Saturday

Surapati



Ilmubahasa.net- sebelumnya kami telah menampilkan hasil tulisan kami mengenai sinopsis dan resensi Cerita Novel Palawija, dan kali ini kami ingin berbagi dengan sahabat semua sinopsis dan ulasan Cerita Novel Surapati. Selamat membaca sahabat imbas.

Pengarang    : Abdul Muis
Penerbit        : Balai Pustaka
Tahun            : 1950; Cetakan VI, 1986

Sinopsis Novel - Ringkasan Novel

     Dalam lingkungan Kastel di Jakarta berdiam saudagar berpangkat edeler, Moor namanya. Ia mempunyai anak perempuan bernama Suzane, berumur 16 tahun yang ditinggal mati ibunya sejak kecil. Oleh karena kesibukan ayahnya, gadis remaja itu boleh dikatakan hanya dibesarkan oleh budak-budak.

     Di antara sekian budak pengasuh, ada seorang yang berkenan di hati Suzane, yaitu Untung. Asal-usul lelaki itu tidak jelas. Ada kabar bahwa ia berasal dari Bali, berleluhur bangsawan. Rupanya, di antara Untung dan Suzane tumbuh rasa cinta yang kian hari kian dalam; sementara Moor ingin putrinya menikah dengan Herman de Wilde. Suzane menolak keinginan ayahnya. Cintanya sudah terpaut pada Untung. Mereka akhirnya menikah secara diam-diam dan berdasarkan agama islam. Moor mengetahui perihal perkawinan ini. Lalu, Untung ditangkap dan dipenjarakan. Sementara Kiai Ebun –sang penghulu yang juga ayah angkat Untung- dituduh telah melanggar kehormatan keluarga Edeler Moor.

       Di dalam penjara, keduanya berkenalan dengan Wirayuda. Kemudian, mereka bertiga menyusun siasat untuk melarikan diri. Rencana mereka berhasil berkat bantuan para budak di luar penjara yang telah bersumpah setia akan menjadi lascar pimpinan tiga orang itu.

        Di dalam penjara, Kapten Ruys yang mendapat tugas mencari Pangeran Purbaya, tanpa sengaja menemukan Untung dan laskarnya. Oleh karena merupakan pelarian Belanda, Untung setuju ketika ditawari mencari Purbaya. Perjanjian itu sebenarnya licik-licikan antara keduanya. Siasat Ruys: Purbaya dapat, Untung tertangkap; sedangkan siasat Untung, Purbaya akan dijadikan teman untuk memukul pasukan yang dipimpin Ruys. Siasat ini dimenangkan oleh Untung dengan baik.
      Dalam perjalanan menuju Cirebon, di Priangan, Untung terpaksa bertempur dengan pasukan Belanda yang lain di bawah pimpinan Jacub Couper. Di kota ini, ia justru ditangkap pasukan kerajaan Cirebon karena dituduh membunuh pasukan Surapati –putra angkat Sultan Cirebon-. Akan tetapi, berkat kesaksian Raden Gusik Kusuma –istri kedua Pangeran Purbaya yang ikut bersama Untung ke Cirebon- terbongkar semua kebohongan Surapati. Mendengar itu, Sultan Cirebon sangat marah. Surapati ditangkap dan dihukum mati. Kepada Untung, Sultan memberi gelar Raden Surapati; dan Kiai Ebun menjadi Djolo Drido.
        Atas permintaan Sultan, Raden Surapati meneruskan perjalanan ke Mataram yang tengah terjepit kekuasaan Belanda. Satu demi satu daerah Mataram jatuh. Belum lagi kekacauan di Banyumas akibat ulah Sorodento dan Sorodenti. Untung diharapkan mampu mengatasi semua ini. Tugas itu ternyata dapat ia selesaikan dengan baik sehingga ia diizinkan Sultan Mataram untuk tinggal di benteng Keraton yang juga ditinggali oleh Pangeran Nerangkusuma, paman dan ayah angkat Raden Gusik.
      Sekali lagi Belanda membuat provokasi. Raden Surapati dijadikan sebagai barang penebusan Kerajaan Mataram. Jika Raden Surapati tak diserahkan kepada pasukan Belanda, Mataram akan diserang oleh pasukan yang dipimpin oleh Kapten Tack. Bagi kesultanan Mataram, hal ini merupakan pilihan yang sulit. Namun, bagi Raden Surapati sudah jelas pilihannya, ia dihina oleh Belanda dan tidak ada pilihan lain kecuali… perang! Dan perang pun meletus. Berbekal keris sakti Taruna Joyo, Raden Surapati berhasil membunuh Kapten Tack, syahbandar Jeremias van Vliet, LetnanVan der Meer, dan Letnan Vonk.
      Setelah pertempuran yang meletus di sekitar keraton itu berakhir, Sultan meminta Raden Surapati berangkat ke Pasuruan untuk membereskan daerah itu menjadi wilayah yang tertib. Sultan juga memberi gelar baru kepada Raden Surapati, yakni Raden Tumenggung Wiranegoro.
      Penobatan Paku Buwono di Kertasura, memberi keuntungan pihak Belanda. Belanda memperoleh Priangan, Cirebon, dan Madura Timur tanpa pertempuran. Namun, hal itu tak memberi rasa puas bagi Herman de Wilde; ia masih ingin mengalahkan Raden Surapati, yang telah merebut hati Suzane. Maka, atas saran Kapten Govert Knol, ia mengirim mata-mata bernama Welter, yang bertugas mengintai Raden Surapati dan pasukannya.
      Welter tertangkap oleh Raden Surapati. Setelah diusut asal-usulnya, diketahui bahwa Welter adalah anak Radeng  Surapati dari perkawinannya dengan Suzane. Akan tetapi, Welter tidak mau menerima kenyataan itu, dan menolak mengakui Raden Surapati sebagai ayahnya. Oleh karena itulah, Welter alias Robert diserahkan kepada Bupati Kediri sebagai tawanan.
        Bulan September 1706, tentara Belanda di bawah pimpinan Mayor Govert Knol dikumpulkan di alun-alun Surabaya. Di belakangnya, terdapat laskar Madura, yang berasal dari Sumenep dan Pamekasan yang berjumlah lebih dari seribu prajurit. Di belakang pasukan Madura itu terdapat pasukan Surabaya yang dipimpin oleh Pangeran Surabaya. Tujuan operasi gabungan itu adalah menyerang pasukan Raden Surapati. Namun, masih ada yang memihak Raden Surapati, yaitu istri Pangeran Surabaya, bernama Raden Ayu Surabaya, yang menyusupkan Raden Surapati dan Wirayuda untuk mengetahui kekuatan musuh.
      Tanggal 16 Oktober 1706 pagi hari, dimulai serangan besar-besaran terhadap Bangil. Dalam pertempuran ini, Kiai Ebun gugur di pangkuan Raden Surapati, sedangkan Raden Surapati luka parah. Wirayuda yang menyaksikan semua itu, tak mampu menahan gejolak amarahnya. Lalu, dengan keris terhunus ia mengejar pasukan yang telah berusaha mengundurkan diri. Sayang, ia gugur di ujung bayonet lawan. Dan Bangil jatuh ke pangkuan Belanda.
        Surapati menyangka Belanda akan terus menyerang ke Pasuruan. Ia lalu minta dibawa ke Randu Talu. Tubuhnya luka parah. Beberapa waktu kemudian setelah mengetahui Pasuruan aman –karena ternyata Belanda tak jadi menyerang Pasuruan- Raden Surapati kembali ke keratonnya. Ia sedih ditinggal oleh dua orang teman seperjuangannya, Wirayuda dan Kiai Ebun.

