Thursday

Mendung



Ilmubahasa.net- sebelumnya kami telah menampilkan hasil tulisan kami mengenai sinopsis dan resensi Cerita Novel Pagar Kawat Berduri, dan kali ini kami ingin berbagi dengan sahabat semua sinopsis dan ulasan Cerita Novel Mendung . Selamat membaca sahabat imbas.

Pengarang    : Alex Leo (19 Agustus 1935)
Penerbit        : Nusantara
Tahun           : 1963

    Sebuah surat kabar terbitan kota Jakarta yang diberikan oleh Rusdi, bekas kekasih Ita, tergeletak di atas meja. Koran itu tak akan berarti apa-apa seandainya tak ada sangkut pautnya dengan Tono, suami Ita. Di halaman terakhir koran itu terdapat iklan keluarga yang menyatakan bahwa telah terjadi pernikahan antara Tono dan seorang wanita, dengan alamat yang sedang ditempati oleh Ita sekarang ini bersama suaminya. Berita itulah yang membuat ramalan perasaannya ketika Tono akan berangkat ke Jakarta menjadi kenyataan.

    Waktu itu, ketika Ita mengantar kepergian Tono di stasiun kereta api Pasar Turi, hati Ita mengatakan akan terjadi sesuatu yang tidak baik di antara mereka. Namun, tono menanggapinya dengan gurauan dan mengatakan bahwa ramalan itu berlebihan. Kini, ramalah Ita menjadi kenyataan dengan adanya iklan yang dimuat dalam koran yang dibawa lelaki yang pernah menjadi kekasihnya itu.

    Rusdi adalah teman baik Ita dan Tono. Di antara ketiga orang itu dahulu terjadi cinta segi tiga. Namun, dalam perebutan cinta itu, Tono-lah yang menang. Sungguhpun demikian, kini Rusdi merasa mendapat kesempatan merebut kembali cintanya. Merebut kembali wanita itu. Ia membujuk Ita agar minta cerai kepada suaminya, dan menjalin kembali hubungan cintanya yang terputus.

    Awalnya Ita menolak bujukannya, tetapi karena seringnya lelaki itu membujuk Ita, lambat-laun wanita itu terpengaruh. Di dalam diri Ita timbul perasaan ingin membalas dendam suaminya.

    Melihat nyonyanya sering bepergian dengan lelaki lain, perasaan Inem –pembantu rumah tangga keluarga Tono- menjadi tak tenteram. Dengan keluguannya, Inem menolak dan tak bersimpati melihat nyonyanya berhubungan dengan Rusdi. Ia merasa gundah dan bersalah melihat Ita mengkhianati suaminya. Namun, ia tak bisa berbuat apa-apa mengingat dirinya hanyalah seorang pembantu.

    Selain Inem, ada orang lain yang merasa resah melihat tingkah laku Ita, yakni bibi Tono yang bernama Bibi Tin. Ia tak percaya mendengar kemenakannya kawin lagi dengan wanita lain. Akan tetapi, ia tak mampu berbuat lain, selain menunggu, melihat istri kemenakannya berbuat serong dengan lelaki lain.

    Ita makin lupa diri. Bukan hanya bahwa dirinya telah menjadi istri orang lain, tetapi juga akan lupa tugasnya sebagai seorang ibu yang mengurus anak satu-satunya, Sally. Ia pergi bersenang-senang, sedangkan anaknya sakit di rumah. Sally terpaksa hanya diurus Inem ketika anak itu  sakit keras. Untunglah Bibi Tin datang menjenguk dan membawa Sally ke rumah sakit.

    Kemudian, Ita mendapat kecelakaan ketika mobil yang ditumpanginya bersama Rusdi tak terkendali. Keduanya terpaksa dirawat di rumah sakit. Untunglah Ita tidak menderita luka parah seperti Rusdi, yang harus mendekam beberapa waktu di rumah sakit. Ita dapat kembali ke rumahnya.

    Pada hari yang naas ketika Ita kecelakaan, Tono pulang dari Jakarta. Ia mendapati istrinya dalam keadaan sakit. Pria itu mendapat sambuan yang kurang baik dari istrinya yang sedang dibakar api kemarahan. Tono dapat menahan diri menerima perlakuan yang kurang enak dari istrinya karena sebelumnya ia telah mendapat penjelasan dari Bibi Tin.

    Ita masih belum mau mengerti meskipun suaminya telah menjelaskan duduk perkaranya. Ia masih menuduh suaminya berlaku tak setia kepadanya. Untuk mencari keterangan lain, Tono menemui Rusdi yang sedang dirawat di rumah sakit.

    Lelaki itu mengakui telah mencuri kesempatan dari kekalutan rumah tangga mereka. Namun, ia menolak tuduhan Tono yang mengatak bahwa dirinya yang memasang iklan itu. Ia bersumpah tak melakukan pekerjaan hina itu.

    Tono mengajak Ita ke  Jakarta untuk mencari siapa yang memasang iklan itu. Dari penerbit koran itu mereka mendapat alamat si pemasang iklan dan mendatanginya.
    Ita akhirnya mau mengerti setelah mengetahui perihal Ratna. Perempuan itu dahulu jatuh cinta pada Tono dan mendesak agar mengawininya, tetapi ditolak. Sejak itu timbul dendam dalam diri Ratna untuk menghancurkan kehidupan Tono; apalagi pria pujaannya –setelah lama tak bertemu dan ketika bertemu telah beristri- telah berkeluarga. Ia ingin memporakporandakan keluarga Tono dengan cara mengiklankan perkawinan palsu itu.

    Setelah Tono dapat merebut kembali kepercayaan Ita, keluarga itupun rukun kembali. Kerukunan mereka bertambah lengkap ketika pembantu setia mereka, Inem, bermaksud menikah dengan Kasim.

    “Kalau begitu, pesta besok sore akan kita jadikan sekaligus pesta pernikahan si Inem dan si Kasim” (hlm. 171). Usul Tono itu disetujui oleh keluarganya, termasuk Ita yang telah sadar bahwa dirinya adalah ratu sebuah keluarga.

                                                                 ***

    Novel Alex Leo, Mendung ini sesungguhnya terkesan hendak menekankan pentingnya saling pengertian dan tidak saling curiga dalam kehidupan rumah tangga. Studi terhadap novel ini dilakukan oleh Surana (FS UGM, 1969) sebagai bahan skripsi sarjana mudanya.

     Terima kasih telah berkunjung di web kami. Pembaca yang baik selalu memberikan komentar, kritik, dan saran karena sangat kami butuhkan untuk membangun dan memberikan yang terbaik bagi anda sahabat Imbas. Jangan lupa bookmark kami agar anda selalu dapat memantau web edukasi materi bahasa indonesia dan karya sastra ini. Terimakasih
   
Comments
0 Comments

Terimakasih sudah berkunjung, jangan lupa bagikan artikel diatas kepada orang-orang disekitar. Jangan ragu-ragu tinggalkan komentar dibawah. Kesan & pesan dari teman-teman adalah motivasi kami untuk selalu berkarya :)

 
❤ Tentang ☎ Hubungi Kami ✿ Daftar Isi ▲ Disclaimer ♛ Kebijakan Privasi
Back To Top