Wednesday

Mencari Pencuri Anak Perawan

Pengarang    : Suman Hs.
Penerbit        : Nusantara
Tahun            : 1931; Cetakan IV, 1961

Berikut ini adalah ringkasan Novel Mencari Pencuri Anak Perawan  yang telah disusun sebaik mungkin oleh tim kami Imbas. Selamat membaca.

     Sir Joon bertunangan dengan Nona. Pasangan itu serasi, pemuda tampan berpasangan dengan gadis jelita. Bukan saja kedua orang tua si gadis –orang tua Sir Joon tak diketahui rimbanya- yang menyetujui pertunangan itu, penduduk kampung juga merestui dan turut merasa senang kepada pasangan itu. “Seorang manis, seorang cantik, apalagi? Orang-orang menanti saat perkawinan” (hlm. 6).
 
     Namun, tiba-tiba ayah si gadis, Pak Gadi, memutuskan pertunangan itu. Orang-orang kampung terkejut mendengar keputusan itu. Bahkan bertambah terkejut melihat Sir Joon yang terlihat seperti tak terpengaruh  oleh pertunangannya yang karam itu.
 
      Penyebab Pak Gadi memutuskan pertunangan anak gadisnya dengan Sir Joon adalah lamaran yang diajukan oleh Tairoo. Pemuda kaya-raya keturunan Hindi iu mengajukan mas kawin uang sebesar 600 dolar, suatu jumlah yang besar pada waktu itu. Pak Gadi merelakan anaknya demi memperoleh uang itu dan tak mempedulikan apakah anaknya suka atau tidak kepada pemuda Hindi itu.
 
       Sementara itu, nasib malang yang menimpa Sir Joon tak berhenti sampai di situ. Ia tertimpa musibah ketika bermain sepakbola dalam pertandingan persahabatan. Kakinya terkilir hingga ia harus menggunakan tongkat untuk berjalan. Namun, ia tenang-tenang saja dan sabar menerima kenyataan itu, seperti pada waktu ia menerima kabar pemutusan pertunangannya dengan Nona. Orang-orang kampung makin kagum melihat ketabahan Sir Joon.
 
          Ketika orang-orang kampung belum hilang rasa terkejutnya, muncul peristiwa lain. Anak Gadis Pak Gadi, Nona, hilang dari rumahnya. Belum jelas penyebabnya, apakah ia melarikan diri atau dilarikan orang. Pak Gadi cemas dan bingung. Demikian pula halnya Tairoo, calon menantu Pak Gadi. Lalu, dengan terpincang-pincang Sir Joon menawarkan bantuan untuk mencari Nona. Tak tampak sedikit pun perasaan dendam dan benci terlukis pada wajahnya sehingga baik Pak Gadi maupun Tairoo dengan senang hati menerima kebaikan Sir Joon. Apalagi mengingat pengalaman dan pandangan Sir Joon yang lapang.
 
       Akibat pengaruh Sir Joon, Pak Gadi mencurigai Tairoo. Hal ini mengingat bahwa Nona tak mencintai Tairoo. Kemungkinan besar, Tairoo tak ingin kehilangan gadis yang dicintainya itu. Lalu, Nona diculik untuk dibujuk agar mencintai Tairoo. Begitulah teori yang diajukan Sir Joon kepada Pad Gadi. Oleh karena itu, Pak Gadi haru memata-matai gerak-gerik calon menantunya, usul Sir Joon.
 
         Tairoo pun tak luput dipengaruhi oleh Sir Joon. Ia berteori bahwa penculikan itu tak lain akal bulus Pak Gadi. Tairoo sudah memberikan uang yang jumlahnya besar kepada Pak Gadi. Bukan tak mungkin orang tua itu menginginkan tambahan uang dari Tairoo, apalagi Pak Gadi dikenal mata duitan. Tak urung Tairoo disarankan Sir Joon agar memata-matai tingkah laku Pak Gadi, calon mertuanya.
 
