Sunday

Cerita Novel Online - Senja Di Jakarta

Ilmubahasa.net- Berikut Ringkasan dan sedikit ulasan Kumpulan Novel Online kami yang sudah kami rangkum sebaik mungkin agar anda bisa mendapatkan informasi atau hanya sekedar membaca Kumpulan Cerita Novel kami.

Pengarang    : Mochtar Lubis
Penerbit    : Pustaka Jaya
Tahun        : 1970; Cetakan II, 1981


Raden Kaslan memanfaatkan kedudukannya dalam anggota Dewan Partai Indonesia ketika Husin Limbara, ketua Partai Indonesia, memintanya untuk menangani penyediaan dana pemilu partainya. Ia mengatur agar partai mendapat dana. Caranya, dengan mendirikan perusahaan-perusahaan fiktif yang akan menangani lisensi impor barang-barang kebutuhan pokok rakyat. Istri Raden Kuslan, Fatma, dan anak tunggalnya, Suryono –anak tiri Fatma- masing-masing menjabat direktur perusahaan-perusahaan fiktif tersebut. Tak ketinggalan, Husin Limbara dan teman-teman separtai memperoleh jabatan direktur bermacam-macam nama perusahaan.

Suryono sebenarnya adalah pegawai pada Kementerian Luar Negeri yang baru saja pulang dari dinas di luar negeri. Atas desakan ayahnya, ia berhenti sebagai pegawai negeri dan kemudian berkecimpung dalam bisnis yang ditangani ayahnya. Ia yang ketika pulang mengeluh terus karena fasilitas yang diberikan kementeriannya, kini menjadi kaya-raya dan menjabat direktur beberapa perusahaan.

Di sisi lain, Suryono dikenal sebagai playboy. Intim dengan wanita-wanita kesepian –seperti Dahlia- pelacur-pelacur kelas atas, dan tak ketinggalan dengan ibu tirinya sendiri, Fatma.

Pegawai jujur seperti Idris, yang tak mau ikut arus zaman, harus menerima ketidakpuasan istrinya, Dahlia, yang selalu menuntut kebutuhan materi. Tanpa sepengetahuan suaminya, Dahlia melayani Suryono yang memberikan kepuasan materi dan biologis saat Idris tak ada di rumah. Hal ini juga menimpa Sugeng, pegawai Kementerian Perekonomian, yang selalu dituntut oleh istrinya agar mendapatkan rumah secepatnya. Namun, Sugeng tidak seperti Idris yang teguh memegang prinsip pegawai negeri, ia turut ambil bagian dalam bisnis yang ditangani Raden Kaslan sesuai dengan jabatannya.

Pada saat orang-orang seperti Raden Kaslan, Suryono, Husin Limbara, dan kawan-kawannya mengeruk kekayaan sebanyak-banyaknya, rakyat jelata hidup dalam kesusahan. Orang-orang seperti Saimun dan Itam yang bekerja sebagai tukang sampah, Pak Ijo, kusir tua dan istrinya, selalu dalam bayang-bayang kelaparan. Juga Neneng, yang terpaksa melacurkan diri agar bisa memperoleh  sesuap nasi. Mereka sama sekali tidak diperhatikan oleh orang macam Raden Kaslan dan kawan-kawannya, yang selalu digembor-gemborkan dalam kampanye bahwa mereka berjuang untuk meningkatkan taraf hidup rakyat.

