Thursday

Pagar Kawat Berduri

Ilmubahasa.net- sebelumnya kami telah menampilkan hasil tulisan kami mengenai sinopsis dan resensi Cerita Novel Mekar Karena Memar, dan kali ini kami ingin berbagi dengan sahabat semua sinopsis dan ulasan Cerita Novel Pagar Kawat Berduri. Selamat membaca sahabat imbas.

Pengarang    : Trisnoyuwono (5 Desember 1926)
Penerbit       : Djambatan
Tahun          : 1963


    Herman dan toto adalah dua sahabat karib. Keduanya termasuk pemuda pejuang yang sudah sejak tahun 1946 melakukan tugas penyelundupan ke daerah musuh. Kali ini pun keduanya mendapat tugas dari Markas Besar Tentara di Yogyakarta untuk pergi ke Semarang mencari berita tentang keberadaan Kapten Kresna yang kini tak diketahui nasibnya. Diperkirakan, kapten itu tertangkap pihak Belanda dan ditahan di Markas IVG di daerah Jawa Tengah yang terkenal keganasannya.

    Untuk menjalankan tugas itu, Herman dan Toto menyamar sebagai pedagang dan bergabung dengan pedagang lainnya pergi ke Semarang. Ternyata, akibat laporan dua orang penduduk desa yang menjadi mata-mata Belanda, penyamaran kedua pemuda itu dapat diketahui. Di jalan antara Magelang dan Ambarawa, pihak Belanda menyergap mereka.
     Esok harinya, kedua pemuda itu dibawa ke Markas IVG di Salatiga; sebuah kamp tawanan yang sudah terkenal dengan siksaan-siksaan kejinya. Di kamp inilah Herman dan Toto diperiksa secara ketat oleh seorang sersan pribumi bernama Djajusman. Sersan itulah yang kemudian banyak melakukan berbagai penyiksaan terhadap Herman, Toto, dan para tawanan lainnya. “Herman mengalami siksaan yang mengerikan. Ia ditelanjangi, disiram kopi panas, dilistrik hingga meraung-raung seperti anjing kena jerat, dan Herman yang terus tabah, akhirnya tak ubahnya dengan boneka sinyo Mechael yang tidak disukai lagi, dibanting-banting, dirobek-robek dan dicampakkan” (hlm. 21). Seminggu lamanya kedua pejuang itu diinterogasi dan disiksa. Sekali waktu pemeriksaan dihadiri seorang letnan Belanda dan –anehnya- pemeriksaan justru lebih “manusiawi”. Namun, Herman tak juga dibebaskan. Toto juga mengingkari segala tuduhan hingga akhirnya Sersan Djajusman kewalahan.
   
    Mereka pun lalu dipindahkan ke penjara umum yang dipimpin Sersan Mayor Koenen. Pemimpin penjara ini selalu melakukan kewajibannya dengan bersih dan selalu berpedoman pada perikemanusiaan. Ia dibantu oleh Boy, seorang kopral Belanda yang berbadan besar dan serba kasar dalam sikap dan sifat.
 
   

    Mula-mula kedatangan Herman dan Toto dalam kamp itu disambut dengan kecurigaaan tawanan lain. Akan tetapi, setelah mereka berkenalan dengan Parman –yang ternyata dialah Kapten Kresna- suasana pun berubah menjadi lain. Kepada tawanan lain, Parman mengaku priayi dan guru, memperkenalkan kedua pemuda itu sebagai kawannya.
 
      Di kamp ini, Herman dan Toto ditempatkan sekamar dengan Pak Lurah, Harjono, Gimin, Parman, Usman, Wahab, dan Umar. Selain tahanan pria, kamp ini juga memuat tahanan wanita sehingga tidaklah mengherankan jika banyak terjadi kisah cinta yang terjalin di sana.

      Parman atau Kapten Kresna adalah seorang yang cerdik dan licin; penyamarannya sebagai guru di Yogya dipercayai semua orang. Serma Koenen yang gemar bermain catur dengannya pun tampak akrab dan sayang kepadanya.

    Dengan hadirnya Herman dan Toto, Parman lalu menyusun siasat agar mereka berdua dapat melarikan diri dari kamp yang begitu ketat dikungkung pagar kawat berduri. Akhirnya, pada suatu malam, dengan berbekal sebuah catut yang berhasil dicuri Parman sewaktu ia bermain dengan Pieter Koenen di kamar sersan mayor Belanda, kedua pemuda itu mencoba melarikan diri. Sungguh malang, ternyata usaha pelarian itu tidak sepenuhnya berhasil sesuai rencana mereka. Toto tertembak dan tewas saat itu juga dengan tubuh bermandikan darah, dengan tangan masih menggenggam catut itu. Namun, Herman berhasil meloloskan diri dengan membawa surat rahasia Kapten Kresna.
 
      Sementara itu, catut yang berada dalam genggaman tangan Toto kini dijadikan barang bukti. Serma Koenen sadar bahwa catut itu miliknya. Oleh karena itu, tidak salah lagi jika catut itu telah dicuri oleh seseorang yang sudah biasa keluar-masuk kamarnya, yaitu Parman. Dengan barang bukti itu, Parman tak dapat lagi menyangkal. Kopral Boy segera memerintahkan untuk menembak mati Parman.

    Menjelang pelaksanaan hukuman mati bagi Parman, Koenen yang merasa telah gagal melaksanakan tugasnya, bunuh diri dengan cara menembak dirinya. Ia amat kecewa terhadap Parman yang telah dipercayainya, ternyata lebih suka membela bangsanya. Setelah mengetahui sersan mayornya bunuh diri, Kopral Boy memerintahkan menembak mati Parman.

    Kematian Parman ternyata menumbuhkan perasaan malu para tawanan lainnya. Parman yang oleh sesame tawanan lain dianggap tidak memperlihatkan diri sebagai pejuang, ternyata seorang pejuang sejati. Para tawanan itu sadar bahwa mereka adalah bangsa Indonesia yang mempunyai tanggung jawab untuk membela bangsa dan negaranya.

                                                                        ***
    Pagar Kawat Berduri karya Trisnoyuwono ini merupakan kisah revolusi yang terjadi sekitar tahun 1949. Pada tahun 1963, novel perjuangan ini dilayarperakkan dengan judul yang sama hasil garapan sutradara Asrul Sani dan Perusahaan Film Kedjora. Setahun kemudian, novel ini memperoleh penghargaan sebagai pemenang hadiah sastra Yayasan Yamin.

    Studi terhadap novel Pagar Kawat Berduri sejauh ini baru dilakukan oleh Djwa Hong Nio (FS UI, 1963) dan Suharni (FS UGM, 1974). Keduanya masih berupa skripsi sarjana muda yang belum mendalam.

     Terima kasih telah berkunjung di web kami. Pembaca yang baik selalu memberikan komentar, kritik, dan saran karena sangat kami butuhkan untuk membangun dan memberikan yang terbaik bagi anda sahabat Imbas. Jangan lupa bookmark kami agar anda selalu dapat memantau web edukasi materi bahasa indonesia dan karya sastra ini. Terimakasih

Terimakasih sudah berkunjung, jangan lupa bagikan artikel diatas kepada orang-orang disekitar. Jangan ragu-ragu tinggalkan komentar dibawah. Kesan & pesan dari teman-teman adalah motivasi kami untuk selalu berkarya :)

 
❤ Tentang ☎ Hubungi Kami ✿ Daftar Isi ▲ Disclaimer ♛ Kebijakan Privasi
Back To Top