         Lalu, siapa yang melarikan Nona? Pak Gadi atau Tairoo? Ataukah orang lain yang mendapat untung dari putusnya pertunangan Nona dan Tairoo? Tak ada orang kampung yang berpikir demikian. Kalaupun ada yang pernah berpikir bahwa yang beruntung akibat putusnya pertunangan Tairoo dan Nona adalah Sir Joon; pendapat itu akan gugur melihat keadaan tubuh Sir Joon. Mana mungkin orang yang berjalan dengan susah payah menggunakan tongkat, melarikan seorang gadis. Apalagi kalau diingat Sir Joon adalah orang terpandang dan berbudi baik.
 
         Rupanya Pak Gadi dan Tairoo sangat terpengaru oleh pendapat Sir Joon. Calon mantu dan calon mertua itu saling curiga. Mereka tak menyadari bahwa mereka telah termakan hasutan yang dilancarkan oleh Sir Joon. Mereka tak merasa curiga pada Sir Joon. Hal ini ditambah dengan kepandaian Sir Joon melakukan sandiwara dan mengatur strategi hingga mereka sangat mempercayainya.
 
       Berkat kecerdikan Sir Joon, Tairoo memperoleh kembali uangnya yang diberikan kepada Pak Gadi sebagai mahar. Dengan demikian, tak ada lagi mas kawin yang mengikat pertunangan Tairoo dan Nona. Pertunangan itu sudah batal. Sebaliknya, keuntungan yang diperoleh Sir Joon dari Pak Gadi adalah surat keterangan yang menyatakan bahwa Sir Joon dan Nona menjadi suami-istri ketika Sir Joon membujuk Pak Gadi agar Sir Joon dapat dengan mudah meminta bantuan kepada orang kampung untuk mencari Nona.
 
      Akhirnya, Sir Joon dapat memperistri Nona. Perjodohan itu berhasil karena kecerdikannya memperdayakan Pak Gadi, Tairoo, dan tentu saja orang-orang sekampungnya. Ia berpura-pura sakit kakinya, lalu menculik dan menyembunyikan Nona di rumah seorang perempuan tua yang jarang dikunjungi orang, di pinggir kampung. Kemudian, ia mendapat bantuan teman-temannya dan terutama dari pembantunya yang setia, untuk mengatur pelariannya. Hal yang tak kalah pentingnya adalah cinta Nona kepada Sir Joon hingga pria itu dapat mengawininya.
 
         Sir Joon dan Nona hidup berbahagia di Singapura, jauh dari kampung halamannya. “Suami-istri itu yaitu Sir Joon dan Si Nona, diberi Allah telah sampai kepda ujud perkawinan, yaitu anak kesayangan” (hlm. 97).

                                                                            ***
      Novel Mencari Pencuri Anak Perawan karya Suman Hasibuan yang terbit tahun 1932 ini, sungguh menyerupai sebuah novel detektif. Unsur kejutan dan ceritanya yang juga berakhir dengan kejutan –walaupun tidak begitu rumit- merupakan salah satu kekuatan novel ini. Pola akhir ceritanya hampir sama dengan novel pertamanya, Kasih Tak Terlarai (1929).
      Studi mengenai novel Novel Mencari Pencuri Anak Perawan karya Suman Hasibuan ini, dan novel Suman Hasibuan lainnya, dapat dilihat pada ulasan ringkasan Kasih Tak Terlarai.
 
   Terima kasih telah berkunjung di web kami. Pembaca yang baik selalu memberikan komentar, kritik, dan saran karena sangat kami butuhkan untuk membangun dan memberikan yang terbaik bagi anda sahabat Imbas. Jangan lupa bookmark kami agar anda selalu dapat memantau web edukasi materi bahasa indonesia dan karya sastra ini. Terimakasih

3 komentar

novel masa SDq, msh cari2 ada yg jual ga yah

Terimakasih ya telah berkunjung. Silahkan anda beli buku bekas ini disekitar pasar beringharjo. Karena kami dapatkan buku ini juga dari sana

Terimakasih sudah berkunjung, jangan lupa bagikan artikel diatas kepada orang-orang disekitar. Jangan ragu-ragu tinggalkan komentar dibawah. Kesan & pesan dari teman-teman adalah motivasi kami untuk selalu berkarya :)

 
❤ Tentang ☎ Hubungi Kami ✿ Daftar Isi ▲ Disclaimer ♛ Kebijakan Privasi
Back To Top