Thursday

Cerita Novel Online - Di Atas Puing-Puing

Ilmubahasa.net- Berikut Ringkasan dan sedikit ulasan Kumpulan Novel Online kami yang sudah kami rangkum sebaik mungkin agar anda bisa mendapatkan informasi atau hanya sekedar membaca Kumpulan Cerita Novel kami.

Pengarang    : Th. Sri Rahayu Prihatmi (7 Mei 1944)
Penerbit    : Pustaka Jaya
Tahun        : 1978

Sinopsis Novel Online

Cerita Novel Online - Di Atas Puing-PuingYayuk bertemu dengan teman semasa kecilnya, Arini. Kemudian, Arini menyerahkan catatan hariannya kepada Yayuk yang berisi tragedi kehidupannya.
Catatan harian itu dimulai dengan kegalauan Arini karena kegoncangan dalam rumah tangganya. Kebahagiaannya bersama suami dan tiga anaknya terganggu dengan hadirnya Retno, murid suaminya.

Sang suami, Hardi, akhirnya memutuskan untuk memperistri Retno dan memohon kepada Arini agar bersedia dimadu. “Terimalah ia sebagai adikmu” (hlm. 41), kata Hardi suatu ketika. Kedua orang tua dan bibi Arini menolak dan berontak. Ia tak mau dimadu, meskipun sesungguhnya ia masih mencintai Hardi.

Pertemuan kembali dengan Arini dengan Hendra, bekas pacarnya, yang masih mencintainya, tetapi tidak dicintainya itu, menggodanya untuk lari dari rumah. Mereka pun meninggalkan Yogya dengan membawa serta Neni, anak bungsu Arini. Arini dan Hendra hidup bersama tanpa nikah di Jakarta dalam sebuah kamar sewaan sederhana berdinding bambu.

Hendra tidak berhasil mendapat pekerjaan di Jakarta, sehingga Arini harus mencari nafkah sebagai karyawan perusahaan menjahit. Ia sempat lupa pada kepahitan hidup yang baru dilaluinya, sampai datang berita dari Yogya yang memintanya agar pulang karena Iwan, anak keduanya yang dititipkan pada orang tuanyaa, menderita sakit keras.
Di Yogya Arini dan Hendra bertemu kembali dengan suami, orang tua, dan anak-anak Arini. Terjadi pembicaraan singkat. Akhirnya diputuskan agar Arini boleh hidup bersama Hendra beserta Iwan dan Neni, sementara Ita, anak sulungnya, tinggal bersama Hardi dan Retno.

Hendra kembali lebih dahulu untuk mencari pekerjaan. Arini menunggu sampai Iwan sembuh dari sakitnya. Selama penantian itu, ternyata Hardi masih membujuk Arini agar kembali padanya, namun Arini menolak untuk dimadu. Bahkan rayuan Hardi membuat Arini semakin membencinya.
“Kukira aku telah berhasil mematikan segala perhatian dengannya lewat jalan menyuburkan perasaan benciku padanya. Dan semakin benci pula aku…” tulis Arini dalam catatan hariannya (hlm. 74).

Nasihat dari pastor agar Arini bersabar dan meninggalkan “jalan sesat”-nya pun tidak bisa mengubah keputusannya. Undangan pertemuan dari mertuanya juga ditolak. Ia tetap pada keputusannya untuk meninggalkan Yogya dan menempuh hidup baru di Jakarta. Hal itu dilaksanakannya segera setelah Iwan sembuh dan Hendra berhasil memperoleh pekerjaan.

Di Jakarta “keluarga baru” Arini tidak lagi menempati kamar sempit karena Hendra telah sanggup mengontrak rumah sederhana yang masih berdinding bambu. Meskipun mereka hidup kekurangan, Arini merasa lebih tentram. Perhatian-perhatian kecil dari Hendra, seperti pemberian kado ulang tahun, mulai menumbuhkan rasa cintanya lagi. Arini mengungkapkan dalam catatan hariannya.

“Dan aku merasakan ketentraman rumah tangga yang sempurna ketika duduk bersama ‘suami’-ku dikelilingi anak-anak. Kupeluki anakku sementara ‘suami’-ku meletakkan tangannya di bahuku. Rambutku pun mesra menyentuh dadanya” (hlm. 82).

Pada suatu ketika Hendra mengajak Arini mengunjungi orang tua Hendra di Semarang. Arini yang semula menolak karena merasa malu sebagai orang yang “penuh dosa”, akhirnya bersedia ikut. Ternyata orang tua Hendra merestui hubungan mereka meskipun hanya berlandaskan surat kawin catatan sipil tanpa persetujuan gereja.
Arini kemudian hamil dan melahirkan bayi perempuan. Meskipun ayahnya masih tampak belum memberi maaf, Arini cukup senang ketika kedua orang tuanya datang menjenguk.
Setelah dua tahun hidup bersama, Arini dan Hendra bisa membangun rumah sendiri. Mereka sekeluarga mulai mengecap kebahagiaan.

Sampai disini catatan harian Arini selesai dibaca Yayuk, namun cerita belum berakhir. Sebuah telegram sampai ke tangan Yayuk yang berisi berita kematian Hendra karena kecelakaan pesawat. Karena kesibukan keluarganya, baru setengah tahun kemudian Yayuk bisa mengunjungi Arini. Pertemuan mereka membangkitkan keharuan.
Yayuk membuka kembali catatan harian Arini. Setelah kematian Hendra, ternyata Hardi masih juga mencoba membujuk Arini agar kembali kepadanya. Sekali lagi Arini menolak. Nasihat bibinya juga tidak menggoyahkan keputusannya; tidak bisa menerima poligami.

Dua tahun kemudian Arini mengunjungi Yayuk. Ia bercerita bahwa anak-anaknya tinggal bersama nenek mereka, sedangkan ia sendiri melanjutkan usaha menjahitnya. Kisah cerita Arini pun kembali berulang. Ia menjalin cinta dengan seorang duda beranak dua. Namun, karena duda itu juga beragama katolik, mereka tidak mungkin menikah di gereja. Keluarga Arini juga tidak ada yang menyetujuinya untuk menikah lagi. Akhirnya Arini harus menerima nasib hidup “di atas puing-puing” sebagai janda dengan anak-anak yang harus tetap menjadi tanggung jawabnya.

Resensi Novel Online

                                                                       ***
Novel ini mendapat rekomendasi dari Dewan Juri Sayembara Mengarang Roman Dewan Kesenian Jakarta tahun 1976 sebagai karangan yang layak diterbitkan untuk bacaan biasa. Bentuk novel ini sebenarnya cukup rumit, mengingat adanya catatan harian yang justru merupakan salah satu bagian penting dalam keseluruhan cerita berbingkai itu, temanya juga sebenarnya cukup problematic, perkawinan yang dilihat dari kaca mata agama katolik. Dalam inilah Teeuw (1989: 194-195) mengomentarinya sebagai tema yang patut mendapat perhatian.


     Terima kasih telah berkunjung di artikel kami ini. Berikanlah komentar, kritik, dan saran karena sangat membantu kami untuk membangun dan memberikan yang terbaik bagi anda. Terimakasih
   

Terimakasih sudah berkunjung, jangan lupa bagikan artikel diatas kepada orang-orang disekitar. Jangan ragu-ragu tinggalkan komentar dibawah. Kesan & pesan dari teman-teman adalah motivasi kami untuk selalu berkarya :)

 
❤ Tentang ☎ Hubungi Kami ✿ Daftar Isi ▲ Disclaimer ♛ Kebijakan Privasi
Back To Top