Sunday

Cerita Novel Online - Ibu

Ilmubahasa.net- Berikut Ringkasan dan sedikit ulasan Kumpulan Novel Online kami yang sudah kami rangkum sebaik mungkin agar anda bisa mendapatkan informasi atau hanya sekedar membaca Kumpulan Cerita Novel kami.


Pengarang    : Tahi Simbolon (28 Desember 1947)
Penerbit    : Erlangga
Tahun        : 1969

Sewaktu dalam perjalanan pulang ke kampung halamannya di Rianite, Remon berkenalan dengan Riana. Perkenalan itu bermula ketika Riana ditolong oleh Remon dalam sebuah kecelakaan kecil di kapal yang mereka tumpangi; padahal, sebelumnya, ia sudah antipati pada gadis yang pernah membentaknya itu ketika mereka berada dalam satu bus. Perkenalannya dengan Riana, membuat hati Remon terasa bagai di buru bayangan ibunya. Oleh karena itulah, Remon ingin segera tiba di kampung halamannya. Ia sudah rindu pada ibunya yang selama ini ia tinggalkan karena harus menuntut ilmu di Jakarta.

Remon sangat bangga terhadap ibunya. Meskipun usianya belum tua, ibunya menjalani kehidupan sendirian. Kadangkala terbersit juga rasa curiga kepada ibunya, hidup sendiri tanpa ditemani suami. Bila kecurigaan itu meluap dan ia tanyakan kepada ibunya, wanita itu menatapnya dengan bijaksana seraya mengatakan sudah demikian buruklah perilaku ibunya. Kalau sudah demikian, Remon akan sangat menyesal karena telah berprasangka yang bukan-bukan terhadap ibunya.

Suatu ketika di kediaman Remon kedatangan seorang pria. Hal itu membuatnya bertanya-tanya. Remon bertambah curiga ketika pria itu hanya berbicara dengan ibunya. Didorong rasa penasaran, ia mengintip dan mendengarkan percakapan mereka. Pria itu ternyata adalah Marajo, orang yang pernah bertemu dengannya ketika Remon baru turun dari kapal. Dalam percakapan itu Marajo menginginkan Maria –ibu Remon- menjadi istrinya. Maria terkejut dan menolak permintaan Marajo. Ia tak ingin keteguhan yang selama ini dipegangnya menjadi sia-sia dengan menerima kehadiran Marajo, apalagi pria itu sudah beristri. Selain itu, Maria tidak ingin penilaian Remon jadi berubah terhadapnya.

Marajo yang merasa ditolak, mendesak ibu Remon dengan pertanyaan yang memojokkan, yakni dengan menanyakan ayah Remon yang tak pernah ada. Maria diam tak menjawab pertanyaan itu. Ini membuat Marajo yakin dan menuduh bahwa Remon adalah hasil hubungan gelap antara Maria dan orang yang tidak jelas asal-usulnya. Mendengar tuduhan itu, Maria menangis. Remon yang juga tak tahan mendengar tuduhan itu, langsung menampakkan dri dan mengusir pria itu.

Saat itu juga, Remon yang masih penasaran akan ketidakjelasan ayahnya, langsung menanyakan kepada ibunya. Namun, jawaban ibunya tidak memuaskan. Remon kecewa dan mengamuk. Dalam keadaan kalut itu, ia kabur dari rumahnya. Malang, perahu kecil yang ditumpanginya dihantam ombak, dan ia hilang ditelan gelombang.

Remon terdampar di suatu tempat. Ia melangkah tak tentu arah. Tanpa disadarinya, ia bertemu dengan kawanan perampok. Ia ditangkap. Beruntung, ia tak dibunuh karena Guru Jotak, pemimpin perampok itu, berasal dari desa yang sama dengan Remon. Sebagai gantinya, Remon harus ikut dalam perampokan yang akan dilakukan gerombolan itu.
Rencana perampokan yang baru pertama kali diikutinya di sebuah toko emas, mengalami kegagalan karena perhiasan dan uang yang menjadi sasaran perampokan tidak berada di tempatnya. Melihat kenyataan itu, Guru Jotak memutuskan untuk menculik anak gadis pemilik toko sebagai sandera agar nanti ditebus oleh orang tuanya.
Kegagalan itu ternyata berbuntut panjang. Remon yang pada akhirnya mengenali gadis yang diculik itu, yaitu Riana, dituduh telah bersekutu dengan Riana sehingga perampokan itu gagal.

