Thursday

Dijemput Mamaknya

Novel Online - Berikut ini kami ilmu bahasa paparkan sebuah novel online yang kami rangkum dengan sebaik-baiknya agar anda dapat mencerna dan memaknainya dengan baik. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan anda tentang karya sastra Indonesia. Selamat membaca

Pengarang    : Hamka (16 Februari 1908-24 Juli 1981)
Penerbit        : Mega Bookstore
Tahun            : 1930; Cetakan III, 1962

Sinopsis Novel Online

Berikut ini ulasan Novel Dijemput Mamaknya. Selamat membaca dan salam ilmu bahasa
Tiga tahun sudah Musa merantau di tanah Deli. Tiga tahun itu pula ia merasakan pahit dan manisnya kehidupan.
Kemerantauan Musa sesungguhnya dimulai dari rasa keterpaksaan mengalami kenyataan yang dihadapinya. Setelah perkawinannya dengan Ramah dilangsungkan, kehidupannya tidak semakin baik, bahkan semakin buruk. Hal itu membuat mertua dan mamak dari pihak istrinya tidak menyukainya. Setiap hari ada saja yang diceritakan sehubungan dengan ketidakmampuan Musa dalam mencukupi kebutuhan istrinya. Kenyataan semacam ini membuat Musa merasa taka da harganya bila ia tidak melakukan sesuatu. Setelah menimbang baik-buruknya, Musa memutuskan untuk merantau, keinginan yang juga disetujui oleh istrinya.
     Dengan modal yang tidak seberapa dan tidak dengan harapan yang muluk-muluk, mereka berangkat. Untuk mencukupi kebutuhan mereka di rantau, Musa berjualan kain kasur. Ia menjajakannya dari suatu tempat ke tempat lain. Keuntungannya memang tidak seberapa, namun cukup untuk memenuhi kebutuhan mereka berdua.
       Ketika istrinya melahirkan, beban yang ditanggung Musa bertambah. Selain membutuhkan biaya untuk kesehatan anak dan istrinya, ia juga harus membiayai ongkos pulang mertuanya, yang menunggui kelahiran istrinya. “Setelah usia anakku empat bulan, mertuaku kembali pulang. Tentu saja perlu pula disediakan bantuan ongkos buatnya, demikian pula kain bajunya sesalin dua, beli sirihnya sampai di kampung. Itupun saya usahakan” (hlm. 13).
     Setelah mertua Musa kembali ke kampung halamannya, Musa sering mendapat surat dari mertuanya yang menginginkan keluarga Musa pulang dan tinggal di tanah asalnya. Keinginan itu tak ditanggapi oleh Musa dan istrinya. Mereka lebih suka hidup di rantau, biarpun miskin, mereka merasa merdeka, bebas dari pengaruh omongan kaum kerabat yang bernada minor.
      Sikap keras kepala Musa dan istrinya itu membuat perasaan mertua dan ninik-mamak di kampung tidak enak hati. Lagi pula, orang-orang seperantauan Musa selalu menjelek-jelekkan dan mengabarkan berita yang tidak benar tentang Musa kepada mertuanya. Dikatakan bahwa Musa selalu berselisih dan tidak segan-segan menempeleng istrinya. Perihal anaknya, ia dikatakan berpenyakit kudis dan tidak berpakain selembar pun. Kemelaratan Musa menjadi buah bbir kaum kerabatnya. Untuk itulah kaum kerabat di kampung sepakat untuk menjemput Ramah dan anaknya dari sisi Musa.
Ketika utusan dari kampung –diwakili oleh mamaknya Ramah- dikirim untuk menjemput Ramah dan anaknya, Ramah berkeras tidak mau mengikuti kehendak yang sudah menjadi putusan kaum kerabatnya. Ramah menolak karena ia tidak bisa meninggalkan suaminya yang sangat dicintainya itu, apa pun yang akan menimpanya kelak. Namun, kekerasah hati Ramah itu luluh juga karena Musa mengizinkan mamaknya untuk membawa Ramah seta anaknya pulang ke kampung halamannya. Tentu, bukan karena Musa tidak mencintai istrinya, tetapi karena pertimbangan lain. Salah satu pihak harus ada yang mengalah. Musa sendiri akan menyusul, nanti kalau piutang dari pelanggannya sudah dibayar semua.
        Keputusan Musa itu sungguh sangat mengejutkan pihak utusan dari kampung. Mamak dari pihak Ramah tidak menduga  kalau Musa akan dengan mudah melepaskan Ramah. Mereka bertambah terkejut ketika Musa bersedia membiayai semua ongkos perjalanan pulang mereka.
         Dua minggu setelah kepulangan Ramah, Musa mendapat surat dari istrinya yang mengabarkan ketidakenakan hidup di kampung. Musa juga mendapat surat dari ibunya yang berisikan kekecewaan dari kaum kerabatnya. Mereka berpendirian bahwa sikap pihak perempuan menjemput istrinya Musa di rantau adalah suatu tindakan penghinaan. Jawaban Musa yang menganggap hal itu memang hak mamak dari pihak Ramah, tidak ditanggapi oleh keluarganya.
        Adalah Samah, teman Musa dari kampung memberitahukan bahwa Ramah telah datang kepada penghulu dan meminta cerai dari Musa. Paksaan orang tuanyalah yang membuat Ramah mengambil keputusan itu. Musa tersenyum mendengar keputusan itu walaupun hati sebenarnya sedih. Ingin ia pulang, namun apa daya tak punya duit. “Duit tidak ada, Engku. Lalu ia menekur menahan air matanya…” (hlm. 31). Begitulah keadaan Musa, sekaligus merupakan jawaban bagi temannya yang menyuruhnya menjemput Ramah dan istrinya, di kampung. Demikianlah, lelaki miskin itu menghabiskan waktunya dengan menjual kain kasur. Keluar-masuk kampung, tetapi keadaannya tetap begitu.

Resensi Novel Online

                                                                    ***
       Menurut Ajip Rosidi, novel pertama Hamka adalah Di Bawah Lindungan Kabah yang terbit tahun 1938 (Ikhtisar Sejarah Sastra Indonesia, 1976; hlm. 67-69), sedangkan novel Dijemput Mamaknya ditulis tahun 1948 (sic!). kenyataannya, di halaman buku itu, cetakan kesatu tertulis tahun 1930. Dengan demikian, novel ini merupakan karya Hamka yang pertama. Teeuw sendiri tidak menyebut-nyebut novel tipis ini, begitu juga Zuber Usman. Sungguhpun begitu jika melihat karya-karya Hamka berikutnya, dari novel inilah sebenarnya sudah tampak kekhasan oleh kemiskinan dan kepapaannya. Tokoh Musa, yang sebenarnya ingin menjemput istrinya, tetapi tak punya ongkos untuk pergi ke kampungnya, menggambarkan itu.
    Studi mengenai karya-karya Hamka atau mengenai pribadi Hamka, baik sebagai sastrawan maupun sebagai ulama terkemuka dapat dilihat pada catatan atau ulasan setelah ringkasan novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck. Demikian Ringkasan Novel Dijemput Mamaknya. Semoga bermanfaat.

Terimakasih sudah berkunjung, jangan lupa bagikan artikel diatas kepada orang-orang disekitar. Jangan ragu-ragu tinggalkan komentar dibawah. Kesan & pesan dari teman-teman adalah motivasi kami untuk selalu berkarya :)

 
❤ Tentang ☎ Hubungi Kami ✿ Daftar Isi ▲ Disclaimer ♛ Kebijakan Privasi
Back To Top