       Raden Surapati akhirnya wafat dan dikuburkan tanpa diberi batu nisan atau tanda lain di atas kuburannya. Namun, sebelum wafat, ia berkali-kali menawarkan kepada Robert agar mau bekerja sama dan tinggal di Pasuruan. Robert tetap menolak permintaan ayah kandungnya meskipun ditawari sebagai putra mahkota. Akhirnya, pemuda itu diantarkan ke perbatasan. Ia kembali ke bangsa ibunya, Belanda.

        Herman de Wilde masih penasaran mencari musuhnya walaupun telah mendapat kabar bahwa Raden Surapati wafat. Berkat bantuan orang upahannya, ia berhasil menemukan kuburan Raden Surapati yang tak bernisan itu. Ia kemudian menggali mayatnya, lalu membakar mayat  itu. Abu jasad Raden Surapati dibuang ke laut. Dengan begitu, puaslah hati Herman de Wilde. Namun, semangat perjuangan Raden Surapati tidak pernah padam. “Putra dan cucu Surapati yang tidak tertawan meneruskan perlawanan” (hlm. 306).

Resensi Novel - Tentang Novel

                                                                           ***
      Berbeda dengan dua novel Abdul Muis sebelumnya, Salah Asuhan dan Pertemuan Jodoh, Surapati menampilkan sebuah peristiwa sejarah sekitar tahun 1683-1706 dengan mengetengahkan Surapati sebagai heronya. Di samping misi nasionalisme yang berhasil dikedepankan dengan peristiwa sejarah sebagai pembungkusnya, Abdul Muis juga terkesan hendak menekankan kembali soal kawin antarbangsa yang pernah dipermasalahkan dalam Salah Asuhan. Pada bagian penutup novel ini, pengarang menyebutkan bahwa perjalanan hidup Surapati itu diambilnya dari buku Babad Tanah Jawa, Geschiedenis van N.I. karya F.W. Stapel, Sejarah Indonesia karya Sanusi Pane, dan Si Untung karya Melati van Java.

     Terima kasih telah berkunjung di web kami. Pembaca yang baik selalu memberikan komentar, kritik, dan saran karena sangat kami butuhkan untuk membangun dan memberikan yang terbaik bagi anda sahabat Imbas. Jangan lupa bookmark kami agar anda selalu dapat memantau web edukasi materi bahasa indonesia dan karya sastra ini. Terimakasih
   
Comments
0 Comments

Terimakasih sudah berkunjung, jangan lupa bagikan artikel diatas kepada orang-orang disekitar. Jangan ragu-ragu tinggalkan komentar dibawah. Kesan & pesan dari teman-teman adalah motivasi kami untuk selalu berkarya :)

 
❤ Tentang ☎ Hubungi Kami ✿ Daftar Isi ▲ Disclaimer ♛ Kebijakan Privasi
Back To Top