Thursday

Perjalanan Ke Akherat

Ilmubahasa.net- sebelumnya kami telah menampilkan hasil tulisan kami mengenai sinopsis dan resensi Cerita Novel Pagar Kawat Berduri, dan kali ini kami ingin berbagi dengan sahabat semua sinopsis dan ulasan Cerita Novel Perjalanan Ke Akhirat. Selamat membaca sahabat imbas.

Pengarang    : Djamil Suherman (24 April 1924-30 November 1985)
Penerbit       : Pustaka
Tahun           : 1963; Cetakan II, 1985


    Salim meninggal. Ia tertabrak mobil ketika pulang dari kantor. Kemudian ketika jasadnya terbujur kaku di rumahnya, roh Salim pun melayang-layang. Ia melihat betapa berdukanya ibu dan istrinya, Salamah. Sesungguhnya ia ingin agar tak ada tangisan mengiringi kepergiannya. Namun, Salim –lewat rohnya- hanya mampu menjadi penonton. Begitu pula ketika orang-orang mengusung jasadnya lalu menguburkan dengan tertib. Itulah saat-saat ia harus berpisah dengan dunia fana. “Disaat-saat seperti ini, roh Salim meluncur deras bagai kilat menuju langit kelam” (hlm. 8).

    “Roh itu meluncur terus menembusi cakrawala sepi, ….” (hlm. 9). Dalam sesaat, ia sampai di pintu langit pertama. Malaikat Munkar mengusirnya agar ia turun kembali ke dunia. Namun, Malaikat Nakir menolongnya. Ia diizinkan melewati pintu pertama itu. Kematiannya dalam tugas telah menempatkannya sebagai mati syahid walaupun dalam tingkat rendah. Konon, itulah kelulusan pertama di alam kubur. Lalu, masuklah ia ke ruangan di balik pintu, yang dijaga Malaikat Munkar dan Nakir. Ia pun bertemu dengan Nabi Adam yang sedang tafakur. Sambil berseru mengagungkan kebesaran Allah, Salim terpana dalam ketakjubannya.

    “Sementara itu, dari kejauhan terdengar jerit seorang perempuan” (hlm. 17). Ternyata itu suara istrinya, Salamah. Ingin ia menolong istrinya. Namun, tak dapat karena istrinya telah melakukan dosa besar, yaitu bunuh diri.

    Ketika Allah memerintahkan Malaikat Israfil meniup sangkakalanya, alam semesta mengalami goncangan mahahebat. Gunung-gunung memuntahkan lahar. Badai berputar-putar tak tentu arah. Lautah bergelombang mengangkat ombak raksasanya. Umat manusia sejagat dilanda ketakutan. Alam semesta telah sampai pada akhir usianya: kiamat. “Dalam waktu singkat saja seluruh alam jadi tergulung habis” (hlm. 25).

    Hari perhitungan tiba. Itulah saat Allah kembali memerintahkan Malaikat Israfil meniupkan terompetnya, membangunkan kembali yang telah mati” (hlm. 25). Amal perbuatan manusia selama di dunia akan diperhitungkan. Mereka kemudian berduyun-duyun menuju padang Mahsyar, lapangan penghisaban. Mereka berjalan dengan berbagai tingkah laku yang ganjil. Tidak sedikit pula di antara mereka yang berkepala binatang; babi, kadal, dan makhluk lainnya yang serba aneh. Semuanya menyuarakan kecemasan.

    Di antara gelombang lautan manusia, Salamah dan ibunya, juga Salim berjalan terseok-seok. Tak terduga ketiganya dapat berjumpa dalam suasana yang sedemikian aneh. Dari pertemuan itu, akhirnya Salim mengetahui, mengapa istrinya bunuh diri. Ternyata, Kasim yang menjadi penyebab semua itu. Rupanya, Kasim yang seniman murtad itu berusaha menggoda Salamah hingga janda itu mata gelap dan terpaksa memilih perbuatan yang sebenarnya tak ingin ia lakukan; bunuh diri.