Rupanya kesialan demi kesialan sedang menimpa Guru Jotak dan gerombolannya. Perampokan bus berpenumpang juga mengalami kegagalan, sebab salah seorang penumpang yang bersenjata melakukan perlawanan. Adu tembak ini didengar oleh para petugas keamanan yang akhirnya dapat menghalau gerombolan menuju hutan. Satu orang polisi dan seorang perampok tewas. Guru Jotak sendiri mengalami luka parah.

Akan tetapi, di sinilah semua tabir gelap terungkap, dan hal itu terungkap lewat Guru Jotak yang sedang sekarat. Remon ternyata bukan anak Maria. Ia adalah anak Tianna, ibu Riana, sedangkan ayah Remon adalah Marajo. Jadi, Remon dan Riana saudara sekandung yang berbeda bapak. Maria, yang selama ini mengasuh Remon adalah kekasih Marsius –kak Guru Jotak-, yang kini tak tentu rimbanya. Dalam penantian yang tak menentu –Marsius berjanji menikahi Maria dan tak pernah terlaksana- Maria memelihara Remon hingga anak itu besar. Mendengar cerita Guru Jotak itu, keyakinan Remon akan arti seorang ibu bertambah besar dan itu ditemukannya pada Maria, bukan pada Tianna yang melahirkannya.

Guru Jotak meninggal setelah mengungkapkan rahasia itu. Kematiannya telah menggugah sikap terhadap  pengertian sosok seorang ibu dan seorang ayah. “Oh aku menemui diriku memiliki harta yang tak kunjung habis-habisnya. Kini, aku mengerti siapa ibuku, siapa ayahku. ….Betulkah seorang ibu, adalah wanita yang melahirkan kita dari kandungannya? Dan betulkan seorang ayah adalah laki-laki yang dari darahnya kita jadi?... Tidak… seorang ibu hanyalah seorang wanita yang mengorbankan apa saja, yang menumpahkan segala kasih sayang tanpa sisa, seluruh hidupnya demi kebahagiaan si kecil yang bermain-main di pangkuannya, tanpa mengharapkan balasan apa sekalipun. Seorang ibu, sekaligus adalah cinta. …Dan siapakah ayahku? Oh, Jotak… Jiwamu lebih agung dari seorang ayah. Kau korbankan hidupmu demi anak buahmu. …Salahkah aku jika kaulah ayahku? …Di mana-mana aku memiliki ayah, manusia yang mengorbankan hidupnya demi kehidupan orang lain” (hlm. 175).
 
Akhirnya, Remon dan Riana –adiknya satu Rahim, tetapi lain bapak- kembali kepada Maria- sosok ibu sejati yang tak pernah melahirkannya. Kedua kakak beradik itu pun disambut gembira dengan limpahan cinta kasih seorang ibu.

                                                                    ***
Novel Ibu karya Tahi Simbolon –yang lebih dikenal dengan nama Parakitri- adalah pemenang Hadiah Penghargaan Sayembara Mengarang Cerita Anak Muda-Mudi Unesco/Ikapi, tahun 1968. Tidak banyak kritikus sastra yang menyinggung novel ini.

     Terima kasih telah berkunjung di artikel ini. Berikanlah komentar, kritik, dan saran karena sangat membantu kami untuk membangun dan memberikan yang terbaik bagi anda. Terimakasih
   

Terimakasih sudah berkunjung, jangan lupa bagikan artikel diatas kepada orang-orang disekitar. Jangan ragu-ragu tinggalkan komentar dibawah. Kesan & pesan dari teman-teman adalah motivasi kami untuk selalu berkarya :)

 
❤ Tentang ☎ Hubungi Kami ✿ Daftar Isi ▲ Disclaimer ♛ Kebijakan Privasi
Back To Top