapa hari pun ia tak masuk kuliah karena malu kepada rector yang telah mengetahui persoalan rumah tangganya dari pengaduan istrinya.

Dari beberapa temannya sesama seniman, ia mendapat saran untuk mempertimbangkan kembali keputusannya itu. Terlebih lagi saat ia ingat akan ajaran agama Islam. Perceraian adalah sebuah bencana besar. Hasil koreksi terhadap dirinya membawanya pada keinginan untuk memeriksakan dirinya dan istrinya ke psikiater atau dukun. Namun, niat itu ia urungkan. Sebab, menurutnya jalan masih panjang dan banyak. “Jalan yang mana pun dan berapa pun panjangnya, batinnya belum ingin menyerah” (hlm. 180).

Inilah yang menjadi tekad lelaki itu. Yang penting baginya adalah berusaha untuk tetap hidup dan menghidupi diri dan keluarganya, betapapun ia harus melewati berbagai rintangan. Istri dan anak-anakny adalah tanggung jawabnya. Oleh karena itu, ia tak boleh menyerah; harus tetap tabah mengarungi kehidupan ini sampai titik akhir hidupnya di dunia.

Resensi Novel - Tentang Novel

                                                                            ***
Novel Dendang karya Darman Moenir ini sebenarnya menggunakan bentuk akuan (first person narrator). Satu hal yang menarik adalah adanya perkembangan watak pada diri tokoh “aku”. Menarik karena Darman Moenir mencoba pula menghadirkan konflik yang terjadi dalam diri tokoh “aku” itu sebagai konflik psikologis. Dengan begitu dialog antar tokoh hampir selalu diikuti dengan monolog-monolog panjang; suatu gaya penceritaan yang banyak kita jumpai pada novel-novel psikologis˗˗bahkan juga arus kesadaran (stream of consciousness).

     Terima kasih telah berkunjung di artikel kami ini. Berikanlah komentar, kritik, dan saran karena sangat membantu kami untuk membangun dan memberikan yang terbaik bagi anda. Terimakasih

Terimakasih sudah berkunjung, jangan lupa bagikan artikel diatas kepada orang-orang disekitar. Jangan ragu-ragu tinggalkan komentar dibawah. Kesan & pesan dari teman-teman adalah motivasi kami untuk selalu berkarya :)

 
❤ Tentang ☎ Hubungi Kami ✿ Daftar Isi ▲ Disclaimer ♛ Kebijakan Privasi
Back To Top