    Di padang Mahsyar, Kasim diadili. Sebagai seniman yang menginginkan kebebasan mutlak tanpa mempertimbangkan norma-norma ketuhanan, neraca raksasa yang menimbang perbuatannya, timpang ke kiri. Ini artinya, dosa-dosanya jauh lebih besar daripada amalnya. Kasim berusaha menolak tuduhan jaksa yang mengadilinya. Namun, bukti-bukti atas perbuatannya tak dapat dibantah kebenarannya. Kasim kemudian divonis 50 tahun; digodok api neraka jahanam lapis keempat. Di sini, hanya amal saleh yang dapat menolong seseorang.

    Jaksa kemudian memanggil nama-nama lain. Mereka diadili seadil-adilnya. Haji Zikri, misalnya, dinyatakan bersalah telah menodai anak didiknya hingga hamil. Sungguhpun ia seorang haji dan banyak beramal sebagai guru ngaji, ia tak luput dari hukuman. Haji itu harus menjalani hukuman gantung di atas api neraka.

    Ketika giliran Salamah, Salim berusaha tampil melakukan pembelaan. Salamah didakwa melakukan dosa berat karena bunuh diri yang berarti mendahului takdir yang digariskan Allah. Bukti dalam penimbangan menyatakan bahwa dosa lebih berat daripada amal saleh. Neraca yang tidak dapat dibohongi itu timpang ke kiri. Ternyata, yang paling memberatkannya adalah perbuatan bunuh dirinya itu. Pada saat itulah, Salim mengajukan berbagai pembelaan. Ternyata, masih juga kurang. Lalu, tampillah ibu Salamah. Berkat cinta kasih seorang ibu yang kebajikannya begitu tulus dan ikhlas, Salamah berhasil ditolong.

    Salim, Salamah, dan ibunya, kemudian diizinkan melanjutkan perjalanan. Mereka telah dinyatakan bebas hukuman neraka. “Sesaat kemudian ketiga orang itu lenyap dari sana. Hanya gema bertalu suara orang-orang durhaka dalam api neraka” (hlm. 92).

                                                                        ***
    Novel Perjalanan ke Akhirat  ini semula merupakan cerita bersambung di majalah Sastra (1962) yang kemudian dinyatakan meraih Hadiah Kedua majalah itu. Setahun kemudian, baru diterbitkan sebagai buku oleh Penerbit Nusantara, Bukittinggi, Jakarta. Cetakan kedua (1985) diterbitkan oleh Penerbit Pustaka, Perpustakaan Salman ITB. Novel ini juga terbit dalam edisi bahasa Malaysia oleh Penerbit Pustaka Melayu Baru.

    Studi terhadap novel ini pernah dilakukan Abdul Razak Zaidan (FS UGM, 1971), “Perjalanan ke Akhirat karya Djamil Suherman”, Suyanto (FS UGM, 1990) “Fakta Cerita, Tema, dan Masalah Novel Djamil Suherman: Tinjauan Struktural”, dan Subhan (FS UI, 1987) “Unsur Islam dalam Novel Perjalanan ke Akhirat”.

     Terima kasih telah berkunjung di web kami. Pembaca yang baik selalu memberikan komentar, kritik, dan saran karena sangat kami butuhkan untuk membangun dan memberikan yang terbaik bagi anda sahabat Imbas. Jangan lupa bookmark kami agar anda selalu dapat memantau web edukasi materi bahasa indonesia dan karya sastra ini. Terimakasih

Terimakasih sudah berkunjung, jangan lupa bagikan artikel diatas kepada orang-orang disekitar. Jangan ragu-ragu tinggalkan komentar dibawah. Kesan & pesan dari teman-teman adalah motivasi kami untuk selalu berkarya :)

 
❤ Tentang ☎ Hubungi Kami ✿ Daftar Isi ▲ Disclaimer ♛ Kebijakan Privasi
Back To Top