Saturday

Novel Gatotkaca Tandhing karya Ardian Kresna

Ilmubahasa.net -  berikut Ulasan Mengenai Novel tersebut   

     Ketiganya berniat ingin mengambil tahta Pringgandani, namun ditolak olah Arimbi dan Gatotkaca karena terlalu sewenang-wenang. Terjadilah pertempuran antara Ketiganya dengan Gatotkaca. Meski Gatotkaca kalah, namun karena kesaktian Arimbi Ketiganya terpelanting ke angkasa yang membuat Brajamusti  jatuh ke keputren Dewi Banowati istri duryudana di Astina.

    Cerita ini berawal mula dari kegundahan istri Bima yang merupakan salah satu anggota Pandhawa akan suaminya Bima yang tak kunjung-kunjung datang dari Amarta. Sambil bercakap-cakap dengan anaknya Gatotkaca dan menyuruh supaya segera menyusul ayahnya Bima. Namun Gatotkaca menunda keberangkatannya karena ibunya kedatangan pamannya yaitu adik dari Arimbi Brajamusti, Brajadenta dan Barajawikalpa.

      Brajamusti pun takjup dan tergila-gila akan kecantikan, kesopanan dan keindahan Banowati yang kala itu Banowati sedang dirundung rindu kepada sang pujaan hati Arjuna. Dengan iming-iming bahwa Banowati akan bertemu dengan Arjuna, Brajamusti yang mengaku sabagai peramal mempunyai siasat untuk mendapatkan Banowati sebagai istrinya. Setelah berunding dengan kedua saudaranya, ketiganya bertapa dan berubah wujud menjadi Arjuna, Bagong dan Semar. Kemudian  ketiganya menyelinap di keputren dewi Banowati dan Sang Arjuna palsu mencumbu Banowati, namun Banowati merasa ragu dengan arjuna yang seperti itu. Banowati pun menjerit karena dipaksa untuk melayani hasrat sang Arjuna Palsu. Sontak membuat Punggawa Astina menggrebek Keputren dan menangkap Arjuna, Semar dan Bagong palsu. Namun, gagal karena lihainya Brajamusti dan kedua adiknya melarikan diri.

     Duryudana sebagai raja Astina merasa diinjak-injak hatinya luluh lantak karena merasa cintanya telah dikhianati Banowati. Duryudanan pun mengutus begawan Durna,Patih Sengkuni untuk ke Amarta membawa Arjuna, Semar , Bagong ke Astina agar diadili dan melaporkan kepada Yudhistira kaka bahwa adiknya telah berbuat kurang seronok dengan Dewi Banowati.

    Sementara itu, di Amarta sedang berkumpul semua pembesar Pandhawa dan juga Kresna dari Dwarawati. Arjuna, Semar dan Bagong membantah bahwa yang melakukan tindakan kurang terpuji itu adalah mereka. Mereka tidak mau dibawa ke Astina,namun mereka berjanji akan menemukan siapa pelaku dibalik itu semua.

     Kemudian Arjuna dan dua anak mencari pelaku yang sebenarnya dan akhirnya bertemulah mereka dengan Arjuna,Semar dan Bagong palsu yang mereka cari . Terjadilah pertempuran hebat antara ketiganya. Baik itu Arjuna,Bagong,maupun Semar dengan Kembaran mereka yang palsu.namun akibat bantuan Kresna yaitu Cakra yang merupakan panah sakti, akhirnya ketiganya kembali kewujud semula, sayangnya mereka dapat melarikan diri. Menurut sepenglihatan bala tentara kurawa bahwa yang menyamar adalah Gatotkaca karena paras dan postur tubuh mirip Gatotkaca.

    Mendengar itu Bima sebagai ayah Gatotkaca marah besar kepada anaknya.setelah dipikirkan masak-masak akibat bujukan Arimbi sang istri, Gatotkaca merasa bahwa pelakunya adalah pamannya sendiri  yaitu Brajamusti.

     Arimbi memberikan nasehat bahwa bergurulah dengan pamanyya di kerajaan Panglebur Gangsa yaitu Brajawisesa. Dengan gigih, tekun dan niat yang baik serta bantuan dari tiga dewa yaitu Bathara Cakra Upasan, Tapak Nenggala dan Sapta Endra yang dihukum kahyangan. Akhirnnya  Ajian Tamparan Sakti milik Brajawisesa pun dimiliki Gatotkaca. Meskipun, harus membunuh pamannya terlebih dahulu agar menyatu dengan dirinya.

     Gatotkaca kemudian mencari ketiga perusuh yang membuat fitnah pada dirinya yaitu paman-pamannya, Brajamusti,Brajadenta dan Brajawikalpa.setelah bertemu ketigannya terjadilah pertempuran yang dasyat antara Gatotkaca dengan paman-pamannya.ajian semu gunting milik Brajamusti yang dulunya ditakuti Gatotkaca, sekarang tidak lagi karena ajian Tamparan Sakti milik Pamanya Brajawisesa ada pada dirinya. Akhirnya ketiga paman-pamanya kalah dan ilmu yang mereka miliki menyatu dengan Gatotkaca. Brajamusti menyatu ditangan kirinya dan Brajadenta dan Brajawikalpa menyatu dikaki Gatotkaca. Ketiganya mengaku kalah pada kesaktian gatotkaca.

     Setelah tugas yang diembankan kepadanya sudah selesai, Gatotkaca ingin menyampaikan kepada saudara-saudaranya di Amarta. Namun di tengah perjalanan, Gatotkaca didatangi Bethara Narada. Beliau berpesan supaya Gatotkaca meminta ilmu kepada eyangnya Brajalameten di pertapaan Banyujajar, Gunung Limaran. Agar kelak menjadi Senopati andalan bangsa Pandhawa.

     Dengan segera Gatotkaca menyanggupi perintah Bathara Narada dan bernagkat menuju pertapaan eyangnya di Gunung Limaran. Oleh eyangnya Brajalemeten diberi ajian Tatit Samber Nyawa dan Kotang Antakusuma supaya Gatotkaca bisa terbang secepat elang dan menerkam sepandai alap-alap. Kemudian Gatotkaca pergi ke Amarta dan memberitahukan bahwa tugasnya telah selesai bahkan ketiga pamannya yang telah membuat onar telah melebur menjadi satu dengan  dirinya  Kanuragannya pun semakin sakti yang diperolehnya dari pamannya Brajawisesa dan eyang Brajalameten ada di dalam tubuhnya .

      Ayah,Ibu,Paman dan saudara-saudaranya di Amarta Takjub akan Kesaktian yang Gatotkaca sekarang. Kemudian atas saran Kresna Gatotkaca disuruh ke Astina untuk memberitahukan bahwa dia tidak bersalah sekaligus menunjukkan ilmu kanuragannya yang bertambah pesat.

      Tanpa pikir panjang Gatotkaca melesat terbang bagai kilat menuju Astina. Namun , pembesar-pembesar Astina tidak percaya dengan apa yang dikatakan Gatotkaca bahwa Pelakunya sudah mati dan bersatu dengan diri Gatotkaca. Dibuat pontang-pantinglah anggota Kurawa dan bala tentara Kurawa. Setelah pamit, Gatotkaca pun terbang dengan cepatnya, sementara para kurawa Cuma terperanga melihat kesaktian Gatotkaca yang baru.

Terimakasih telah membaca artikel kami, semoga bermanfaat untuk anda. salam ilmubahasa
   
 
❤ Tentang ☎ Hubungi Kami ✿ Daftar Isi ▲ Disclaimer ♛ Kebijakan Privasi
Back To Top