Sementara itu, sekelompok orang yang selalu dengan bangga menyebut dirinya budayawan, tidak henti-hentinya mengadakan diskusi, berdebat, dan masing-masing mau menang sendiri membela konsep yang diajukan. Mereka seakan lupa pada rakyat yang harus mengantri beras, garam, dan kebutuhan pokok lainnya. Mereka lupa pada rakyat yang harus mempertahankan hidup dengang segala cara, bahkan tak segan membunuh orang untuk menyambung hidup. Bahkan, di antara mereka terjadi gontok-gontokan.
Keadaan Jakarta makin bertambah kacau dengan adanya berita di koran-koran oposisi, yang membongkar kecurangan oknum-oknum partai yang berkuasa dalam mengumpulkan dana. Koran-koran oposisi menelanjangi partai-partai yang memegang pemerintahan dengan menyebut nama-nama yang terlibat dalam perusahaan-perusahaan fiktif yang memegang lisensi impor. Meskipun koran-koran pemerintah membantah isu tersebut, pemerintah tetap saja tak dapat bertahan. Akhirnya, kepala Negara membubarkan cabinet dan memerintahkan pengusutan terhadap isu lisensi impor tersebut.

Suasana tak menentu seperti yang terjadi di Jakarta, dimanfaatkan dengan baik oleh orang yang mempunyai sifat bunglon, salah satu di antaranya adalah Halim. Pada saat Partai Indonesia berkuasa. Halim memihak partai tersebut. Ia memperoleh sejumlah besar uang untuk surat kabar yang dipimpinnya. Tentu saja, sebagian besar masuk ke kantongnya dan mendapat “hadiah” dari Partai Indonesia menjadi anggota parlemen. Ketika Partai Indonesia tak kuat menahan serangan oposisi, Halim berpihak pada oposisi dan berbalik menyerang partai yang dahulu memberi fasilitas kepadanya.

Buntut peristiwa terbongkarnya bisnis lisensi impor, Raden Kaslan mendapat panggilan dari pihak yang berwajib. Sugeng ditangkap polisi di rumahnya, sedangkan Suryono bersama ibu tirinya, Fatma, bermaksud kabur. Namun, di kawasan puncak, mobil mereka mengalami kecelakaan. Suryono mengalami luka berat dan terpaksa dirawat di rumah sakit Bogor. Fatma sendiri yang selamat dan kembali ke Jakarta. “Malamnya rumah sakit Bogor menelepon Fatma di Jakarta, bahwa Suryono telah meninggal dunia” (hlm. 332).

Senja di Jakarta tetap dalam kesuraman, dan mereka yang jujur tetap tersisih.

                                                                             ***
Senja di Jakarta pertama kali terbit dalam bahasa Indonesia tahun 1970 oleh penerbit Badan Penerbit Indonesia Raya. Sejak tahun 1981 (cetakan kedua) hingga sekarang diterbitkan oleh penerbit Duni Pustaka Jaya.

Ceritanya sendiri berkisar pada gambaran yang terjadi pada masyarakat ibukota Jakarta, termasuk para pejabat pemerintah dan politikus pada pertengahan tahun 50-an.

Berbagai tanggapan atas novel ini antara lain, Teeuw (1980: 264-265) mengatakan bahwa Senja di Jakarta merupakan karya Mochtar Lubis yang agung, yang menurut Ajip Rosidi (1976: 112) telah mendapat sambutan yang hangat dari pers dunia.

Mengenai latar belakang proses penerbitan Senja di Jakarta dinyatakan sendiri oleh Mochtar Lubis dalam Catatan Subversif (1980: 151). Adapun studi terhadap novel ini pernah dilakukan oleh Endo Senggono (FS UI, 1985) yang melihatnya secara sosiologis dan lengkap memberikan banyak informasi mengenai berbagai hal yang berkaitan dengan novel Senja di Jakarta.
     Terima kasih telah berkunjung di artikel ini. Berikanlah komentar, kritik, dan saran karena sangat membantu kami untuk membangun dan memberikan yang terbaik bagi anda. Terimakasih
   

Terimakasih sudah berkunjung, jangan lupa bagikan artikel diatas kepada orang-orang disekitar. Jangan ragu-ragu tinggalkan komentar dibawah. Kesan & pesan dari teman-teman adalah motivasi kami untuk selalu berkarya :)

 
❤ Tentang ☎ Hubungi Kami ✿ Daftar Isi ▲ Disclaimer ♛ Kebijakan Privasi
Back To Top